CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 162


__ADS_3

Malam ini Aziz dan Zahra tidur saling berpelukkan, mereka saling menumpahkan kerinduan satu salam lainnya mengganti hari - hari mereka yang terasa hampa beberapa hari ini di karenakan kondisi Zahra yang tidak baik - baik saja, Aziz yang sudah lama merindukan momen seperti ini, memeluk Zahra dengan arat dan sesekali tangannya mengelus kelapa Zahra dan punggung Zahra, dan tidak lupa memberikan ciuman lembut di puncak kepala istrinya itu.


" Abang sangat bahagia hari ini sayang, melihat kamu tersenyum dan bisa memeluk kamu seperti ini, adalah hal yang paling Abang rindukan, beberapa hari ini Abang tidak bisa memeluk kamu karena kondisi kamu yang tidak bisa Abang peluk, Abang sayang dan cinta kamu zahra, tetaplah di sisi Abang dan jangan buat Abang cemas lagi ya " ujar aziz menyampaikan isi hatinya yang selama beberapa hari ini ketar ketir memikirkan kesehatan istrinya itu, Zahra yang merebahkan kepalanya di dada bidang Aziz mendongakkan kepalanya menatap wajah Aziz yang juga menatap ke arahnya.


" Zahra tahu Abang mencintai Zahra , dan itu sudah berapa kali Abang ucapkan dari tadi " ujar Zahra tersenyum


mendengar ucapan Zahra Aziz tersenyum dan mengecup kepala Zahra lembut, " Abang tidak akan pernah bosan mengatakannya sayang, kamu memang pantas mendapatkan cinta dan rindu Abang " jawab Aziz menatap dalam dan penuh cinta pada Zahra.


" Kamu tahu, Abang sangat takut jika kamu meninggalkan Abang, melihat kamu yang terluka dan tidak bangun - bangun beberapa hari ini membuat Abang gila sayang, Abang setiap hari dan setiap saat selalu berdoa dan meminta kamu kembali ke sisi Abang pada Allah karena Abang belum siap kamu tinggalkan." ujar Aziz lagi.


" Berjanjilah kamu tidak akan meninggalkan Abang dan buah hati kita sayang " Aziz menatap Zahra dalam jauh ke dalam manik mata Zahra


Zahra merasa terharu, dan menganggukkan kepalanya, setetes air mata jatuh membasahi pipi mulus nya, ia tidak menyangka mendapatkan cinta yang begitu besar dari suami nya itu, Zahra juga merasa bersalah pada suaminya karena sudah membuat suaminya menderita akibat dirinya yang tidak hati - hati, dan bahkan mengancam keselamatan calon anak - anak mereka yang ada di dalam perutnya.


" Maaf " sahut Zahra lirih, Aziz yang melihat Zahra menangis dan mengucapkan maaf ,mengerutkan keningnya heran, Aziz mengangkat kepalanya dan memiringkan tubuhnya menghadap Zahra yang tidur dalam pelukannya, aziz menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya itu.


" Kamu mengapa menangis sayang ?, dan mengapa kamu minta maaf ? " tanya Aziz menatap Zahra bingung dan mengerutkan keningnya.


" Maaf, karena ke kecerobohan Zahra, Zahra sudah membuat Abang khawatir dan menderita, dan tidak hanya itu , karena kelalaian Zahra, Zahra sudah membahayakan calon anak - anak kita bang " sahut Zahra yang dengan air mata berurai membasahi pipi nya.

__ADS_1


" Ssst .... sudah - sudah Jagan di ingat lagi ya, semua sudah terjadi, yang penting sekarang kamu dan calon anak - anak kita baik - baik saja kan " Aziz meraih tubuh Zahra dan membawanya kedalam pelukannya, aziz tidak tega melihat istrinya menyalahkan dirinya sendiri sampai menangis tersedu - sedu seperti itu. Aziz mengusap punggung Zahra dan menenangkan istrinya itu agar tidak menangis lagi.


Setengah jam berlalu, Aziz membiarkan Zahra menangis dalam pelukannya, Aziz dengan sabar mengelus punggung istrinya berharap istrinya itu tenang dan tidak bersedih lagi serta tidak menyalahkan dirinya lagi.


Lambat laun, suara tangis Zahra melemah, Zahra yang tadinya terlihat bersedih, sudah mulai tenang kembali. Aziz merasa lega, Zahra tidak menangis lagi dan menyalahkan dirinya lagi atas musibah yang menimpa nya.


" Kamu jangan pikir kan yang macam - macam lagi ya, melihat kamu sembuh seperti ini dan anak - anak kita yang baik - baik saja Abang sangat bersyukur sayang, jadi Jagan menyalahkan diri kamu lagi, yang penting kedepannya kamu lebih hati - hati lagi, ingat ada calon anak - anak kita di sini sayang "sahut aziz mengelus perut zahra yang membuncit.


Zahra menganggukkan kepalanya mengerti, " Zahra janji akan lebih berhati - hati lagi kedepannya bang " ujar Zahra menatap Aziz dengan mata yang masih basah dengan sisa - sisa air mata.


Aziz tersenyum, lalu dengan lembut Aziz menghapus sisa - sisa air mata di pipi dan mata istrinya, lalu mencium kepala zahra cukup lama dan ciuman itu beralih pada kedua mata istrinya itu.


" Besok pagi Tante ayu akan memeriksa kehamilan kamu dan sekalian melihat kondisi anak - anak. , apa kamu tidak ingin melihat mereka ?" sahut Aziz lagi mengingatkan Zahra bahwa besok dokter ayu akan melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Zahra seperti yang di sampaikan dokter ayu sore tadi sebelum pulang dari membesuk Zahra.


Mendengar Aziz mengatakan besok akan dilakukannya pemeriksaan pada kehamilannya, Zahra merasa senang, Zahra langsung menganggukkan kepalanya tersenyum senang, kemudian Zahra memposisikan kepalanya pada lengan Aziz sambil memeluk tubuh suaminya itu, Zahra mencari posisi nyamannya di dalam pelukan aziz sebelum akhirnya memejamkan matanya untuk tidur.


Aziz yang melihat Zahra bergerak - gerakkan kepalanya di lengannya demi mencari posisi yang nyama tersenyum gemas, Aziz meraih tubuh istrinya dan membawa kepala zahra di dada bidang nya sambil memeluk dan mengelus punggung istrinya lembut


Tidak butuh waktu yang lama, Zahra yang memang sudah lelah dan mengantuk itu pun tertidur, dengkuran halus terdengar dari mulut istrinya yang menandakan istrinya itu sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Melihat Zahra yang sudah tertidur, Aziz pun ikut memejamkan matanya menyusul sang istri mengarungi alam mimpinya.


****


Pagi ini seperti pagi - pagi sebelumnya, Aziz kembali di sibuk kan dengan aktifitas nya membantu Zahra untuk membersihkan tubuh Zahra sebelum Aziz melakukan aktifitas dan sibuk dengan pasien - pasiennya. tapi pagi ini berbeda dengan pagi - pagi sebelumnya, yang biasanya aziz hanya mengelap tubuh Zahra di atas tempat tidurnya , pagi ini karena merasa gerah dan tubuhnya lengket, Zahra meminta untuk mandi di kamar mandi, awal nya aziz tidak mengizinkan dengan alasan tubuh zahra yang masih lemas dan belum kuat untuk berjalan kemar mandi, Aziz takut nanti zahra jatuh di kamar mandi, tapi Zahra tetap ingin mandi ke kamar mandi bukan membersihkan tubuhnya di atas tempat tidur seperti biasanya.


Setelah melewati drama yang cukup panjang dan melelahkan pagi ini, akhirnya aziz mengizinkan Zahra untuk mandi di kamar mandi dengan syarat Aziz ikut masuk kedalam kamar mandi dan membantu Zahra mandi.


Awalnya Zahra menolak.syarat yang di berikan Aziz, tapi karena Aziz yang tidak mau di bantah, akhirnya Zahra setuju dengan syarat yang di berikan Aziz, bukannya tanpa alasan Zahra menolak di bantu Aziz mandi ke kamar mandi, walau mereka sudah menikah, Zahra masih malu jika harus mandi dibantu suaminya itu, apa lagi suaminya yang sudah berpuasa beberapa hari ini, Zahra takutnya aziz tidak bisa mengontrol dirinya sementara ia belum bisa melayani suaminya.


Zahra akhirnya setuju setelah Aziz meyakinkan zahra bahwa ia hanya membantu mandikan saja dan tidak akan membuat macam - macam,


Dan setelah membantu istrinya membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ternyata tidak mudah bagi Aziz , karena sebagai pria normal dan apalagi sudah berpuasa beberapa hari Aziz harus menelan salivanya beberapa kali sambil menahan gejolak kelelakiannya, demi janjinya pada Zahra Aziz berusaha tenang membantu Zahra mandi dan memasangkan bajunya.


Tidak hanya membatu zahra berpakaian, Aziz juga membantu zahra menyisir rambutnya dan memoleskan bedak di muka istrinya itu.


Setelah ritual memandikan dan mendadani Zahra selesai, Aziz lalu membantu Zahra dan menyuapi Zahra sarapan dan minum obat.


Setelah semua beres, sekarang giliran Aziz yang akan masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih, pasang baju dan sarapan.

__ADS_1


Sambil menunggu kedatangan sandi yang katanya akan datang pagi ini menemani Zahra selama aziz pergi mengurus pasiennya , Aziz pun bercerita banyak dengan Zahra, dan tertawa bersama


__ADS_2