CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 203


__ADS_3

Selama dalam perjalanan pulang kerumah, Zahra hanya diam sambil menatap ke arah luar lewat kaca jendela mobil yang tertutup, kepalanya bersandar pada kaca mobil, sesekali Aziz memalingkan wajahnya menatap sang istri, melihat Zahra seperti itu aziz merasa sakit dan terluka , itu lah salah satu penyebabnya alasan Aziz melarang Zahra menjumpai Naira,, aziz tidak ingin melihat Zahra bersedih dan terluka kembali, selama ini Aziz yang sudah mengetahui cerita kehidupan Zahra berusaha keras membuat Zahra melupakan lukanya dan memberikannya kasih sayang dan kebahagiaan, tapi lagi - lagi Zahra kembali terluka ulah keluarganya, sebenarnya aziz sangat marah pada mantan ibu dan mantan saudara istrinya itu, apa lagi teringat akan perlakuan mirna tadi di rumah sakit pada Zahra, kemarahan yang dari tadi berusaha ia pendam Kemabli membuncah ketika melihat istrinya bersedih dan terluka lagi.


Namun Aziz sadar, Zahra tidak boleh banyak pikiran saat ini, karena Zahra masih dalam menyusui, jika pikiran dan hatinya terganggu, akan mempengaruhi produksi asinya, sementara ketiga putra mereka sangat membutuhkan asupan asi yang banyak dari ibunya.


Sekarang aziz berpikir akan fokus ke istrinya terlebih dahulu, urusan Naira dan Mirna Aziz berencana akan membicarakannya lagi bersama mertua dan papinya nanti.


Tapi banyak pertanyaan yang muncul di kepala aziz, melihat sifat istrinya yang lembut dan pemaaf, rasa nya sangat mustahil jika Zahra bisa berbicara tegas seperti itu pada Naira tadi, walau jujur Aziz merasa senang dengan keputusan yang telah di ambil oleh istrinya, tapi Aziz masih penasaran dengan keputusan Zahra tadi. Aziz ingin bertanya pada istrinya itu, tapi melihat kondisi Zahra yang tidak baik - baik saja, aziz berpikir ulang untuk bertanya, karena ini bukan saat yang tepat untuk bertanya menurut Aziz, mungkin setelah Zahra sedikit tenang baru aziz akan menanyakan tentang keputusan istrinya itu.


Lagi - lagi aziz menatap istrinya,.dan sekarang lebih intens lagi karena posisi mereka saat ini yang sedang berhenti di lampu merah Karana rambu - rambu lalu lintas menunjukkan warna merah yang artinya harus berhenti , aziz berpikir sejenak mencari cara bagai mana caranya agar mood istrinya kembali seperti semula.


Aziz meraih ponsel nya yang berada di dasboard mobil, lalu mengetikkan sesuatu di sana lalu mengirimkannya pada seseorang, tidak butuh lama ponselnya bergetar,.Aziz melihat pesannya terjawab, Aziz menyunggingkan senyum bahagia setelah membaca pesan itu, dengan senyum masih terukir di bibirnya, aziz kembali mengirim pesan pada seseorang, tapi kami ini pada orang yang berbeda,.pesan aziz Kembali terbalas, Aziz kembali tersenyum setelah membaca pesan itu.


Lampu lalu lintas sudah menampilkan warna hijau, tanpa menunggu lebih lama,.setelah meletakkan Kembali ponselnya ke tempat semula aziz langsung menjalankan mobilnya, kali ini bukan ke arah jalan pulang yang biasa di lalui nya,.tapi ke arah lain yang Aziz yakin dapat membuat Moody's istrinya Kembali dan melupakan kesedihannya.


Tidak ada suara yang keluar dari mereka selama perjalanan, Zahra yang masih betah dengan posisi nya tidak menyadari entah sudah berapa lama mereka menghabiskan waktu di jalan, dan juga tidak menyadari arah jalan yang di laluinya adalah arah yang berbeda dari jalan pulang ke rumah mertuanya tempat mereka tinggal sementara sekarang.


Setelah mengabiskan waktu empat puluh menit di jalan, akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju, aziz mematikan mesin mobil lega, ketika akan memanggil Zahra dan mengajak istrinya untuk turun Aziz mengerutkan keningnya heran, senyum terukir dari bibirnya, aziz tidak menyadari ternyata Zahra sudah terlelap selama dalam perjalanan.

__ADS_1


Aziz menatap Zahra intens,.wajah cantik Zahra terlihat begitu lelah dan buram, aziz merasa kasihan, dengan pelan aziz turun dari mobil dan berjalan ke arah kursi penumpang samping kemudi di mana Zahra berada, dengan pelan dan hati - hati, aziz menggendong Zahra agar tidak terbangun.daej tidurnya.


Aziz menghampiri salah satu petugas hotel dan meminta tolong untuk mengambilkan kunci kamar hotel yang sudah di boking atas nama dirinya, petugas hotel yang paham dengan kerepotan Aziz yang sangat menggendong seorang perempuan pun membantu aziz mengambilkan kunci kamar nya ikut mengantarkan Aziz ke kamar yang sudah aziz pesan terlebih dahulu lewat asistennya tadi.


Setelah pintu kamar nya terbuka, Aziz tidak lupa mengucapkan terima kasih pada petugas hotel sebelum menutup pintu kamar itu rapat.


Aziz meletakkan Zahra dengan pelan - pelan dan hati - hati ke atas kasur yang ada di kamar itu, Aziz dengan sangat hati - hati membuka peniti hijab Zahra dan membuka hijab yang di pakai Zahra supaya Zahra dapat tidur dengan nyaman tanpa memakai hijab sebagai penutup kepalanya, lalu meletak kan hijab itu di atas nakas samping tempat tidur, Azizi menarik selimut dan menutupi tubuh Zahra dengan selimut sampai batas dada, sebelum berlalu Aziz tidak lupa memberikan kecupan mesra di kening Zahra.


Ponsel Aziz yang berada di kantong celana bergetar, Aziz mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sudah menghubunginya.


Aziz berjalan ke arah balkon kamar dan mengangkat panggilan telepon yang masuk,.Aziz sengaja mengangkat telponnya menjauh dari Zahra ke dekat balkon agar Zahra tidak terganggu dari tidurnya ketika mendengar suara nya berbicara di telepon nanti.


Yah tadi di lampu merah Aziz memang menghubungi maminya mengabari kondisi Zahra yang tidak baik - baik saja setelah berjumpa dengan Naira, sekaligus minta izin untuk menitipkan si kembar pada sang mami.


" waalaikumsalam nak " jawab pak Widodo dari seberang sana, " Kamu di mana sekarang ?, bagai mana dengan Zahra ?" tanya pak Widodo khawatir


" Aziz sekarang sedang menginap di hotel xxxx Pi, dan Zahra sekarang masih sedih dan belum mau bicara, sekarang lagi tidur " jawab Aziz memberi tahukan kondisi Zahra.

__ADS_1


" Biar lah dia istirahat dulu nak,.semoga setelah tidur dan istirahat nanti pikirannya lebih tenang " ujar pak Widodo yang turut merasa prihatin dengan kondisi menantunya itu.


" Tapi Zahra tidak kenapa - Napa kan Ziz?" kami ini suara Bu Susan yang bertanya, terlihat jelas ada nada khawatir dalam suaranya.


" Semoga aja tidak ke Napa - napa mi, dari pulang menemui Naira Zahra hanya diam, belum mau bicara, dan sekarang sedang tidur " jawab Aziz sambil menatap ke dalam kamar lewat pintu kaca ke balkon yang tertutup. Aziz melihat Zahra masih diam tertidur Dangan posisi yang sama seperti sebelum ditinggalkan nya tadi.


" Kamu hibur istri mu ya ziz, soal anak - anak jangan di pikirkan, ada mami dan papi beserta chelsea dan ketiga baby sitter nya yang menjaga mereka, kalian bersenang - senanglah di sana " sahut Bu Susan yang meminta aziz untuk menghibur menantu ke sayangannya itu.


" iya mi,.Aziz titip anak -.anak ya mi " jawab Aziz, aziz yakin mami dan semua orang yang ada di rumah bisa menjaga si kembar, sekarang ini yang ada di pikiran aziz adalah bagai mana menghibur Zahra agar tidak memikirkan masalah Naira lagi, dan Zahra kembali seperti semula yang ceria dan ramah.


" Si kembar rewel gak mi ?" tanya aziz sedikit khawatir, bagai mana pun ini kali pertamanya si kembar jauh dari mereka terutama dari Zahra ibunya.


" Jangan khawatir, mereka baik - baik saja dan tidak rewel Kok " jawab Bu Susan,.sementara pak Widodo hanya menatap dan mendengarkan saja anak dan istrinya berbicara.


" lagi pula, stok asi mereka banyak kok, jadi kalian tidak usah cemas dan takut mereka akan kelaparan " ujar Bu Susan lagi


" Sekarang, fokuskan lah pada kondisi zahra ziz, untuk si kembar tidak usah khawatir ya " sahut pak Widodo setelah sekian lama diam.

__ADS_1


" Baik lah mi, Pi ,.Aziz titip anak - anak ya, kalau ada apa - apa hubungi kami ya mi, Pi " sahut Aziz menitipkan si kembar pada Oma dan opanya. Sebenarnya aziz merasa segan telah merepotkan orang tuanya menjaga ketiga anak - anak nya, tapi demi sang istri mau bagai mana lagi.hanya kedua orang tuanya lah yang bisa di percaya menjaga ke tiga putranya saat ini.


" Iya, kamu tenang aja " jawab Bu Susan dan pak Widodo serentak, sebelum panggilan telpon itu berakhir.


__ADS_2