CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 206


__ADS_3

Lima belas menit berlalu, Zahra keluar dari kamar mandi tampak lebih segar, rambut hitamnya tergerai indah tanpa di tutup oleh hijab seperti biasa, karena Zahra berpikir di dalam kamar itu hanya ada ia dan suaminya saja, lagian mereka juga tidak akan kemana - mana. Zahra mencari - cari sosok Aziz yang tidak di jumpai nya berada di kamar,.se ingat Zahra sebelum masuk kamar mandi, tadi Aziz masih tidur - tiduran di atas kasur sambil memainkan ponselnya.


" Abang ..." Zahra memanggil - manggil nama Aziz sambil mencari - cari keberadaan aziz, tapi tidak ada suara sahutan dari aziz.


Zahra melihat pintu menuju arah balkon terbuka walau sedikit, karena penasaran Zahra melangkahkan kakinya ke arah balkon berharap suaminya ada di sana .


" Abang....." Zahra memanggil nama aziz lagi sambil membuka lebar pintu balkon tersebut, Zahra tercengang dan kaget dengan apa yang ada di hadapannya.


Aziz sedang berdiri di depan sebuah meja bundar dimana terdapat makanan yang sudah tersusun rapi di atasnya dan di terangi oleh cahaya lilin, kesan romantis terpancar jelas dari suana malam ini, Aziz tersenyum manis menatap kearah Zahra sambil memegang setangkai mawar merah di tangannya, dengan pelan aziz mendekati zahra dan memberikan mawar itu pada Zahra.


" Untuk istri yang paling cantik dan baik serta ibu yang paling sempurna untuk anak - anak Abang, Ana Uhibbuki Fillah wahai istri Sholeha ku " Aziz memberikan bunga mawar itu pada Zahra, Zahra yang masih kaget dengan apa yang terjadi tidak bisa bicara apa - apa, hanya diam dan terpaku, ini untuk pertama kali Aziz memperlakukan dirinya secara romantis selama dalam pernikahan mereka .


Tidak memberikan momen romantis bukan berarti Aziz tidak mencintai dan menyayangi istrinya itu, tapi momen itu selalu gagal karena pekerjaannya yang tidak pernah habis - habisnya, walau begitu, Zahra tidak pernah menuntut apa - apa padanya dan selalu memahami setiap kesibukkan nya.


Sebenarnya sudah lama Aziz ingin memberikan momen makan malam romantis bersama Zahra istri yang paling di cintai nya itu, tapi karena kesibukannya rencana tinggal rencana, dan kebetulan malam ini Aziz mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan niat nya untuk itu Aziz tidak menyia - nyiakan malam ini begitu saja, atas bantuan Aldo sang asisten beserta petugas hotel maka makan malam romantis yang tertunda itu pun terlaksana malam ini, walau pun dalam momen yang tidak tepat, karena Zahra yang masih berduka atas luka hatinya akibat ulah mirna dan Naira, tapi Aziz berharap momen makan malam romantis malam ini dapat menghibur Zahra dan membuat Zahra melupakan dengan luka hatinya.


" Sayang, kok pernyataan cinta Abang tidak di jawab ?" tanya Aziz cemberut karena Zahra hanya diam dan tidak menjawab pernyataan cinta dari nya.

__ADS_1


" Abang, maaf Zahra bang " ujar Zahra sadar dari rasa kagetnya. Zahra mengambil bunga yang di berikan aziz dan membawa bunga itu ke hidungnya lalu mencium bunga itu penuh perasaan sambil menutup matanya.


" Ana uhibbuka fillah wahai suami ku". Jawab Zahra membuka matanya dan mengapa Aziz dalam penuh cinta.


Aziz tersenyum senang dan langsung memeluk Zahra erat serta memberikan ciuman di seluruh wajah Zahra, hampir tidak ada yang terlewati dan ciuman itu berakhir di bibir seksi Zahra, Aziz ******* bibir itu lembut dan penuh perasaan, Zahra tidak mau kalah, juga membalas ciuman Aziz, cukup lama pasangan bucin itu saling berciuman dan bertukar salifa yang akhirnya berhenti ketika mereka sama - sama kehabisan oksigen.


Mereka saling berpandangan dan tersenyum dengan posisi Zahra yang masih berada dalam pelukan aziz.


" Abang sangat bahagia dan bersyukur bisa menikah dengan kamu sayang, Abang tidak menyangka akan seberuntung ini bisa mendapatkan istri sebaik dan secantik kamu, tetap lah berada di sisi Abang sayang hingga maut memisahkan kita, Abang tidak bisa hidup tanpa kamu, kapan pun itu, cinta ini hanya untuk adek seorang " sahut Aziz dengan tulus dari lubuk hatinya


Aziz tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya, lalu dengan lembut Aziz kembali mengecup puncak kepala Zahra,.Zahra memejamkan matanya menikmati ciuman Aziz di puncak kepala nya.


" Sudah waktu nya makan malam, adek harus banyak makan karena anak - anak butuh asupan yang banyak dari adek." sahut aziz sambil membimbing Zahra mendekati meja yang sudah tertata makan dengan rapi di atasnya. Aziz lalu menarik kursi dan meminta Zahra untuk duduk di sana, setelah memastikan Zahra duduk dengan baik, Aziz berlalu ke kursi di hadapan Zahra dan duduk di sana, mereka duduk saling berhadap - hadapan.


Zahra menatap makan yang ada di atas meja, Zahra merasa sangat senang, karena Aziz sudah menyiapkan makan kesukaan nya malam ini.


" Apa semua ini Abang yang siapkan ?" tanya Zahra menatap aziz dengan mata berbinar - binar pertanda bahagia.

__ADS_1


" Ya dan di bantu oleh Aldo dan petugas hotel " jawab Aziz senang melihat istrinya bahagia.


Dalam hati aziz bersyukur dan berdoa semoga apa yang dilakukan nya malam ini dapat membuat istrinya melupakan semua yang terjadi dan kembali ceria seperti semula.


Aziz meraih tangan zahra yang berada di atas meja dan menggenggamnya erat " Semua Abang siapkan untuk adek, bahagia selalu yang berlaku tidak usah di ingat lagi, bagi abang kebahagiaan adek adalah yang utama, cukup sudah bersedih nya, ingat ada Abang di sini di sisi adek siap melindungi adek dua puluh empat jam " sahut Aziz lagi dengan menatap Zahra tanpa berkedip.


Zahra menganggukkan kepalanya, tanpa dapat di cegah lagi air mata itu jatuh di pipinya, Zahra menangis terharu mendengar ucapan Aziz.


" Terima kasih Abang, terima kasih atas semua yang sudah Abang berikan pada zahra, Zahra tidak tahu dengan apa membalas semua kebaikan Abang pada zahra selama ini " ucap Zahra terharu.


" Cukup selalu berada di sisi Abang dan bahagia itu sudah cukup sama Abang sayang, Abang akan terluka jika melihat istri Abang bersedih dan menangis " jawab Aziz lembut.


" Udah jangan menangis lagi, air mata adek sangat berharga, jadi Jagan di bilang - buang gak jelas " ujar Aziz yang sukses membuat Zahra cemberut.


" Sekarang kita makan, dan adek tidak boleh makan sendiri, kita akan makan satu piring berdua dan abang yang akan menyuapi adek " sahut aziz sambil menyingkirkan pirang dan gelas di hadapan Zahra dan meletakkan nya ke samping


Zahra hanya menurut dan tidak mau membantah karena zahra ingin menikmati momen romantis ini berdua hanya dengan suaminya, jarang - jarang Aziz memberikan nya suana romantis seperti ini, setelah ini entah kapan lagi zahra mendapatkan momen romantis dari suaminya itu lagi,.akhirnya pasangan itu pun makan dalam satu piring berdua dengan Aziz yang menyuapi.

__ADS_1


__ADS_2