CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 12


__ADS_3

Malam sudah larut, tapi Zahra masih sibuk Peking baju - bajunya untuk di bawa pulang kampung besok, supaya besok tidak keteran Zahra mulai Peking dari sekarang ,biar besok tidak buru - buru dan tidak ada barang yang tertinggal. Semuanya selesai di masukkan ke dalam kopernya, sebelum koper itu di kunci Zahra cek ulang untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal.


Setelah rasa semuanya lengkap,Zahra lalu menutup koper tersebut dan menariknya di dekat lemari pakaiannya.


Zahra menatap jam di dinding kamar nya yang sekarang sudah menunjukkan pukul dua belas malam.


"hhhh selesai juga, tinggal istirahat dan tidur agar besok tidak kesiangan" gumam Zahra,lalu Zahra mengambil ponselnya dan menyetel alarm di ponselnya agar besok pagi tidak ketiduran .


Sesuai rencana nya kemaren ,Zahra besok mau pulang kampung, tujuan utamanya pulang kampung adalah untuk mengunjungi kakek dan neneknya, karena Zahra setelah ini akan di sibukkan bekerja dan kuliah ,Zahra takut nanti jika aktifitas kuliah nya di mulai, Zahra tidak dapat mengunjungi kakek dan neneknya sering - sering.dan memang kepulangan zahrabkaki ini juga bertepatan dengan pesta pernikahan kakaknya Naira dengan Rio mantan kekasihnya.


Zahra tidak mau ambil pusing dengan acara pernikahan tersebut, fokus utama nya saat ini hanyalah kakek dan neneknya, walau pun demikian zahra tetap menguatkan hati nya ketika nanti melihat Naira dan Rio bersanding di pelaminan.


Zahra menghela nafas berat " berilah hamba kekuatan ya Allah, Amin" doa Zahra dalam hati.


tidak mau terlalu lama hanyut dalam pikirannya ,Zahra memilih untuk memejamkan matanya.


Alarm di ponsel zahra sudah berbunyi dari tadi, Zahra meraih ponselnya tersebut dan mematikan alarmnya, " kok sudah pagi aja sih" gumam Zahra, karena Zahra masih merasakan kantuk yang sangat berat,rasanya baru aja dia tertidur, tidak terasa sudah pagi aja.


dengan setengah mengantuk Zahra bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mandi dan lanjut sholat subuh. setelah selesai sholat Zahra merapikan mukenanya dan mulai bersiap - siap .


" tok...tok...tok...." pintu kamar Zahra di ketum dari luar, Zahra sudah bisa menebak kalau itu pasti Arumi.zahra berdiri membuka kan pintu untuk Arumi,dugaan Zahra tidak salah,memang yang datang pagi - pagi ke kamarnya adalah Arumi,karena hanya Arumi yang tahu Zahra akan berangka. pulang kampung pagi ini.


" sudah siap Ra"?tanya Arumi heran


" sudah rum" jawab Zahra sambil tersenyum, Zahra membuka pintu kamarnya lebar - lebar agar Arumi bisa masuk.

__ADS_1


" kamu jadi berangkat pagi Ra" tanya Arumi lagi setelah melihat Zahra yang sudah rapi dan barang bawaannya yang sudah siap tinggal angkat aja lagi ke mobil.


" iya Rum, aku berharap bisa sampai sore ya di kampung, kalau berangkat siang, takutnya kemalaman di jalan Rum" jawab Zahra lagi


" sedih deh lihat kamu pulang kampung gini Ra,aku juga pingin tahu " ujar Arumi sedih


" kan cuma satu Minggu loh rum, klau kamu mau pulang kan tinggal ambil cuti aja" jawab Zahra sambil ketawa karena merasa lucu dengan raut wajah Arumi yang manyun.


" angnya gampang apa ngambil cutinya " sungut Arumi lagi,Zahra hanya bisa tertawa melihat Arumi .


tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil di luar area kos berkali - kali " sepertinya jemputan aku sudah datang deh rum " ujar Zahra sambil melihat keluar. ternyata travel yang akan membawa Zahra ke kampungnya sudah datang menjemput Zahra, Zahra membawa barang - barang bawaannya keluar dan di ambil supir trafel dan di masukkan ke bagasi mobil. sebelum masuk ke mobil travel tersebut,zahra pamit dulu ke Arumi sekalian menitipkan kamar kosnya pada Arumi .


" aku berangkat dulu ya rum " kata Zahra pamit sambil memeluk Arumi erat


" jangan sedih,kan cuma seminggu " ujar Zahra lagi


" seminggu itu lama Zahra " ujar Arini sewot ,yang di jawab gelak tawa dari Zahra.


" kamu hati - hati di jalan ya Ra, sampaikan salam aku buat kakek,nenek dan Tante cindi ya Ra" Arumi meregangkan pelukannya " dan ingat Jagan menagis lagi ya, anggap aja mereka orang lain " Zahra paham kata mereka yang di ucapkan oleh Arumi siapa lagi kalau bukan Naira dan Rio.


Zahra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


lalu Zahra masuk ke dalam travel tersebut, Zahra melambaikan tangan nya ke Arumi sebelum mobil itu merangkak lebih jauh,Arumi memperhatikan travel yang membawa Zahra sampai tidak dapat terlihat lagi .


" hhhh bakal sepi deh ,nggak ada Zahra di sini " gumam Arumi, sambil berlalu dari sana dan Mauk ke kamar kosnya.

__ADS_1


*****


Tak terasa Zahra sudah memasuki kampung halamannya setelah melalui dun belas jam perjalan, mobil travel tersebut terus melaju mengantarkan Zahra kerumah nenek nya, Zahra sudah mengabari Tante cindi bahwa ia akan pulang hari ini.


Dari pagi Tante cindi sangat semangat mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut keponakan ke sayangannya yang sudah seperti anak kandungnya sendiri Tante cindi yang sudah merawat Zahra dari kecil begitu sangat menyayangi zahra , kasih sayang nya kepada Zahra tidak pernah di bedakannya dengan kasih sayang kepada anak - anak nya, semua mendapat kasih sayang yang sama begitu juga dengan om Daniel suami Tante cindi. om Daniel sangat menyayangi zahra seperti putrinya sendiri.apalagi om Daniel dan Tante Zahra yang tidak mempunyai anak perempuan , karena kedua anak Tante cindi laki - laki semua.


Zahra akhirnya sampai di rumah neneknya, mungkin pada bertanya, kenapa Zahra tidak pulang ke rumah orang tuanya ,padahal rumah nenek dan rumah orang tuanya hanya beda beberapa rumah saja, itu karena Zahra merasa lebih nyama tinggal dengan nenek dan kakeknya dari pada dengan orang tuanya sendiri, di rumahnya Zahra seperti orang asing, sementara di rumah neneknya Zahra sangat di sayang dan di manja bak seorang Putri raja.


Zahra turin dari travel,sambil menunggu sopir travel mengambilkan koper nya di bagasi ,Zahra mengedarkan pandangannya ke sekeling rumah neneknya, tidak ada yang berobah, masih seperti dulu ketika di tinggalkannya, rumah sederhana yang begitu asri dan sejuk. Zahra menghirup udara dalam - dalam hingga memenuhi rongga paru - paru nya.kemudian mengembuskan nya pelan - pelan ,ada seuntai senyum terukir dari bibir tipisnya senyum kerinduan akan kampung halaman tempat Diman ia di lahiran dan di besar kan.


supir travel menyerahkan koper bawaan nya, zahra mengucapkan terima kasih sebelum travel itu berlaku dari hadapannya.


Zahra membawa kopernya menuju rumah kakek dan neneknya, kemudian Zahra mengetuk pintu rumah itu pelan - pelan sambil membaca salam


" assalammualaikum" ujar Zahra, dua kali penggilan dan Salam tidak ada sahutan dari yang punya rumah,


Zahra mengulangi lagi mengetuk pintu rumah itu, Ki ini agak lebih keras dari pada yang tadi


dan kembali membaca salam dengan nada yang agak di tinggikan.di panggilan ke empat baru terdengar sahutan dari yang punya rumah.


" waalaikumsalam" jawab salam dari dalam rumah.


cklek


pintu rumah terbuka, orang yang tadi menjawab salam dan membuka kan pintu buat Zahra terpana melihat siapa yang sudah berdiri di hadapannya saat in...

__ADS_1


__ADS_2