
Rio hanya bisa menatap Naira dari balik kaca ruangan ICU, Naira masih tertidur dengan tenang, wajahnya masih terlihat sangat pucat, apakah Rio sedih, ya Rio memang merasa sangat sedih, ia tak menyangka anak dan istrinya saat ini sama - sama di dirawat di ruangan intensif, kondisi Naira saat ini tidak jauh berbeda dengan kondisi anaknya.
Rio baru saja kembali dari ruangan Nicu di mana anaknya di rawat, Rio kembali teringat penjelasan dokter tentang kondisi bayinya setelah beberapa jam lahir, dokter menjelaskan kondisi anaknya mengalami penurunan dan perlu di lakukan tindakan medis lebih lanjut, Rio hanya bisa berdoa di dalam hati saat ini, Rio merasa tidak tega melihat kondisi bayinya, tubuh kecil mungil itu sudah merasakan sakit di tubuhnya, belum lagi banyaknya alat yang terpasang di tubuh anak nya, Rio tidak sanggup untuk melihatnya.
Namun Rio sadar, ia harus tetap sabar dan kuat demi anak dan istrinya yang tengah berjuang untuk hidup saat ini.
Di saat Rio masih sibuk dengan pikirannya tentang musibah yang menimpa istri dan anak nya, sementara di tempat lain , di sebuah rumah cukup besar di kota lain.
Seorang perempuan paruh baya sedang mengumpat dan marah - marah pada suaminya yang entah berada di mana.
" Sialan, kenapa nomor nya gak bisa di hubungi dari tadi sih " Mirna terus mengomel dan memaki sandi yang tidak bisa di hubunginya sedari tadi siang , mirna berulang kali menghubungi nomor sandi tapi selalu jawabannya nomor tidak dapat di hubungi dari operator telepon.
Semenjak Rio menghubungi nya dan mengabari kondisi Naira yang tidak baik - baik saja saat ini, Mirna langsung menghubungi sandi dengan niat mengabari sandi sekalian minta izin pada sandi untuk bisa menemui Naira di kota X, tapi nomor sandi tidak bisa di hubungi dari tadi.
Mirna sudah putus asa, dia tidak tahu lagi menghubungi sandi kemana, Mirna sudah menghubungi sekretaris dan asisten sandi, jawaban mereka sama - sama tidak tahu kemana sandi pergi.
Ya sebelum pergi, sandi sempat berpesan pada sekretaris dan asistennya untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada Mirna jika Mirna menghubungi mereka nantinya.
Sandi melakukan hal itu tanpa ada alasan nya, sandi ingin mencari tahu penyebab putrinya mengalami musibah kecelakaan tabrak lari, firasat sandi mengatakan ini pasti sudah direncanakan, sandi ingat rencana jahat Mirna terhadap putrinya bersama Anton yang tidak sengaja terekam dari cctv di rumahnya.
__ADS_1
Sandi mengetahui hal itu saat ia kembali dari acara pesta aziz dan Zahra, tiga hari sandi tidak ada memantau Mirna, jadi saat di kantor, sandi iseng - iseng melihat rekaman cctv dari tiga hari yang lalu, saat itu lah ia bisa mengetahui rencana jahat Mirna bersama Anton selingkuhannya itu, sandi geram dan marah , sandi tidak menyangka, selama ia pergi Selama itu pula Anton tinggal di rumahnya bersama mirna, ternyata kepergiannya di gunakan oleh Mirna untuk dapat bertemu secara diam - diam di rumahnya, ternyata Mirna tidak melewatkan kesempatan itu untuk bisa berduaan dengan selingkuhannya itu dan merencanakan niat jahat mereka berdua.
Mirna menghempaskan tubuhnya diatas sofa ruang keluarga, ia kembali mengotak Atik ponselnya, Mirna memejamkan matanya mencoba untuk tenang,
Mirna teringat akan Anton, Mirna yakin Anton pasti akan membantunya, karena Anton pasti tidak akan mengabaikan putri kandungnya.
Mirna mencari nomor Anton di ponselnya, ia menghubungi Anton, di panggilan ke tiga panggilan ponselnya pun diangkat oleh Anton di seberang sana,
" Halo sayang, ada apa kamu menghubungi ku, apa kamu merindukan ku ?!" tanya Anton di seberang sana
" Kamu kemana saja sih anton, kok lama sekali angkat telponnya ?!" tanya Mirna kesal bercampur panik
" Ada apa kamu hubungi aku sayang ?" tanya Anton lagi, karena tidak biasanya Mirna menghubungi nya di saat jam kerja seperti ini.
Walau sudah sama - sama menikah, tapi Anton masih tetap mencintai Mirna , cinta pada Mirna masih sama seperti dulu, ia dulu terpaksa meninggalkan Mirna karena harus menikah dengan pilihan orang tuanya, dan saat ia meninggalkan Mirna, anton tidak tahu kalau saat itu Mirna sedang hamil Naira buah cinta mereka .
Kerana rasa cintanya pada Mirna, setelah orang tuanya meninggal Anton kembali mencari Mirna, dan meminta maaf pada Mirna, Anton beberapa kali meminta Mirna untuk kembali padanya , walau pun Mirna sudah menikah, tapi Mirna selalu menolaknya dengan alasan menurut Anton sangat tidak masuk akal.
Semenjak perselingkuhannya di ketahui oleh suaminya pun sehingga Mirna mendapat perlakuan yang tidak pantas dari suaminya, Anton kembali meminta Mirna untuk meninggalkan sandi dan kembali pada nya, jawaban Mirna tetap sama , Anton hanya bisa bersabar saat ini, ia terpaksa bersabar karena permintaan Mirna, Mirna berjanji setelah semua rencananya tercapai ia akan kembali pada anton, itu lah janji Mirna saat itu.
__ADS_1
Dan yang membuat Anton MUA menunggu Mirna karena Mirna masih bisa di ajak bertemu walau sembunyi - sembunyi dari sandi.
" Anton, Naira sekarang sedang di rawat di rumah sakit di kota X, dan Rio suami Naira mengatakan kondisi Naira kritis, aku mau kesana, tapi aku tidak bisa menghubungi sandi dari tadi, tolong bantu aku untuk menemui putri ku Anton, aku mohon " Mirna memohon pada Anton untuk bisa membantunya menemui Naira, dari seberang sana anton dapat mendengar kalau saat ini Mirna sedang panik dan menangis dan itu terdengar jelas dari suara Mirna saat menelpon nya.
" APA, kenapa bisa mir Naira kritis ?!!" tanya Anton kaget.
Walau Naira masih belum mengetahui siapa dirinya, Anton tetap menyayangi putri nya itu, Anton kaget saat Mirna mengatakan kondisi Naira yang tidak baik - baik saja saat ini.
" Aku juga tidak tahu Anton, tolong bantu aku ,aku ingin menemui putri ku Anton " ujar Mirna memohon Anton menolongnya.
" Baik lah, sekarang kamu tenang, kamu siap - siap kita ke kota X sekarang, tiga puluh menit lagi aku jemput kamu, kita ke kota X bersama - sama " sahut Anton menenangkan Mirna.
" iya baik lah, terima kasih anton, terima kasih sudah membantu ku " jawab Mirna tersedu - sedu dalam tangisnya.
" Jangan mengucapkan terima kasih sayang, Naira juga putri ku, aku tidak mau terjadi apa - apa pada putri kita " sahut Anton
" Sekarang kamu siap - siap, aku akan kesana menjemput kamu ya " ujar Anton lagi
"baiklah " jawab Mirna, kemudian panggilan telpon itu pun berakhir.
__ADS_1
Mirna bergegas masuk ke kamarnya dan bersiap - siap untuk pergi ke kota X bersama Anton menemui putri mereka, Mirna tidak perduli lagi dengan kemarahan sandi padanya, saat ini yang ada di pikirannya hanyalah keselamatan putrinya.