
Satu Minggu mendekati hari resepsi pernikahannya, Zahra terlihat sangat sibuk sekali, Zahra bukan sibuk dengan persiapan resepsinya, tapi Zahra sedang sibuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya, Zahra merasa sangat senang, akhirnya perjuangannya selama ini tidak sia - sia dan akan segera membuahkan hasil dan Zahra tidak sabar akan hari itu tiba. Zahra merasa bersyukur akhirnya tugas akhir kuliahnya sudah di ACC dan Zahra sudah bisa menjadwalkan ujian akhirnya lusa.
Zahra pulang dengan senyum mengembang yang tidak lepas dari bibirnya.
Dalam perjalanan pulang menuju rumah sakit, Zahra menyempatkan mengirim pesan ke pada suaminya yang Sampai saat ini masih berada di negara Y , .Zahra ingin menghubungi Aziz untuk mengabari jika tugas akhirnya sudah di ACC dan akan melaksanakan ujian lusa, Zahra berharap di saat ujian nanti Aziz dapat menemaninya dan memberi kan dukungan pada dirinya.
Zahra menghubungi Aziz dan menanyakan kapan suaminya akan pulang, Zahra sudah berkali - kali mencoba menghubungi Aziz, tapi ponsel Aziz tidak bisa di hubungi.
Zahra mencoba berpikir positif mungkin Aziz sedang sibuk makanya tidak bisa di hubungi.
ketika Zahra akan memasukkan ponselnya ke dalam tas nya kembali menjadi batal karena ada panggilan di ponsel nya itu, tanpa melihat siapa yang menghubungi nya Zahra langsung mengangkat panggilan telpon tersebut.dengan cepat.
" Halo Abang " sahut Zahra bersemangat. Zahra berpikir aziz yang sudah menghubungi balik dirinya.
" hmmm ....segitunya ya kangen sama suami " sahut orang yang di seberang telpon .
Zahra kaget dan menatap layar ponselnya, ' mami ' gumam Zahra pelan. Zahra tidak tahu kalau yang menghubunginya adalah Bu Susan mertuanya, Zahra merasa malu karena sudah mengangkat telpon tanpa melihat siapa yang sudah menghubunginya.
" Mami ..maaf mi, Zahra kira Abang yang telpon Zahra " sahut Zahra malu dan salah tingkah.
Bu Susan tertawa mendengar jawaban Zahra, Bu Susan merasa lucu dengan menantunya itu.
" hahahaha gak apa -apa sayang, kamu pasti sudah kangen suami kamu ya " goda bu susan pada Zahra.
" Mami...." sahut Zahra malu dan salah tingkah di goda mertuanya itu.
" Kenapa sayang , hmm " Tanya Bu Susan
__ADS_1
" Zahra hanya cemas aja mi, Abang dari tadi zahra hubungi tapi nomor nya tidak aktif mi " jawab Zahra memberitahu Bu Susan bahwa nomor Aziz tidak bisa di hubunginya dari tadi.
" ISS dasar anak itu, kebiasaan nya tidak pernah berubah " omel Bu Susan dari seberang telpon.
" Kamu yang sabar ya sayang, suami kamu memang seperti itu, Aziz selalu punya kebiasaan buruk kalau sudah asik bekerja ai akan mengabaikan ponselnya." sahut Bu Susan memberikan pengertian pada Zahra agar zahra tidak cemas lagi.
" Tapi kamu tenang saja, jika sudah tidak sibuk lagi maka Aziz akan menelpon balik nantinya, jangan berfikir yang aneh - aneh ya sayang " sahut Bu Susan lagi.
" baik lah mi " jawab Zahra akhirnya.
" Kamu sedang di mana sayang " setelah berusaha menenangkan hati Zahra yang sedang galau , Bu Susan baru ingat mengapa ia menghubungi Zahra dan menanyakan keberadaan menantunya itu saat ini.
" Zahra lagi di jalan mi, Zahra baru aja dari kampus sekarang sedang di jalan menuju ke rumah sakit " jawab Zahra.
" kamu di antar supir kan nak?" tanya Bu Susan lagi khawatir.
" Gimana hasil jumpa dosen nya nak? udah beres ?" tanya Bu Susan lagi,
" Udah mi, Alhamdulillah Zahra lusa sudah bisa ujian mi " jawab Zahra senang.
" Alhamdulillah, akhirnya cita - cita kamu tercapai juga sayang " sahut Bu Susan ikut senang
" Tapi ingat ya nak, kamu gak boleh capek, jangan terlalu di paksa ya, ingat loh sayang beberapa hari lagi pesta pernikahan kamu akan di laksanakan, mami tidak pingin menantu mami sakit gara - gara kecapean " kata Bu Susan mengingatkan Zahra agar tidak terlalu capek. karena pesta pernikahan Zahra dan Aziz yang tinggal menghitung hari.
" Iya mami sayang, Zahra akan selalu mengingat pesan mami, mami jangan cemas ya" jawab Zahra menenangkan bu Susan.
Zahra sangat senang mendapatkan perhatian dari mertuanya itu, untuk itu Zahra sudah bertekad untuk tidak akan mengecewakan mertua serasa orang tua kandung bagi Zahra itu.
__ADS_1
" Kamu jadikan mengurus cuti kamu hari ini nak?" tanya Bu Susan lagi, Zahra memang sudah di minta oleh Bu Susan untuk segera mengajukan cuti agar bisa fokus pada ujian dan resepsinya nanti Karena waktu ujian akhir Zahra berdekatan dengan jadwal pesta pernikahannya.
" Iya mi, hari ini Zahra terakhir masuk dan besok zahra sudah mulai cuti mi." jawab Zahra menjelaskan.
" Baik lah sayang mami tutup dulu telponnya ya, ini orang - orang dari WO sudah datang jadi mami mau jumpai mereka dulu , kamu hati - hati di jalan ya , bilang sama pak Dadang jangan ngebut di jalan " Bu Susan akhirnya memutuskan untuk menutup panggilan telpon nya karena orang - orang dari WO sudah datang untuk menemui Bu Susan, memang hari ini bu susan sudah ada janji dengan team WO akan mengadakan brefeeng untuk terakhir sebelum dekorasi untuk acara pesta di lakukan.
" Baik lah mami, maaf Zahra tidak bisa bantu mami hari ini " jawab Zahra menyesal karena tidak bisa membantu mertuanya yang sedang di sibukkan dengan persiapan pesta.
" Iya sayang, gak apa - apa, yang penting sekarang kamu fokus sama ujian akhir mu yang akan di laksanakan besok, mami doakan semuanya lancar dan kamu lulus dengan nilai yang terbaik ya " sahut Bu Susan memberikan semangat pada Zahra.
" makasih mi sudah mendoakan dan menyemangati Zahra " sahut Zahra senang .
" Iya sama - sama sayang kamu jangan sungkan begitu ya, kamu juga putri mami, jadi sudah kewajiban mami juga mendoakan yang terbaik untuk putrinya " jawab Bu Susan yang meminta Zahra untuk tidak merasa sungkan pada dirinya.
". telponnya mami tutup dulu ya, assalammualaikum " sahut Bu Susan lagi lalu menutup panggilan telponnya setalah mengucapkan salam
" Waalaikumsalam mi, " jawab Zahra membalas salam Bu Susan dan panggilan telpon pun terputus, Zahra menatap layar ponselnya sebenar,lalu Zahra kembali mencoba menghubungi Aziz, seperti tadi nomor Aziz masih belum bisa di hubungi.
Zahra menarik nafas berat, lalu menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas.
*****
Sementara itu, Aziz sudah berada di dalam pesawat, Aziz sedang dalam perjalanan pulang kembali ke negara nya, Aziz merasa senang akhirnya ia bisa menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari perkiraannya.
Aziz sudah tidak sabar lagi menunggu untuk Sampai di negara nya, dan intinya Aziz sudah tidak sabar lagi untuk bisa berjumpa dengan istri tersayangnya.
Satu Minggu jauh dari sang istri membuat Aziz merana menahan rindu pada istri cantiknya itu, Aziz sengaja tidak mengabari Zahra akan kepulangannya, aziz ingin memberikan kejutan pada Zahra, oleh karena itulah, Aziz tidak mengangkat telpon Zahra dan sekarang ponselnya pun dalam keadaan di matikan karena Aziz sedang berada di dalam pesawat ,.karena itulah ponsel Aziz tidak dapat di hubungi oleh Zahra sedari tadi.
__ADS_1