
Perawat telah selesai membersihkan tubuh dan Zahra, dan Zahra pun sudah terlihat rapi dengan pakaian pasien yang di gunakan.
Dua orang perawat sudah bersiap - siap untuk mendorong Zahra ke kamar rawatannya, Aziz yang dari tadi tidak pernah meninggalkan Zahra walau sedetik pun membantu mendorong bed Zahra menuju kamar rawatannya.
Senyum bahagia setelah menjadi orang tua baru tidak pernah hilang dari wajahnya, Aziz yang sedang mendorong bed Zahra dari samping terus memandang wajah Zahra yang terlihat semakin cantik setelah melahirkan di mata Aziz.
Begitu juga dengan Zahra, tangannya tidak pernah ia lepaskan dari satu tangan Aziz yang dari tadi juga tengah menggenggam tangan Zahra, mereka saling berpandangan dan saling melempar senyum.
Tidak butuh lama, akhirnya Zahra sampai di kamar rawatan nya, kamar yang dulu pernah ia tempati saat harus di rawat akibat tabrakan yang ia alami.
Zahra menatap sekeliling kamar rawatannya, tidak ada perubahan, yang berubah hanya alat - alat medis yang ia gunakan dulu sudah tidak berada di sana lagi, sekarang kamar itu seperti kamar rawatan biasanya tapi lebih terlihat mewah dan elegan.berbeda dengan tiga bulan yang lalu terlihat sangat mengerikan dengan berbagai alat - alat medis canggih berada di dalam nya.
Ternyata di kamar itu sudah ada pak Widodo, Bu Susan, chelsea , dokter ayu, prof rayyan dan tidak ketinggalan Mia sepupu Aziz sekaligus sahabat Zahra.
Semua orang sedang menunggu dengan sabar ketika perawat merapikan Zahra dan menggantung infus Zahra pada tempatnya, setelah semuanya selesai, tanpa di komando mereka menghampiri bed Zahra dengan senyum yang mengembang di bibir mereka masing - masing.
" Selamat ya sayang " Bu Susan memeluk Zahra dan memberikan ciuman hangat di kedua pipi Zahra dan tidak ketinggalan di puncak kepala menantunya itu.
" Mami sangat bahagia malam ini sayang, terima kasih kamu sudah berjuang melahirkan cucu - cucu mami, mereka sangat ganteng - ganteng sayang, persis seperti ayah nya " ujar Bu Susan lagi
Memang tadi sebelum ke kamar rawatan Zahra, mereka sempat mampir ke kamar bayi untuk melihat ketiga cucu - cucu mereka, tapi sayang ketiga nya masih belum bisa di gendong dulu Karena berada di dalam incubator karena berat badan mereka yang tidak mencukupi nilai normal, makanya dokter anak menganjurkan ketiga cucu mereka untuk di rawat di dalam incubator untuk sementara waktu.
" Makasih mami, mami udah melihat mereka ?" tanya Zahra penasaran.
" Sudah kami sudah melihatnya di kamar bayi, tapi ketiga jagoan kita harus di rawat di dalam incubator dulu karena beratnya yang sangat rendah sayang, tapi kamu Jagan khawatir, mereka sehat kok " jawab Bu susan menjelaskan kondisi cucu nya pada sang ibu dan meminta Zahra untuk tidak khawatir terhadap kondisi anak nya.
Zahra yang mengerti prosedur perawatan bayi mengangguk kan kepalanya mengerti, bagi nya yang penting saat ini ketiga putranya sehat dan baik - baik saja.
" Udah dong mi, chelsea kan juga pingin peluk kak Zahra " suana haru antara Bu Susan dan Zahra berubah menjadi ribut akibat chelsea yang meminta Bu Susan untuk berpindah tempat dan bergantian dengan dirinya, karena chelsea juga ingin memeluk kakak ipar nya itu.
" iiisssst kamu apa an sih chel, mami kan masih ingin peluk putri mami " jawab Bu Susan yang masih ingin berada di dekat menantunya itu
" Putri mami kan kakaknya aku mi, jadi aku juga mau peluk kakak aku, sebab kakak aku yang cantik ini sudah memberikan tiga pangeran ganteng untuk anti nya yang cantik ini " jawab chelsea yang mendekati zahra dengan paksa sehingga Bu Susan tersingkir ke tepi dengan wajah kesal terhadap putri bungsu nya itu.
__ADS_1
" Kakak,.selamat jadi ibu ya, dan terima kasih sudah berikan aku tiga pangeran tampan dan lucu - lucu ya " sahut chelsea serta memeluk Zahra dan tidak ketinggalan memberikan ciuman gemas di pipi zahra Kakak iparnya itu.
Zahra yang mendapat pelukkan erat serta ciuman yang bertubi - tubi di wajah nay terlihat sangat kesusahan tapi tetap membalas pelukkan chelsea dengan tawa bahagia.
Aziz yang melihat istrinya kesusahan merasa tidak tega, Aziz menarik tangan chelsea dan memaksa chelsea melepaskan pelukannya pada Zahra.
".Udah dek, kasihan istri Abang jadi kesusahan kamu peluk begitu " ujar aziz yang berhasil melepaskan pelukan chelsea pada istrinya itu
" Abang apa an sih, chelsea kan mau peluk kak Zahra, dan ngucapin selamat untuk kak zahra " sahut chelsea sewot.
" Peluk boleh, tapi gak kayak gitu juga kali dek, apa kamu gak kasihan sama istri Abang sampai sudah nafas begitu akibat kamu peluknya terlalu kencang " ujar aziz kesal melihat tingkah adiknya.
Chelsea yang sadar kembali menghampiri Zahra dan meminta maaf pada Zahra.
" kak maaf chelsea ya, chelsea sudah nyakitin kakak, habis nya chelsea senang banget hari ini kak, sudah dapat tiga ponakan yang ganteng - ganteng dari kakak " sahut chelsea merasa bersalah
" iya gak papa dek " jawab Zahra tersenyum membelai tangan chelsea lembut.
" Udah chel, sekarang giliran kami, kamu minggir lagi " pak Widodo meminta chelsea minggir karena ia dan yang lain juga ingin mengucapkan selamat pada menantu perempuannya itu.
" Makasih ya Pi, pesan papi pasti akan selalu Zahra ingat " jawab zahra dengan senyum manisnya.
Setelah itu pak Widodo menyingkir dan di gantikan oleh dokter ayu, prof rayyan dan Mia bergantian mengucapkan selamat pada aziz dan zahra.
" Zahraaaaa, selamat ya sayang, akhirnya kamu jadi Mahmud juga alias mama muda " ujar Mia memeluk zahra yang tak kalah heboh dari Chelsea .
" Makasih kak " jawab Zahra membalas pelukkan Mia
Setelah berbincang - bincang sesaat, akhirnya pak Widodo, Bu Susan, chelsea , prof rayyan dan dokter ayu serta Mia izin untuk pamit pulang, mengingat hari sudah malam dan Zahra butuh istirahat akibat habis berjuang setelah melahirkan ke tiga putranya, seperti biasa, Aziz tidak mau ada yang menemaninya menjaga Zahra, aziz tetap memilih cukup ia sendiri yang menjaga Zahra di rumah sakit, padahal tadi chelsea sudah menawari untuk menemaninya.
Pak Widodo dan bu Susan yang paham dengan sifat anak laki - lakinya itu memilih mengajak chelsea untuk ikut mereka pulang ke rumah sekarang, karena besok mereka akan datang lagi mengunjungi Zahra dan ke tiga cucu - cucu mereka yang tidak bisa mereka jumpai malam ini, Karena ketiga bayi itu harus di rawat di dalam incubator terlebih dahulu di kamar bayi.
Setelah semua nya pergi, Aziz mengunci pintu kamar Zahra dari dalam, karena Aziz tidak mau lagi ada tamu dan akan menganggu istirahat istrinya.
__ADS_1
Aziz lalu mendekati Zahra dan mencium puncak kepala Zahra lembut lalu kedua pipi Zahra dan berakhir di bibir tipis istrinya itu, Aziz hanya mengecup bibir itu sekejap karena jika lama - lama Aziz takut ai tidak bisa menahan, padahal Zahra baru saja siap lahiran beberapa jam yang lalu, dan Aziz pasrah karena harus berpuasa selama empat puluh hari kedepan.
Aziz menatap Zahra lembut dan penuh cinta , Zahra juga seperti itu, Zahra menatap takjub pada suaminya itu.mereka saling melempar senyum bahagia.
" Selamat menjadi ibu sayang, terima kasih sudah berjuang untuk melahirkan ketiga jagoan kita, kamu hebat sayang " puji Aziz pada Zahra.
" Selamat jadi ayah baru Abang, semua berkat Abang yang selalu berada di samping Zahra dan menemani Zahra berjuang, Abang juga ayang dan suami yang hebat " puji Zahra balik yang tidak mau kalah memuji suami nya.
Mereka saling berpandangan dan melempar senyum beberapa saat tanpa bersuara satu sama lain, hanya pandangan mata mereka yang berbicara saling memuji dan saling mengagumi.
" Abang , Zahra lapar " Aziz tersenyum lucu melihat mimik wajah istrinya ketika mengatakan lapar setelah sekian detik mereka saling diam dan saling tatap
" Lapar ? Mau makan ? Tanya Aziz lembut, Zahra menganggukkan kepalanya tersenyum malu, Aziz mengacak rambut Zahra gemas.
" Sebentar ya, Abang minta tolong belikan makan dulu sama perawat nya, kamu mau makan apa ?" tanya Aziz sebelum berlalu meninggalkan Zahra memanggil perawat untuk minta tolong Carikan makan untuk istrinya.
" Apa aja bang, yang penting nasi " jawab Zahra karena tidak tahu juga mau makan apa, yang penting baginya saat ini makan karena ia sangat merasa lapar setelah berjuang tadi di kamar bersalin.
" Baik lah tunggu ya sayang " Zahra menganggukkan kepalanya, Aziz berlalu keluar memanggil salah satu perawat cowok yang sedang berjaga, dan meminta perawat itu membelikan makan untuk Zahra sekalian untuk mereka yang jaga malam saat itu.
Setengah jam berlalu, pesanan Aziz pun datang di antara oleh perawat tadi, Aziz kembali mengunci pintu kamar Zahra setalah ia mengambil makanan dari perawat itu.
Aziz menyuapi zahra dengan telaten, Zahra dengan lahap memakan nasi goreng yang di pesankan Aziz dengan lahap, entah doyan atau efek kelaparan akibat habis berjuang tadi, yang pasti satu bungkus nasi goreng itu habis di lahap Zahra seorang diri.
Aziz tersenyum puas dan senang melihat Zahra makan dengan lahap, lalu Aziz memberikan susu yang sudah ia minta ke pihak dapur rumah sakit utuk di berikan pada Zahra, dan lagi lagi zahra meminum habis susu itu dengan sangat lahap.
" Sekarang kamu tidur ya sayang, biar besok pagi tenaga kamu pilih dan bisa menggendong si kembar " ujar Aziz meminta Zahra berbaring dan tidur.
" Abang , Zahra mau tidurnya di peluk Abang boleh " tanya zahra menatap Aziz penuh harap
Aziz yang gemas melihat Zahra yang semakin lucu dan menggemaskan setelah melahirkan tersenyum lebar dan mengacak rambut zahra yang tidak tertutup hijab karena hanya mereka berdua di dalam kamar itu
" Boleh dong sayang, aduuuh istri siapa sih ini manja nya " sahut Aziz yang langsung naik ke atas tempat tidur Zahra, Aziz meraih tubuh zahra dan membawanya kedalam pelukannya.
__ADS_1
Zahra membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya, dan mulai memejamkan mata nya, mungkin karena tubuhnya yang masih lelah dan perut yang sudah kenyang, tidak butuh waktu lama untuk Zahra tidur.
Melihat istrinya sudah tidur, Aziz pun ikut menyusul Zahra memejamkan kan matanya, bagai mana pun aziz merasa sangat lelah hati ini.