CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 35


__ADS_3

Lebaran tinggal dua hari lagi, Zahra sedang membantu Arumi berkemas. Arumi berencana untuk mudik lebaran tahun ini, tidak Hanay mudik ,sesuai rencana tiga hari setelah lebaran Alif dan Arumi akan bertunangan dan seminggu setelah itu akan dilanjutkan dengan acara pernikahan mereka.


Mungkin kesan nya buru - buru, tapi begitu lah permintaan Alif, Alif tidak mau lagi menunggu, kalau sudah bicin, semua harus cepat - cepat. Zahra tidak habis pikir dengan keputusan kakaknya itu.


Alif meminta pernikahannya di percepat juga bukan tanpa alasan , itu karena jadwal keberangkatannya ke daerah Jawa juga harus dinpwrcepat karena perkuliahannya yang di majukan.


Dan keluarga dua belah pihak juga menyetujui menurut mereka niat yang baik tidak sebaiknya di tunda . jadi lah pernikahan Alif dan Arumi di majukan kan awalnya dua bulan setelah lebaran menjadi seminggu setelah lebaran.


" Kamu beneran nggak ikut mudik Ra ?" Arumi menatap Zahra sedih, Arumi sangat berharap Zahra bisa ikut mudik dengannya dan menghadiri pesta pernikahannya dengan Alif.


" Maaf rum, bukan nya aku nggak ingin hadir di pesta kamu dan bang Alif, tapi aku betul - betul tidak bisa, karena pesta kalian bertahan dengan jadwal ujian aku rum." jawab Zahra menatap Arumi sedih.


" kalian juga ,ngapain kalian pesta di saat aku ujian " gerutu Zahra .sambil melanjutkan kegiatannya membantu Arumi beberes dengan kesal .


Arumi tidak hanya mudik, tapi juga mau pulang kampung dan tidak kembali lagi,karena setelah menikah Arumi akan di bawa Alif pulau Jawa untuk menemani nya di sana selama Alif menjalani pendidikan Sampai selesai.


" Padahal aku ingin dampingi kamu saat kamu menikah nanti, karena Hanis menikah aku nggak tahu kapan lagi bisa aku jumpa kamu." gerutu Zahra dan memajukan bibirnya kesal .


Arumi menatap Zahra, jika Zahara dalam mode seperti ini terlihat lucu bagi nya. Kesedihan yang sama juga di rasakan Arumi saat ini Sam hal nya dengan Zahra.


Setelah menikah nanti, Arumi akan ikut suaminya dan itu artinya ia dan Zahra tidak bisa lagi bersama - sama seperti dulu.Dan setelah ini entah kapan Arumi bisa bertemu Zahra lagi.


Arumi menghampiri Zahra dan memeluk Zahra dari samping. Zahra yang di peluk Arumi tiba - tiba jadi kaget. Zahra merasa pelukan Arumi makin kuat pada tubuh nya ,Zahra pun membalas pelukan Arumi.


" jangan pernah melupakan aku ya Ra, apa pun yang terjadi pada mu nantinya, tolong tetap kabari aku ya, tidak hanya itu, kamu harus sering - sering menghubungi ku dan begitu juga aku sebaliknya" kata Arumi sambil terus memeluk Zahra.


Zahra menganggukkan kepalanya setuju, tidak ada kata - kata yang bisa di ucapkannya saat ini, yang pasti banyak pertanyaan di kepala Zahra saat ini, apakah ia bisa jika tidak ada Arumi bersama nya nanti, selama ini selain kakek,*****, Tante cindi ,om Adam , Alif dan Altaf, Arumi lah yang selalu mendukungnya,menghiburnya kala hatinya sedih dan terluka, Arumi yang selalu menemani nya ke manapun ia pergi, tawa dan menangis, sedih dan bahagia selalu mereka lakukan bersama - sama sekali ia lalui bersama Arumi.


Tampa mereka sadari , dari tadi ada sepasang mata dan telinga yang menyaksikan mereka yang sedang melow dan menumpahkan isi hati masing - masing .


Alif terdiam melihat kedekatan Zahra dan Arumi yang ternyata melebihi dari sebuah persahabatan itu.


Alif sangatlah bahagia, di atas penderitaan yang di alami Zahra selama ini, penderitaan yang tidak dianggap anak oleh ayah nya , penderitaan seringnya mendapatkan cacian dari ibu dan kakak nya ternyata di balik itu masih ada yang mencintai dan menyayangi zahra dengan tulus selain ia dan keluarganya.Alof sangat bersyukur dengan itu semua.


Alif merasa tidak tega memisahkan dua sahabat itu, jika di pikir - pikir ia terlalu egois sudah memisahkan dua sahabat melebihi saudara itu, tapi Alif juga tidak mau mengalah, bagai mana pun kali ini ia harus egois, ia tidak mungkin berpisah dengan calon istrinya nanti setelah mereka menikah. bagai mana pun ia tetap akan membawa istri cantiknya itu.

__ADS_1


" ekhm, " Alif mendehem mengurai kesedihan yang tengah berlangsung..Zahra dan Arumi yang sedang berpelukkan sama - sama mengurai pelukan mereka dan mengalihkan perhatian mereka pada suara yang terdengar dari pintu kamar Arumi yang memang tidak ditutup.


" Abang, sejak kapan Abang berdiri di sana ?" bukan nya Arumi yang bertanya ,melain kan Zahra yang bertanya dengan kesal. gara - gara Alif yang datang tanpa salam, drama perpisahan nya dengan Arumi jadi terganggu.


"Semenjak adegan melow dua wanita sedang berlangsung dengan berurai air mata "jawab Alif cuek sama masuk ke kamar itu tanpa di suruh masuk oleh yang punya kamar.


" Ada perlu apa Abang datang ke sini ?!" tanya Zahra lagi dengan kesal yang belum juga reda melihat Abang nya yang tanpa kabar tiba - tiba sudah ada di kos mereka .Arumi hanya diam saja melihat sahabat nya kesal pada Alif yang tiba - tiba muncul di kos mereka.


Sebenarnya Arumi sudah di kabari oleh Alif bahwa Alif akan menjemputnya pulang, mengingat arus mudik yang ramai tahun ini pasca wabah covid - 19. Alif tidak mau calon istrinya kerepotan mudik di antara para pemudik lainnya. apa lagi Arumi membawa barang yang tidak sedikit ,karena Arumi tidak akan balik lagi ke kota ini setelah lebaran nanti, jadi semua peralatan Arumi yang ada di sini akan di bawa pulang semua.


Karena itu lah Alif berinisiatif untuk menjemput calon istrinya itu.


Arumi tidak bisa mengelak ketika Alif mengatakan akan menjemputnya, karena Alif melarangnya untuk menolak, dan di sini lah Alif sekarang untuk menjemputnya setelah Arumi mengabari kapan dia akan mudik.


Dan Arumi betul - betul lupa memberi tahu Zahra jika ia akan di jemput oleh Alif.


* Menjemput calon istri Abang lah dek." jawab Alif sambil menatap Arumi dengan mesra .


" Dasar bucin " gumam Zahar pelan tapi masih bisa di dengar oleh Alif dan Arumi


" biarin ,Abang bucin nya sama calon istri sendiri kok" jawab Alif cuek.


Setelah semua selesai Arumi. izin mau mandi dan bersiap - siap dulu pada Alif dan Zahra, Arumi dan Alif berniat langsung berangkat dan sekalian ingin buka puasa di luar saja.


Alif dan Zahra menunggu Arumi di depan kamar kos Zahra yang ada kursi tamu di sana .


" Kok langsung berangkat bang ,apa Abang nggak capek,datang langsung berangkat lagi ?" tanya Zahra pada Alif, bagai mana pun Zahra mencemaskan Alif dan Arumi takut terjadi apa - apa dengan mereka nanti di jalan jika Alif kecapean membawa mobil, apa lagi jarak kota nya yang sekarang dengan kampung halaman mereka lumayan cukup jauh .


" nggak lah dek, Abang sampainya udah dari kemaren, tapi Abang ada keperluan dulu sama teman Abang yang ada di sini , dan abang semalam juga udah istirahat sampai sebelum ke sini di rumah teman Abang itu." jawab Alif Menjelaskan.


" Abang Sampai dari kemaren kok nggak ngabari Zahra ?" tanya Zahra lagi sewot.


" Abang lupa dek, lagian Abang. sampainya juga udah malam semalam , nggak enak ganggu kamu yang kata Arumi kamu nya kecapean pulang kerja dan langsung tidur" jawab Alif lagi.Semalam Zahra Memang merasa sangat lelah sekali pulang kerja. Zahra yang masuk kerja di shift sore pulang langsung mandi dan tidur.


" Kamu benar nggak mau pulang lebaran dan di saat pernikahan Abang besok dek " Alif kali ini menatap Zahra serius .

__ADS_1


" Ralat bang, bukan nggak mau, tapi kesempatan Zahra untuk pulang di lebaran ini belum ada bang,Zahra harus kerja, untuk cuti lebaran kami harus gantian dengan teman - teman yang lain bang, insyaallah jika umur masih panjang tahun depan Zahra bisa ikut lebaran di rumah " jawab Zahra memberikan penjelasan pada Alif alasan ia tidak bisa pulang tahun ini.


" Dan alasan kenapa Zahra tidak bisa pulang saat pesta pernikahan Abang dan Arumi nanti karena bertepatan dengan ujian Zahra bang,dan Zahra tidak bisa meninggalkan ujian Zahra bang." kata Zahra lagi dan kali ini terlihat sedih karena tidak bisa menghadiri hari bahagia orang yang di sayangnya.


Alif hanya bisa menarik nafas berat, jika memang itu alasan Zahra Alif juga tidak bisa memakainya .


Tak lama menunggu, Arumi keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi. selesai mengunci kamar kos nya Arumi menghampiri Zahra dan Alif.


" Udah beres semua sayang " tanya Alif pada Arumi.Arumi yang di panggil sayang oleh Alif di depan Zahra jadi salah tingkah dan malu.


" kamu harus sudah membiasakannya mulai dari sekarang jika Abang memanggilmu seperti itu sayang " kata Alif berbisik di telinga Arumi.seketika wajah Arumi memerah Arumi menundukkan kepala malu, Alif yang melihat tingkah malu - malu calon istrinya itu menjadi semakin gemas. Alif lalu meraih kepala Arumi dan mengelus kepala yang terbungkus hijab itu dengan sayang.


" ingat dunia bukan milik berdua, dan masih ada jomblo di sini " sengaja Zahra kesal melihat keromantisan Abang dan sahabatnya itu.


Alif tertawa ngakak melihat Zahra yang sewot melihat kemesraannya dengan Arumi.


" makanya dek,jangan belajar Mulu yang di pikirkan , coba sekali - kali pikirkan cari calon suami." goda Alif pada Zahra ,Zahra makin cemberut di goda Alif.


" udah lah bang, jangan goda Zahra lagi kasihan Zahra nya." Arumi mencoba menjadi penengah di antara keributan mereka .


" makasih besti ,sudah membela Ku" Zahra memeluk Arumi sambil menjulurkan lidahnya pada alif.alif hanya mencebik dan mengeleng - gelengan kepalanya.


" ini terakhir kalinya kami memeluk istri Abang dek,karena setelah ini itu hak abang " ujar Alif yang tidak rela calon istrinya di peluk Zahra


" Dasar posesif " ujar. Zahra pada Alif.


" Ra, aku titip kunci kamar sama kamu ya, aku udah bilang sama ibu kos kemaren.nanti ibunkos yang ambil kuncinya ke kamu " Arumi memberikan kunci melamarnya pada Zahra. Zahra mengambil kunci kamar itu dan menyimpannya dalam kantong bajunya.


" kita berangkat sekarang sayang " tanya Alif pada Arumi ,Arumi menganggukkan kepalanya.


Arumi menatap Zahra sedih, " kamu.baik - baik di sini ya Ra,ingat jangan lupa hubungi aku,ok!" Arumi memeluk Zahra sebagai salam perpisahan, dan Zahra balas memeluk erat


" hati - hati di jalan ya, tetap lah selalu bahagia rum " jawab Zahra pelan


" kamu juga Ra, harus selalu bahagia ya " balas Arumi.

__ADS_1


" Bang, Zahra titip Arumi ya, tolong bahagiakan dia dan jangan pernah sakiti Arumi ." pesan zahra pada Alif dan di jawab Alif dengan menganggukkan kepalanya.


" itu pasti dek, kamu jangan khawatir." jawab Alif singkat.


__ADS_2