
Cukup lama Rio termenung memikirkan musibah yang menimpa Zahra dan Naira, bagai mana bisa dua bersaudara itu bisa mengalami musibah dan nasib buruk dalam waktu yang bersamaan.
Di saat Rio masih sibuk dengan pikirannya, tiba - tiba tidak lama kemudian lampu kamar operasi di mana Zahra di operasi mati, dan itu artinya opersi Zahra sudah selesai di lakukan.
Aziz berdiri menunggu pintu kamar operasi itu terbuka, melihat Aziz berdiri Bu Susan yang tadinya sedang berbicara dengan Rio ikutan berdiri dan menatap ke arah yang sama Aziz menatap saat ini. Rio pun ikut memperhatikan pintu kamar operasi yang tak kunjung terbuka itu, padahal lampunya sudah mati beberapa menit yang lalu.
cklek
Akhirnya pintu kamar operasi itu terbuka juga, nampak pak Widodo dan dr ayu keluar dari kamar operasi, tidak hanya itu dua orang dokter yang merawat dan mengoperasi Zahra juga ikut keluar dan menghampiri Aziz dan Bu Susan bersama mereka, Aziz menghampiri ke empat dokter itu dan menanyakan kondisi Zahra, Aziz sudah tidak sabar ingin mendengar kabar tentang istrinya itu.
" Pi, gimana keadaan zahra Pi " tanya Aziz ketika sudah berdiri di hadapan pak Widodo , Aziz terlihat sangat berduka dan itu terlihat jelas dari mata nya yang memerah habis menangis, dokter ayu dan dua dokter lainnya hanya menatap Aziz yang begitu rapuh saat ini, mereka tidak menyangka , Aziz seorang dokter muda dan berprestasi yang terkenal ramah dan tegas, saat ini terlihat begitu rapuh dan menyedihkan , aziz terlihat sangat berantakan, penampilannya jauh dari kata rapi seperti penampilannya sehari - hari yang selalu rapi, Aziz masih menggunakan baju kamar operasi yang tadi di pakainya, karena tadi Aziz dari kamar operasi langsung lari ke IGD tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu begitu dapat kabar istrinya kecelakaan dan di bawa ke IGD.
Pak Widodo menghela nafas berat menatap Aziz, pak widodo merasa kasihan dan tidak tega melihat anak laki - laki kebanggaannya hancur seperti itu, pak Widodo mengalihkan kan tatapannya menatap Bu Susan yang juga sedang menunggu penjelasannya dari nya.
__ADS_1
Pak Widodo tidak sanggup menyampaikan apa yang sudah terjadi di dalam kamar operasi tadi pada Aziz dan Bu Susan. pak Widodo hanya bisa mengelus pundak Aziz dan menepuknya pelan, begitu juga dengan ayu, istri prof rayyan itu juga tidak sanggup untuk mengatakan apa yang sudah terjadi selama proses operasi berlangsung tadi, mereka hampir saja kehilangan menantu dan calon cucu mereka andai saja team medis tadi tidak bertindak dengan cepat,
Ayu yang merawat kehamilan Zahra juga ikut mendampingi Zahra Selama proses operasi berlangsung, karena ayu ingin memastikan keadaan si kembar triple baik - baik saja. selama team dokter melakukan operasi pada ibu bayi tersebut.
Karena tidak kunjung mendapat penjelasan dari pak Widodo , aziz menatap dua dokter lainnya bergantian dan berharap kedua dokter itu bisa menjelaskan kepadanya kondisi istrinya saat ini.
Aziz yang sudah tidak sabar ingin tahu kondisi istrinya menatap tajam kedua dokter tersebut dan bertanya dengan nada suara yang dingin serasa menusuk .
" Apa kah ada yang bisa menjelaskan bagaimana kondisi istri dan anak - anak saya saat ini ?!! " Tanya Aziz dingin pada dua dokter yang merawat Zahra.
Dokter trisan, salah seorang dokter muda bedah saraf handal di rumah sakit itu maju untuk menjelaskan kondisi Zahra pada Aziz,.karena saat ini perawatan Zahra di bawah pengawasannya.
Sebelum memulai penjelasannya , dokter trisan lebih dulu menarik nafas dalam dan membuangnya pelan.
__ADS_1
" Operasinya berjalan lancar, walau tadi sempat terjadi kendala sedikit, tadi di tengah - tengah jalannya operasi yaitu Bu Zahra sempat mengalami henti jantung, dan Alhamdulillah atas kerja keras team medis kita Bu Zahra dapat tertolong kembali, sekarang kondisi Bu Zahra masih dalam masa kritis, dan memerlukan pemantauan yang lebih extra lagi, jadi untuk perawatan selanjutnya Bu Zahra harus kita observasi di ruangan ICU dokter Aziz dan maaf dengan berat hati saya harus menyampaikan, walau pun operasinya bisa kita katakan berhasil, tapi karena kehilangan banyak darah akibat perdarahannya, Bu Zahra saat ini mengalami coma, " dokter trisan mejelaskan kondisi Zahra dengan perasaan ketar ketir, menunggu respon Aziz.
" APA !!" Bu Susan dan Aziz kaget, Aziz yang tidak siap dengan kabar yang di berikan merasa syok seketika, Aziz merasa pusing pandangannya serasa berputar saat ini, Aziz mencoba mengumpulkan kesadarannya dan mundur mencari sesuatu sebagai pegangan, karena lemas kaki Aziz tidak mampu menahan bobot tubuhnya yang tegap sehingga Aziz jatuh bersimpuh di lantai rumah sakit, air matanya turun tidak dapat terbendung lagi, tidak ada yang bisa Aziz ucapkan selain memanggil nama Zahra, dokter ayu langsung berlari ke arah Aziz dan memeluk keponakan kesayangannya itu dengan erat, melihat Aziz menangis, dokter ayu pun ikut menangis, sambil mengelus punggung Aziz dan menenangkan Aziz.
Sementara itu, Bu Susan juga menangis tersedu - sedu dalam dekapan pak Widodo, kedua pasangan itu saling berpelukkan dan saling menguatkan, tidak hanya Aziz yang terpukul dengan musibah ini, pak Widodo dan bu Susan juga ikut terpukul, bagi mereka Zahra bukanlah menantu, tapi sudah seperti putri kandung mereka sendiri.
Mereka merasa Semenjak Zahra hadir di tengah - tengah keluarga mereka, kehidupan mereka berubah seratus delapan puluh derajat, Zahra banyak membawa kebahagiaan dan keberuntungan dalam keluarga mereka.
Rio yang mendengar Zahra coma hanya bisa terdiam tanpa kata - kata, Rio tidak menyangka kondisi Zahra seberat itu, sesaat Rio melupakan kondisi istrinya yang juga sedang berjuang di dalam sana.
Saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah Zahra dan kondisi Zahra yang kritis dan coma.
dokter trisan dan dokter Dedi yang merawat Zahra hanya diam terpaku menatap pemandangan memilukan di depan mereka saat ini, mereka tidak tahu harus berbuat apa saat ini, mereka hanya bisa diam dan ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh keluarga atasannya itu,
__ADS_1
Apa lagi ketika mereka melihat Aziz teman sejawat mereka, Aziz tidak hanya teman sejawat tapi juga sahabat mereka, Karena usia mereka yang terbilang seumuran dan masih muda, mereka sama dengan Aziz, sama - sama dokter muda handal di rumah sakit tersebut.
Maka tidak lah heran, jika rumah sakit itu sangat terkenal, selain memiliki peralatan yang lengkap ,rumah sakit itu juga memiliki dokter - dokter muda yang berprestasi dan handal di bidang masing - masing.