
Tidak terasa tiga bulan berlalu, kehamilan Zahra sudah mendekati delapan bulan dan satu bulan lagi perkiraan lahirnya.
Sejauh ini semua berjalan lancar pasca kecelakaan tabrak lari yang menimpa Zahra, kondisi Zahra pasca kecelakaan itu pun sudah mulai membaik, Naira sebagai pelaku sudah mendapat ganjaran hukuman dari perbuatannya dengan masa hukuman lima belas tahun penjara.
Naira yang awalnya tidak menerima atas tuduhan dan hukuman yang di berikan padanya, Naira selalu menyangkal setiap tuduhan yang diberikan padanya walau pun bukti - bukti sudah jelas menyatakan dirinya bersalah, setelah Anton turunkan tangan menenangkan dan memberikan pengertian pada naira akhirnya Naira memilih untuk tenang da menerima semua ini. Kalau ingin jujur sebenarnya sebagai seorang ayah Anton merasa tidak rela anaknya di penjara namun Anton sadar Naira memang layak untuk mendapatkan hukuman tersebut, dan Naira memang harus bertanggung jawab atas perbuatan yang telah di perbuat nya.
Apakah Mirna menerima putri nya di hukum ?, jawabnya sudah pasti tidak, Mirna merasa sakit hati pada sandi dan zahra, walau pun saat ini Mirna hanya diam, tapi jauh di dalam lubuk hatinya Mirna menaruh dendam dan kebencian pada Zahra dan sandi yang sudah memenjarakan putrinya, dan Mirna juga ingin melakukan pembalasan pada sandi dan zahra.
Tidak ada satupun yang tahu apa yang sudah di rencanakan Mirna untuk sandi dan Zahra, dan tidak ada juga yang tahu, bahwa setelah kejadian kecelakaan itu Aziz secara diam - diam juga sudah memperketat penjagaan pada Zahra dan calon anak - anak mereka, kecuali pak Widodo semua itu Aziz lakukan karena Aziz tidak mau kecolongan lagi. sehingga membahayakan nyawa istri dan anak - anak nya.
Begitu juga dengan sandi dan Adam, sandi dan Adam telah mengirim seseorang untuk selalu memata - matai Mirna dari jauh, sandi dan Adam juga selalu meminta orang tersebut untuk melaporkan setiap pergerakkan Mirna pada mereka tanpa sepengetahuan Mirna.
Apakah Naira Menyesal, yah itu lah yang sedang di rasakan oleh Naira saat ini, tiga bulan di penjara, Naira mulai merenungi tentang perjalanan hidupnya, Naira menyadari kesalahannya, betapa selama ini ia telah menzolimi saudara perempuannya yang baru ia ketahui adalah anak kandung dari orang yang selama ini ia anggap sebagai ayah kandungnya, yah Zahra perempuan yang selama ini sangat ia benci karena Naira sempat berpikir Zahra dan intan ibunya adalah duri dalam rumah tangga ayah dan ibunya, saat itu Naira hanya tahu intan ibu Zahra lah yang telah berusaha merebut sandi suami ibunya dan orang yang sudah ia anggap sebagai ayah nya, padahal kenyataan nya Mirna ibunya lah yang telah merebut dan menghancurkan kehidupan intan dan Zahra sehingga intan meninggal dunia saat melahirkan Zahra, dan akibat perbuatan ibunya Zahra hidup menjadi yatim dan di benci oleh sandi ayah kandungnya sendiri karena ibunya Mirna yang telah memfitnah intan berselingkuh.
Naira kembali teringat bagai mana kejam dan jahat nya Naira selama ini pada zahra, tapi Zahra sedikitpun tidak pernah membalas semua kekejaman dan kejahatan nya itu, Zahra selalu baik dan mengalah pada nya. Dan satu hal lagi, Zahra tidak pernah membencinya dengan apa yang sudah Naira lakukan selama ini pada Zahra.
Naira menangis dan menyesal telah memperlakukan Zahra tidak baik selama ini, bayang - bayang di saat tubuh Zahra terlempar dari hantaman badan mobilnya dan bersimbah darah saat kecelakaan itu terjadi selalu menghantui naira
__ADS_1
Tak jarang Naira tiba - tiba teriak dan mengucapkan kata - kata minta maaf pada zahra, dan setiap kali Anton datang mengunjunginya tak jarang Bahkan sering Naira meminta bertemu dengan Zahra pada Anton.
Bukannya Anton tidak pernah mencoba berbicara dengan Zahra melalui aziz suami Zahra, untuk dapat mengizinkan Zahra bertemu dengan Naira, tapi tidak pernah berhasil, Aziz selalu menolak mengizinkan zahra untuk menemui Naira di penjara, alasan Aziz selalu sama yaitu demi kesehatan Zahra dan calon anak nya.
Anton merasa frustasi karena Aziz tidak mengizinkan Zahra untuk menemui Naira, sementara tiga bulan dipenjara dengan rasa bersalah yang begitu besar terhadap Zahra membuat kondisi Naira drop dan stres, tak jarang Naira sering berteriak - teriak dan menangis sendiri sambil memanggil nama zahra dan mengucapkan maaf pada zahra.
Tidak hanya pada Aziz Anton juga meminta izin langsung pada sandi dan pak Widodo selaku orang tua Aziz dan Zahra agar zahra di izinkan menemui Naira, Anton sudah menjelaskan kondisi Naira saat ini dan penyesalan Naira pada sandi dan pak Widodo dengan harapan sandi dan pak Widodo akan luluh dan mau mengizinkan Zahra menemui Naira, tetap hasil nya nihil, mereka sama hal nya dengan Aziz, tidak mengizinkan Zahra menemui Naira dengan alasan yang sama demi kesehatan zahra dan calon cucu mereka.
Apakah zahra mengetahui siapa orang yang telah menabrak dirinya ? Jawab nya tidak, sampai saat ini, Aziz, sandi, pak widodo dan keluarga besar lainnya sudah sepakat untuk tidak memberi tahu Zahra dan itu atas permintaan Aziz, pak Widodo, sandi dan keluarga yang lainnya menyetujuinya, ada alasan yang cukup kuat mengapa Aziz melarang keluarga nya memberi tahu Zahra, selain karena kondisi Zahra yang tengah hamil besar juga karena aziz tidak mau zahra goyah dan memaafkan Naira seperti biasanya nya, Aziz tahu istrinya itu sangat mempunyai hati yang lembut dan tidak tega an, apa lagi pada keluarga nya sendiri.
Pagi ini Aziz sedang buru - buru berangkat ke rumah sakit, Aziz sudah mulai sibuk karena dua bulan yang lalu ia resmi menggantikan pak Widodo sebagai pimpinan rumah sakit, dan CEO di perusahaan papinya itu, sudah terbayang kan bagai mana sibuk nya aziz saat ini.
Sementara itu, Zahra sesuai rencananya sebelum kecelakaan itu terjadi, setelah wisuda S2. Nya, Zahra memilih untuk berhenti dari pekerjaannya di rumah sakit dan memilih menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak - anaknya
Zahra selalu menghabiskan hari - hari nya di rumah tanpa mengeluh sambil menunggu kelahiran anak kembarnya.
" Sayang kamu yakin bisa abang tinggal sebentar ?, ada operasi yang tidak bisa Abang tinggalkan sayang " aziz menatap Zahra khawatir, walau Aziz sebagai pimpinan rumah sakit, Aziz tetap menjalankan kewajibannya melayani masyarakat yang datang berobat ke rumah sakit,
__ADS_1
Pagi ini Aziz harus datang pagi - pagi kerumah sakit karena ada jadwal operasi yang harus dilakukannya, Aziz khawatir meninggalkan zahra di rumah karena dari semalam Zahra sudah mengeluh sering sakit pada perutnya, dan sakitnya hilang timbul.
" Iya, Abang tenang ya, Zahra gak apa - apa kok, lagian di rumah Zahra gak sediri bang kan ada mbak Sri yang Nemani zahra bang " jawab Zahra meyakinkan aziz.
Zahra dan Aziz semenjak dua bulan terakhir sudah kembali menempati rumah mereka yang sudah selesai direnovasi, Aziz merenovasi rumah nya sedikit dan sekalian membuatkan kamar tidur untuk ketiga Bayu kembarnya nanti.
Dan sekarang Aziz juga sudah memperkerjakan dua art di rumah mereka, untuk membantu Zahra membersihkan rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, termasuk memasak untuk mereka , karena Aziz tidak mengizinkan Zahra untuk bekerja membereskan rumah, hanya sekali - sekali Zahra memasak di dapur itu pun di batu oleh art yang bekerja di rumah itu.
" Tapi janji ya, kalau ada apa - apa cepat telpon Abang ya sayang " sahut aziz lagi sambil membelai kepala Zahra lembut.
" Iya Abang,sudah sana berangkat, nanti Abang telat lagi " sahut Zahra menyuruh Aziz berangkat karena dari tadi Aziz masih enggan untuk berangkat dan lebih mencemaskan dirinya.
" Ya udah Abang berangkat ya, tapi ingat kalau ada apa - apa cepat hubungi abang ya sayang " pamit Aziz pada zahra.
" Iya Abang ..." Zahra mencium punggung tangan Aziz dan membalas pelukkan Aziz yang memeluk dirinya, kalau Aziz mencium puncak kepala zahra. setalah itu Aziz pun berlalu masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya dengan pelan meninggalkan rumah itu, Zahra melambaikan tangan tersenyum pada suaminya itu sampai mobil Aziz tikda telihat lagi.
Lalu Zahra masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar bayi, untuk mempersiapkan perlengkapan lahiran dan memasukkan perlengkapan bayinya kedalam tas agar nanti saat mau lahiran tidak repot - repot lagi dan tinggal bawa.
__ADS_1