
" Tidak !!"
Naira syok dan tidak terima ketika Anton mengatakan ia bukanlah anak kandung dari sandi pria yang ia kenal sebagai ayah nya selama ini, tapi anak kandung dari seorang pria yang beberapa hari ini Naira lihat sangat dekat dengan ibunya dan selalu ada di sisi ibunya dan Sekarang pria itu sedang duduk di hadapannya dengan raut wajah yang tidak dapat di artikan oleh Naira saat ini, karena Naira tidka tahu apa maksud pria itu berkata seperti itu padanya tadi.
Sebelum pria itu mengaku sebagai ayah nya, Naira sempat mendengar ibu nya dan pria yang Naira ketahui bernama Anton itu sempat berdebat saat ia sedang tertidur tadi,
Memang setelah Rio suaminya meminta izin untuk keluar mencari cofi bersama pria itu, tak lama kepergian Rio dan pria itu Naira langsung tertidur karena merasa lelah dan efek dari obat yang ia minum, namun Naira terbangun ketika mendengar suara ribut - ribut antara ibunya dan Anton, Naira yang sempat mendengar apa yang di perdebatkan oleh Anton dan ibunya pun bangun dan bertanya
" Jangan sekarang Anton, kamu tahu Naira baru saja selesai lahiran dan baru bangun dari komanya "
" Aku tidak bisa lagi menunda ini semua mir, aku tidak mau putri ku semakin menanam kebenciannya pada orang yang sudah merawat dan membesarkan saat ini "
" Tapi Anton ...."
" Tidak ada tapi mir, Naira berhak tahu semua nya, untuk kebaikannya juga " sela Anton sehingga Mirna hanya bisa diam dan tidak melanjutkan ucapannya lagi
" Apa yang harus aku ketahui ?! " Anton dan Mirna yang sedang berdebat di sofa ruangan itu sama - sama memalingkan wajah nya menatap ke arah sumber suara, di hadapan mereka Naira sudah berdiri dan perlahan - lahan mulai duduk di hadapan mereka
" Kamu.sudah bangun nak ?" tanya Mirna gugup
" Apa ada yang tidak aku ketahui Bu, apa yang ingin om Anton sampaikan pada ku " bukannya menjawab Naira malah memberikan pertanyaan balik pada Mirna dan Anton
Anton menarik nafas dalam, Anton menatap Mirna sebentar sebelum memulai berbicara.
ekhm
__ADS_1
Anton berdeham menetralkan suara nya sebelum akhirnya memulai mengatakan apa yang di akan di sampaikan ya pada niara.
" Nai, sebelum nya ayah dan ibu mu minta maaf...."
" Ayah ..." Naira mengerutkan keningnya dan memotong ucapan Anton yang memanggil ayah pada dirinya sendir saat berbicara tidak seperti biasanya dengan panggilan om
" Yah ayah, aku adalah ayah kandung kamu Naira, bukan sandi seperti yang kamu ketahui selama ini " jawab Anton menatap Naira
Itulah tadi pengakuan pria yang mengaku ayah kandungnya itu yang naira ketahui selama ini pria itu hanyalah teman lama ibunya saja.
Naira menatap Mirna yang tertunduk menangis, Mirna tidak sanggup menahan air matanya ketika Anton memaksa nya untuk berkata jujur dan memberitahu kan semua kebenaranya pada Naira bahwa ia adalah ayah kandung Naira bukan sandi.
" Bu ini tidak benar kan Bu ?! " tanya Naira pada ibunya yang masih menundukkan kepalanya, Mirna tidak sanggup menatap wajah putrinya itu.
Naira menangis pilu menerima kenyataan hidupnya, ia merasa syok dengan kabar kebenaran yang sudah ia terima malam ini.
Rio mendekati Naira dan memeluk istrinya memberi kekuatan, Rio sangat mengerti dengan apa yang telah di rasakan Naira saat ini, Rio berharap dengan memberikan pelukkan pada Naira, Naira bisa lebih tenang dan dapat menerima semua kebenaran ini dengan hati yang lapang.
Ini baru tentang masalah satu ini saja respon Naira sudah seperti ini, bagai mana dengan kabar tentang kasus hukum yang akan di lalui Naira nanti, entah seperti apa syok nya Naira nantinya. Rio tidak bisa membayangkan bagai mana terguncangnya Naira nantinya ketika ia tahu Aziz sudah melaporkan perbuatannya ke pihak berwajib, dan Rio juga tidak bisa membayangkan bagaimana respon Naira besok ketika pihak polisi membawanya untuk di interogasi atas perbuatan yang telah di lakukannya pada Zahra beberapa hari yang lalu.
" Maaf kan ayah nak, semua bukan lah salah ibu mu, tapi semua kesalahan ayah yang telah meninggalkan ibu mu di saat ibu mu tengah mengandung kamu, andai saja ibu mu jujur waktu itu, ayah pasti tidak akan meninggalkan ibu mu " sahut Anton yang mengakui kesalahannya, tapi anton juga tidak sepenuhnya menyalahkan dirinya, karena masih ada kesalahan Mirna di dalam nya, yaitu Mirna yang telah menyembunyikan kehamilannya waktu itu
Tapi kepergian Anton waktu itu juga karena ia harus memilih antara Mirna atau wanita yang di jodoh kan dengan orang tuanya, Anton yang sebagai anak tunggal, tidak dapat menolak perempuan yang di jodohkan dengan nya sehingga ia harus meninggalkan Mirna begitu saja, tapi Anton berpikir, seandainya Mirna memberitahunya tentang kehamilannya saat itu, mungkin Anton akan mencoba mempertahankan Mirna karena pada dasarnya Anton memang sangat mencintai Mirna bahkan hingga sampai saat ini.
" Tidak, kamu bukan ayah ku, ayah ku sandi bulan kamu " Tolak Naira yang masih belum bisa menerima kenyataan bahwa ia bukanlah putri sandi pria yang ia tahu sebagai ayah nya selama ini ayah yang sudah menjadikan nya seorang putri bahkan selalu menyayangi dan memanjakannya selama ini, tidak ada sedikit pun dari sikap sandi padanya yang mengatakan ia bukanlah putri kandungnya, bahkan pada Zahra yang di katakan putri kandungnya sendiri sandi tidak pernah memperlakukan Zahra seperti sandi memperlakukannya sebagai seorang anak kandung.
__ADS_1
Namun, hari ini tiba - tiba pria yang selalu sering bersama ibu nya akhir - akhir ini telah mengaku sebagai ayah kandung nya. Naira masih tidak percaya dengan semua itu.
" Apa buktinya anda ayah kandung ku ??! " tanya Naira menatap Anton tajam.
Anton merogoh saku jas nya dan mengeluarkan dua amplop yang berlabel nama sebuah rumah sakit di sana, anton memberikan kedua amplop itu pada Naira.
dengan tangan gemetar dan bingung Naira menerima amplop yang di berikan Anton padanya.
".Itu hasil tes DNA antara ayah dan kamu dan satu nya lagi tes DNA kamu Dangan sandi " sahut Anton memberitahu Naira apa isi amplop tersebut.
Memang semenjak ia di tahu bahwa Naira putri nya, Anton tidak langsung percaya, ia langsung melakukan tes DNA untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh Mirna waktu itu, dan siapa sangka ternyata sandi juga telah melakukan hal yang sama dengan dirinya dan itu sebelum Anton mengetahui Naira putrinya, artinya sandi sudah tahu terlebih dahulu dari pada diri nya jika Naira adalah putri nya dan bukan anak kandung sandi.
Dan ketika mereka janji bertemu tadi, sebelum pergi sandi sempat memberikan hasil tes DNA yang di lakukan sandi tersebut pada Anton.
".Kamu pasti akan memerlukan ini nantinya, jadi simpanlah " pesan sandi waktu itu sebelum berlalu meninggalkan nya dan Rio di cafe rooftop.
Naira dengan tangan gemetar membuka kedua amplop itu dan membuka isinya, lagi - lagi air matanya yang semula sudah mulai berhenti turun, kembali membasahi kedua pipinya, Naira tidak percaya dengan apa yang tertulis di kedua hasil lab di tangannya, satu hasil lab menyatakan ia bukan lah anak kandung dari saudara sandi, dan satu hasil lab lagi menyatakan sembilan puluh sembilan persen Naira adalah anak kandung dari pria yang bernama Anton yang sekarang duduk di depannya.
Naira meremas hasil kedua lab tersebut, hatinya begitu hancur saat ini menerima kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan.
Naira membenamkan wajahnya di dada Rio yang masih setia memeluk dirinya memberi kekuatan dan kesabaran. Rio mengelus punggung Naira pelan dan membiarkan Naira menangis dalam pelukannya,
Tidak ada satu orang pun yang berani membuka suaranya, apa lagi Mirna, dari tadi Mirna hanya menutup mulut nya bungkam, ada sedikit kelegaan di dalam hatinya akhirnya, putrinya itu bisa mengetahui siapa ayah kandungnya setelah sekian lama ia simpan rapat - rapat dari putri nya itu. tapi sisi hatinya yang lain juga tidak tega melihat putrinya itu merasa syok dan terpukul menerima kenyataan ini, Mirna sangat tahu bagai mana dekat dan sayang nya Naira pada sandi, yang sekarang Naira tahu ternyata pria yang ia sayangi bukan lah ayah kandung nya.
Lelah menangis akhirnya Naira tertidur dalam pelukan sandi, melihat istrinya tertidur dalam dekapannya, sandi pun berinisiatif menggendong Naira dan menidurkan nya di atas tempat tidur pasien yang di gunakan Naira selama mendapatkan perawatan di rumah sakit ini.
__ADS_1