
" Zahra , nanti ada kita ada pasien baru anak berumur dua tahun dengan diagnosa illeus, sekarang sedang menjalani operasi yang di lakukan oleh dokter Aziz, jika pasiennya masuk nanti pasien jadi tanggung jawab kamu ya Ra " Cika sebagai Katim yang jaga sore ini memberitahu Zahra bahwa akan ada pasien baru mau masuk ke ruangannya dan pasien di bawah tanggung jawab Zahra sebagai perawat yang jaga sore hari ini. Zahra menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju.
" baik kak, apa kondisi pasien saat ini sudah di beritahu seperti apa kak" tanya Zahra pada Cika
" belum Ra ,info sepuluh menit yang lalu pasien masih menjalani operasi " jawab Cika, dan di anggukkan kepala oleh zahra .
setelah mendapat instruksi dari Cika ,Zahra langsung mempersiapkan persiapan menerima pasien baru..
Tak lama kemudian Cika kembali memberitahu Zahra bahwa pasien akan segera di kirim dari kamar operasi.
" Ra ,pasien sudah selesai operasi ,dan sekarang sedang otw ya untuk ke sini , apa kamu sudah siap menerima pasien Ra ?" tanya Cika mempertanyakan kesiapan Zahra menerima pasien baru.
" baik kak, aku sudah siap terima " jawab Zahra
Cika pun mengacungkan jempolnya ke arah Zahra .
Tidak lama kemudian pasien yang Zahra tunggu Sampai di ruangannya , Zahra menerima pasien itu dengan baik dan melakukan overan dengan petugas kamar operasi dengan serius .
Setelah overan selesai, Zahra langsung memeriksa kondisi pasien nya dan di dampingi oleh dokter jaga ruangan yang bertugas saat itu.
Zahra yang sedang fokus memeriksa pasiennya tidak menyadari jika aziz sudah berada di belakangnya dan sedang memperhatikan Zahra yang masih serius memeriksa pasiennya. dokter jaga ruangan yang menyadari kehadiran Aziz mencolek lengan Zahra dan memberi tahu Zahra dengan gerakan bibirnya bahwa Aziz ada di belakang Zahra saat ini.
Zahra membalikkan badannya melihat siapa yang di maksud oleh dokter jaga ruangan tersebut
Entah Zahra yang saat menengok kebelakang tampa aba - aba atau entah posisi Aziz yang terlalu dekat dengan Zahra sehingga membuat Zahra ter lonjak kaget sehingga Zahra oleng dan hampir saja jatuh, untungnya Aziz dengan sigap menangkap tubuh Zahra yang hampir jatuh tidak jadi jatuh ke bawah malahan jatuh kedalam pelukan Aziz.
Aziz yang juga ikutan kaget,dan menatap Zahra yang ada di dalam pelukannya saat ini dengan intens, mereka saling berpandangan dalam waktu beberapa menit sehingga mereka di kagetkan oleh deheman dokter jaga
" ekhm " Zahra dengan cepat melepas kan dirinya dalam yang masih dalam pelukan Aziz
" Maaf dokter, saya tidak tahu kalau dokter ada di belakang saya." ucap Zahra minta maaf dan sedikit kikuk.
" nggak apa - apa sus, saya yang salah tidak beri tahu suster jika saya ada di sini " jawab Aziz kemudian
__ADS_1
'Tuh kan mulai lagi perdebatannya ' batin Zahara dalam hati, Zahra heran entah kenapa ia dan Aziz sering kali berada di posisi tabrakan seperti ini, dan selalu tidak ada penyelesaian karena masing - masing merasa saling salah.
Zahra tidak mengomentari ucapan Aziz, karena Zahra tahu, jika ia terus tanggapi maka akan lama dan tidak ada penyelesaian nya.
Sementara Aziz sedang berusaha menenangkan jantungnya yang saat ini sedang berdetak tidak karuan dan semakin kencang.
' duh jantung , kok bisa seperti ini ya Setipa kali aku berdekatan dengan gadis ini " batin Aziz dalam hati.
" ekhm " Aziz berdehem mencoba menghilangkan gugup nya saat ini.
" bagai mana kondisi pasien dok ?" tanya Aziz pada dokter jaga ruangan yang juga ikut memeriksa pasiennya dengan Zahra
" kondisi pasien Alhamdulillah stabil setelah keluar dari kamar operasi dokter.
Aziz Menganggukkan kepala nya mengerti, bagai mana dengan vital sign nya sus?" tanya Aziz pada Zahra.
" Semua stabil dokter " jawab Zahra menyampaikan hasil pemeriksaannya pada pasien tersebut
" baik dokter " jawab Zahra dan dokter jaga berbarengan.
Aziz kemudian berlalu dari sana, sebelum berlalu Aziz sempat melirik Zahra yang juga sedang menatap dirinya
Seketika tanpa sengaja pandangan mereka bertemu .
Zahra yang menyadari itu dengan cekat menundukkan kepalanya ,sementara Aziz tersenyum melihat Zahra menundukkan kepalanya.aziz masih sempat menangkap Rona merah di pipi Zahra.
' kamu menggemaskan jika sudah malu - malu seperti itu gadis manis." batin Aziz dalam hati, dan kemudian berlalu.
" Sangat zahra sedang sibuk menenangkan bunyi jantungnya yang sedari tadi berdetak tak karuan semenjak ia jumpa aziz.
' hei jantung ,Kom bosa seperti ini sih, bikin tidak nyaman aja ' kara Zahra dalam hati .
" Sepertinya dokter Aziz suka deh sama kamu Ra " dokter jaga tiba - tiba berbisik di telinga Zahra.
__ADS_1
Zahra terlonjak kaget, "dokter apa aan sih Yan nggak mungkin lah.dok " elak Zahra
" aku serius loh Ra " kata dokter jaga itu lagi
" mana lah mungkin dok, aku ini siapa sih hingga bisa di sukai oleh dokter Aziz " jawab Zahra lagi.
" siapa bilang kamu nggak pantas di suami Ra, kamu cantik , baik dan pintar lagi" ujar dokter jaga itu lagi " andai aku belum nikah udah aku gaet tuh dokter ganteng " sambung dokter jaga itu lagi
" ingat dok, hati sudah ada yang memiliki " hirau Zahra.
" makanya itu Ra, selagi ada kesempatan di gaet tuh dokter ganteng.has terus jangan kasih kendor " ujar dokter jaga itu lagi.
" apa an sih dokter , udah yuk lanjut kerja " elak Zahra dan langsung meninggalkan dokter jaga tersebut .
Dokter jaga itu tersenyum menatap Zahra yang sudah berlalu dari sana " penilaian ku nggak pernah salah Zahra, aku yakin dokter Aziz menyukai kamu " gumam dokter jaga itu pelan dan berlalu dari sana.
" hei ra , enak ya kamu bisa pegang pasien dokter Aziz " Mita tiba - tiba menghampiri Zahra yang sedang sibuk memindahkan data pasiennya kedalam file pasien.zahra menatap mita bingung
" maksudnya apa ya mit'" tanya zahra pura - pura tidak tahi .
" ah biasa aja kok mit " jawab zahra yang melhat ke mita sekejap
" Maksud kamu apa ya bicara seperti itu " tanya Zahra lagi pada Mita
" nggak ada maksud apa - apa kok " jawab mita kemudian berlalu dari hadapan Zahra dengan wajah yang tidak mengenakkan
Zahra cuek , sebenar nya Zahra tidak menyukai cara Mita bicara tadi, Zahra menangkap ada sesuatu yang lain san seperti kecemburuan pada masa bicara Mita tadi. tapi cemburu kenapa ? Zahra merasa tidak ada masalah apa - apa dengan Mita sehingga Zahra tidak mengambil hati omongan Mita tadi.
Zahra tetap me lanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda ulah Mita tadi, sementara di sudut sama ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Zahra dengan rasa tidak sukanya.siap lagi kalau bukan Mita.
Mita merasa zahra telah menikung nya dengan mengganggu dan mencari perhatian gebetan nya itu.
tanpa Zahra dan Aziz sadari, dari mereka mulai berinteraksi tadi mereka selalu diperhatikan oleh Mita dan dengan ada nya Aziz yang telah memeluk Zahra karena Zahra hampir terjatuh menumbuhkan kecemburuan dan rasa benci mita Zahra.
__ADS_1