CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 73


__ADS_3

Pagi ini, selesai sholat subuh, zahra langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Aziz dan dirinya. Zahra memilih memasak sarapan simpel yaitu nasi goreng cumi.


sementara itu Aziz kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda semalam karena harus mengantarkan Zahra belanja ke supermarket.


Setelah selesai dengan menu sarapannya, Zahra langsung masuk ke kamar untuk mandi dan bersiap - siap pergi kerja, hari ini adalah hari pertama Zahra masuk kerja setelah cuti satu Minggu dengan statusnya yang baru sebagai istri dari dokter Muhammad Gafar Al aziz seorang spesialis bedah anak.


Zahra sedang merapikan dandanan nya di depan kaca meja rias ketika Aziz masuk kekamar.


Aziz Mendekati Zahra dan mencium pipi Zahra sekilas .


Zahra menatap Aziz dari pantulan kaca meja rias, Aziz terlihat sudah rapi dengan kemeja berwarna Nafi pilihan Zahra. Zahra menatap Aziz kagum sambil tersenyum. ternyata Aziz sudah duluan siap - siap dari dirinya, untung Tadi sebelum ke dapur Zahra sudah menyiapkan pakaian kerja Aziz di atas tempat tidur. sehingga walaupun ia tidak di kamar Aziz bisa bersiap - siap tanpa harus kerepotan memilih baju kerja sendiri.


" hmmm ........ ternyata istri Abang sudah mandi dan rapi ya, " sapa Aziz yang lagi -lagi mencium pipi Zahra bergantian kiri dan kanan .


Zahra yang sedang merapikan dandanannya menjadi terganggu ,." Abang jangan cium - cium terus, Zahra lagi dandan bang, nanti dandanan Zahra rusak " rengek Zahra kesal .


Aziz tersenyum " jangan cantik - cantik sayang, abang gak mau nanti kamu di lirik oleh pria lain,Abang gak rela. " protes Aziz.


Zahra heran.dengan sikap Aziz yang menurut Zahra sedikit aneh. , Zahra merasa berdandan biasa saja, tidak terlalu mencolok tapi Aziz menilai terlelap berlebihan.


" gak kok bang, dandanan Zahra biasa aja kok " jawab Zahra bingung sambil merapikan hijab nya yang berantakan ulah Aziz.

__ADS_1


" kamu dandan biasa aja udah secantik ini, apa lagi dandan gak biasa sayang " protes Aziz tak terima istrinya cantik saat pergi kerja.


" masyaallah bang ...., walau gimana pun orang lihat Zahra , Zahra tetap istri Abang kok , cuma Abang yang Zahra sayang dan gak akan ada yang lain " jawab Zahra santai sambil berjalan mengambil tas kerjanya.


Baru saja Zahra hendak berbalik Zahra sadar apa yang telah di ucapkan nya tadi.zahra menutup mulutnya dengan telapak tangannya sambil melirik sedikit ke arah Aziz ," aduh kok ke keceplosan sih " gerutu Zahra dalam hati.


Semetara Aziz kaget bercampur senang ketika Zahra mengatakan sayang pada dirinya dengan sangat jelas.


" Apa sayang, Abang tidak dengar " tanya aziz tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi, dan Aziz minta Zahra untuk mengulanginya lagi.


" zahra gak ngomong apa - apa kok bang" jawab Zahra mengelak , ' Alhamdulillah Aziz tidak mendengar jelas ' batin Zahra senang .


Tapi Zahra salah, Aziz sangat mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan Zahra tadi, Aziz hanya meminta Zahra untuk mengulanginya demi mempertegas pendengarannya saja.


Zahra cepat - cepat berlalu keluar dari kamar menuju ruang makan .


Melihat Zahra yang jalan buru - buru ke meja makan, Aziz ikut mengejarnya dari belakang .


" Ayo dong sayang,sekali aja " bujuk Aziz tidak mau menyerah.


" gak ada siaran ulang bang " jawab Zahra tetap tidak mau mengulang ucapannya sambil memberikan sarapan ke hadapan Aziz.

__ADS_1


Aziz mengambil sarapan yang di berikan Zahra dan mulai memakan sarapannya dengan cemberut karena Zahra tidak mau mengulangi ucapannya tadi.


Zahra menahan senyum , Aziz terlihat lucu di mata Zahra jika sudah cemberut seperti ini, Zahra tidak menyangka seorang dokter seperti Aziz bisa bersifat manja dan merajuk Seperi ini.


Aziz dan Zahra memang sudah beberapa bulan ini saling kenal, lebih tepat nya semenjak Aziz bergabung di rumah sakit tempat Zahra berkerja lebih tepatnya rumah sakit milik mertuanya , tapi itu hanya sebatas rekan kerja antara dokter dan perawat saja. Mereka memang sering berkomunikasi dan kadang - kadang bercanda ,tapi Zahra memang membatasi pergaulannya dengan lawan jenis hanya menganggap Aziz sebagai partner kerja saja saat itu tidak lebih, apa lagi setelah ia merasakan sakit di khianati oleh orang yang di cintai, semenjak itu Zahra memang menjaga sekali pergaulannya dengan yang nama nya pria tersebut.


Setalah menikah dengan Aziz, Zahra banyak menemui sikap - siap Aziz yang begitu mengganggu pikiran.dan merusak ritme jantungnya menjadi tidak normal.pehatian dan romantis nya seorang dokter aziz mampu membuat hati - hari Zahra bahagia, bahkan Aziz mampu mengalihkan kesedihan hatinya setelah ditinggal sang kakek untuk selamanya , pernikahannya baru berjalan dua Minggu, tapi Aziz sudah bisa membuat Zahra jatuh cinta, Zahra tidak menyangka bisa secepat ini mencintai Aziz.


Tapi Zahra masih malu untuk mengakuinya, lagi pula Zahra bukanlah tipe perempuan yang gampang mengungkapkan perasaannya. Sifat Zahra yang sedikit tertutup sangat sulit baginya untuk mengatakan perasaannya pada sang suami, karena Zahra malu bila mengatakannya, padahal awal.mereka menikah Aziz sudah jujur mengatakan perasaannya pada Zahra.


aziz dan Zahra sudah selesai dengan sarapannya. Zahra yang berniat ingin membersihkan peralatannya makan mereka yang kotor meletakkannya ke wastafel cuci piring, Zahra ingin mencucinya langsung agar jika ia pergi kerja nanti apartemen tetap bersih dan rapi, tapi Aziz melarangnya dengan alasan ada nanti yang membersihkannya.


" Biar aja di sana sayang, tidak usah di cuci, nanti ada bibi yang datang beberes rumah" ujar Aziz dari meja makan sambil meminum kopi buatan Zahra


" gak papa bang, cuma sedikit kok" jawab Zahra yang tetap mau mencuci piring kotor itu.


".Abang bilang gak usah sayang, Abang gak mau kamu capek - capek mengurus rumah, kamu cukup masak makanan aja, dan itu pun hanya untuk Abang, karena Abang suka dengan masakan istri Abang yang cantik ini, untuk urusan beberes rumah biar bibi yang kerjakan ya" perintah Aziz sambil meraih tangan Zahra yang sudah memegang piring kotor untuk di cuci , Aziz mengambil piring di tangan Zahra dan meletakkannya kembali kedalam wastafel, Aziz mencuci tangan Zahra yang sedikit kotor dan mengeringkannya dengan tissue, Zahra hanya diam saja ketika Aziz mencuci dan mengeringkan tangannya.


" Istri yang baik harus nurut kata suami , ok ?" ujar Aziz kemudian. Zahra menganggukkan kepalanya


" Kecuali kamar ya bang, Zahra tidak suka jika kamar kita di bersihkan orang lain " ujar Zahra menyampaikan keinginannya, Zahra memang tidak suka jika ada orang yang masuk Tanpa izin ke kamar pribadinya apa lagi ikut membersihkan kamar nya itu.

__ADS_1


" Abang setuju, karena Abang juga tidak mau kamar pribadi kita di bersihkan orang lain, nanti Abang akan bantu kamu buat bersih - bersih kamar kita " jawab Aziz setuju dengan permintaan zahra.kaena aziz juga tidak suka jika kamarnya di masuki orang lain tanpa seizinnya.


" kita berangkat sekarang ?" tanya Aziz sambil membelai pipi Zahra, Zahra menganggukkan kepalanya, Zahra mengambil tas kerja Aziz dan memberikannya pada Aziz , Zahra juga mengambil tas kerja nya. kemudian mereka pun keluar apartemen berbarengan menuju parkiran.


__ADS_2