
" Siapa yang sudah menabrak istriku Aldo " Aziz menatap Aldo tajam, semua orang menatap Aldo dan menunggu jawaban Aldo dengan rasa penasaran dan tidak sabar.
Aldo menarik nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Aziz, sebenarnya aldo merasa tidak enak hati mengatakan siapa orang telah menabrak lari istri bos nya itu mengingat di sana tidak hanya keluarga bos nya saja yang ada di ruangan itu, tapi juga ada mertua bos nya.
" Kenapa kamu diam Aldo " tanya Aziz lagi tidak sabar menunggu jawaban Aldo
" Dia... nona Naira saudara perempuan Bu zahra pak " jawab Aldo pelan dan menundukkan kepalanya
" APA !!! " Semua orang yang berada di ruangan itu kaget mendengar jawaban Aldo, dan tidak kalah kaget nya adalah sandi dan Adam.
" Apa yang kamu kata kan Aldo!" tanya sandi pada Aldo.
" Setalah mendapatkan rekaman cctv itu, saya langsung melacak nomor polisi mobil yang sudah menabrak bu Zahra, dan dari hasil yang saya dapatkan pemilik mobil yang sudah menabrak lari Bu Zahra adalah nona Naira saudara perempuan dari ibu Zahra sendiri." jawab Aldo menjelaskan hasil penyelidikannya.
" Tapi apa motif dari nona Naira menabrak bu Zahra saya belum tahu pak dan saya masih menyelidikinya pak " sahut Aldo lagi.
Sandi mengepalkan tangannya menahan marah, sandi tidak menyangka jika Naira tega berbuat seperti itu pada zahra.
Sandi sudah dapat menebak apa alasan Naira melakukan itu semua, dan hal itu tidak jauh dari rencana jahat Mirna, sandi tidak menyangka, ternyata Mirna sudah melibatkan putrinya dalam mencelakakan Zahra putri kandungnya.
Tidak jauh berbeda dengan sandi, Adam juga geram dan marah pada naira.adam juga tidak menyangka naira tega berbuat sejauh itu pada Zahra putri kecilnya.
Adam tidak mengira Naira bisa berlaku begitu kejam pada zahra, selama ini memang hubungan Zahra dan Naira tidak pernah baik, mereka sering terlibat perang mulut, tapi tidak pernah sampai bermain fisik bahkan sampai mengancam ke nyawa seperti ini,walau tidak dapat di pungkiri, setiap pertengkaran yang terjadi di antara mereka sering di mulai oleh Naira sendiri, dan Zahra selalu memilih untuk mengalah.
Lain sandi dan Adam, lain pula respon Aziz. Aziz yang memang tidak menyukai Naira semenjak kejadian di hari Zahra di hina dan di caci oleh Naira di hari meninggalnya kakek Zahra waktu itu, dengan mata yang memerah dan geraham saling bertautan menahan marah nya, Aziz masih mencoba mengontrol emosinya, bagai mana pun ini menyangkut ayah mertuanya.
" Apakah info itu sudah kamu pastikan kebenarannya do " Tanya Aziz dingin.
" Info yang saya dapatkan saya jamin akurat pak ,dan info terakhir yang dapat, saat ini Nona naira juga sedang di rawat di rumah sakit ini, kondisinya juga tidak baik - baik saja sehingga Nona Naira harus di larikan oleh suaminya ke sini dan di rawat di ruangan ICU pak" jawab Aldo memberikan informasi yang ia ketahui.
__ADS_1
" Aziz, bukannya karyawan farmasi yang kita jumpai di kamar operasi tadi mengatakan istrinya saudara Zahra dan juga sedang menjalani operasi siang tadi, apa kah saudara yang di maksudnya itu perempuan yang sudah menabrak menantu ku ?! " tanya Bu Susan pada Aziz
Aziz yang di tanya, mencoba mengingat kejadian di ruang tunggu kamar operasi tadi, Rio datang menghampiri mereka ,dan mengatakan istrinya sedang menjalani operasi Caesar, Aziz ingat Rio adalah mantan zahra yang menikah dengan saudara Zahra bernama Naira.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Bu Susan, Aziz mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang dari sana.
" Tolong kamu cari informasi pasien atas nama.....".Aziz bingung karena ia tidak tahu nama naira
" Naira Putri Utami " sahut sandi singkat.
" Ya pasien atas nama Naira Putri utami yang tadi siang menjalani operasi Caesar dan tolong Carikan info di ruangan mana pasien di rawat " perintah aziz pada orang yang di seberang sana yang entah siapa yang di hubungi Aziz
Tidak membutuhkan waktu lama, info yang di inginkan aziz sudah di dapatkannya,
" Baik lah, terima kasih informasi " jawab aziz lalu mematikan sambungan telponnya.
" Betul perempuan itu di rawat di rumah sakit ini ziz ?!" tanya pak Widodo pada putra nya itu.
Malahan saat Aziz mengatakan kondisi Naira dan bayinya yang tidak baik - baik saja, respon sandi tetap biasa - biasa saja Aziz sempat mengerutkan keningnya heran tapi Aziz tidak mau bertanya apa yang sedang di rasakan dan di pikirkan mertuanya itu saat ini.
Saat ini fokus Aziz hanyalah pada keselamatan dan kasus istrinya saja.
" Jika benar kecelakaan yang menimpa Zahra ulah dari perempuan itu, aku tidak akan pernah melepaskannya. " sahut Aziz dengan tangan yang terkepal.
Semua orang menatap sandi , dan ingin tahu apa respon sandi saat Aziz berkata demikian, sandi yang di tatap tetap pada stay cool nya, ia tidak merespon apa - apa , tatapan matanya dingin dengan tangan yang masih mengepal menahan marah.
" Ayah maaf jika aku harus mengambil tindakan ini, aku tahu, Naira.. " Aziz tidak jadi melanjutkan ucapannya karena sandi sudah memotong ucapannya.
" Lakukan apa yang harus kamu lakukan ziz, ayah tidak akan menghalanginya " sahut sandi dingin mengalihkan tatapannya pada Aziz.
__ADS_1
Semua orang menatap sandi, mereka tidak percaya dengan apa yang di katakan sandi, kecuali Adam yang sudah paham dan mengerti maksud sandi.
" Apa tidak masalah bagi ayah jika aku membawa kasus ini ke pihak yang berwajib " tanya Aziz ingin memastikan lagi keputusan sandi.
" Ayah dukung semua keputusan mu, sudah cukup Zahra menderita selama ini, dan Zahra layak mendapat keadilan nak, ayah tidak akan marah pada mu " jawab sandi yakin dengan keputusannya,
" Terimakasih yah, sudah mengizinkan Aziz memperkarakan kasus ini, Aziz hanya ingin memperjuangkan hak istri Aziz yang, dan pelaku dapat hukuman yang setimpal hingga jera " jawab Aziz
" Ayah bangga padamu, selama ini ayah hanya memberikan luka pada Zahra, tapi kamu yang menyembuhkan luka itu, seharusnya ayah lah yang harus melindungi nya selama ini, tapi kamu berhasil melakukannya selama ini, terimakasih sudah mencintai Zahra sepenuh hati mu nak " sahut sandi lagi menatap Aziz dengan rasa bersalah karena belum bisa memberikan yang terbaik pada putrinya itu.
" Ayah jangan bicara seperti itu, aku suami Zahra, dan Zahra sudah menjadi tanggung jawab ku, jadi sudah kewajiban aku untuk membahagiakan dan melindungi nya dari apa pun itu " jawab Aziz dan di balas senyuman oleh sandi.
" Baik lah, karena aku sudah mendapat izin dari ayah, maka Aldo tolong kamu lanjutkan kasus ini ke pihak berwajib, berikan semua bukti - bukti yang kamu miliki pada pihak polisi " perintah Aziz pada Aldo, dan di setujui oleh semua orang yang ada di ruangan itu
" Baik pak, kalau begitu saya izin pamit ke kantor polisi dulu pak " sahut Aldo izin pamit pada semua orang yang ada di ruangan itu untuk pergi ke kantor polisi membuat laporan sesuai perintah Aziz.
" Ya silahkan " jawab Aziz dan yang lain
" Terimakasih ayah, sudah mengizinkan aku untuk membawa kasus ini ke pihak berwajib " sahut aziz pada sandi. yang di jawab sandi dengan menganggukkan kepalanya.
" Jadi kapan kita bisa temui si pelaku itu di ruangan ICU " Tanya sandi pada Aziz dan pak Widodo, sandi sengaja memanggil Naira dengan si pelaku ketimbang memanggil nama nya , karena saat ini sandi begitu sangat marah pada Naira.
" Info terakhir, Naira masih belum sadar yah, tapi kita bisa menjumpai suaminya dan menyampaikan hal ini pada suaminya Naira " jawab aziz.
" ya, itu juga langkah yang baik, jangan lupa kamu bawa semua bukti - bukti tadi, agar kita tidak di bilang memberi tuduhan palsu tanpa ada bukti " sahut pak Widodo dan di setujui oleh semua orang.
" Baik lah, ayo kita kesana sekarang " sahut pak Widodo lagi.
" Kalian pergilah temui orang itu, aku akan tetap di sini menunggui putri ku " ujar Bu Susan yang masih ingin tetap di ruangan itu.
__ADS_1
Mereka pun setuju, akhirnya aziz, pak Widodo, sandi dan adam keluar menuju ruang ICU di mana Naira di rawat saat ini.