CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 151


__ADS_3

Setelah berbincang - bincang sejenak akhirnya Adam izin pamit pada pak Widodo, Bu Susan dan sandi, dari rumah sakit Adam mampir dulu ke hotel untuk mengambil barang - barang nya lalu langsung berangkat ke bandara.


Sedang kan sandi dan pak pak Widodo kembali berbincang - bincang membahas tentang kasus Naira yang sudah mereka laporkan ke pihak berwajib.


Setelah sekian lama berbincang, pak Widodo baru menyadari tidak ada nya keberadaan Aziz di kamar menantunya itu, sementara operasi Aziz sudah selesai dari tadi siang,


Pak widodo merasa heran, tidak biasanya anak laki - lakinya seperti itu, semenjak Zahra mengalami kecelakaan dan tidak sadar kan diri sampai saat ini, Aziz tidak pernah mau meninggalkan istrinya walau sebentar, Aziz akan selalu berada di samping Zahra merawat dan mengontrol kondisi Zahra.


Aziz akan meninggalkan Zahra jika ada operasi atau pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, itu pun menunggu keluarganya datang dulu untuk bisa gantian menjaga Zahra.


Aziz tidak akan pernah meninggalkan Zahra sendiri, padahal sudah ada perawat yang menjaganya, alasannya Aziz takut jika Zahra bangun tidak ada orang yang mendampinginya.


" Sudah sore begini kok Aziz belum datang juga ya pak?, padahal operasinya sudah selesai dari tadi siang, dan perawat di juga mengatakan tadi Aziz juga sudah selesai visite pasiennya sebelum zhuhur? " tanya pak Widodo mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan mencari keberadaan Aziz dan sesekali menatap jam yang melingkar di tangannya .


" Oya iya, maaf pak besan, saya sampai lupa memberi tahu bapak dan ibu, dari tadi siang Aziz sudah di sini, tapi saya suruh istirahat di kamar itu karena ia terlihat tidak baik - baik saja dan juga terlihat sangat pucat, saat saya tanya katanya Aziz juga mengeluh pusing " sahut sandi sambil menunjuk kamar di mana aziz berada sekarang.


" Aziz sakit pak besan ?! " tanya Bu Susan khawatir


" Sepertinya begitu Bu, saya rasa mungkin karena kelelahan, bukan kah selama ini Aziz selalu menjaga Zahra dan tidak mau jauh - jauh dari Zahra, belum lagi ia harus bekerja, saya rasa Aziz sakit karena kurang istirahat Bu " sahut sandi lagi


Karena khawatir, Bu Susan lalu pergi menuju kamar yang di tunjuk oleh sandi, Bu Susan membuka pintu kamar itu pelan - pelan karena takut akan menganggu istirahat anak laki - lakinya itu.


Bu Susan menghampiri aziz yang masih tertidur pulas setelah meminum obat, Bu Susan meletakkan punggung tangannya di dahi Aziz, memang terasa sedikit Penas.


Merasa ada sesuatu yang menyentuh keningnya, Aziz membuka matanya perlahan - lahan karena merasa terganggu, Aziz melihat maminya duduk di tepi tempat tidur sedang menatap ke arahnya.

__ADS_1


" Mami...?! " Aziz mengerjapkan matanya kaget dan berusaha untuk duduk, tapi rasa pusing di kepalanya terasa sangat menggangu sehingga Aziz tidak sanggup untuk bangun.


Melihat hal itu, Bu Susan melarang Aziz untuk bangun, dan meminta Aziz tetap berbaring, Aziz pun hanya bisa patuh pada perintah maminya, memang faktanya ia tidak sanggup untuk bangun saat ini.


" Kamu tidak usah bangun, tidur aja nak " ujar Bu Susan lembut.


" Kamu sakit nak ?, tadi ayah mertua mu mengatakan kamu mengeluh pusing saat datang ke kamar Zahra tadi siang, kenapa tidak memberi tahu mami dan papi? " tanya Bu Susan khawatir.


" Aziz gak apa - apa kok mi, Aziz cuma kecapean aja kok, semalam Aziz selesai operasi sudah menjelang pagi, dan pagi - pagi sudah harus operasi lagi karena operasinya tidak bisa di mundurkan lagi mi, mami jangan khawatir ya " ujar aziz menjelaskan kenapa ia bisa terbaring lemas di tempat tidurnya saat ini.


" Gimana mami gak khawatir ziz, kamu gak bisa jaga kesehatan kamu, kamu tahu kan, Zahra butuh kamu, kalau kamu gak bisa jaga kesehatan kamu sendiri, gimana kamu bisa jaga istri dan anak - anak kamu ?! " sahut Bu Susan kesal mendengar ucapan Aziz.


" Malam ini biar mami dan papi yang jaga Zahra, kamu pulang bersama chelsea biar bisa istirahat di rumah " perintah Bu Susan


" Gak bisa gitu dong mi, benar deh, Aziz gak apa - apa, setelah istirahat nanti Aziz yakin, Aziz bisa jaga Zahra lagi " tolak Aziz yang tidak mau di suruh pulang oleng sang mami, satu hal lagi, bagai mana bisa aziz jauh - jauh dari istrinya dalam kondisi istri dan anak nya Seperi itu.


" Mi, Aziz janji Aziz akan jaga kesehatan Aziz, tapi Aziz tetap di sini ya, Aziz gak bisa jauh dari istri dan anak - anak Aziz mi " rengek aziz pada maminya


" Yang di katakan mami kamu benar ziz, sebaiknya kamu istirahat di rumah, Zahra biar papi dan mami yang menjaganya di sini, lagian di sini juga ada perawat yang menjaga istri kamu " sahut pak Widodo dari arah pintu kamar, pak Widodo dan sandi yang mendengar perdebatan ibu dan anak itu ikut masuk ke kamar Aziz melihat apa yang sedang terjadi.


" Tidak Pi, Aziz tetap di sini jaga Zahra, mami dan papi pulang aja ya, Aziz janji akan istrinya dan lebih memperhatikan kesehatan aziz, " ujar Aziz tetap menolak permintaan orang tuanya untuk pulang dan istirahat di rumah.


Aziz yakin, ia tidak akan bisa tenang jika istirahat di rumah, Aziz pasti akan tetap memikirkan istrinya yang sedang berada di rumah sakit , untuk itu Aziz memilih lebih baik ia tetap berada di rumah sakit mendampingi istrinya, jadi bisa istirahat tanpa merasa was - was dengan kondisi istrinya.


Sandi yang dari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan ke tiga orang itu, mencoba angkat bicara memberi solusi.

__ADS_1


" Atau begini aja pak besan dan Bu besan, biar saja Aziz tetap di sini menjaga Zahra, tapi tidak boleh begadang seperti biasa, Aziz juga harus istirahat agar tetap vit besok paginya, untuk itu nanti biar saya yang akan menemani Aziz di sini untuk menjaga Zahra, sekalian mengawasi Aziz " ujar sandi, dan Aziz pun menganggukkan kepalanya menyetujui usulan dari ayah mertuanya itu.


Bu Susan dan pak Widodo saling berpandangan menimbang saran sandi, sementara aziz menunggu keputusan orang tuanya dengan harap - harap cemas.


Setelah berpikir sejenak, pak Widodo dan bu Susan pun menganggukkan kepalanya menyetujui saran sandi, Aziz tersenyum lega akhirnya pak Widodo dan bu Susan Menyetujui saran ayah mertuanya, dengan begitu Aziz tidak harus berjauhan dengan istrinya itu.


Aziz tersenyum senang menatap ayah mertuanya, merasa Aziz sendang menatap nya sandi pun menatap balik Aziz dan mengedipkan sebelah matanya tersenyum.


Aziz membalas kedipan mata ayah mertuanya dengan acungan jempol diam - diam sambil tersenyum, untung saja pak widodo dan Bu Susan tidak melihat kode antara Aziz dan sandi tersebut, kalau sempat mereka melihatnya , sudah dapat dipastikan Aziz tetap pulang dan istirahat di rumah


" Mi,Pi chelsea boleh gak ikut jaga kak Zahra di sini " tiba - tiba chelsea masuk ke kamar itu dan meminta izin papi dan mami nya untuk ikutan menjaga zahra.


" TIDAK BOLEH " serentak pak Widodo , bu Susan , sandi dan Aziz menolak permintaan chelsea dan menatap gadis remaja itu dengan pandangan yang ber beda - beda dan sulit di artikan oleh chelsea.


Di serang secara bersamaan chelsea kaget dan memberengut kesal, bisa - bisa ya ke empat orang dewasa itu menolak ke inginannya menjaga Zahra secara serempak seperti paduan suara


" Kamu besok harus sekolah, jadi ikut mami pulang kerumah " ujar Bu Susan serta menjelaskan mengapa ia melarang chelsea ikut menunggui Zahra di rumah sakit.


" Tapi chelsea mau menjaga kak Zahra mi, chelsea kangen dengan kak Zahra, ayah boleh ya chelsea ikut jaga kak Zahra." chelsea yang dilarang oleh Bu Susan Meminta bantuan dan dukungan dari sandi yang di panggil nya ayah atas permintaan sandi sendiri.


Walau pun chelsea anak besannya, tapi sandi sangat menyayangi chelsea seperti putri nya sendiri.


" Gak boleh, betul yang dikatakan mami kamu nak, besok kamu harus sekolah, kalau kamu ikut menjaga Zahra di sini, bagai mana dengan sekolah kamu, kecuali jika kamu besok nya libur baru ayah izinkan " jawab sandi memberi pengertian.


chelsea kesal pada semua orang yang ada di ruangan itu, karena semua nya kompak tidak mengizinkannya ikut menjaga Zahra di rumah sakit.

__ADS_1


Akhirnya dengan cemberut, chelsea pun ikut pamit pulang bersama kedua orang tuanya, dan sekarang tinggalkan Aziz dan sandi di ruangan itu menjaga Zahra.


Seperti yang di katakan sandi pada pak widodo dan Bu Susan, sandi tidak bosan - bosannya meminta Aziz untuk istirahat agar cepat pulih dari sakit nya.


__ADS_2