CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 63


__ADS_3

Aziz menggenggam tangan Zahra erat, " berjanjilah kamu tidak akan meninggalkan aku Zahra" ujar aziz pada Zahra.


Zahra menatap mata aziz diam, Zahra mencari kejujuran dan kesungguhan dalam mata itu ,dan Zahra tidak mendapati kebohongan di mata itu.


" Sebelum Zahra menjawab permintaan dokter apa kah Zahra boleh bertanya ?" dengan ragu Zahra mengajukan pertanyaan pada Aziz, pertanyaan itu sudah mengganjal di hati nya semenjak ia di beri tahu tentang pernikahan nya yang sudah terjadi ketika kakek kritis di rumah sakit dan itu tanpa ia ketahui, dan Zahra baru di beri tahu setelah kakek di makamkan.


" bertanya lah sebanyak - banyaknya jika pertanyaan mu itu ,bisa membuang ragu di hati mu, dan memberikan kesempatan padaku untuk mengisi hati mu" jawab aziz mantap.


Zahra memberanikan dirinya menatap aziz.


" Mengapa dokter mau menikah dengan ku?" tanya Zahra ragu.


Aziz tersenyum , lagi - lagi Aziz sudah menduga pertanyaan itu akan dilontarkan Zahra padanya, persis pertanyaan yang sama di tanyakan Alif padanya tadi malam.


Aziz mengelus tangan Zahra yang masih berada dalam genggamannya.


Sebelum menjawab pertanyaan Zahra aziz menatap Zahra lembut sambil tersenyum


" sebelum aku jelaskan, apa kah kamu mau berjanji tidak akan marah pada ku" tanya Aziz hati - hati.


" bagai mana mungkin Zahra marah ,sementara dokter belum memberitahu Zahra alasan dokter apa " jawab Zahra sedikit sewot Karena aziz memintanya jangan marah, sementara aziz belum memberi tahu dirinya apa alasan Aziz mau menikah dengan dirinya.


Aziz kembali tersenyum." baik lah, aku akan jelaskan " ujar Aziz akhirnya mengalah.


Dengan tenang Aziz pun menjelaskan pada alasan Aziz mau menerima dan menikah dengan Zahra, persis seperti yang aziz jelaskan pada Alif tadi malam tanpa ada di skip sama sekali .


Zahra menatap aziz tidak percaya dengan apa yang di jelaskan Aziz, apa lagi ketika aziz mengatakan bahwa aziz mencintainya semenjak pertemuan mereka yang pertama kali di lobi rumah sakit waktu itu.dan Zahra semakin tidak mengerti dan tidak percaya bahwa aziz dengan jujur mengatakan telah mencari tahu tentang dirinya lewat orang suruhannya.

__ADS_1


Zahra menatap Aziz dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, Zahra masih tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Aziz pada nya .


Aziz cemas melihat respon Zahra yang Hanya diam setelah mendengar penjelasan dari nya tadi.


Aziz memberanikan diri untuk bertanya pada Zahra, Aziz pasrah jika Zahra marah pada nya dan aziz sudah siap menerima kemarahan Zahra nantinya.


" Ra ,kenapa diam ?" tanya Aziz hati - hati


Zahra tetap diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


" Ra ...." Aziz menyentuh bahu Zahra pelan, Zahra pun tersadar dari lamunannya .


Zahra menatap Aziz dalam " jadi dokter memang sengaja datang untuk meminta izin pada kakek mengajak aku taaruf?" aziz menganggukkan kepalanya ,


" Dan asal kamu tahu aku bersyukur idak jadi ta'aruf dengan kamu, tapi malah langsung menikah dengan kamu." ujar Aziz tersenyum.


" dokter yakin akan mempertahankan pernikahan ini?" tanya Zahra ragu


" Tuhan tidak hanya memberikan kamu sebagai jodoh ku, tapi juga telah menghadirkan cinta di hatiku untu kamu. Anna 'uhibuki fi Allah Zahra Amalia ".


Zahra menundukkan kepalanya, jantungnya berdegup sangat kencang, tanpa di sadari Zahra memegang dadanya , wajahnya kembali memanas setiap kali mendapat perlakuan manis dari Aziz.


".Aku tahu, saat ini kamu belum mencintaiku Ra, tapi aku mohon, tolong beri aku kesempatan untuk bisa masuk kedalam hati kamu dan membuat kamu mencintai ku Ra " ujar aziz sambil meraih dagu Zahra dan sehingga menatap dirinya.


Dengan malu - malu Zahra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Aziz senang melihat Zahra menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" terima kasih Ra, terima kasih kamu sudah mengijinkan aku masuk ke dalam hati mu, aku berjanji akan selalu menjaga hati ini hanya untuk kamu Ra " ujar Aziz senang sambil menggenggam tangan Zahra erat.


* Baik lah, mulai hari ini kita sama - sama berniat untuk menjalani pernikahan ini selayaknya pernikahan sungguhan, untuk itu aku minta sama kamu, jangan ada yang di sembunyikan apa pun itu, mari kita sama - sama saling terbuka agar untuk menghindari hal - hal yang tidak kita inginkan kedepannya" kata Aziz lagi, dan Zahra pun kembali menganggukkan kepalanya setuju.


" Ra, aku sudah ceritakan semua alasan aku mengapa mau menikah dengan kamu" Aziz menjedah berhenti bicara, Aziz ingin melihat respon Zahra sebelum melanjutkan ucapannya .


" sekarang apa boleh aku tahu kenapa kamu tidak marah saat papa sandi memberi tahu kan tentang pernikahan kita dan kamu malah mau menerimanya ?" tanya Aziz lagi hati - hati dan penuh harap jawabnya Zahra tidak akan mengecewakan dirinya nanti.


Tapi Aziz sudah bertekad apa pun jawaban Zahra nanti, itu tidak akan mempengaruhi keputusannya untuk tetap menjalankan pernikahan ini bersama Zahra. Karena bagi Aziz mendapatkan dan menjadikan Zahra sebagai istrinya adalah suatu keberuntungan dan kebahagiaan yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata - kata.


Zahra menatap Aziz sejenak dan menarik nafas dalam panjang .


" Aku akui, Sampai saat ini aku masih merasa dalam mimpi yang panjang dok, aku masih tidak percaya bahwa saat ini aku sudah menikah.tapi ..... " Zahra menggantung ucapannya ragu, Aziz masih diam menunggu Zahra melanjutkan ucapannya sambil menatap Zahra yang menundukkan kepalanya .


" tapi aku harus bisa menerima semua ini , aku percaya lewat kepergian kakek tuhan sudah menghadirkan dokter sebagai penggantinya, " Zahra kembali mengehentikan ucapannya masih dengan menundukkan kepalanya. Zahra sedang berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, Zahra tidak ingin Aziz melihat kerapuhan nya dan saat ini Zahra yang sedang merindukan sang kakek, kembali teringat akan mimpinya bersama sang kakek di malam sebelum ia mendapat kabar kakek masuk rumah sakit dan kritis. Tapi sekuat tenaga Zahra mencegah air matanya agar tidak keluar tapi tetap saja air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya. Aziz tahu Zahra sedang menangis tapi Aziz sengaja untuk tidak membujuk Zahra untuk berhenti menangis, Aziz sengaja membiarkan Zahra menumpahkan isi hatinya lewat tangisannya, Aziz berharap setelah itu Zahra akan lega dan tidak bersedih lagi.


" Malam sebelum kakek pergi , kakek datang menemui dalam mimpi ku, kakek pamit pergi, dan menitipkan. aku pada seseorang yang wajahnya tidak dapat aku lihat secara jelas , aku pikir itu bang Alif,karena selama ini selain kakek, bang Alif lah yang selalu ada untuk aku. tapi ketika papa memberitahukan tentang pernikahan kita, jujur aku marah, aku ingin berontak , aku marah mengapa kalian tidak memberi tahu aku dulu dan bertanya kesediaan aku untuk menikah dengan dokter , tapi aku mencoba lagi berpikir dan menenangkan hati yang sedang marah , saat aku memejamkan mata, kakek datang dan tersenyum pada ku." Zahra menarik nafas dalam , Zahra kembali menjedah ceritanya.


aziz mengelus lembut tangan Zahra yang masih berada dalam genggaman tangan nya, Aziz tidak mau melepaskan genggaman tangannya, aziz ingin meyakinkan Zahra, bahwa ia tetap ada di sana apa pun kondisi Zahra seperti janjinya pada Zahra, ia akan mendampingi istrinya dalam suka dan dukanya.


" Dari situlah aku yakin, pria yang di bilang kakek dalam mimpi itu bukan bang Alif ,melainkan dokter, karena itu lah aku menerima pernikahan ini dok, dan maaf jujur aku memang belum mencintai dokter, tapi aku akan belajar untuk mencintai dokter dan menjadi istri yang baik untuk dokter " Zahra memberanikan diri menyapa Aziz dengan air mata yang masih berlinang di pipinya .


Aziz tersenyum , dengan lembut Aziz menghapus air mata di mata dan pipi Zahra.


" Kamu memang sangat baik Ra, aku yakin aku gak salah telah jatuh cinta pada mu dan menikah dengan kamu " kali ini Aziz tidak segan - segan dan malu lagi mengucapkan kata cintanya pada Zahra. pipi Zahra kembali bersemu merah mendapatkan kata cinta dari Aziz suami dadakannya itu.


Zahra kembali menundukkan kepalanya menutupi rona merah di pipinya, Aziz tersenyum dan merasa gemas melihat Zahra yang malu - malu, Aziz mengangkat dagu Zahra pelan dan menatap pipi Zahra yang sedang kemarahan itu, Zahra tidak berani membuka matanya, Zahra tidak sanggup menahan degupan jantungnya nanti ketika bertatap mata dengan aziz,sedang kan menerima perlakuan manis dari Aziz saat ini saja jantungnya sudah jingkrak - jingkrak kan serasa ingin copot dari tempatnya ,jika Zahra memaksakan menatap mata teduh aziz bisa - bisa jantungnya benar - benar akan copot di buatnya.

__ADS_1


" jangan tundukkan wajah ini, aku ingin melihat pipi mewah kamu Ra, kamu makin cantik bila malu - malu seperti ini." ujar Aziz pelan namun mampu membuat jantung Zahra berdegup makin kencang.


' udah dong dokter, jangan bersikap manis seperti ini, bisa - bisa aku benar - benar jatuh cinta dengan kamu di dua hari pernikahan kita ini " rintih Zahra dalam hati.


__ADS_2