
Aziz menatap istrinya yang sedari tadi sedang di rias oleh MUA terkenal. Zahra terlihat sangat cantik dan elegan dalam balutan busana pengantin berwarna putih yang di pakai nya, Gaun pengantin indah dan mewah itu semakin indah setelah di pakai oleh Zahra.
Pandangan mata Aziz tidak lepas menatap istrinya itu yang begitu sangat cantik malam ini, bukan berarti hari - hari biasanya tidak cantik, tapi malam ini sangat - sangat super cantik, rasa nya Aziz tidak ikhlas jika kecantikan istrinya di perlihatkan kepada banyak orang. Aziz hanya ingin ia sendiri yang menikmati kecantikan istrinya dan tidak mau di bagi dengan siapa pun. jika tidak mengingat malam ini adalah malam spesial bagi mereka berdua dan keluarganya mungkin saat ini Aziz sudah mengurung istrinya itu di kamar dan tidak akan keluar sampai besok pagi.
" Udah selesai, sekarang tinggal tunggu acara di mulai dan pemanggilan saja lagi. " sahut MUA yang membantu merias Zahra, MUA itu kembali memperhatikan wajah Zahra yang sudah selesai di riasnya, siapa tahu ada yang kurang.
" Masyaallah, mbak cantik sekali, bisa - bisa suaminya gak akan biarkan mbak untuk menghadiri acara resepsinya nih " goda MUA itu dan melirik Aziz yang masih betah terus menatap Zahra Tanpa berkedip dari pantulan kaca rias.
Dari tadi MUA itu sudah memperhatikan Aziz yang terus menatap Zahra Tanpa berkedip sedikit pun, tapi MUA itu tidak berani menegur, karena Aziz terlalu fokus menatap Zahra, dan ia tidak mau kena marah karena dari penilaian nya Aziz terlihat sangat posesif pada istrinya itu. MUA itu hanya bisa senyum - senyum melirik Aziz yang terpesona dengan kecantikan istrinya.
" ah mbak bisa aja, ini Karana mbak yang pintar dalam merias " sahut Zahra merendah dan memuji kelihaian MUA yang sudah membantunya berias.
" Gak mbak, saya jujur saya sering merias pengantin, tapi jarang mendapatkan pengantin yang seperti Mbak Zahra ini yang cantiknya sudah alami, jadi tugas saya hanya memoles sedikit aja lagi " jawab MUA tersebut jujur. Memang kecantikan yang di miliki Zahra sangat alam, tanpa di poles pun Zahra sudah terlihat cantik ,sehingga MUA tersebut tidak kerepotan dan Hanya memoles sedikit saja hasil nya sudah terlihat sangat cantik.
" Lihat aja mbak Zahra, suami mbak aja sampai tidak berkedip dari tadi memperhatikan Mbak Zahra loh " sahut sang MUA dan menatap Aziz sambil tersenyum.
Zahra mengikuti pandangan MUA itu, dan Zahra dapat melihat Aziz yang terus memandang dirinya, karena posisi Zahra yang menghadap ke kaca rias dan membelakangi aziz yang sedang duduk di tepian kasur bersandar pada headboard menghadap ke kaca rias sehingga Zahra dan Aziz bisa saling melihat dari pantulan kaca tersebut, pandangan mereka pun bertemu walau hanya dari pantulan kaca rias di kamar itu. Zahra Menundukkan kepalanya malu ketika mengetahui aziz yang tengah menatap nya tidak berkedip dari tadi.
Merasa nama nya di sebut dan Aziz melihat Zahra sudah selesai di rias,.Aziz pun mendekati Zahra dan berdiri di belakang Zahra, Aziz dan Zahra saling tatap dari pantulan kaca rias tersebut.
" Benar sayang, apa yang di katakan Mbak MUA benar, kamu memang terlihat sangat cantik malam ini " sahut Aziz dari belakang zahra.
Zahra senang mendapat pujian dari suaminya dan juga malu. wajahnya yang sudah merah karena polesan mik up menjadi semakin merah akibat rayuan Aziz.
" Mbak, polesan di pipi istri saya ketebalan ya, kok jadi merah gitu " ujar Aziz menatap MUA itu serius
" Masak sih mas " Tanya sang MUA bingung karena sewaktu ia memeriksa ulang hasil riasannya di wajah Zahra tadi sudah rapi semua dan juga tidak ketebalan sesuai atas permintaan Zahra yang tidak mau mik up nya ketebalan dan hanya mau yang natural saja. MUA itu pun memperhatikan wajah Zahra dengan seksama , dan sang MUA pun tersenyum,.ia sadar jika saat ini Aziz tengah menggoda istrinya yang sedang malu - malu itu.
" Sepertinya ada polesan tambahan yang alami tuh mas " celetuk MUA itu lagi sambil mengulum senyum merasa lucu dengan pasangan pengantin itu.
" Berarti riasannya udah selesai ya mbak ?" tanya Aziz pada mbak MUA
" Sudah mas, kita tinggal tunggu acara di mulai sebentar lagi " jawab si MUA
__ADS_1
" Maaf mbak, boleh izin tinggalkan kami berdua aja sebentar ?" Aziz ingin berduaan dengan istrinya dulu sebelum acara di mulai. untuk itu ia meminta MUA tersebut untuk bersedia meninggalkan mereka berdua saja terlebih dahulu.
MUA itu pun menganggukkan kepala, karena pekerjaannya sudah selesai, setelah merapikan peralatan riasnya, MUA itu pun berlalu keluar meninggalkan Aziz dan Zahra di kamar itu.
Aziz duduk di depan Zahra, tatapannya tidak pernah lepas dan tidak ingin berpaling dari wajah istrinya itu. setelah sekian detik pandangan Aziz turun ke perut istrinya dan meletakkan tangannya di perut Zahra yang masih rata tersebut.
" Anak ayah apa kabar ?" sahut Aziz pada anaknya yang masih berada dalam perut Zahra.
" Aku baik ayah " Sahut Zahra menirukan suara anak kecil seakan - akan anak mereka yang masih dalam perut Zahra yang berbicara, Aziz tersenyum mendengar jawaban istrinya.
" Nak kamu tahu gak, bunda kamu sangat cantik malam ini, ayah tidak mau ada yang melirik bunda mu nantinya di sana, gimana kalau kita tidak usah ke acara itu saja nak, biar bunda mu tidak ada yang lirik, biar ayah saja yang lirik dan menikmati wajah cantik bunda" Aziz mengeluhkan isi hatinya pada calon anaknya itu.zahra membesarkan matanya kaget.
" Yah gak bisa gitu dong bang " protes Zahra pada Aziz.
" Abang gak suka kalau ada yang lirik kamu nantinya sayang, Abang cemburu dan lagi ngapain sih kamu harus secantik itu malam ini." sahut Aziz memelas bercampur kesal karena Zahra yang tampil cantik.
" Gombal " ujar Zahra menepuk lengan Aziz
" Jadi selama ini Zahra gak cantik ya " ujar Zahra sedih dan menundukkan kepalanya.
" Gak kok sayang, siapa bilang kamu gak cantik selama ini, kamu selalu cantik di mata dan hati Abang " jawab Aziz panik.
Aziz mulai panik ketika melihat Zahra sudah mulai sedih ,memang semenjak ke Tahuan hamil pagi tadi , mood Zahra mulai berubah - ubah, kadang sedih tiba - senang , kadang marah - marah tiba - tiba ceria dan begitu seterusnya
Sebagai dokter Aziz paham, semua terjadi karena hormon kehamilan sehingga mood Zahra gampang berubah , untuk itu lah , Aziz yang penyabar semakin memperbanyak stok sabarnya menghadapi ibu hamil satu ini , yang paling di takutkan aziz dari pagi tadi Zahra gampang menangis dan merajuk jika ada yang tidak sesuai dengan hatinya. Dan jika sudah merajuk sangat susah untuk membujuknya .
Sedari tadi siang entah sudah berapa kali Aziz membujuk istrinya yang sedang merajuk, makanya itu jika Zahra merajuk lagi saat ini maka Aziz harus siap - siap di omeli maminya lagi.
" Sayang jangan merajuk gitu dong, nanti cantik kamu ilang loh " ujar Aziz berusaha membujuk istrinya yang sedang merajuk itu
" Jadi kalau Zahra gak cantik lagi , Abang mau cari perempuan lain gitu ?!" ujar Zahra makin kesal, Aziz menelan salivanya kasar, Aziz panik Karana merasa salah bicara lagi.
Aziz menatap jam di pergelangan tangannya, sebenar lagi acara akan di mulai, pasti bentar lagi maminya datang menjemput mereka untuk di bawa ke tempat acara di adakan.
__ADS_1
Jika maminya tahu Zahra merajuk akibat dirinya, bisa - bisa ia akan di omeli maminya lagi. sedari tadi sudah tidak terhitung lagi udah berapa kali Aziz di omeli oleh maminya itu hanya gara - gara Zahra yang merajuk. Kadang Aziz berpikir, sekarang entah siapa yang jadi anak kandung mami dan papi nya, kedua orang tuanya sangat membela istrinya itu, sedang kan ia seperti anak tiri yang selalu salah di hadapan ibu tiri.
Aziz memutar otaknya untuk mengembalikan mood Zahra yang rusak , Aziz harus bisa mengembalikan mood istrinya sebelum maminya datang menjemput mereka.
Aziz menatap perut rata istrinya di mana anak nya sedang tidur nyenyak di dalam sana. Aziz mengelus perut Zahra lembut .
" Sayang , tolong bantu ayah, bilang sama bunda Jangan marahi ayah lagi, ayah sayaaaaaang dan cintaaaa sekali sama bunda. sampai kapan pun hanya bunda yang ada di hati ayah tidak akan ada yang lain." ujar Aziz bicara pada anaknya. Zahra menahan senyum mendengar ucapan suaminya itu.
Aziz melihat senyum di bibir Zahra merasa senang.
Aziz menarik wajah Zahra menatap dirinya, dan sekarang mereka pun saling berpandangan.aziz membelai wajah istrinya lembut.
" Abang sayang dan cinta sama kamu sayang, hanya kamu yang ada di hati Abang, sekali pun banyak gadis - gadis cantik, tapi di hati dan mata Abang tetap hanya kamu satu yang paling cantik di dunia ini. kamu dan anak kita adalah penyemangat hidup Abang . I LOVE YOU sayang " ujar Aziz lembut menatap dalam ke mata Zahra.
Zahra merasa terharu dengan ucapan Aziz yang begitu menyentuh hati terdalam nya. Zahra meraih tangan Aziz yang berada di pipinya dan menggenggam tangan itu hangat, lalu Zahra membawa tangan Aziz ke bibirnya dan mengecup tangan Aziz lembut,
" I Love you too Abang " jawab Zahra malu - malu.
Aziz senang, istrinya sudah tidak merajuk lagi. Aziz lalu menarik tubuh istrinya pelan dan memeluk hangat tubuh mungil Zahra sejenak, kemudian Aziz pun melabuhkan ciuman hangat dan lembut di kening istrinya itu.zahra memejamkan matanya menikmati ciuman Aziz di keningnya dan baru membuka matanya setelah ciuman itu di sudahi oleh Aziz.
Mereka pun saling berpandangan dan saling senyum.
" Udah siap untuk mengikuti acara kita sayang " tanya Aziz pada Zahra, dan di jawab Zahra dengan anggukkan kepalanya .
" Ingat pesan Tante ayu dan mami ya sayang , kalau kamu capek bilang sama Abang ya " ujar Aziz lagi mengingatkan Zahra untuk tidak terlalu capek .
tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu dan suara bu susan memanggil nama mereka berdua.
Aziz membukakan pintu kamar, untuk maminya dan tente cindi yang datang menjemput mereka untuk pergi ke tempat acara.
" Apa kalian udah siap ziz ?" tanya Bu Susan pada anak nya itu.
" Udah mi " jawab Aziz singkat dan membukakan pintu lebar - lebar agar Bu Susan dan tente cindi bisa masuk.
__ADS_1