
Zahra sudah tertidur, suara dengkuran halus terdengar samar di telinga Aziz, Aziz menatap wajah cantik istrinya yang sudah tenang dalam tidur nyenyak nya, Aziz memandang wajah itu tanpa berkedip dengan tatapan yang sulit di artikan.
Ingin rasanya Aziz memeluk dan mencium wajah cantik istrinya itu, tapi sayang, Aziz Haris bersabar sampai ia pulang nanti.
Ya saat ini Aziz hanya bisa menatap wajah Zahra dari layar ponselnya yang masih menyala dan terhubung dengan Zahra, Aziz memenuhi janjinya pada Zahra untuk menemani Zahra tidur walau hanya lewat panggilan Vidio.
' Cantiknya istri ku, dalam tidur begini aja kamu sangat cantik sayang, apa lagi kalau udah berdandan ' gumam Aziz pelan.
' Bahagia lah selalu sayang, Abang harap cinta dan sayang Abang pada mu bisa mengobati luka hati mu yang selama ini kamu pendam, Abang akan melindungi kamu, gak akan Abang biarkan siapa pun menyakiti kamu , siapa pun, itu janji Abang pada mu Zahra Amalia " Aziz membelai wajah Zahra yang muncul di layar ponselnya.
Aziz lalu membacakan doa untuk istrinya seperti yang selalu ia lakukan tiap malam kala Zahra sudah tidur.
" Selamat malam sayang, mimpi yang indah ya " setelah menatap wajah istrinya sejenak , Aziz lalu mematikan panggilan Vidio itu.
Aziz mengubah tidurnya dengan posisi terlentang, Aziz merenung ia teringat lagi obrolannya dengan Alif di telpon siang tadi tentang perkembangan hubungan sandi dan mirna mertuanya.
Alif memberitahu Aziz dan meminta Aziz untuk memperhatikan dan menjaga Zahra lebih ekstra lagi.karena hubungan sandi dan Mirna sedang tidak baik - baik saja, dan Alif takut Mirna akan membalaskan dendam nya pada Zahra.
__ADS_1
Alif menceritakan semua tentang Zahra, penderitaan yang sudah di alami Zahra dan Alif juga menceritakan bagaiman perlakuan Mirna dan Naira Selma ini pada Zahra, tak luput Alif juga menceritakan sandi yang tidak menerima Zahra sebagai putrinya dan itu tak lain hasutan dari Mirna pada sandi.
Alif juga memberitahu Aziz bahwa saat ini sandi sedang menghukum Mirna di rumahnya dengan sangat kejam, alasannya sandi sudah menangkap basah Mirna yang ketahuan berselingkuh dengan pria lain di sebuah kamar hotel . kemarahan sandi pada Mirna makin memuncak dengan kecurangan demi kecurangan yang selama ini Mirna lakukan pada sandi.
Aziz sempat bertanya pada Alif dari mana Alif mengarhui semua itu Alif mengatakan dari orang kepercayaan papanya.
Semenjak Alif mengetahui kejahatan Mirna selama ini terhadap sandi yang mengakibatkan Zahra terluka, Alif meminta bantuan papa nya untuk bisa memata - matai gerakkan Mirna. Alif tidak menyangka sebelum Alif minta bantuan papanya, ternyata Adam sudah bergerak terlebih dahulu memata - matai Mirna lewat orang suruhan papanya itu.
Aziz yang sudah tahu kisah hidup Zahra yang menderita sedari kecil hingga sekarang yang semua cerita itu ia dapat dari hasil penyelidikan nya sebelum memutuskan menikah dengan Zahra dulu, kini makin di perjelas oleh keterangan dari Alif , Aziz merasa iba dengan istrinya itu, Aziz tidak menyangka istrinya akan bernasib menyedihkan seperti itu, bahkan ia menahan luka bathin itu semenjak kecil, Aziz kagum dengan Zahra, Zahra bukannya terpuruk dengan luka yang ia terima, tapi gadis itu telah mampu membuktikan pada keluarganya terutama pada sandi bahwa ia mampu berdiri tegak di bawah kaki nya sendiri atas luka yang ia terima Selama ini.
" kamu hebat Zahra, kamu sudah berhasil membuktikan pada orang - orang kamu bisa berdiri di kaki mu sendiri dengan semua luka bathin yang kamu terima, bahkan sudah menjadikan luka itu sebagai cambuk buat kamu maju dan membuktikan diri kamu bisa tanpa mereka , pantas saja kamu menolak tawaran ku untuk membayar biaya kuliah mu, aku jadi paham maksud mu menolak uluran tangan ku Zahra, aku akan menghargai itu sayang , kamu memang pantas mendapat cinta itu Zahra, cinta dari kami semua, mulai saat ini, aku takkan membiarkan air mata itu jatuh dari mata mu itu janjiku sayang " janji Aziz pada dirinya sendiri.
Aziz memejamkan matanya, lelah tubuhnya tak terasa lagi dan rindu hatinya pada sang kekasih hati terobati setelah panggilan Vidio tadi, tapi rindu itu masih menggelora di hatinya, Aziz berniat dan bertekad dalam hati akan menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, Aziz berharap jika bisa besok ia sudah harus bisa menyelesaikan pekerjaannya dan lusa bisa pulang dan kembali menemui tambatan hatinya. Aziz sudah tidak sabar menunggu hal itu.
****
Naira memilih untuk pulang ke rumahnya setelah ribut lagi dengan Rio, Naira merasa lelah dengan pernikahannya yang tidak pernah berhenti dari keributan setiap harinya
__ADS_1
Naira sampai di rumah orang tua nya menjelang sore . dan kepulangan Naira saat ini tidak seperti biasanya yang selalu di antar oleh Rio, Naira kali ini pulang hanya seorang diri dan tanpa mengabari ayah dan ibunya .
Naira heran, keadaan rumah begitu sangat sepi, tidak seperti biasanya yang ramai oleh para penjaga rumah dan art yang sibuk membersihkan rumah itu.
Rumah besar itu terlihat sunyi seperti tidak berpenghuni, di pintu masuk Hanya ada satu orang penjaga rumah yang berjaga, sementara yang biasa membersihkan taman rumah itu tidak terlihat , biasanya jam begini pembersih taman masih mengerjakan tugasnya membersihkan taman rumah itu, karena sandi tidak akan pernah membiarkan rumput liar tumbuh di halaman rumahnya, apa lagi jika sampai ada tanaman yang mati, sandi akan marah besar jika itu terjadi .
Mirna dan Naira juga heran dengan reaksi sandi yang marah jika ada menemukan tanaman di taman itu yang mati. tapi mereka tidak ambil pusing dengan hal itu selama ini, bagi mereka yang penting uang belanja lancar.ursan taman itu urusan pengurus tanaman, itu lah pemikiran mereka selama ini.
Naira makin heran, ketika ia Sampai di depan pintu utama rumah itu, Naira tidak menemukan art yang membuka pintu utama seperti biasa ia datang, biasanya Naira tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu pintu terbuka jika ia datang, tapi kali ini sudah hampir setengah jam Naira menekan bel rumah itu dan menunggu di depan pintu rumah , tapi pintu itu tidak kunjung terbuka juga.
Naira menekan bel rumah itu sekali lagi. Tak lama kemudian, pintu rumah terbuka, Naira menatap kaget melihat siapa yang sudah membuka pintu untuk dirinya itu.
" Ibu " sahut Naira kaget dan tidak percaya dengan apa yang sedang di lihatnya saat ini.
Mirna keluar membukakan pintu untuk dirinya, tidak hanya itu, Naira juga kaget dengan melihat penampilan Mirna saat ini .
Mirna terlihat lusuh, tubuhnya yang biasa terawat saat ini terlihat kurus dan kusam. bau wangi dari parfum mahal milik Mirna yang biasa menyertai tubuhnya sekarang berubah bau bawang bercampur keringat. baju yang di gunakan biasanya modis dan elegan di tubuhnya sekarang hanya terbalut daster usang.
__ADS_1
wajah yang biasa terlihat cantik walau usianya sudah tidak muda lagi tapi saat ini terlihat begitu tua bahkan melebihi usianya.
" I.ib..ibu ...???!" sahut Naira tidak percaya.