CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 183


__ADS_3

" Abang dari mana ?"


Setelah sampai di ruangan rawat inap Zahra ternyata Zahra sudah bangun dan sedang memberikan asi pada Rasyid putra ketiga mereka.


Melihat istrinya sedang menyusui si bungsu dengan posisi menyandar pada tempat tidur yang sudah di stel setengah berdiri, tanpa menjawab pertanyaan istrinya Aziz mencuci kedua tangannya di wastafel dan tanpa di minta Aziz langsung berinisiatif naik ke atas bed Zahra dan duduk di belakang istrinya, dengan pelan aziz menarik tubuh Zahra agar menyandar pada dada bidang nya serta tak lupa Aziz memijit lembut punggung Zahra agar Zahra lebih nyaman selama memberikan asi pada putra nya itu.


Zahra yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya hanya menurut dan tidak mau membantah, memang menyandar pada suaminya saat memberikan asi untuk putranya adalah posisi yang sangat di sukai Zahra, apa lagi tanpa di minta Aziz selalu memberikan pijatan lembut di tengkuk dan punggungnya yang sering terasa pegal saat Zahra memberikan asi dalam posisi duduk seperti ini


" Abang tadi dari cafe di rootrof bersama ayah dan papi, kami membicarakan soal pekerjaan sekalian minum Copi sayang " sahut Aziz menjawab pertanyaan istrinya tadi.


Aziz sengaja tidak memberi tahu Zahra tentang apa yang sudah mereka bicarakan di cafe rootrof tadi, menurut Aziz Zahra masih belum waktunya untuk tahu tentang apa yang mereka bicara kan tadi.


Zahra hanya mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti, lalu kembali fokus menyusui Rasyid yang dengan lahap menyedot makanan dari ibunya, aziz dan zahra tersenyum gemas melihat putra ketiga nya melahap makanannya dengan lahap dan rakus, Aziz tidak bisa menahan diri untuk tidak mencubit pipi bayi mungil itu, rasyid mengerutkan keningnya saat aziz mencubit pipinya lembut dan pelan, sepertinya bayi itu tidak suka bila di ganggu jika sedang minum.


Aziz dan Zahra tertawa bersamaan melihat tingkah Rasyid yang lucu dan menggemaskan, Aziz lagi - lagi menoel pipi rasyid, entah mengapa Aziz sangat ingin menjalin putra nya itu, lagi - lagi respon Rasyid sama seperti tadi, tapi kali ini langsung di barengi Dangan tangisannya yang cukup keras dan melengking, aziz dan zahra panik melihat Rasyid yang langsung menangis dengan suara keras seperti itu, semua keluarga yang masih berkumpul di ruang tamu langsung berdiri kaget dan heran dengan apa yang telah terjadi dengan cucu mereka, para nenek tanpa di komando langsung datang menghampiri tapi tidak dengan para kakek, mereka tahu Zahra sedang memberi asi pada putranya jadi tidak mungkin bagi mereka untuk ikut masuk kedalam tirai yang menutupi tempat tidur Zahra.


" Ada apa nak ?, kenapa cucu kami menangis ?" tanya Oma minan cemas menatap cucu nya yang masih dalam gendongan Zahra menangis sangat keras , dan Zahra terlihat sedikit kesusahan untuk mendiamkan Rasyid yang terus menangis, sedang kan aziz dari tadi mencoba membantu Zahra mendiamkan Rasyid juga bingung harus melakukan apa karena putranya tidak mau diam, malah semakin menangis ketika Aziz berusaha mengambil nya dari tangan Zahra untuk di diamkan.


" Ini Oma, tadi Rasyid sedang menyusu pada Zahra, datang Abang menganggu Rasyid yang sendang lahap nya menyusu, awal nya Rasyid tidak menangis tapi sudah merasa terganggu, tapi Abang masih jail, kembali menganggu dan Rasyid langsung menangis Oma, gak mau di diamkan lagi " jawab Zahra menjelaskan mengapa Rasyid bisa menangis seperti itu sambil berusaha mendiamkan Rasyid yang masih belum mau berhenti menangis.


" Kamu ya ziz, anak lagi enak - enak minum di ganggu " Bu Susan menatap aziz kesal, sementara yang di omeli hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Sini - sini sayang, gendong sama grandma ya, ulu...ulu...ulu... kasihan cucu grandma, di ganggu ayah ya sayang " Bu Susan langsung mengambil Rasyid dari tangan zahra dan membawa bayi itu ke dalam gendongannya, tidak butuh lama, Rasyid pun diam dan tidur dalam pelukkan Bu Susan.


Aziz dan Zahra saling tatap melihat putranya diam dan tertidur selama dalam pelukkan grandma nya

__ADS_1


" kalau anak lagi menyusu itu Jangan di ganggu ziz, ini akibat nya kalau kamu usil " omel Bu Susan pada Aziz,


" Iya mi, maaf, tadi aziz gak bisa nahan untuk cubit pipi Rasyid yang sedang minum menyusui dengan Zahra mi, habis lucu dan menggemaskan " jawab aziz malu


Semua perempuan yang ada di sana geleng - geleng kepala mendengar penjelasan Aziz, dan setelah Rasid diam semua orang kembali berkumpul di ruangan tamu dimana para kakek sedang menunggu di sana dan sudah tidak sabar ingin tahu apa yang sudah terjadi,.sementara Bu Susan membawa Rasyid dan kembali menaruhnya ke dalam incubator nya, karena rasyid belum bisa berlama - lama berada di luar ruangan.


" Ada apa di sana sin,.kenapa Rasyid menangis begitu kuat nya tadi ?" tanya sandi yang tidak bisa menyembunyikan kecemasannya pada sang cucu kepada adik nya itu dengan banyak pertanyaan.


" Itu bang, Rasyid di ganggu ayah nya saat lagi menum asi ke bunda nya, kata Aziz sih karena dia gemas lihat Rasyid yang menyusu dengan lahapnya ".jawab cindi tersenyum


Ketiga sang kakek bernafas lega setelah tahu apa penyebab cucu mereka menangis, dan mereka tidak habis pikir bisa - bisanya Aziz menjaili anak nya yang lagi asi sampai menangis seperti itu.


" Oya ma, sebaiknya kita pulang ke hotel sekarang, mama dari tadi belum istirahat, nanti sakit lagi loh ma " sandi mengajak mama nya untuk ke hotel biar bisa istirahat, Karana sejak datang tadi wanita yang sudah melahir kan nya itu belum istirahat, ketika sampai di bandara tadi pagi mama nya sandi langsung meminta diantar ke rumah sakit karena tidak sabar ingin bertemu dengan cucu dan cicitnya.


" iya ma, mama kan baru sembuh dari sakit " sahut cindi juga mengajak mamanya untuk istirahat di hotel


" besok kita kesini lagi untuk menjenguk Zahra dan si kembar " ujar cindi lagi


" Tapi mama mau nya di sini saja, menunggui Zahra, kasihan Zahra kerepotan tidak ada yang bantu " tolak nenek Zahra yang ingin tetap berada di rumah sakit menjaga Zahra dan ketiga cicit nya.


" Kok kalian menginap di hotel ?,.udah gak usah ke hotel, ke rumah Susan dan Widodo saja, lagian juga dekat kok dari rumah sakit " mendengar keluarga Zahra ingin menginap di hotel Oma minan langsung melarang dan meminta besannya untuk menginap di rumah mereka saja


" Iya, ma dan besan, di rumah kita aja, lagian istri saya sudah menyiapkan semua untuk menyambut kedatang kalian semua kesini " ujar pak Widodo membenarkan ucapan Oma minan,


Adam, sandi dan cindi saling berpandangan meminta pendapat mereka masing - masing, sandi menganggukkan kepalanya dan di setujui oleh Adam dan cindi, lagian sandi juga sudah merasa segan selalu menolak permintaan besannya untuk menginap di rumah besannya itu, sewaktu Zahra di rawat akibat kecelakaan sandi dan Adam juga menolak ketika di tawari untuk menginap di sana, untuk itu karena tidak mau mengecewakan besan nya lagi akhirnya sandi setuju untuk menginap di sana.

__ADS_1


Tak lama Aziz datang menghampiri para tetua itu, tar lebih dahulu aziz membuka tirai penutup bed Zahra agar zahra dapat melihat dan bercengkrama dengan orang - orang yang ada di ruang tamu .


" Ayah.dan yang lain nanti pulangnya ke rumah kamu saja ya, gak usah ke hotel " ujar Aziz yang belum tahu jika keluarga Zahra akan menginap di rumah papi dan mami nya karena tadi aziz tidak ikut mendengar pembicaraan para tetua itu tadi.


" Kamu gak usah khawatir ziz, mereka semua menginap di rumah papi, jadi tenaga aja ya, kalau di rumah kamu, disana tidak ada orang selain art, kasihan mereka tidak ada yang Nemani " jawab pak Widodo


" oooo ya udah gak apa - apa juga sih kalau nginapnya di rumah papi kan lebih ramai " jawab Aziz lega. sementara Zahra yang dari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka merasa terharu dan bersyukur melihat perhatian keluarga suaminya terhadap keluarga nya yang terlihat begitu tulus.


" Yah udah karena sudah mau sore, sebaiknya kita pamit pulang dulu, besok kita kesini lagi, biar besok kita lebih fit lagi menjaga cucu - cucu kita " sahut pak Widodo mengajak keluarga Zahra untuk pulang ke rumah mereka.


Nenek Zahra masih terlihat sangat berat meninggalkan Zahra sendiri di rumah sakit, nenek Zahra takut tidak ada yang akan menantu Zahra, dan itu sempat terlihat oleh sandi.


" Mama kenapa ?" tanya sandi


" Mama di sini saja ya, mama mau menemani Zahra, kasihan tidak ada yang akan membantu Zahra nanti kalau kita pulang semua." jawab nenek Zahra khawatir


" Tidak usah khawatir besan, di sini masih ada Aziz, Aziz akan selalu siap siaga menjaga istri dan anak - anak nya, lagi pula, sebenar lagi juga ada perawat yang akan datang ke sini membantu mengurus si kembar, jadi semua nya aman jika kita tinggalkan " jawab Oma minan


" Iya nek, nenek gak usah khawatir , masih ada Aziz kok yang bakal jaga Zahra dan cucu nenek, sebaiknya nenek ikut yang lain pulang kerumah, biar besok bisa main lagi dengan si kembar ya, " jawab Aziz mengelus pundak renta nenek zahra


Mau tak mau akhirnya, nenek Zahra ikut pulang bersama semua keluarga yang lain, mereka pun pamit pada zahra dan aziz.


" Kalau ada apa - apa segera telpon kamu ya nak " pesan nenek pada Zahra dan aziz.


" Iya nek, nenek tenang aja ya, istirahat yang cukup ya nek, kalau nenek sakit siapa nanti yang gendong si kembar " sahut zahra tersenyum. nenek pun membalas senyum Zahra dan membelai kepala Zahra lembut.

__ADS_1


__ADS_2