
Zahra terlihat lebih segar setelah keluar dari kamar mandi, dengan langkah pelan Zahra menuju tempat tidurnya, Zahra memoles wajah nya dengan bedak dan lipstik, kali ini Aziz tidak ikut membantu Zahra seperti biasanya, karena sedang ada pertemuan penting dengan klien nya dari luar negri, Karana tidak mau meninggalkan Zahra sendiri, aziz meminta pada klien nya untuk meeting kali ini lewat zoom saja, setelah mendengar alasan Aziz mengapa meminta meeting lewat zoom akhirnya klien Aziz tersebut mengerti dan bersedia melakukan meeting lewat zoom dan tak lupa klien Aziz juga mengucapkan selamat pada Aziz dan Zahra atas kelahiran putra kembar mereka.
Sebelum meeting di mulai Aziz sempat melihatkan si kembar lewat vidio pada klien nya itu, dan Merkea ikut bahagia dan gemas melihat si kembar yang sedang bergerak aktif dalam incubator nya.
Karena merasa sangat lapar Zahra berjalan ke pentri mencari makan yang bisa apa yang bisa di makan nya, cukup lama Zahra mencari makan yang sesuai dengan keinginannya pagi ini tapi tidak ditemukan selain roti tawar dan beberapa selai dengan beda rasa.
Zahra mengambil roti tawar tesebut dan memanggangnya setelah di oleskan dengan selesai coklat sebelumnya. Sambil menunggu roti panggang nya matang Zahra meraih kotak susu khusus untuk ibu menyusui dan membuatnya sendiri.
Setelah roti dan susu nya siap, Zahra duduk di meja makan dan melahap sarapannya dengan tenang, tiba - tiba Zahra merasa ada tangan kokoh memeluk tubuhnya dari belakang, tanpa melihat Zahra sudah tahu kalau itu adalah suaminya sendiri, Zahra dapat mengenali suaminya dari bau parfum yang di pakai oleh suaminya itu.
" Kok sarapannya gak ngajak - ngajak Abang sayang "
" Abang tadi lagi meeting , Zahra segan ganggu Abang " jawab Zahra Tania menatap Aziz dan sibuk memakan makanannya sampai habis, lalu Zahra mengambil susu yang sudah di buatnya tadi , dan meminum susu itu sampai habis
Setelah selesai dengan sarapannya, Zahra menatap Aziz yang masih betah memeluk dirinya dari belakang.
" Maaf ya Abang, Zahra lapar banget jadi gak nunggu Abang untuk sarapan " ujar Zahra merasa bersalah karena tidak mengajak dan menunggu Aziz untuk sarapan.
" Abang mau sarapan apa ? Biar Zahra buatkan dulu ya, tapi yang ada cuma roti tawar aja bang " Zahra menawari Aziz untuk sarapan, dan melepaskan pelukkan Aziz agar ia bisa berdiri untuk membuatkan sarapan untuk suaminya itu.
" Gak usah sayang, kamu di sini saja, biar Abang ambil sendiri sarapannya " sahut Aziz menahan tubuh zahra agar tetap duduk di kursinya.
" Abang juga minta maaf ya sayang, pagi - pagi bukannya bantuin kamu, Abang malah sibuk dengan kerjaan Abang " ujar Aziz yang juga merasa bersalah tidak bisa membatu istrinya itu pagi ini dan membiarkan Zahra mengurus dirinya sendiri, padahal Zahra masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan.
" Gak apa - apa kok bang, Zahra sudah kuat kok, lagian Abang kan harus kerja, kalau Abang gak kerja nanti Zahra dan anak - anak akan makan apa " jawab Zahra tersenyum pada aziz.
Aziz merasa gemas mendengar ucapan istrinya itu " Dengar ya sayang, sekalipun Abang gak kerja, kamu akan tetap bisa makan, uang Abang gak akan habis walau kamu pakai untuk berbelanja dan memberi makan orang sekampung " jawab Aziz mencubit pipi zahra gemas .
" Isstt gak boleh ngomong gitu bang, itu namanya takabur " sahut zahra mengingatkan Aziz akan ucapannya.
" Astaghfirullah , maaf sayang, Abang kilaf " sahut Aziz merasa bersalah.
__ADS_1
" ya udah kalau gitu Abang sarapan dulu ya, Abang mau zahra buatkan roti bakar ? " tanya Zahra menawari sarapan pada suaminya.
" Biar Abang saja ya, kamu duduk di sini temani Abang sarapan ya " Aziz kembali menahan tubuh Zahra yang ingin berdiri untuk membuatkan sarapan untuk nya.
Zahra akhirnya menurut, dan melihat saja dari tempatnya duduk Aziz yang sedang membuatkan sarapan sendiri. Aziz mengambil dua potong roti dan mengoleskannya dengan selai rasa coklat kesukaannya, lalu mengambil sebuah kopi saset dan menyeduhnya dengan air panas.
setelah sarapan buatannya siap, Aziz pun memakan sarapannya dengan lahap walau hanya dengan roti tawar.
Selesai sarapan Aziz dan Zahra kembali ke ruang tamu duduk di sofa sambil menonton acara di televisi.
Tok...tok...tok...
Pintu kamar rawatan Zahra di ketuk dari luar, aziz berdiri membukakan pintu dan melihat siapa yang datang, tapi sebelum itu Aziz mengabulkan hijab Zahra dan memasangkannya di kepala Zahra karena saat itu Zahra tidak sedang menggunakan hijab nya.
" Assalammualaikum " dokter ayu mengucapkan salam ketika pintu kamar rawatan Zahra terbuka dan Aziz yang menyambut ke datangan dokter ayu pun membalas salam dari Tante nya itu.
" waalaikumsalam , masuk Tan,.dok " jawab Aziz mempersilahkan dokter ayu masuk, ternyata ayu tidka datang sendiri, ayu datang bersama seorang dokter dan dokter itu adalah dokter anak yang sendang merawat si kembar saat ini.
" Zahra Alhamdulillah sudah mulai baikkan Tan, begitu juga dengan si kembar" jawab aziz mengiringi langkah dokter ayu dan dokter nya si kembar masuk kedalam kamar rawatan Zahra.
" Sayang Tante ayu datang nih " Aziz memberi tahu Zahra tentang kedatangan dokter ayu, Zahra yang sedang duduk di sofa berdiri menyalami dokter ayu
" Tante " Zahra meraih tangan ayu dan mencium punggung tangan ayu sopan. Dan juga menyapa dokter anak yang merawat si kembar.
" maaf nih, kamu ganggu waktu istirahat Kalian, kami datang mau memeriksa kamu dengan si kembar sayang " sahut dokter ayu menyampaikan alasan kedatangan mereka pagi ini ke kamar Zahra.
" Gak apa - apa Tan, silahkan dokter, si kembar sendang tidur setelah selesai minum asi " jawab Zahra mempersilahkan dokter anak tesebut memeriksakan kondisi si kembar
" Baik Bu Zahra, permisi saya periksa kondisi si kembar dulu ya Bu pak " sahut dokter anak itu, Aziz pun mendampingi dokter anak yang merupakan seorang pria yang di perkirakan umurnya seumuran dengan papinya itu ke tempat si kembar berada.
Sementara Zahra di bantu dokter ayu berjalan ke arah tempat tidurnya, dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur itu agar dokter ayu mudah untuk memeriksanya. sebelum memeriksa Zahra, dokter ayu terlebih dahulu menutup tirai pembatas anta bed Zahra dan ruangan lain.
__ADS_1
" Hemmmm, kondisi kamu sudah banyak kemajuan dan sudah mulai membaik, tinggal perawatan biasa saja lagi, dan itu bisa di lakukan di rumah ya sayang, kalau menurut Tante kamu sudah bisa pulang ke rumah ya sayang " ujar dokter ayu menjelaskan kondisi Zahra dan sudah mengizinkan Zahra untuk pulang,
" Alhamdulillah, akhirnya Zahra bisa pulang juga Tan, Zahra sudah bosan rawat di sini Tan." jawab Zahra senang
" Tapi bagaimana dengan si kembar Tan, apa sudah bisa pulang juga ?"
" Kalau untuk kondisi si kembar baiknya kita tanya sama dokter nya langsung ya sayang, ayo kita keluar, kita dengarkan apa penjelasan dokter anak nya." jawab dokter ayu dan mengajak zahra keluar menemui dokter yang merawat si.kembar.
" Bagai mana kondisi anak - anak saya dokter " tanya Aziz pada dokter anak si kembar setelah dokter selesai memeriksa kondisi anak - anak nya, di saat itu juga bersalaman dengan zahra yang sudah berdiri di samping aziz, sebagai seorang ibu Zahra juga ingin tahu bagaimana kondisi anak - anak nya.
" Alhamdulillah kondisi si kembar stabil pak aziz, dan hari ini kita sudah bisa melatih si kembar untuk berada di luar incubator , jika si kembar bisa beradaptasi dengan suhu luar, insyaallah besok sudah bisa pulang." jawab dokter anak menjelaskan.
" Alhamdulillah " jawab aziz, zahra dan dokter ayu berbarengan.
" Kalau begitu Zahra pulangnya nunggu si kembar pulang saja boleh Tan ?" tanya Zahra pada dokter ayu.
" Tentu boleh - boleh saja sayang " jawab dokter ayu yang mengizinkan Zahra pulang menunggu si kembar pulang.
" Baik lah kalau begitu saya pamit dulu pak Aziz dan Bu Zahra, nanti ada perawat yang akan datang ke sini membantu memindahkan si kembar dari selama incubator pak, Bu " dokter anak itu pun izin pamit, setelah memeriksa kondisi si kembar.
" Baik dokter, terima kasih ya dok " jawab Aziz, dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
" Oya ziz, Ra, Tante juga pamit dulu ya, Tante sudah di tunggu di kamar bersalin , ada pasien Tante yang mau lahiran " ayu yang tadi sendang mengangkat telpon juga pamit pergi karena ada pasien yang mau melahirkan.
" Iya Tan,.makasih banyak ya Tan, dokter " ujar aziz dan Zahra.
Kedua dokter itu pun keluar dari kamar rawatan Zahra, mereka masuk bersama - sama dan keluar pun bersama .
" Alhamdulillah ya bang, kondisi ketiga anak - anak kita baik - baik saja " ujar Zahra pada aziz.
" Iya sayang , dan semoga kalian selalu sehat ya " jawab aziz dan membelai kepala Zahra lembut dan doa aziz pun di jawab Zahra dengan mengucapkan Amin.
__ADS_1