
" aaaaa ...Abang..." Zahra meringis memanggil aziz yang sedang menyuapi makanan ke dalam mulutnya dan mencengkram tangan Aziz kuat sambil memegang perut buncitnya yang terasa menegang dan keras, sakit kontraksi yang sudah ia rasakan se dari tadi pagi kembali terasa dan sekarang lebih kuat dan sering di bandingkan ya sebelum - sebelumnya.
keringat dingin mulai bercucuran di wajah Zahra menahan rasa sakit yang menjalar dari perut sampai pinggangnya. Aziz yang kesakitan akibat cengkraman tangan Zahra di lengannya menolehkan kepalanya ke samping di mana Zahra berada saat ini, Aziz melihat Zahra meringis sambil memegang perutnya, wajah zahra yang sudah di basahi keringat terlihat pucat menahan sakit, Aziz langsung meninggalkan makanannya dan meraih bahu Zahra khawatir.
" Sayang, kamu kenapa? apa kah kontraksinya makin sering ? Tanya aziz khawatir, Zahra yang kesakitan tidak kuat untuk bersuara, zahra hanya menganggukkan kepalanya sambil terus meringis dan memegang perutnya.
" Kita ke rumah sakit sekarang ya sayang " Zahra lagi - lagi menganggukkan kepalanya,
" Apa kamu masih sanggup untuk berjalan sayang ?" tanya Aziz yang tidak bisa menyembunyikan rasa cemas dan khawatirnya pada kondisi Zahra saat ini, lagi - lagi pertanyaan Aziz hanya di jawab Zahra dengan anggukkan kepalanya,
Aziz melihat ke kiri dan kemana mencari - cari keberadaan mbak srik, karena tidak menemukan di mana keberadaan mbak srik Aziz pun berteriak memanggil mbak srik.
" Mbak,.mbak Sri !!" teriak Aziz memanggil art nya itu, tidak butuh lama, Mbak srik yang sendang sibuk menyetrika baju di belakang mendengar aziz memanggilnya lari terburu - buru menghampiri Aziz dan Zahra,
" Ya pak dokter, maaf srik tadi lagi setrika baju di belakang." jawab mbak srik setelah sampai di hadapan Aziz dan zahra.
" Mbak tolong panggilkan pak Dadang dan minta pak Dadang untuk menyiapkan mobil segera, saya akan membawa Zahra kerumah sakit, karena zahra sudah mau melahirkan." ujar Aziz yang meminta Mbak srik untuk memanggil kan pak Dadang supir pribadinya dan menyiapkan mobil untuk membawa Zahra ke rumah sakit
" ibu mau melahirkan pak dokter ?! " tanya mbak srik kaget.
" Iya mbak, cepat panggil pak Dadang nya mbak, sekarang mbak , cepat ya tidak pakai lama "
" baik pak dokter " mendengar istri majikannya mau melahirkan, mbak srik yang di minta Aziz untuk mencari pak Dadang langsung berlari ke belakang memangil pak Dadang ikutan panik.
Dengan hati - hati dan pelan - pelan Aziz membantu Zahra turun dari kursi yang di duduki nya, dan Aziz membantu memapah Zahra berjalan ke arah luar rumah.
Sampainya di teras rumah, pak Dadang sudah standby di depan mobil menunggu kedatang Zahra dan aziz, pak Dadang membuka kan pintu mobil penumpang bagian belakang untuk Zahra dan aziz,.Aziz membantu Zahra masuk ke dalam mobil dan setelah memastikan Zahra duduk dengan nyaman, Aziz pun bersiap - siap untuk masuk ke dalam mobil tersebut,
" Bang, perlengkapan baby nya tertinggal, semua sudah zahra siapkan tadi pagi dan masih berada di atas kasur di kamar si kembar " ujar Zahra yang teringat dengan perlengkapan bayinya yang tertinggal di kamar si kembar.
Aziz yang tadi nya berniat untuk masuk ke dalam mobil jadi batal, Aziz menatap Mbak srik yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri, dan meminta tolong mbak srik untuk mengambil tas yang di bilang istrinya itu.
" Mbak, bisa tolong ambilkan tas yang di bilang istri saya tadi ?"
" Baik pak dokter " jawab Mbak srik yang langsung berlari ke lantai dua mengambil tas yang di bilang Zahra.
__ADS_1
Tidak butuh lama Mbak srik datang dengan tas yang di minta Zahra tadi di tangannya, dan tidak mau buang - buang waktu lagi Aziz langsung meminta pak Dadang untuk mengantarnya dan Zahra ke rumah sakit.
" Kita kerumah sakit sekarang pak, tolong cepat ya pak, tapi Jagan lupa hati - hati " perintah Aziz pada pak Dadang
" Baik pak." jawab pak Dadang menganggukkan kepalanya mengerti maksud majikannya itu, tanpa banyak bicara lagi, pak Dadang langsung melakukan mobil.yang di kendarainya menuju rumah sakit.
Aziz ingat belum mengabari dokter ayu yang sebagai dokter kandungan Zahra sekaligus tantenya itu bahwa ia dan Zahra dalam perjalanan menuju rumah sakit, dengan segera Aziz meraih ponselnya dan menghubungi dokter ayu.
" Halo, assalammualaikum Tan "
" waalaikumsalam ziz,. Tumben telpon Tante malam ada apa ?"
" Tan, Zahra mengalami kontraksi dan sekarang aziz dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama Zahra Tan "
" Ok, kebetulan Tante masih di rumah sakit, nanti langsung saja bawa Zahra ke ruangan khusus ya, Oya kondisi Zahra bagai mana ziz "
Aziz menatap Zahra yang tengah menyadarkan kepalanya di bahu Aziz, dengan satu tangan aziz yang bebas tengah memeluk istrinya itu. Zahra yang kesakitan berusaha untuk tenang sambil berzikir.
" Untuk sekarang kondisi Zahra masih aman dan tenang Tan " jawab Aziz mengelus kepala Zahra dan mencium puncak kepala zhara lembut.
" Baik lah Tan ,.Aziz tutup dulu telponnya ya Tan,. assalammualaikum " Aziz pun menutup telponnya setalah pamit dengan ayu.
Aziz lalu menghubungi Bu Susan setelah panggilannya dengan dokter ayu berakhir, Aziz menghubungi Bu Susan untuk memberitahukan bahwa mereka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit karena Zahra sudah merasakan kontraksi.
" Halo, assalammualaikum mi " sapa aziz ketika panggilan telponnya sudah di angkat oleh Bu Susan
" Waalaikumsalam ziz, ada apa malam - malam telpon mami ?" tanya Bu Susan dari seberang sana
" Mi Aziz dan Zahra sedang dalam perjalanan menuju kerumah sakit, Zahra kontraksi mi "
" APA, ya sudah kalian hari - hati di jalan ya, papi dan mami akan menyusul " sahut Bu Susan yang terdengar panik dari seberang sana.
" Baik mi " panggilan pun terputus. Aziz menghembuskan nafas kasar ketika Bu Susan memutuskan panggilan telponnya begitu saja.
Sementara itu di rumah pak Widodo, setelah bu Susan memutuskan panggilan telpon Aziz tanpa baca salam, bu Susan yang panik mendengar kabar Zahra akan melahirkan langsung menghampiri pak Widodo yang sendang asik menonton acara televisi kesayangannya.
__ADS_1
" Pi, " bu Susan menghampiri pak Widodo terlihat panik dan cemas, pak Widodo melihat istrinya yang tidak seperti biasanya itu mengerutkan keningnya bingung.
" Ada apa sayang ? "
" Kita kerumah sakit sekarang Pi, zahra mau lahiran " sahut Bu Susan sambil menarik lengan pak Widodo
" Zahra lahiran, bukannya kandungan Zahra masih delapan bulan mi ?" tanya pak Widodo bingung.
" Iya pi, tapi kan kak ayu pernah bilang perkiraan lahiran zahra bisa maju lebih cepat Karana zahra hamil bayi kembar tiga Pi " jawab Bu Susan menjelaskan kenapa zahra bisa lahiran sekarang. pak widodo menganggukkan - anggukkan kepalanya mengerti.
" Ayo Pi, kita kerumah sakit sekarang " Bu Susan kembali menarik tangan pak Widodo untuk berdiri dan bersiap - siapa ke rumah sakit.
" Iya sayang, Ayo kita kerumah sakit sekarang " jawab Wak widodo sambil berdiri dan bersiap - siapa ke rumah sakit
" Loh mami dan papi mau kemana " chelsea yang baru turun kelantai satu dan menuju ruangan keluarga tempat keluarganya bersantai bingung melihat papi dan mami nya berjalan buru - buru keluar rumah.
" Mami dan papi mau kerumah sakit, Zahra mau lahiran " jawab Bu Susan sambil berjalan keluar luar bersama pak Widodo.
" HAH kak Zahra mau lahiran mi,?! " tanya chelsea kaget
" Iya, udah ah, kamu Jagan tanya - tanya melulu, mami dan papi buru - buru mau kerumah sakit " sahut Bu Susan kesal karena chelsea selalu bertanya dari tadi.
" Aku ikut mi, Pi " sahut chelsea yang juga ingin ikut kerumah sakit melihat Zahra lahiran.
" Kalau mau ikut buruan "
" Bentar mi, chelsea ambil dompet sama ponsel chelsea dulu" chelsea langsung berlari menuju kamar nya mengambil ponsel dan dompetnya.
"Chelsea , cepat dong, nanti keburu lahir cucu mami lagi " teriak Bu Susan yang tidak kunjung melihat chelsea kembali.
" Iya mi, ini juga udah mau berangkat kok " sahut chelsea kesal karena selalu di desak oleh Bu Susan agar cepat - cepat.
Pak Widodo yang melihat istri dan putri nya ribut hanya geleng - geleng kepala menyaksikan.
" Tok pak kita berangkat " ujar Bu Susan pada sopir pribadinya untuk segera berangkat setelah chelsea masuk kedalam mobil, tanpa menunggu lama - lama mobil pun melaju meninggalkan rumah pak widodo menuju rumah sakit.
__ADS_1