
Siang ini ada yang berbeda dengan kondisi kamar Zahra, kamar yang biasanya tenang dan senyap, sepi dan hanya terdengar suara - suara dari alat kesehatan yang terpasang di tubuh Zahra, kali ini kamar itu terlihat sangat ramai, terdengar canda tawa bahagia dari tamu yang berkunjung ke kamar itu, berbagai tamu silih berganti datang mengunjungi Zahra istri dari pewaris dan membantu kesayangan dari pemilik rumah sakit dari pengusaha Widodo's group.
Semenjak berita siuman nya Zahra tersebar di keluarga besar pak Widodo dan bu Susan, juga di area rumah sakit, banyak saudara dan keluarga besar pak Widodo dan bu Susan yang datang ingin membesuk Zahra, tidak ketinggalan rekan - rekan kerja Zahra dan Aziz beserta staf rumah sakit yang lain datang untuk membesuk Zahra, Zahra yang terkenal pribadi yang baik, ramah dan suka menolong, tidak lah heran jika banyak yang mengenalnya, mereka datang tidak hanya membesuk Zahra tapi juga mendoakan kesembuhan Zahra.
Selama zahra sakit dan dinyatakan kritis, sebenarnya banyak dari pihak keluarga, teman - teman dan para staf rumah sakit yang ingin membesuk dan mendoakan kesembuhan zahra, tapi karena alasan kenyamanan dan kesembuhan Zahra, Aziz sengaja menutup akses mereka untuk berkunjung kecuali bagi mereka yang berkepentingan saja, mereka pun memilih untuk tidak membesuk Zahra terlebih dahulu, walau pun begitu, mereka tetap selalu mendo'a kan Zahra agar lekas sembuh dan bisa melewati masa kritisnya.
Walau pun kecewa tidak bisa membesuk Zahra, tapi Mereka sangat paham dan mengerti mengapa Aziz melarang mereka untuk tidak berkunjung terlebih dahulu.
Dan berkat doa dari banyak pihak dan keluarga, akhirnya hari ini zahra pun bangun dan itu merupakan kabar yang sangat menggembirakan untuk mereka semua.
Dari siang tadi hingga sore ini teman - teman Zahra secara bergantian datang membesuk dan memberi semangat Zahra untuk sembuh, Zahra sangat bahagia dengan kunjungan teman - teman nya ,dan kunjungan keluarga besarnya, wajah yang tadi terlihat lemas dan pucat mulai terlihat bersemangat, Aziz hanya memperhatikan dari jauh ketika berinteraksi dengan teman - temannya, melihat istrinya tersenyum bahagia, Aziz juga ikut bahagia.
Sikap Aziz yang terus memandang istrinya itu tidak sengaja terlihat oleh prof rayyan dan keluarga yang lain yang sendang berada di ruang tamu, dan mereka saling mengedipkan mata memberi kode.
Prof rayyan yang duduknya di sebelah Aziz pun, tergelitik ingin menggoda keponakan kesayangannya itu.
" Zahra cantik ya, apalagi kalau sedang tersenyum seperti itu " bisik prof rayyan di telinga aziz.
" Ya sangat cantik " ujar Aziz tersenyum manis tanpa memutuskan pandangannya dari Zahra istrinya itu, Aziz belum menyadari jika prof rayyan tengah menggodanya .
" Jangan di pandangi terus, nanti cantik nya luntur " bisik prof rayyan lagi tersenyum geli
" Bagi Aziz cantiknya tidak akan luntur kalau di pandangi terus, malahan ia makin cantik mengalahkan bidadari apa pun " jawab Aziz lagi entah sadar atau tidak.
" Hmmm, kamu mencintainya ??" tanya prof rayyan lagi.
" Bagai mana aku bisa menikahinya kalau aku tidak mencintai nya." jawab Aziz lagi
" Juga merindukannya " prof rayyan yang melihat respon Aziz yang masih belum sadar dengan situasi dan kondisi makin menggoda Aziz dengan bertanya banyak hal.
" Sangat , sangat merindukannya " jawab Aziz lagi
" Apa kamu mengganggu mu "
__ADS_1
" Cek, sangat mengganggu " jawab Aziz sedikit kesal
" Oooo jadi kehadiran kami menganggu kamu ya " Oma minan yang berada di samping kanan Aziz langsung menjewer kuping cucunya itu.
" Eh..Oma, aduh sakit Oma, " aziz yang masih belum sadar telah di goda oleh prof rayyan kaget ketika Oma minan menjewer kuping nya.
" Oma mengapa menjewer kuping aziz ?" tanya Aziz sambil mengelus kupingnya yang memerah akibat di jewer oleh Oma minan.
" Mengapa kata kamu, kamu gak sadar tadi mengatakan kami pengganggu " omel Oma minan.
Sementara keluarga yang lain yang ada di sana senyum - senyum merasa geli melihat tingkah Aziz yang di jewer oleh Oma minan.
Sementara Mia dan teman - teman Zahra dari unit tempat Zahra berkerja yang datang membesuk zahra sore itu sama - sama memalingkan wajahnya menatap heran ke arah sofa yang ada di ruang tamu yang masih dapat langsung terlihat dari tempat tidur zahra , mereka merasa heran dan bertanya - tanya mengapa Aziz berteriak ke sakitan seperti itu
Begitu pun dengan Zahra, wanita cantik yang tengah hamil itu terlihat mengerutkan keningnya bingung dan heran serta juga kaget mendengar suara teriakan Aziz.
Zahra menatap suaminya bertanya, tapi sebelum bertanya Zahra terdiam ketika mendapat kode dari Bu Susan untuk diam dengan Bu Susan menaruh tunjuknya di bibirnya sehingga Zahra urung untuk bertanya.
" Mana ada aziz mengatakan kalian pengang.....gu " sahut Aziz yang tadinya kesal di jewer Oma minan tiba - tiba sadar dengan apa yang terjadi sebelumnya.
" Om jebak Aziz ya " ujar Aziz kesal
Semua keluarga yang ada di ruang tamu itu tidak sanggup lagi menahan tawa mereka, mereka pun tertawa terbahak - bahak karena sudah berhasil menggoda aziz.
Aziz yang sadar di jali oleh oom nya itu, terlihat sangat kesal dan meminta maaf pada Oma minan.
" Maaf oma , Aziz gak bermaksud seperti itu " sahut Aziz merasa bersalah pada pada Omanya nya, dan merasa kesal pada prof rayyan.
" Sudah - sudah, ayo semua kita pulang , ada yang terganggu dengan kedatangan kita disini " dengan kesal Oma minan mengajak semua orang untuk bubar dan pulang karena Aziz mengatakan mereka pengganggu.
" Mia ajak teman - teman mu keluar sekarang, sudah waktunya Zahra untuk istirahat, dari tadi siang Zahra belum istirahat " sahut Oma minan yang menyuruh Mia mengajak teman - temannya untuk keluar, bukan niat nya mengusir, memang dari berita siuman nya Zahra siang tadi, zahra hampir tidak bisa istirahat karena banyak yang datang membesuk dan mendoakannya.
" Iya Oma " jawab Mia yang baru menyadari mereka sudah lama berada di sana karena saking gembiranya dengan ke kesembuhan Zahra dan bercanda dengan zahra sehingga mereka lupa waktu.
__ADS_1
" eh iya Ra, maaf ya, kami sampai lupa kamu belum istirahat dari siang, saking senang nya kami begitu mendapat kabar kamu siuman, kami langsung kesini ingin menemui kamu, kami kangen sama kamu Ra " ujar Mia mewakili rekan - rekan kerja nya lain dan di jawab anggukkan oleh rekan - rekan kerja nya membenarkan ucapan min.
" Makasih ya kak, dan teman - teman sudah membesuk dan mendoakan Zahra, maaf Zahra masih belum bisa gerak banyak " sahut Zahra yang merasa tidak enak dengan teman - temannya yang dari tadi hanya bisa duduk saja di tempat tidur, karena Zahra masih merasa lemas .
" Iya gak apa - apa Ra, melihat kamu sembuh seperti ini saja kami sudah senang Ra " ujar teman - teman Zahra yang lain.
Kemudian secara gantian mereka pun memeluk Zahra dan pamit untuk pulang.
Sementara itu, drama antara Aziz dan Oma minan masih berlanjut.
" Oma, serius Oma, Aziz tidak ada bermaksud berkata seperti itu," Aziz berusaha merayu Oma minan yang pura - pura merajuk akibat ulah aziz.
" Ini semua gara - gara om " ujar Aziz kesal menyapa prof rayyan yang dari tadi tidak henti - hentinya tertawa.
" Udah - udah semua ayo kita pulang, ini sudah sore, sudah waktunya cucu ku untuk istirahat " ujar Oma berdiri mengajak yang lain pulang, semua Oran ikut berdiri mengikuti oma minan yang pamit pada Zahra.
" Oma dan yang lainnya pulang dulu ya sayang, kamu sehat - sehat ya jaga cicit - cicit oma ya " Oma minan memeluk dan mencium kepala Zahra serta mengelus perut besar Zahra sebelum pergi berlalu pulang.
" Iya Oma " jawab Zahra tersenyum
" Kalau suami kamu nakal jangan lupa beritahu Oma ya, biar Oma jewer kupingnya." sahut Oma Minan lagi mengeringkan matanya pada aziz.
Aziz yang tahu maksud ucapan Oma minan hanya diam dan cemberut saja tanpa ingin menanggapi ucapan Oma minan, karena ia tahu, jika ia membantah ucapannya Oma minan pasti diri nya juga yang bakal di salahkan, jadi Aziz cari aman biar tidak ada keributan lagi.
Secara bergantian, semua orang pamit satu - satu pada Zahra, tidak ketinggalan pak Widodo dan bu Susan, begitu juga dengan sandi.
" Ayah balik ke hotel dulu ya sayang, kalau ada apa - apa cepat kabari ayah ya " pamit sandi pada putri satu - satunya itu. Tidak dapat di pungkiri, sandi sangat bahagia dengan kesembuhan putrinya, saking senangnya, sandi langsung mengabari Adam, cindi dan ibunya tidak ketinggalan Alif yang selalu tidak pernah absen menanyakan perkembangan kesehatan Zahra.
" Ayah kok balik ke hotel ?, kok gak nginap di sini saja ?" tanya Zahra pada sandi, karena Zahra tahu di rumahnya itu ada dua kamar untuk keluarga yang ingin menunggui pasiennya,
" karena kamu sudah mulai sembuh, jadi malam ini ayah berencana akan menginap di hotel saja sayang, lagi pula banyak pekerjaan yang harus ayah kerjakan di sana " sahut sandi.
Sebenarnya pekerjaan itu hanya lah alasan sandi saja, bagai mana pun, sandi paham saat ini Aziz pasti sangat ingin punya waktu berdua dengan istrinya setelah sekian lama tidak bisa berinteraksi dengan istrinya itu.
__ADS_1
Zahra pun tidak bisa menahan ayah nya lagi untuk menginap di rumah sakit saja,
Setelah semua orang pamit, sekarang tinggallah mereka berdua di ruangan itu, Aziz mendekati Zahra dan duduk di samping bed Zahra, Aziz meraih tangan Zahra dan menggenggamnya erat, mereka saling berpandangan, tidak ada kata yang terucap, tapi dari mata masing - masing sudah dapat di baca betapa mereka saling merindukan.