
Malam semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, satu - satu keluarga besar Aziz yang datang dalam acara makan malam sekaligus penyambutan menantu baru rumah itu sudah mulai pulang.
kecuali Oma minan yang memang memilih tinggal bersama pak Widodo.
Aziz dan Zahra yang di minta menginap oleh mami dan Omanya memilih untuk masuk kamar karena sudah merasa sangat lelah.
Ini baru pertama kalinya Zahra masuk ke kamar milik suaminya itu, kamar itu begitu dan di lengkapi oleh fasilitas yang lengkap.
Kamar yang menandakan pemiliknya laki - laki sangat jelas terlihat dari dekorasi kamar tersebut yang terlihat maskulin.
Zahra mengagumi kamar suaminya yang terlihat rapi dan wangi sehingga Zahra merasa nyaman berada dalam kamar tersebut.
Zahra sedang berada di kamar mandi ketika chelsea memaksa masuk ke dalam kamar Aziz.
chelsea meminta izin Aziz untuk tidur malam ini bersama zahra di kamar nya.tapi Aziz tidak memperbolehkannya.
Perdebatan kakak beradik itu menimbulkan keributan di kamar yang berada di lantai dua itu, dan keributan tersebut sampai terdengar ke lantai satu rumah itu.
Zahra yang berada di dalam kamar mandi mempercepat urusannya di dalam kamar mandi karena penasaran dengan keributan yang terjadi .Ketika Zahra keluar dari dalam kamar mandi, kamar Aziz sudah ramai dengan kehadiran Oma, Bu Susan dan pak Widodo di sana.
" cuma malam ini aja kok kak " terdengar suara chelsea yang memohon pada Aziz .
" Gak bisa dek, kak Zahra tetap tidur di sini bersama Abang, lagian kamu apa an sih, kan biasanya juga tidur nya sendiri ." tolak Aziz tegas.
Bu Susan, Oma dan pak Widodo sudah berusaha melerai pertengkaran mereka , tapi memang dasar chelsea nya yang manja dan keras kepala ,ia tetap kekeuh minta Aziz memperbolehkan Zahra untuk tidur dengan dirinya, sehingga membuat Aziz makin kesal.
" Udah lah chel, kamu jangan gitu lah, Zahra itu istri nya kakak kamu ya wajar lah kalau Aziz tidak mengizinkan Zahra untuk tidur dengan kamu, kamu kan sudah besar, biasanya juga tidur sendiri kan " kata bu Susan yang sangat mengerti mengapa Aziz Menolak permintaan chelsea dan tidak mau mengalah Seperi biasanya.
__ADS_1
Aziz dari tadi sudah merasa kesal karena tidak bisa dekat - dekat dengan Zahra di sebabkan keluarga nya yang sudah memonopoli kehadiran istrinya itu, Bu Susan tidak bisa menyalahkan Aziz juga, mereka masih pengantin baru, jadi wajar - wajar saja jika ingin selalu berdekatan dengan pasangannya. sementara itu dari tadi chelsea sudah banyak menghabiskan waktu nya bersama Zahra. untuk itu Bu Susan juga tidak menyetujui jika kali ini chelsea akan merebut waktu Aziz untuk bersama istrinya lagi.
" Sekarang tanpa adanya bantahan, kamu segera masuk ke kamar kamu dan tidur, mami tidak mau lagi mendengar ada keributan " kata Bu Susan tegas .
Chelsea akhirnya meninggalkan kamar Aziz dengan cemberut dan kesal, Aziz Manarik nafas lega setelah akhirnya chelsea mau juga pergi dari kamarnya.
" makasih ya mi " Aziz tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Bu Susan.
" Ini tidak gratis loh ziz " ujar Bu Susan pada Aziz sambil tersenyum.
" mami tenang aja, apa yang mami minta Aziz belikan , tiket liburan, tas branded atau apa pun itu mami tinggal sebut aja " jawab Aziz senang, Aziz tidak akan memikirkan bajet yang akan di keluarkan nya untuk membalas jasa maminya malam ini.
" kalau itu mah, papi kamu masih sanggup berikan " jawab Bu Susan
" Jadi mami mau minta apa " tanya Aziz mulai bingung.aziz tahu tanpa di minta pun papinya pasti akan memberikan apa yang disebutkannya tadi untuk sang mami karena bagi pak Widodo itu hanya lah hal kecil.
" Buatkan mami cucu " bisik sang mami di telinga Aziz.
" beres mi, Sedang OTW " sahut Aziz sambil mengacungi dua jempol tangannya.
Bu Susan yang sudah sangat menginginkan seorang cucu hadir rumah itu tertawa senang mendengar jawaban Aziz.
Setelah Oma, mami dan papinya keluar dari kamarnya menuju kamar masing - masing, Aziz lalu menutup pintu kamarnya dan tidak lupa mengunci kamar itu dari dalam untuk berjaga - jaga agar chelsea tidak memaksa masuk nanti ketika ia sudah tidur .
Zahra masih berdiri di tepi tempat tidur menyaksikan keributan antara suami dan adik iparnya itu, tadi Zahra berniat ingin mendekat, tapi urung mengingat ia yang hanya menggunakan jubah mandi saja.
aziz.yang membalikkan badan setelah mengunci pintu kamar menelan Saliva kasar, Aziz yang tidak menyadari kehadiran Zahra tadi di sana merasa tercekat melihat pemandangan di depannya
__ADS_1
Zahra terlihat begitu seksi dengan jubah baju yang menutupi tubuhnya dan handuk kecil yang membungkus rambut basah istrinya yang di gulung ke atas sehingga menampakkan leher jenjang istrinya itu.
" sayang kamu sudah selesai mandinya ?" tanya Aziz dan mendekati istrinya itu.
Tanpa aba - aba Aziz memeluk istrinya dari belakang.
" Kamu sengaja ya keluar kami mandi seperti ini sayang, sengaja.menggoda Abang ya " sahut Aziz pelan di telinga Zahra.
Zahra merasa merinding ketika Aziz berbicara seperti itu di telinganya. Zahra tidak ada berniat menggoda Aziz, karena tadi ia terburu - buru ke Tika mendengar keributan di luar makanya ia hanya menggunakan jubah mandi saja untuk keluar tanpa memakai bajunya dulu Seperi biasa.
Tapi sepertinya ia salah langkah, pilihan untuk hanya menggunakan jubah mandi saja ternyata adalah pilihan yang salah.
Zahra merasakan ada sensasi lain yang belum pernah ia rasakan ketika Aziz mencium tengkuknya, Zahra merasa tegang seketika, dan Aziz menyadari respon tubuh Zahra tersebut .
" Sayang, apakah tamu bulanannya sudah pergi ?" tanya Aziz yang kembali berbisik di telinga Zahra. Zahra menganggukkan kepalanya pelan, Zahra tidak sanggup berkata - kata ,ia sibuk mengkondisikan jantungnya yang berdegup cukup kencang saat ini.
aziz tersenyum senang ketika Zahra menganggukkan kepalanya.
" Apakah Abang boleh minta hak abang sekarang ?" tanya Aziz lagi dengan suara yang masih pelan di telinga Zahra, Zahra kembali mengagumkan kepalanya pelan.
Zahra berpikir ini adalah kewajibannya sebagai istri, dan Zahra juga tidak mau berdosa jika telah menolak suaminya., menurutnya Zahra nanti atau besok pun akan sama saja.
Aziz lagi - lagi tersenyum senang, akhirnya ia bisa berbuka puasa juga setelah dua Minggu pernikahannya.
" Kita sholat sunah dulu ya " Aziz memutar tubuh Zahra senang , setelah menatap Zahra sejenak akhirnya Aziz mengajak Zahra untuk sholat Sunnah dulu ,dan lagi - lagi Zahra menganggukkan kepalanya .
setelah mengambil wudhu, mereka pun melaksanakan sholat Sunnah bersama , setelah selesai sholat,Aziz membalikkan badannya menghadap Zahra, Zahra pencium tangan tangan Aziz, dan Aziz memegang puncak kepala istrinya dan membacakan doa untuk sang istri lalu mencium kening Zahra, Aziz cukup lama meletakkan bibirnya di kening istrinya itu.
__ADS_1
" Kamu sudah siap sayang " tanya Aziz untuk meyakin kan Zahra. dengan malu - malu Zahra menganggukkan kepalanya .
Aziz mengajak Zahra membaca doa bersama , kemudian Aziz membantu Zahra membuka mukenanya , Aziz membawa istrinya untuk duduk di tepi tempat tidur, Aziz menatap wajah istrinya dan mulai melabuhkan ciuman di sana mulai dari dahi , kedua belah pipi Zahra, hidung dan berakhir di bibir Zahra, awalnya hanya ciuman biasa , tapi lama - lama ciuman itu menuntut untuk melakukan tindakan lebih.