CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 42


__ADS_3

Alif sampai di sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari rumah nya, alif masuk ke dalam cafe tersebut dan mengedarkan pandangannya mencari seseorang.


Alif tersenyum lega setelah menemukan orang yang di carinya sedang duduk di sebuah meja yang tidak jauh dari tempatnya berada , pria yang sudah seumuran dengan papanya itu sedang duduk di sebuah meja sambil memainkan ponsel yang berada di tangannya. alif melangkahkan kakinya mendekati pria itu.


" Selamat siang om" sapa Alif pada pria itu sambil mengulurkan tangannya bersalaman , Pria itu mengangkat kepalanya dan menatap Alif tersenyum


" Alif " sapa sandi sambil menyambut tangannya Alif dan bersalaman dengan Alif


" om sandi udah lama datangnya ya, maaf om sandi tadi ngantar istri Alif dulu ke rumah jadi telat datangnya " kata Alif merasa tidak enak hati pada sandi yang telah menunggu dirinya dari tadi.


" nggak apa - apa lif, om juga baru selesai jumpa klien om disini. jadi kamu nggak usah sungkan seperti itu ." jawab sandi sambil tersenyum.


" oh ya ada apa nih tiba - tiba kamu telpon om minta bertemu di sini , padahal ini baru hari pertama kamu menikah loh lif, dan masih hangat - hangatnya pingin dekat istri terus" tanya sandi heran sambil menggoda Alif yang masih pasangan pengantin baru bukannya menghabiskan waktunya dengan istri di kamar malah mengajak dirinya untuk ketemuan di luar siang - siang begini .


Memang pertemuan sandi dan Alif siang ini adalah atas permintaan Alif, siang tadi sebelum cek out dari hotel, Alif menghubungi sandi dan minta bertemu di cafe tempat mereka jumpa saat ini, tapi ketika sandi bertanya ada keperluan apa, Alif tidak memberi tahu kan sandi alasannya, Alif hanya minta agar sandi bisa meluangkan kan waktunya untuk bertemu karena ada hal yang sangat penting yang akan di sampaikan oleh Alif pada sandi., sandi yang merasa penasaran dan kebetulan siang ini waktunya sedikit longgar, akhirnya menyetujui permintaan Alif untuk bertemu. dan akhirnya di sini lah mereka sekarang duduk saling hadap - hadapan.


Sandi yang masih belum tahu apa alasan keponakannya itu mengajaknya bertemu pun langsung tanpa basa basi menanyakan nya pada alif,


" kalau boleh om tahu ada apa nih Alif minta om untuk ketemuan siang ini" tanya sandi karena sudah tidak sabar ingin tahu apa Alif mengajaknya bertemu.

__ADS_1


" Sebelumya maaf ya om, Alif sudah memaksa om untuk luangkan waktu om siang ini untuk bertemu, Karena ini sangat penting dan harus Alif sampai kan pada om, dan menurut Alif om memang harus mengetahui semua ini." jawab Alif , Alif juga sangat mengerti kesibukkan sandi sebagai pengusaha untuk itu Alif juga tidak mau bertele - tele, Alif pun tanpa basa basi menyampaikan alasan nya meminta sandi untuk bertemu sambil mendorong sebuah amplop berwarna coklat ke hadapan sandi dan meminta sandi untuk menerima amplop yang sedari tadi di bawa Alif.


Sandi menatap amplop yang.di berikan Alif padanya bingung " ini. apa lif '" tanya sandi pada Alif.


" om bisa lihat dan baca sendiri apa isi dalam amplop itu om, yang pasti itu sesuatu hal yang sangat penting dan sangat berharga yang perlu om ketahui." jawab Alif dan meminta sandi untuk membuka dan membaca isi amplop itu sendiri.


Sandi mengambil amplop yang.di berikan Alif, dengan ragu sandi membuka amplop tersebut, mengambil isinya dan membaca isi amplop tersebut .


Sandi terlihat kaget saat membaca isi amplop itu, raut muka sandi seketika berubah ,yang awal nya biasa menjadi geram menahan marah.


Sandi menatap Alif minta penjelasan " bisa kamu jelaskan tentang semua ini lif " kata sandi menatap Alif dingin.


" Untuk kebenaran dari bukit yang om pegang, Alif bisa buktikan kalau itu benar. adanya, dan bukan rekayasa , Seperi bukti rekayasa yang sudah di berikan istri om selama ini.Sehingga om sudah mengabaikan putri om sendiri " kata Alif lagi yakin.


Sandi mengepalkan tangannya kuat sehingga buku - buku jarinya menonjol semua .Alif hanya menatap sandi yang sedang menahan amarahnya tanpa berniat untuk menenangkan sandi yang sedang di selimuti amarah itu.


" bagai mana bisa kamu mendapatkan sampel ini lif," tanya sandi dan memandang Alif penuh selidik , seulas senyum terukir dari bibir Alif, Alif meletakkan tangan nya yang semula berada di bawah meja naik ke atas meja, Alif menautkan jari - jari tangannya sambil berkata dan menatap sandi yang terlihat masih bingung dan marah di depannya.


" om masih ingat saat Zahra di rawat setelah pernikahan Naira , dokter melakukan tes darah pada Naira, dan Alif langsung meminta dokter untuk melakukan tes DNA untuk Zahra dengan makai sampel rambut om sendiri yang sandi ambil saat pesta naira berlangsung.sandi ambil dari sisir yang sering om gunakan." jawab sandi sedikit merasa bersalah karena sudah lancang masuk ke kamar pribadi sandi dan mengambil rambut sandi yang rontok dan tertinggal di sisir yang sering di pakai sandi.

__ADS_1


" maaf om sandi sudah lancang masuk ke kamar pribadi om dan mengambil sampel rambut om tanpa izin" kata Alif lagi sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada


Sandi menatap keponakannya itu tajam, ia merasa tidak percaya dengan tingkah nekat Alif yang tidak pernah terbayang oleh nya selama ini. Alif yang dingin, tidak banyak bicara tapi bisa berbuat nekad seperti itu demi seorang zahra yang hanya saudara sepupu nya itu.


" Sebegitu besarkan rasa sayang dan cinta kamu pada Zahra lif, sehingga kamu bisa berbuat apa aja untuk Zahra " Alif tersenyum mendengar kata - kata yang keluar dari mulut om nya itu, Alif tidak tahu mengartikannya ucapan sandi barusan, apakah sebuah pertanyaan atau rasa kagum dari sandi .


Alif menarik nafas dalam dan membuangnya pelan


" Zahra lebih dari seorang sepupu bagi Alif om, Zahra adalah adik yang harus Alif sayang dan Alif jaga.kami tumbuh bersama dari kecil.


apa pun pertumbuhan Zahra tidak pernah Alif lewat kan , bahkan kalau bisa muka hatinya pun alif mau menanggungnya om, Zahra sangat berharga bagi kami.alif tidak akan membiarkan Zahra terluka lagi ,itu lah janji Alif dari dulu om, dan saat ini lah Alif dapat kesempatan untuk mengobati luka itu dengan cara mengumpulkan semua bukti - bukti itu." Alif menghentikan ucapannya sejenak dan kembali menarik nafas dalam dan menghembuskan nya " Alif berharap dengan bukti yang ada di tangan om sekarang ,om bisa mengambil sikap dan keputusan yang lebih bijak, Alif minta tolong om jangan lukai hati Zahra lagi, cukup ia menderita selama ini " Alif menatap sandi sendiri penuh harap.


" Zahra adik ku om, tolong jangan sakiti ia lagi dengan sikap acuh om itu." mohon Alif pada sandi


" Setelah ini Alif tidak bisa lagi melindungi Zahra seperti biasa Alif lakukan om, Alif sudah punya tanggung jawab sendiri pada istri Alif sendiri, apa lagi mulai satu Minggu ke depan Alif sudah tidak di sini lagi , jadi Alif mohon pasa om tolong jaga Zahra om, lakukan lah kewajiban om sebagai seorang ayah yang selama ini tidak pernah om berikan pada Zahra " pinta Alif lagi pada sandi


Sandi menatap isi amplop yang di berikan Alif, sandi merasa apa yang di bilang sandi yang terakhir tadi adalah benar.Sandi menatap Alif dan menganggukkan kepalanya Alif tersenyum senang ,Alif pun memeluk sandi dan mengucapakan terima kasih


" jangan bilang terima kasih pada om lif, karena itu memang sudah kewajiban om sebagai ayah Zahra , om Janji akan bayar semua waktu om yang sudah terbuang selama ini." kata sandi sambil memegang bahu Alif .

__ADS_1


__ADS_2