CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 48


__ADS_3

Zahra sedang berada di taman yang indah , Zahra sangat takjub dengan keindahan taman tersebut. tapi Zahra merasa aneh, taman yang indah itu kenapa begitu sepi ,tidak ada seorangpun di sana , Zahra terus .sejalan semakin jauh ketaman itu sambil menikmati keindahan taman. Di sebuah bangku yang ada di taman itu zahra melihat seseorang sedang duduk sambil menikmati keindahan taman itu seperti dirinya . Zahra mendekati orang tersebut , semakin dekat dengan orang tersebut Zahra merasa sangat mengenal orang yang sedang duduk membelakanginya itu


" kakek ..." Zahra mencoba menegur orang tersebut , orang yang di panggil kakek oleh Zahra membalikkan tubuhnya menatap Zahra


" kakek ...." panggil Zahra lagi sambil meluk sang kakek, ya yang duduk di bangku taman itu adalah kakeknya, Zahra tidak menyangka akan bertemu sang kakek di taman yang indah ini , Zahra langsung memeluk tubuh renta itu erat dan menangis dalam pelukannya , pelukkan itu terasa begitu hangat dan nyaman Zahra. rasakan." kakek ,Zahra rindu kakek " ujar Zahra dalam tangis nya.zahra bingung mengapa ia menangis dalam pelukkan kakeknya, Zahra makin mengeratkan pelukkan pada tubuh sang kakek, seakan akan Zahra tidak rela pelukkan itu berakhir.


Entah mengapa Zahra merasa ini adalah pelukkan terakhir yang di berikan sang kakek padanya, untuk itulah ia tidak mau melepaskan pelukkan itu bahkan semakin mengeratkan pelukannya.


" Kakek juga kangen sama kamu nak, kamu adalah cucu kakek yang paling kakek sayangi , kamu adalah cucu kakek paling ca tik dan kuat, walau pun nanti nya kakek sudah tidak bersama kamu lagi, kamu tetap lah cucu kakek dan Kekek ingin kamu bahagia walau kakek tidak ada bersama kamu." kata kakek sambil tersenyum dan mengelus kepala Zahra lembut


" kakek tidak akan meninggalkan Zahra kan?" tanya Zahra sedih, entah mengapa Zahra merasa kakeknya akan pergi jauh dan meninggalkan dirinya." Zahra tidak mau kakek pergi, Zahra janji tidak akan bandel lagi dan Zahra janji akan mendengarkan ucapan kakek dan tidak akan membatah ucapan kakek lagi ,asal kakek tidak meninggalkan Zahra." ujar Zahra dengan berderai air mata.


" Jangan menangis sayang, kakek harus pergi , tapi sebelum kakek pergi ,kakek akan meyerahkan kan mu kepada seseorang yang bisa menjaga kamu sampai kapan pun , jadi patuh lah pada orang tersebut nantinya ya, karena kakek yakin orang itu akan bisa menjaga kamu dan membahagiakan kamu nantinya, jadi harap kamu mau menuruti orang itu nanti ya nak, kakek tidak mau melihat cucu kakek bersedih lagi, kakek ingin lihat kamu selalu tertawa dan bahagia." ujar kakek lagi lembut sambil menatap wajah Zahra dan menghapus air mata di pipi Zahra penuh kasih


" Zahra nggak mau kakek pergi, Zahra mau ikut kakek " rengek Zahra pada sang kakek


Kakek tersenyum melihat Zahra yang merengek minta ikut pada nya.


" Maaf nak ,kakek tidak bisa membawa kamu, karena tugas kamu masih banyak, sedang Kan tugas kakek sudah selesai " jawab kekek lagi


" Zahra nggak mau kakek pergi ,tolong kek, Zahra mau ikut kakek " Zahra makin mengeratkan pelukannya ketika sang kakek ingin melepaskan pelukkan Zahra di tubuhnya.


" Nanti kamu akan mengerti nak, maaf kakek tidak bisa membawa kamu, kakek sayang kamu, jika kamu sayang pada kakek, tetap lah kuat dan bahagia " pelukkan Zahra terlepas dari tubuh sang kakek, setelah bicara seperti itu, kakek mengusap air mata Zahra


" kakek pergi ya nak, selamat tinggal cucu kakek yang cantik " kakek lalu pergi menjauh dan tidak melihat kebelakang lagi walaupun Zahra memanggilnya berkali - kali


" kakek, jangan pergi kek, " teriak Zahra pada sang kakek,tapi kakek tetap menjauh, Zahra ingin mengejarnya tapi entah mengapa kakinya terasa berat melangkah.zahra hanya bisa berteriak terus memanggil -.manggil sang kakek.


" kakek jangan tinggalkan Zahra kek" teria Zahra lagi, kakek berhenti dan menatap Zahra sambil tersenyum, Kemudian kakek melambaikan tanahnya pada Zahra sambil berjalan mundur hingga hilang di antara kabut yang tebal.


" kakek......."zahra terbangun dari tidurnya.letika sayup - sayup terdengar suara azan subuh memanggil umatnya untuk melaksanakan sholat subuh, dengan nafas yang sesak dan keringat yang membanjiri tubuhnya Zahra mencoba mengingat mimpinya lagi.


Perasaan Zahra makin tidak enak dan tidak nyaman. setelah nafasnya normal kembali, Zahra beranjak dari tidurnya dan mengambil wudhu, selanjutnya Zahra melaksanakan sholat subuh dengan khusuk , tak lupa Zahra ber dzikir dan memanjatkan doa untuk kesehatan sang kakek.

__ADS_1


Selesai sholat Zahra melanjutkan membaca Al-quran, Zahra berharap setelah membaca Al-quran hatinya akan sedikit lebih tenang.


Usai membaca Al-quran Zahra menyempatkan dirinya untuk memeriksa ponselnya , sebelum ia bersiap - siap untuk berangkat kerja.


" Kok bang Alif belum ada telpon Zahra lagi ya, padahal bang Alif janji akan telpon Zahra jika kakek sudah bangun." gumam Zahra melihat tidak ada notice panggilan masuk dari Alif semenjak terakhir ia menelpon Alif kemaren sore.


" Atau coba hubungi bang Alif aja kali ya, siapa tahu kakek udah bangun pagi ini." gumam Zahra lagi sambil mencari no Alif di ponselnya , setalah ketemu no Alif ,Zahra langsung menghubungi Alif


Beberapa kali panggilan belum ada tanda - tanda Alif mengangkat telponnya.


Di panggilan ke tiga baru telponnya di angkat dari seberang sana.


" halo assalammualaikum dek " sapa Alif di seberang sana.


" waalaikumsalam bang," ucap Zahra menjawab panggilan salam Alif


" Abang ,katanya mau menelpon Zahra. balik kalau kakek sudah bangun, kok abang nggak ada hubungi Zahra " Zahra langsung protes pada Alif karena tidak jadi menghubungi nya.


" maaf dek ,Abang semalam ketiduran tidak ingat untuk menghubungi kamu " jawab Alif merasa bersalah.


" Abang lagi di rumah sakit dek"


" kenapa abang si rumah sakit "


" perut Abang tiba - tiba mulas dari semalam, dan sekarang Abang sedang di UGD menjalani pemeriksaan " jawab Alif lemah, Alif tidak bohong, semalam ia mengalami sakit perut dan mules - mules sehingga ia memutuskan untuk ke IGD menjalani pengobatan ,dan setelan mendapat perawatan Alif sudah merasa mendingan.


" Abang tidak sedang membohongi Zahra kan" ujar Zahra merasa tidak yakin, bagai mana pun Zahra kembali teringat akan mimpinya tadi malam.


" ya udah kalau kamu tidak percaya Abang ganti dengan panggilan Vidio ya " ujar Alif lagi.kemudian panggilan telpon pun berganti ke panggilan vidio.zahea mengangkat panggilan Vidio dari Alif, Zahra melihat Alif yang terbaring lemah di atas berangkar rumah sakit dengan tangan terpasang infus.


setelah melihat Alif yang terlihat lemah, Zahra akhirnya percaya .


" Gimana udah percaya kan kalau Abang sakit " ujar Alif pada Zahra

__ADS_1


Zahra.menatap alat bersalah ,iya maaf bang, Zahra pikir Abang bohongi Zahra " jawab Zahra memelas.


" bukannya kasihan lihat Abang sakit ,malah di omelin " Alif pura - luar merajuk.


" iya Zahra salah ,Zahra minta maaf ya bang " ujar Zahra memelas dan meminta maaf pada Alif karena sudah berpikiran yang tidak - tidak pada Alif


" kok Abang sendiri, Arumi mana ?" tanya Zahra karena tidak melihat Arumi di dekat Alif.


Alif yang sadar cepat mencari alasan yang dapat diterima oleh Zahra, " arumi tadi izin mau ke mushola untuk sholat dan langsung ke kantin nyari sarapan " jawab Alif kemudian


Alif lega, Zahra tidak bertanya Arumi lagi setelah mencari alasan Arumi kemana.


" bang benar ya kakek baik - baik aja " tanya Zahra serius menatap Alif.


Alif gugup ketika mendapat pertanyaan dan tatapan seperti itu dari Zahra ,jika ini panggilan telpon biasa Alif akan biasa - biasa saja menjawab pertanyaan Zahra, tapi saat ini mereka sedang melakukan panggilan Vidio, jadi sangat sulit bagi Alif untuk berbohong.


Alif mencoba tenang " iya, kamu tidak usah khawatir dek, kakek baik - baik saja kok " jawab Alif mencoba tenang .


" tapi tadi Zahra mimpi bang, dalam mimpi Zahra kakek seakan - akan pamit pada Zahra mau pergi jauh gitu kak " Zahra menceritakan mimpinya tadi pada Alif


Alif menelan air liurnya kasar, wajah Alif seketika menegang


Alif merasa Zahra sudah mendapat kan firasat tentang keadaan sang kakek.sadar ia dan Zahra masih dalam mode panggilan Vidio ,Alif segera merubah raut wajahnya setengah mungkin" mimpi itu bunga tidur dek, nggak usah di masukkan ke hati ya " jawab Alif mencoba menenangkan Zahra dari mimpinya.


" dokter Alif " tiba - tiba dokter yang merawat Alif masuk dan manggil nama Alif, Alif merasa bersyukur ,jadi zahra tidak bertanya macam - macam lagi


" eh dek udah dulu ya, Abang di periksa dokter dulu " ujar Alif meminta Zahra mengakhiri panggilannya dan mengatakan akan di periksa dokter dulu


Zahra pun mengerti , setelah mengucapkan salam, panggilan telpon pun berakhir.dan Alif pun Manarik nafas lega.


" bagaimana dok, apa saya sudah bisa kembali ke ruangan ICU dokter " tanya Alif pada dokter yang merawatnya.


" kondisi dokter Alif sudah mulai membaik , setelah infus habis dokter sudah boleh kembali ke ruangan ICU dan menjaga kakek dokter di sana lagi, tapi tetap jaga pola makan ya dok " jawab dokter tersebut

__ADS_1


" baik , terima kasih dokter " jawab Alif senang


dan dokter itu pun menganggukkan kepalanya dan berlalu dari sana.


__ADS_2