CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 93


__ADS_3

" LEPASKAN TANGAN ISTRI KU "


Sebuah suara bariton terdengar menggema di lorong rumah sakit yang menuju kantin itu. keadaan lorong yang sepi membuat suasana jadi mencekam dan panas.


Zahra tanpa melihat pun sudah tahu bahwa yang berteriak itu suaminya. Zahra merasa bersyukur Aziz datang di waktu yang tepat.


Zahra menghentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Rio.


Zahra berlari ke arah Aziz dan memeluk Aziz erat, ada rasa takut yang ia rasakan saat tadi Rio menahan dirinya pergi, karena Zahra melihat Rio yang begitu berbeda dari yang ia kenal biasanya.


Aziz balas memeluk tubuh Zahra, Aziz merasakan tubuh Zahra gemetar menahan rasa takut.


Aziz menatap Rio dengan tatapan tajam dan menusuk, Aziz mengepalkan tangannya menahan marah , ia marah karena Rio sudah berani memegang tangan Zahra dan membuat istrinya itu takut .


Rio bukannya takut, Rio malah balik menatap Aziz tajam. Dua laki - laki dewasa itu saling meluapkan kemarahan melalui tatapan mata masing - masing.


Zahra makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Aziz, Zahra takut Aziz akan berbuat nekad terhadap Rio.


Bukan maksud Zahra ingin membela Rio, Zahra hanya tidak mau ada keributan apa lagi keributan itu gara - gara dirinya.


Aziz menahan kuat kemarahannya agar jangan Sampai menimbulkan kegaduhan sehingga akan menjadi pusat perhatian orang nantinya .


Apa lagi saat Aziz merasakan pelukkan Zahra yang makin erat di tubuhnya, Aziz paham istrinya pasti tidak mau terjadi keributan seperti yang ia pikirkan.


" Jangan pernah dekati apa lagi menggangu istri ku lagi, kalau tidak , kamu akan berurusan dengan ku!" sahut Aziz dingin menatap tajam ke dalam mata Rio.

__ADS_1


" Zahra mencintai ku, kamu yang sudah merampasnya dari ku " sahut Rio tidak mau kalah


" ya itu dulu sebelum kamu mencampakkannya , tapi sekarang Zahra sudah menjadi milik ku, dan Zahra juga mencintai ku. kamu boleh tanya Zahra langsung biar kamu paham, saat ini kamu bukan siapa - siapa bagi Zahra ,jadi menjauhlan dari kehidupan Zahra." sahut Aziz geram


Rio menatap Zahra dengan tatapan penuh harap.


" Zahra katakan kamu mencintai aku dan apa yang dia katakan tidak benar Zahra, aku mencintai mu Zahra " sahut Rio pada Zahra.


Zahra menatap Aziz sejenak ,lalu kembali menatap Rio. Zahra merasa kecewa dengan sikap Rio yang tidak bisa move on dari dirinya. Padahal sudah jelas Rio lah yang sudah meninggalkan Zahra dan lebih memilih Naira saat itu ,dan sekarang di saat Zahra mulai mencintai Aziz dan merasakan kebahagiaan dari suaminya , Rio malah datang ingin menghancurkan kebahagiaan nya.


" Tidak kak, aku tidak mencintai kakak lagi semenjak kakak lebih memilih Naira dari pada aku, semenjak itu aku langsung menghapus nama kakak dari dalam hati dan hidup ku, aku sudah menikah dengan dokter Aziz dan aku sangat mencintai suami ku kak, Samapi kapan pun hanya dokter Aziz suami ku yang aku cintai " sahut Zahra mantap dan yakin.


Aziz menatap Zahra yang juga menatap dirinya ketika Zahra mengatakan mencintai dirinya dengan tegas kepada Rio. mereka saling bertatapan cukup lama, Aziz sangat senang ketika Zahra mengatakan telah jatuh cinta padanya. amarah yang tadi memanas yang di rasakannya tiba - tiba menguap begitu saja entah kemana ketika dengan lantang kata cinta untuk dirinya itu keluar dari bibir manis Zahra.


Namun Aziz tidak menemukan ke bohongan itu, yang Aziz temukan kejujuran dan rasa cinta yang besar untuk dirinya di manik mata Zahra.


Aziz tersenyum senang, ia tidak memperdulikan lagi keberadaan Rio di sana , bahkan saking senangnya Aziz juga sudah melupakan jika mereka saat ini masih sedang berada di lingkungan rumah sakit.


Aziz memeluk Zahra erat , serta mencium puncak kepala Zahra lembut dan lama, akhir kata cinta yang di tunggu - tunggu nya keluar juga dari bibir manis istrinya itu.


" makasih sayang, makasih udah mencintai Abang, Abang sangat senang " sahut Aziz sambil memeluk dan mencium Zahra lagi dan kali ini langsung di bibir Zahra.


"Abang " Zahra kaget ketika Aziz langsung mencium bibirnya di hadapan Rio.


Sementara Rio kecewa dan terluka mendengar kejujuran Zahra yang sudah tidak mencintai dirinya lagi, Rio makin cemburu dan sakit hati ketika ia melihat Zahra dan Aziz berpelukkan apa lagi ketika Rio melihat aziz dengan leluasa nya memeluk dan mencium bahkan mengecup bibir zahra di depan matanya. padahal apa yang di lakukan Aziz saat ini adalah sesuatu yang selalu di impikannya ketika bersama Zahra dulu, tapi Zahra selalu tidak mengizinkannya untuk memeluk apa lagi menciumnya ,setiap kali Aziz meminta izin untuk memeluk dan mencium Zahra, Zahra selalu menolak dengan alasan jangan sekarang, tunggu halal dulu .

__ADS_1


Rio merasakan hatinya sangat terbakar api cemburu, tidak mau berlama - lama di sana akhirnya dengan amarah dan cemburu Rio meninggalkan Zahra dan Aziz yang masih berpelukkan itu.


Menyadari kepergian Rio, Zahra merenggangkan pelukannya dan menatap Aziz. Zahra ingin bertanya mengapa Aziz bisa ada di sana saat Rio mencegatnya tadi.


" Abang kok bisa ada di sini, bukannya tadi Abang sedang mengobrol dengan dokter Bastian di kantin ?" tanya Zahra bingung.


" iya, tapi ketika kamu keluar dari kantin Abang tidak sengaja melihat Rio mengikuti kamu dari belakang, Abang merasa tidak tenang, akhirnya Abang izin sama Tian untuk menyusul kamu, dan ternyata firasat Abang benar, kamu sedang di cegat oleh bajingan itu " jawab Aziz menjelaskan mengapa ia bisa sampai di sana.


" Tapi Abang tidak menyesal telah mengikuti kamu kesini sayang " sahut Aziz lagi Ter senyum bahagia.


" kenapa " tanya Zahra heran


" kalau Abang tidak mengikuti kamu abang gak akan tahu entah apa yang akan di lakukan baji***n itu pada mu dan tidak hanya itu, yang sangat membuat Abang senang adalah mungkin abang tidak akan tahu isi hati mu pada Abang selama ini " jawab Aziz


Zahra menatap Aziz malu, sebenarnya Zahra ingin mengakui perasaannya nanti di malam resepsi mereka, tapi gara - gara Rio, Zahra terpaksa mengatakan perasaannya hari ini pada Aziz, walau sedikit kecewa tapi juga ada rasa lega, entah keberanian dari mana akhirnya Zahra mampu mengatakan cinta pada Aziz dan itu di hadapan Rio laki - laki yang sudah meninggalkannya.


Zahra berharap setelah Rio mengetahui perasaannya pada Aziz, Rio akan berhenti menganggu dirinya.


Semetara itu, Rio yang tadi memilih pergi menjauh dari Zahra dan Aziz merasakan hatinya sangat hancur berkeping - keping , Rio menyesal telah meninggalkan Zahra dan memilih Naira waktu itu, Rio menyesal telah menyia - nyiakan Zahra perempuan yang begitu di cintainya.


Andai orang tuanya tidak menjodohkannya dan memaksanya untuk menikah dengan Naira mungkin saat ini ia dan Zahra sudah hidup bahagia.


Rio sangat menyesal tidak bisa mempertahankan dan memperjuangkan hubungannya dengan Zahra dahulu. tapi penyesalannya tidak ada gunanya lagi, Zahra sudah memilih pria lain sebagai pendamping hidupnya dan bahkan zhara dengan jujur dan tegas sudah mengatakan cinta pada pria yang kini telah menjadi suaminya itu.


Rio merasa lemas dan tidak semangat untuk melanjutkan pekerjaannya hari ini, Rio memutuskan untuk minta izin pada atasannya untuk pulang lebih awal dengan alasan tidak enak badan.

__ADS_1


__ADS_2