CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 110


__ADS_3

ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, semua orang menatap ke arah pintu kamar mandi menunggu Zahra keluar dari sana..Semua menunggu dengan raut wajah cemas bercampur penasaran apa hasil tes nya.


Zahra keluar dari kamar mandi sambil menundukkan kepala. Zahra menatap keluarganya dengan perasaan yang entah apa sekarang ia juga tidak tahu, karena pada dasarnya Zahra juga tidak punya keberanian untuk melihat hasil tes tersebut , bagi Zahra melihat hasil tes yang di lakukan nya saat ini itu sama dengan menunggu hasil ujian akhir S2 nya satu Minggu yang lalu.


" Sayang bagai Mana hasilnya " Aziz mendekati Zahra dengan wajah tegang. ia terlihat sangat cemas. Zahra menatap Aziz takut - takut , tanpa mengeluarkan suara apa pun Zahra memberikan hasil tes yang belum sempat ia lihat itu pada Aziz.


Aziz mengambil alat tes di tangan zahra cepat, karena Aziz sudah tidak sabar melihat hasilnya .


Semburat senyum bahagia tersirat dari bibir dan wajah Aziz , Aziz langsung memeluk Zahra erat sambil mengucapkan terima kasih berkali - kali. Aziz sangat terharu dan tidak percaya dengan hasil yang muncul dari alat tes itu.


" Makasih sayang, makasih " sahut Aziz berkali - kali sambil memeluk Zahra erat tidak hanya itu Aziz juga mencium puncak kepala Zahra berkali - kali juga.


Semua orang yang sedang menunggu hasil tes Zahra menatap Aziz dan Zahra bingung dan penasaran dengan hasil tes nya, hanya ayu dan prof rayyan yang tenang sambil senyum - senyum menatap Aziz yang memeluk Zahra penuh keharuan dan bahagia.


sementara Zahra yang berada di dalam pelukkan Alif hanya diam, karena Zahra juga belum tahu hasil tes yang telah dilakukannya tadi.


Aziz melonggarkan pelukkan nya dari tubuh Zahra, Aziz mengangkat wajah Zahra hingga mereka saling tatap saat ini


" Makasih sayang, makasih kamu sudah mau mengandung anak kita, Abang sangat senang, kamu dan Abang akhirnya menjadi orang tua dari anak kita " sahut Aziz dengan mata berbinar - binar bahagia, Aziz mengelus perut Zahra pelan sambil tersenyum.


" Jadi hasilnya positif ya ziz ?!" tanya oma minan senang dan di sambut senyum bahagia oleh yang lain.


Aziz menatap Oma minan dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


" Alhamdulillah iya Oma, sebentar lagi Oma akan mendapatkan cicit oma " jawab Aziz


" Berarti mami jadi nenek dong ziz sebentar lagi " sahut Bu Susan senang


" Dan papi kakek " ujar pak Widodo tak kalah senang nya dari Bu Susan.


" Wah selamat ya ziz sebentar lagi sudah menjadi ayah, om ikut senang ziz " prof rayyan memeluk dan menepuk bahu Aziz senang .


" Selamat ya do san kalian resmi jadi kakek dan nenek " kata prof rayyan lagi menatap pak Widodo dan bu Susan.


" Makasih kak, kakak dan kak ayu nanti juga akan menjadi kakek dan nenek juga " jawab pak widodo pada kakak nya itu.

__ADS_1


" Jadi Zahra positif hamil bang ?" tanya Zahra menatap Aziz kaget bercampur senang


Mendengar pertanyaan istrinya, Aziz menatap Zahra bingung. Tidak hanya Aziz, semua orang yang ada di ruangan itu juga bingung mendengar pertanyaan Zahra.


" Apa kamu tidak lihat hasil tes nya sayang ?" tanya Aziz pada istrinya itu. Zahra menggelengkan kepalanya pelan.


" Zahra takut lihat hasilnya bang, takut hasilnya gak sesuai dengan harapan Abang, papi mami , Oma dan yang lainnya." jawab Zahra sedih.


Aziz menarik nafas pelan sambil menggeleng gelengkan kepalanya , ternyata ketakutan Zahra sama saat ia yang tidak berani melihat hasil ujiannya satu Minggu yang lalu.


Aziz membelai kepala Zahra yang terbalut hijab itu lembut.


" Iya sayang, hasil tes nya positif dan itu artinya sebentar lagi kamu dan Abang akan di panggil ayah dan bunda oleh anak kita sayang." jawab Aziz tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


Zahra mengelus perut ratanya, Zahra merasa tidak percaya jika sekarang di dalam rahim nya sudah ada bersemayam mahluk kecil yang sangat di tunggu - tunggu kehadirannya tidak hanya Aziz dan dirinya yang menanti kehadiran si kecil tapi seluruh keluarga besarnya juga tidak sabar menanti kehadiran si kecil di tengah - tengah mereka.


Semua merasa lucu dengan menantu ke kesayangan mereka itu, bisa - bisanya zahra tidak tahu hasil tes nya sendiri, sementara tes itu Zahra sendiri yang melakukannya di kamar mandi.


Oma, ayu Bu Susan dan Mia mendekati Zahra, mereka memeluk Zahra bergantian mengucapkan selamat pada menantunya itu.


" Selamat ya sayang, jaga cucu mami ya, jangan capek " nasehat Bu susan pada Zahra, Zahra membalas pelukkan mertuanya dan menganggukkan kepala terharu.


" kamu juga putri kami sayang, jadi wajar kan kalau mami dan papi sayang sama kamu " jawab Bu Susan lembut.


Zahra memeluk mertuanya dan menangis terharu dalam pelukkan mertuanya itu, Bu Susan membalas pelukkan Zahra dengan penuh kasih sayang.


" Makasih ya mi, semenjak mengenal mami Zahra merasa punya ibu " sahut Zahra dalam Isak tangisnya.


" Mulai sekarang kamu jangan berpikir mami mertua kamu lagi ya, tapi mami adalah ibu kandung kamu, kamu tidak hanya menantu di rumah ini, tapi juga putri kami " ujar Bu Susan lembut, Bu Susan melonggarkan pelukkan Zahra dan menghapus air mata Zahra lembut.


" Udah jangan nangis lagi ya, ibu hamil tidak boleh cengeng nanti dedeknya ikutan cengeng " ujar Bu Susan lagi tersenyum menghibur Zahra, Zahra menganggukkan kepalanya dan balas tersenyum pada Bu Susan.


Semua orang di ruangan itu ikut terharu melihat ibu dan anak yang saling berpelukkan.


Sementara Aziz sangat bersyukur ternyata keluarganya begitu sangat sayang dan perhatian pada istrinya itu. Aziz yang dari tadi menyaksikan istrinya menangis mendekat dan mengelus punggung Zahra lembut.


Zahra yang merasakan tangan Aziz yang mengelus punggungnya menoleh, Aziz langsung memeluk istrinya dari samping.

__ADS_1


" Udah jangan nangis lagi ya, kasihan dedeknya kalau bunda nya nangis terus " sahut aziz mengusap air mata istrinya yang masih mengalir.


" wah gak nyangka ya ,bentar lagi aku akan menjadi Tante " sahut chelsea memecah keharuan yang terjadi.


" Eh bukan hanya kamu chel, kakak juga loh " sahut Mia tidak mau kalah."


" kalau gitu nanti aku di panggil Tante, kak Mia di panggil bibi ya " sahut chelsea lagi menentukan panggilan untuk mereka berdua.


" Enak aja, aku tidak setua itu ya di panggil bibi, ponakan aku nanti akan memangil aunt " jawab Mia tidak terima di panggil bibi.


semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa mendengar perdebatan chelsea dan Mia.


" Eh iya, untuk acara nanti malam kamu sanggup gak sayang ?" Tanya Aziz pada istrinya , bagai mana pun Aziz tidak mau istri dan anaknya kenapa - napa nantinya.


" Insyaallah, Zahra sanggup kok bang " jawab zahra yakin.


" Tapi kamu masih lemas sayang " sahut Aziz ragu


" Gak kok, Zahra yakin Zahra bisa mengikuti acara nanti malam, Abang gak usah khawatir ya." jawab Zahra meyakinkan Aziz, karena bagai mana pun ,acara nanti malam tidak mungkin di batalkan karena sudah terjadwal jauh - jauh hari. lagi pula Zahra tidak ingin acara yang sudah di persiapkan dengan susah payah oleh mertuanya itu batal .


" Zahra nanti Tante kasih vitamin dan berhubung ini kehamilan nya masih terlalu muda, nanti juga akan Tante meresepkan obat penguat janinnya ya, dan Tante harap nanti jangan terlalu ke kecapean ya sayang " ujar ayu sambil memberikan resep obat ke pada Aziz agar segera di tebus nanti di apotik.


Aziz menerima resep obat yang di berikan ayu. dan juga menayangkan kondisi istri nya.


" Beneran Zahra tidak apa - apa jika tetap mengikuti acara resepsi nanti Tan ?" tanya Aziz pada ayu, karena Aziz masih mencemaskan kondisi Zahra yang terlihat masih lemas setelah muntah - muntah tadi.


" Gak apa - apa , kamu jangan khawatir. asal zahra tidak terlalu capek, gak Masalah kok " jawab ayu menjelaskan


" Ya udah gini aja, nanti Zahra tidak usah terlalu banyak berdiri, kalau kamu capek duduk aja ya sayang " kali ini bu Susan yang berbicara dan di setujui oleh yang lain.


" baik lah kalau begitu, sesuai pesan mami dan Tante ayu, kamu gak boleh capek ya, kalau kamu capek bilang sama Abang ya sayang " ujar Aziz pada Zahra, Zahra pun menganggukkan kepalanya.


" Tapi kita belum mengabari besan kita tentang kehamilan Zahra " ujar pak Widodo mengingat kan keluarganya. karena saking senangnya mendapat kabar kehamilan Zahra mereka sampai lupa mengabari keluarga Zahra tentang kehamilan menantunya itu.


" Nanti aja Pi, kalau sudah sampai hotel kita kabari " usul Zahra pada pak widodo yang sudah memegang ponselnya ingin menghubungi sandi dan mengabari ke kehamilan Zahra.


" Betul kata Zahra Pi, nanti aja kalau sudah di hotel kita kabari biar surprise Pi " sahut Aziz yang setuju dengan usulan Zahra , dan semuanya setuju, akhirnya pak widodo batal menghubungi sandi, dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana nya.

__ADS_1


" Kalau gitu, sekarang kita siap - siap ke hotel ,biar Zahra bisa istirahat lebih lama di hotel sebelum acara di mulai " sahut Bu Susan. dan mereka pun bersiap - siap untuk berangkat ke hotel di mana acara resepsi akan di laksanakan.


__ADS_2