CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 13


__ADS_3

" Zahra,......"


" assalammualaikum Tante" ujar Zahra yang tersenyum - senyum ketika melihat Tante cindi yang kaget melihat kedatangan Zahra


" ini betul kamu nak, Zahra putri Tante "? tanya Tante cindi tidak percaya sambil memeluk Zahra erat, " Tante rindu kamu sayang " kata Tante cindi lagi sambil menangis haru.


" Zahra juga kangen sama Tante " ujar Zahra ikutan menangis


Tante cindi meregangkan pelukannya , dan menatap Zahra takjub, tiga tahun Ra kamu tidak pulang ternyata kamu semakin cantik sayang " ujar Tante cindi membelai rambut Zahra


" Tante juga makin cantik " ujar Zahra sambil tersenyum.


" siapa yang datang cin "? terdengar suara kakek dari dalam.tamte cindi menarik tangan Zahra masuk ke dalam rumah ,


" pah lihat siapa yang datang" ujar Tante cindi bahagia.


Zahra masuk ke ruang keluarga tempat biasa nya keluarga ini kalau sedang berkumpul.


" Zahra ..." kakek Surya langsung memeluk cucu yang selalu di rindukan nya itu," kamu pulang sayang ,kakek sudah kengan sama kamu " ujar kakek Surya haru


" Zahra juga kangen kakek ,nenek dan semua yang di sini "? ujar Zahra menangis haru


betapa Zahra merindukan sosok renta yang ada. di depannya saat ini, seseorang yang sudah memberikannya kasih sayang tidak hanya kasih sayang seorang kakek pada cucu nya tapi kasih sayang seorang ayah yang selama ini Zahra rindukan yang tidak di dapatnya dari ayah kandungnya sendiri.


" kakek apa kabar ?" tanya Zahra sambil melepas pelukannya dan menciumi tangan renta itu.


" Alhamdulillah kakek sehat nak, kamu gimana kabarnya " tanya kakek Surya balik


" Alhamdulillah,seperti yang kakek lihat Zahra sehat dan baik - baik aja kek"


" Alhamdulillah,nenek pasti senang lihat kamu datang nak"


" nenek dan om mana kek? " tanya Zahra sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tapi tidak menemukan orang yang di carinya .


" oom kamu sedang menjemput nenek di rumah ayah kamu, karena besok adalah hari pernikahan Naira,jadi nenek pergi bantu - bantu di sana " jawab Tante cindi.


" kamu pasti capek kan Ra, ya udah istirahat lah dulu di kamar kamu ya,nanti Tante panggil buat makan malam" ujar Tante cindi mengelus kepala Zahra lembut dan sayang

__ADS_1


" baik lah Tante " jawab Zahra sambil menarik kopernya ke kamar, zahra menatap kamarnya dan mengedarkan pandangannya kedalam kamar tersebut, tidak ada yang berubah ,mulai ke Tika di tinggalkannya dulu sampai sekarang masih sama, letak barang - barangnya dan wangi kamarnya sama sama seperti saat di tinggalkan nya dulu, Zahra mendekati kasurnya dan merebahkan badannya di atas kasur empunya itu ," hhhh....... aku rindu kamar ini " gumam Zahra sambil memejamkan matanya menikmati suasana kamar yang sudah lama dintinggalkan ya itu .


Entah karena capek habis melakukan perjalanan jauh atau karena nyaman danrunya akan suasan kamarnya membuat Zahra Tertidur tanpa sempat membersihkan dirinya dulu .


****


Zahra merasakan belaian lembut di kepalanya, Zahra berasa di dalam alam mimpi, belaian di rambutnya itu begitu menenangkan hati zahra.


rasanya Zahra malas membuka matanya saat ini, Zahra masih ingin merasakan belaian lembut penuh kasih itu.


lambat laaun terdengar suara azan berkumandang ,Zahra mengerjakan matanya, dan menyesuaikan pandangannya dengan cahaya kamarnya yang terang dari cahaya lampu ,


Zahra melihat ada perempuan renta yang duduk di samping tempat tidurnya sambil membelai kepalnya.


" nenek ...." Zahra langsung memeluk wanita tua itu erat - erat , " Zahra kangen nenek " ujar Zahra lagi


" anak nakal , sudah tahu rindu bukannya pulang ,malah bertahan di rantau orang " omel nenek minan membalas pelukan Zahra


" Zahra bukannya nggak mau pulang nenek, Zahra kerja dan nabung buat biaya kuliah Zahra nantinya " jawab Zahra membela dirinya dan menatap neneknya seraya memanyunkan bibir nya


" kamu sehat - sehat aja di sana kan nak?" tanya nenek minan sambil menghapus air mata Zahra.


" Alhamdulillah nenek sehat sayang, udah magrib ,kamu bersih - bersih dulu lanjut sholat magrib ,setelah itu kita makan malam ya" ujar nenek minan yang di jawab dengan anggukan kepalanya oleh Zahra.


nenek minan meninggalkan Zahra di kamarnya dan menuju kamarnya untuk menunaikan shalat Maghrib,.


setelah nenek minan keluar dari kamarnya, Zahra bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ,setelah selesai dengan ritual mandinya Zahra lanjut melaksanakan sholat magrib,setelah selesai Zahra keluar menuju ruang makan.teenyata di meja makan sudah kumpul semua keluarganya untuk makan malam, hanya tinggalemu ghu Zahra untuk bergabung makan bersama mereka,


Zahra mendekati om Adam suaminya Tante cindi dan menyalami laki - laki paruh baya itu.


" apa kabar om," tanya Zahra sambil mencium. tangan om Adam


" Alhamdulillah om sehat dan baik - baik aja Ra, kamu apa kabarnya Ra"? tanya balik om Adam


" Alhamdulillah Zahra sehat om " jawab Zahra kemudian Zahra mendekati kursi kosong yang ada di samping nenek minan dan duduk di sana.


" jadi aku nggak di tegur nih kak " tiba - tiba terdengar suara seseorang yang menegur Zahra kesal

__ADS_1


" eh ada orang lagi ya " ujar Zahra pura - pura kaget.


" kirain cuma ada nenek ,kakek, om dan Tante cindi aja tadi " ujar Zahra lagi


" oooo jadi gitu ya kita di lupain aja" jawab suara yang lain


" masak sih" ujar Zahra lagi mengerutkan dahinya


" Mama lihat kak Zahra dia nggak ingat lagi sama kami" ujar Altaf mengadukan ke Tante cindi.


Tante cindi dan om Adam mempunyai dua anak dari pernikahan mereka yaitu Alif dan altaf


Alif anak pertama Tante cindi dan om Adam, pria dewasa itu berumur dua tahun lebih tua lebih tua dari Zahra dan Altaf yang baru berusia empat belas tahun.


Alif hanya diam saja melihat kejahilan Zahra pada mereka, Alif mempunyai sifat dingin dan irit bicara ,berbeda dengan Altaf yang selalu ribut dan selalu bisa menyegarkan suasana dengan kelucuannya.


Alif walau dingin dan pendiam ia sangat sayang kepada Zahra, Alif hampir tidak pernah memarahi Zahra, bahkan sebaliknya ,Alif lebih banyak melindungi Zahra dan mau mendengarkan semua keluh kesah Zahra, bagi Alif Zahra adalah adik kecilnya yang perlu di lindunginya.ia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Zahra tak terkecuali jika itu keluarganya sendiri.


" emang " ujar Zahra jail


" Mama...." udah - udah ,makan dulu nanti lagi ributnya ujar kakak menengaji kejahilannya mereka.


" iya makan dulu , Zahra Tante mu sudah memasak makan kesukaan kamu dari tadi pagi buat menyambut kamu pulang nak, sekarang kamu makan yang banyak ya, kamu kurusan semenjak tinggal di rantau orang " ujar nenek sambil menuangkan nasi dan lauk kedalam piring di depan Zahra


" mmmmm .....klau Tante yang masak pasti enak " , ujar Zahra senang,


" pasti dong,.kamu untuk anak gadis Tante yang cantik harus enak , kamu makan yang banyak ya " jawab Tante cindi sambil tersenyum


" jadi mama masak enak jika ada kak Zahra aja " protes Altaf


" ya tentu dong, aku kan kesayang Tante,om kakek dan nenek " jawab Zahra sambil menjulurkan lidahnya ke Altaf mengejek


" Mama....."


" udah makan...." seru.kakek


Altaf menap Zahra kesal, Zahra balas menatap Altaf dan menjulurkan lidahnya lagi mengejek Altaf

__ADS_1


Altaf makin kesal tapi tidak bisa membalas karena takut di marahi kakek.


semua lanjutkan makan ,seketika suara hening di meja makan semua sibuk dengan makannya masing - masing. begitulah kebiasaan di rumah itu,kakek selalu menerapkan di siplin bila makan tidak ada yang boleh bersuara sampai makanan nya habis dan selesai.


__ADS_2