CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 66


__ADS_3

Aziz dan Alif sedang duduk bersantai di taman belakang, Alif sedang memberi makan ikan dan Aziz yang lagi fokus dengan ponsel di tangannya. Aziz sedang fokus membuka dan memeriksa pekerjaan yang di kirim asistennya lewat email.


Alif duduk di depan Aziz yang masih fokus dengan ponselnya.


".Sibuk sekali bro " Aziz mengangkat wajahnya menatap Aziz.


" gak juga, hanya cek kerjaan aja bro " jawab Aziz dan lanjut memeriksa pekerjaan nya yang tinggal sedikit lagi selesai.


" Sepertinya udah ada kemajuan ni " tanya Alif pada Aziz.


" apanya " tanya Aziz balik sambil mengerutkan keningnya karena belum paham kemana arah bicara Alif saat ini.


" hubungan lu sama Zahra, gue lihat sudah ada kemajuan tuh " ujar Alif memperjelas pertanyaannya tadi.


Aziz menutup ponselnya dan meletakkan ponsel tersebut di atas meja, karena pekerjaan nya juga sudah selesai dikerjakan.


dan aziz pun tersenyum menatap Alif sambil menganggukkan kepalanya.


" Alhamdulillah , semoga ini jadi awal yang baik untuk hubungan kami" jawab aziz berharap dan di amin kan oleh Alif.


" Tapi aku salut, kamu bisa dengan cepat menaklukkan hati zahra, hanya hitungan hari kamu sudah bisa membuat Zahra nyaman dengan kamu, aku harap Zahra juga cepat memberikan cintanya pada kamu bro agar kamu tidak mencintai sendiri" kali ini Aziz yang mengaminkan ucapan Alif.


" karena yang aku tahu, Zahra sangat sulit untuk jatuh cinta , makanya dari dulu Zahra hanya mempunyai satu mantan, untung ia tidak jadi menikah dengan si ba****t itu " kata Alif lagi geram mengingat Zahra yang pernah di sakiti oleh Rio.


Aziz menatap Alif sambil merubah posisi duduknya mengarah ke Alif, Aziz merasa tertarik dengan masa lalu Zahra, walaupun ia sudah mengetahuinya dari penyelidikan asistennya tapi itu belum sempurna menurut Aziz , Aziz akan puas jika informasi nya ia dapat dari orang terdekat Zahra sendiri. apalagi yang di bahas Alif tentang cinta masalalu Zahra , Aziz sangat ingin tertarik untuk mengetahuinya.


" maksud lu Giman bro ?" tanya Aziz penasaran .


" Zahra termasuk salah satu spesies yang susah jatuh cinta, tapi lu harus tahu, jika udah di khianati Zahra tidak akan pikir panjang untuk meninggal kan cinta nya itu." jawab Alif sambil menatap Aziz tajam.

__ADS_1


" Dan gue harap lu tidak akan menyakitinya ziz, sudah banyak luka di hatinya, dan tolong aku minta pada lu jangan lu tambah lagi luka hatinya, jika lu udah bosen dan gak cinta lagi tolong lu kabari gue, gue sebagai kakak nya akan menjemput nya. dan kalau lu Sampai menyakitinya, maka lu akan berurusan dengan gue " kata Alif lagi.


Aziz membalas tatapan Alif dengan tatapan yang tidak dapat di baca oleh Alif ,


" Kamu gak usah khawatir lif, seperti yang aku bilang sebelumnya ,Zahra adalah anugrah terindah yang gue miliki, gue akan selalu menjaga dan mencintainya dengan sepenuh hati, dan tak kan pernah aku lepas kan. apa pun keadaannya, Zahra tetap tujuanku hidup gue saat ini dan seterusnya." jawab aziz meyakinkan Alif.


Alif dan Aziz saling tatap dan saling mencari kejujuran di setiap mata masing - masing.


Zahra dan Arumi datang menghampiri sambil membawa kopi dan sepiring cemilan dan ikut bergabung dengan mereka.


Melihat kehadiran pasangan masing - masing, Alif dan Aziz yang awalnya terlihat serius berubah menjadi santai kembali.


Zahra memberikan kopi yang di bawanya ke pada Alif dan aziz.semenatar Arumi meletakkan cemilan yang di bawanya di atas meja.


Aziz menerima kopi yang di berikan Zahra sambil tersenyum.


Alif dan Arumi yang menyaksikan itu merasa baper.


" rum, sepertinya kita ini ngontrak deh di sini " ujar Alif pada Arumi pelan namun masih dapat di dengar oleh aziz dan Zahra, yang di jawab Arumi dengan anggukkan kepalanya.


Namun Aziz pura -pura tidak mendengar, bukannya berhenti, Aziz malah makin menjadi - jadi memanasi Alif dan Arumi.


" duduk sini sayang" Aziz meraih tangan Zahra untuk duduk di sampingnya dalam kursi yang sama, Zahra yang awalnya menolak namun karena Alif memberi kode tidak mau di bantah akhirnya Zahra menurut juga dengan ajakan Aziz untuk duduk di kursi yang sama dengan nya, memang kursi di taman itu masih ada dua lagi yang masih kosong , tapi kursi yang di duduki Aziz tergolong besar dan muat untuk berdua, dan tanpa canggung Aziz melingkarkan tangannya di pinggang Zahra , Zahra yang mendapat perlakuan seperti itu dari Aziz menundukkan kepalanya malu, pipi Zahra yang sudah merah dan panas makin memerah ulah sikap Aziz yang romantis di depan Alif dan Arumi.


Alif dan Arumi yang melihat pemandangan yang membuat mereka panas tersebut mencebikkan bibirnya.


" Ini orang berdua benar - benar ya, sangat ingin merusak pemandangan " ujar Alif kesal


" dek Abang gerah nih, kita cari udara segar aja yuk di luar" kata Alif lagi kesal sambil menatap Arumi yang masih berdiri di sampingnya.

__ADS_1


" iya bang, adek juga gerah, mending kita cari tempat lain aja yuk bang, dari pada jadi obat nyamuk di sini "


Alif berdiri dan meraih tangan Arumi ingin berlalu dari taman tersebut. Aziz tertawa senang melihat Alif dan Arumi yang kesal pada mereka .


" mau kemana kalian " tanya Aziz yang masih tertawa .


" mau pindah ke planet mars dari pada di sini jadi obat nyamuk " jawab Alif kesal.


" Udah di sini aja, gue sama Zahra gak masalah kok, kan lu bisa ngusir lalat yang ganggu kemesraan kita " ujar aziz Ngakak


Alif makin kesal di bilang ngusir lalat oleh aziz.


Zahra mencubit pinggang aziz menahan malu ulah suaminya itu.


" Aduh sayang kok nyubit Abang sih " Aziz meringis sambil mengelus pinggangnya yang di cubit Zahra tadi.


" Zahra melotot kan matanya kesal pada Aziz."


" iya - iya, Abang gak ganggu Alif lagi deh " ujar Aziz memelas setelah mendapatkan pelototan mata dari Zahra.


" hahaha " Alif tertawa senang melihat Aziz yang menciut nyalinya setelah di pelototi oleh Zahra.


" Baru tahu lu, gimana ganasnya adek gue kalau marah" cicit alif masih dengan tertawa senang


Aziz menatap Alif kesal yang sudah menertawainya.


" Aduh dek , jangan di cubit dong " Alif tiba - tiba menghentikan tawanya ketika merasakan sebuah cubitan ia rasakan di pinggangnya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Arumi istri tercintanya.


Sekarang giliran Aziz yang tertawa melihat Alif yang di cubit dan di pelototi oleh Arumi , ternyata Alif bernasib tidak jauh beda dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2