
" Alhamdulillah , bayi ketiga sudah lahir jam 23.00 wib dan berjenis kelamin laki - laki lagi." sahut dokter ayu bahagia.
" Loh Tan, bukan nya USG nya dua cowok satu cewek ya Tan??" tanya Aziz spontan ketika dokter ayu mengatakan putra ke tiganya sudah lahir dan masih berjenis kelamin laki - laki.
Mendengar pertanyaan Aziz pada dokter ayu, Zahra yang tadinya Tidak mendengar begitu jelas ucapan dokter ayu menatap aziz dan dokter ayu bingung.
" Hasil USG bisa saja salah ziz, dan bisa jadi yang Tante lihat waktu itu perempuan, tapi kuasa Allah siapa yang tahu kan ?" jawab dokter ayu menjelaskan perubahan jenis kelamin anak - anak Aziz yang tidak sama dengan yang di periksa nya di USG waktu itu .
Aziz pun mengangguk - anggukkan kepalanya paham, sebagai manusia kita juga tidak bisa percaya dengan hasil alat buatan manusia, bagai mana pun semua Allah lah yang menentukannya.
" Jadi ketiganya anak - anak kita jagoan semua ya bang ?!" tanya Zahra yang sedang terbaring lemas akibat melahirkan tiga bayi sekaligus, sedikit kecewa.
" Iya Ra, dan Alhamdulillah mereka semua lahir sehat dan lengkap " jawab dokter ayu menjelaskan.
" iya sayang, yang di katakan Tante ayu benar, semua anak - anak kita laki - laki, dan mereka lahir sehat dan lengkap, apa pun jenis kelaminnya, Abang terima sayang dan Abang bahagia dengan kelahiran mereka, laki - laki dan perempuan sama saja kan, udah kamu jangan kecewa begitu dong " jawab aziz dan membelai kepala Zahra lembut, Aziz sangat mengerti apa yang membuat istrinya kecewa, karena istrinya sangat menginginkan di antara ketiga anaknya ada yang perempuan
" Iya Abang " jawab Zahra kemudian.bagai mana pun apa yang di katakan suaminya benar juga, manusia hanya bisa punya keinginan dan berencana, yang memiliki kuasa tetap hanya lah yang di atas dan apa pun jenis kelamin anak nya Zahra dan Aziz akan selalu menyayangi dan merawat mereka dengan sepenuh hati.
" Senyum dong sayang, masak setelah lahiran wajahnya cemberut begitu, apa kata anak - anak kita nantinya kalau melihat ibu nya cemberut seperti ini " sahut Aziz menggoda Zahra yang masih cemberut karena kecewa.
Zahra pun menarik bibirnya tersenyum, walau masih terlihat lemas
Seperti kedua putranya sebelumnya, Aziz pun langsung mengazan kan putra ketiganya ketika perawat memberikan bayi mungil itu padanya tanpa di bersihkan oleh perawat terlebih dahulu.
Setelah putranya di azan kan Aziz lalu melihatkan putranya itu pada Zahra, Zahra membelai wajah putranya sambil tersenyum bahagia dan mengecup putranya sejenak sebelum putranya di bawa oleh perawat untuk di bersihkan.
Sementara itu dokter ayu sibuk menjahit perineum zahra yang tadi sempat di episiotomy tadi.
Setelah semua beres dokter ayu pergi Menganti pakaiannya, dua orang perawat datang merapikan dan membersihkan Zahra.
__ADS_1
Lima Belas menit kemudian dokter ayu kembali " Selamat ya sayang, selamat jadi ibu baru kalian berdua, semoga ketiga jagoan kita menjadi anak yang baik dan Sholeh, Amin" ujar dokter ayu mendekati Zahra dan Aziz mengucapkan selamat pada ibu dan ayah baru tersebut.
" Amin.." jawab Aziz dan zahra berbarengan.
" Setelah Zahra di bersihkan dan di rapikan, Zahra sudah bisa pindah ke ruangan rawatan ya ziz " sahut dokter ayu lagi memberi tahu Aziz bahwa Zahra langsung di pindahkan ke ruangan rawatan setelah di bersihkan dan di rapikan oleh perawat agar zahra dapat istirahat dengan tenang di sana.
" Baik Tan,.makasih ya Tan " jawab Aziz mengucapkan terima kasih pada dokter ayu karena sudah membantu istrinya melahirkan.
" ah kayak sama siapa aja kamu ziz " jawab dokter ayu memukul pelan bahu Aziz.
" Ok zahra, nanti sampai di ruangan rawatan langsung istirahat ya, kalau lapar langsung makan, agar tenaganya cepat pulih "
" Baik tan, makasih ya Tan " dokter ayu hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya pada Zahra.
" Tante permisi keluar dulu ya mau menemui Oma dan Opa baru, mereka pasti sudah tidak sabar menunggu masuk dan melihat cucu - cucu nya " pamit ayu pada zahra dan aziz, mereka pun kompak tertawa mendengar ucapan dokter ayu.
" Oya, yang tadi sudah Tante bikin seperti baru lagi, tapi sabar jangan di coba sebelum masa nifas istri mu selesai ya " bisik dokter ayu pelan di telinga Aziz untuk menggoda keponakannya itu sebelum berlalu, aziz yang paham maksud dokter ayu salah tingkah dan muka nya seketika memerah dan malu, aziz menggaruk kening nya yang tidak gatal dan tersenyum simpul .
Dokter ayu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kembali menggoda aziz, dan berlalu dari sana, Zahra sempat melihat aziz yang malu - malu dan salah tingkah setelah di bisikkan sesuatu oleh dokter ayu, ketika Zahra ingin bertanya, jadi batal karena kedua perawat yang sudah membantunya membersihkan tubuhnya dari sisa - sisa lahiran mengajak nya berbicara
" Selamat ya Bu zahra dan pak aziz atas kelahiran putra kembarnya "
" Terima kasih kak " jawab zahra tersenyum pada kedua perawat itu. sementara aziz hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum.
" kita setelah ini langsung pindah ruangan ya Bu, agar ibu bisa istirahat dengan baik dan nyaman di kamar rawatannya nanti. " ujar perawatan itu lagi memberi tahu Zahra untuk pindah ke ruangan rawatan nya.
" Baik kak, terimakasih ya kak sudah membantu " jawab Zahra yang sedikit merasa tidak enak hati ketika di panggil ibu oleh kedua perawat itu.
Kedua perawat itu sengaja memanggil Zahra ibu karena merasa sungkan dan segan mengingat Zahra istri dari atasan dan pemilik rumah sakit yang artinya salah satu orang yang harus mereka hormati juga sebagai istri pimpinan mereka.
__ADS_1
Sementara pak Widodo, Bu Susan dan chelsea yang masih berada di luar sudah tidak sabar untuk melihat Zahra dan ketiga cucu mereka.
Dokter ayu keluar dari ruang bersalin, dan menghampiri pak Widodo Bu Susan dan chelsea dengan senyum lebarnya.
Melihat ayu sudah keluar dari ruangan bersalin, Bu Susan langsung menghampiri dokter ayu dan karena sudah tidak sabar menunggu kabar yang dokter ayu bawa.
" Gimana kak, proses lahiran zahra lancar kan?, Zahra baik - baik saja kan kak?, anak - anak nya sehat kan kak ?" Bu Susan langsung memberondong dokter ayu banyak pertanyaan. Pak Widodo dan chelsea yang melihatnya geleng - geleng kepala melihat antusiasnya nenek baru itu.
Sebenarnya pak Widodo juga tidak sabar ingin tahu kondisi zahra dan cucu - cucu nya, tapi pak Widodo lebih memilih bersabar menunggu dokter ayu menjelaskan, tidak seperti Bu Susan yang langsung mengejar dokter ayu dengan banyak pertanyaan.
" Sabar dek, tanya nya satu - satu dong, kalau kamu tanya semua nya Kakak bingung mau jawab yang mana dulu " sahut dokter ayu yang merasa lucu dengan ekspresi bu Susan yang tidak sabaran.
" Iya maaf, Kakak jawab aja satu - satu " jawab Bu Susan yang terus mendesak dokter ayu menjelaskan kondisi zahra dan bayinya.
" Proses lahiran ya lancar tanpa kendala, dan ketiga cucu kita lahir dengan sehat dan lengkap, putra pertama lahir jam 22.35 wib dengan berat 2000 gr dan panjang 49 cm, putra ke dua lahir jam 22.45 wib dengan berat lahir 2200 gr dan panjang 48 cm dan yang terakhir putra ketiga lahir jam 23.00 wib dengan berat 2000 gr dengan panjang 48 cm. Dan untuk kondisi Zahra saat ini baik - baik saja walau sedikit lemas akibat melahirkan tiga sekaligus, tapi dengan istirahat yang cukup nanti pasti sudah segar lagi " jawab dokter ayu menjelaskan.
" Terima kasih kak, sudah bantu proses kelahiran Zahra dan cucu - cucu ku " jawab Bu Susan bahagia.
" Gak usah berterima kasih seperti itu dek, seperti sama yang lain saja, aku ini juga nenek mereka loh, kamu jangan lupa itu " jawab dokter ayu ikut bahagia.
" Lagi pula aku sangat bahagia telah dipercaya dan bisa membantu proses lahiran zahra mulai dari awal kehamilan sampai mereka lahir ke dunia " kata dokter ayu lagi.
" Iya kak, sekali lagi makasih ya kak "
" eh iya kak, tadi kakak bilang anak Zahra yang ketiga laki - laki ya?, bukannya hasil USG nya dua laki - laki dan satu perempuan ya kak " tanya pak Widodo sedikit bingung ketika dokter ayu mengatakan putra ketiga pada anak Zahra.
Dokter ayu tersenyum menatap pak Widodo, kamu seperti gak tahu aja dek, kesalahan dalam USG itu bisa saja terjadi, dan kuasa tuhan siapa yang bisa menolak dek " jawab dokter ayu menjelaskan, pak Widodo pun paham dan menganggukkan kepalanya.
" Apa kami sudah bisa melihat Zahra dan cucu - cucu kita kak ?" tanya Bu Susan yang tidak sabar ingin melihat menantu dan cucu nya.
__ADS_1
" Sebentar lagi Zahra akan di pindahkan ke kamar rawatannya, sebaiknya kita tunggu di sana saja ya " dokter ayu mengajak pak Widodo,.Bu Susan dan chelsea untuk menunggu di kamar rawatan Zahra, karena sebentar lagi zahra akan di pindahkan ke ruangannya .