
Stelah membantu istrinya menutup koper dan menaruhnya di dekat lemari,Aziz mengajak istrinya itu untuk tidur, karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Zahra merebahkan tubuhnya di samping Aziz yang sudah duluan berbaring .
" Abang boleh peluk gak tidurnya " tanya Aziz lembut, Zahra menatap Aziz lalu menganggukkan kepalanya.
Aziz tersenyum senang, Aziz merentangkan tangannya berjarak Zahra masuk ke dalam pelukannya.zahra yang ragu - ragu mendekati Aziz pelan , kemudian Zahra dengan perlahan mulai meletakkan kepalanya di dada bidang sang suami .Aziz langsung memeluk Zahra lembut dan hangat.
Ini pertama kalinya bagi Zahra dan Alif tidur dalam posisi saling berpelukkan setelah menikah.
Zahra merasa nyaman berada dalam pelukkan suaminya. Aziz membelai rambut Zahra pelan dan lembut, Zahra yang merasa ada belaian lembut di kepalanya ,memejamkan mata merasakan belaian lembut itu.
" bang " dengan mata yang masih terpejam Zahra memanggil aziz
" hemm" gumam Aziz pelan.
" Besok, sebelum berangkat boleh gak Zahra ziarah ke makam kakek dulu ?" tanya Zahra hati - hati. Aziz diam sambil berpikir untuk mempertimbangkan waktu kita - kita jam berapa bisa ke makam kakek agar tidak buru - buru ke bandara.
Karana tidak kunjung mendapatkan jawaban Aziz, Zahra mengangkat kepalanya menatap Aziz, Zahra takut Aziz tidak akan mengizinkannya.
" bang " Zahra manggil Aziz pelan, Aziz merasakan Zahra sedang menatapnya ikutan menatap istrinya itu.
" kita berangkat pagi - lagi ke makam kakek ya, biar tidak buru - buru nanti saat ke bandara." jawab Aziz lembut
Zahra tersenyum senang setelah mendapat izin. dari suaminya, apa lagi suaminya mau mengantar kan dirinya ke makam kelak besok .
" makasih ya bang " Zahra mengucapkan terima kasih pada suaminya yang sudah mau mengantarnya besok ke makam kakek.
" iya sayang, sekarang tidur ya , nanti kesiangan , besok kita kan akan pergi ke makam kakek " Aziz mengajak Zahra untuk tidur dan Zahra menganggukkan kepalanya.
Aziz mencuri ciuman di bibir Zahra lagi, awalnya hanya ciuman singkat, tapi lama - lama menjadi ciuman panas dan menuntut.
" Abang udah ,nanti kebablasan " tegur Zahra ketika Aziz melepaskan tautan bibirnya karena Zahra yang sudah kehabisan nafas.
" Habisnya bibir kamu jadi candu bagi ku sayang " jawab Aziz tersenyum .
__ADS_1
Zahra membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami,Zahra yang malu menutupi wajahnya yang mulai memerah di dada bidang aziz.
Aziz merasa gemas melihat Zahra yang malu - malu ,lalu Aziz kembali memeluk Zahra sambil satu tangannya mengelus rambut Zahra lembut.
Zahra memejamkan matanya merasakan kehangatan pelukkan sang suami, dan tak lama kemudian Zahra pun larut dalam tidur nyenyak nya yang masih dalam pelukkan Aziz.
*****
Pagi ini,.sesuai janjinya Aziz mengantarkan Zahra ziarah ke makam kakek. Aziz membiarkan Zahra menangis menumpahkan isi hati dan kesedihannya pada sang kakek.
Aziz menatap jam yang melingkar di tangannya. jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. artinya menekan harus segera pulang karena sebelum jam dua belas siang mereka sudah harus berada di bandara .
Aziz berjongkok di samping Zahra, Aziz mengelus punggung Zahra lembut sambil membisikkan kata - kata sabar pada Zahra.
Sudah hampir satu jam mereka berada di pemakaman tersebut, Zahra seolah - olah tidak puas bercerita menumpahkan kesedihannya ,dan Zahra seperti memiliki stok air mata yang banyak untuk menangkis.
Aziz memeluk tubuh mungil itu dan mengelus bahu Zahra penuh sayang
" udah ya, jangan menangis lagi, kakek sudah tenang di sana ,kamu harus sabar dan kuat ya, jika kamu sayang kakek, perbanyaklah kirim doa dan alfatihah untuk kakek ya." aziz berusaha menguatkan Zahra dan mengajurkan Zahra untuk banyak berdoa untuk sang kakek .
" Sudah siang, kita pulang sekarang ya , Alif pasti sudah menunggu kita untuk berangkat ke bandara " Aziz mengelus wajah Zahra yang basah dengan air mata dan menghapus air mata itu dari pipi mulus Zahra.
" Kita berdoa untuk kakek dulu ya " Sebelum pergi Aziz mengajak Zahra untuk berdoa , lagi - lagi Zahra menganggukkan kepalanya setuju .
Aziz dan Zahra lalu membaca doa yang di pimpin oleh Aziz. Setelah membaca doa bersama, mereka pun berlalu dari makam tersebut pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah , ternyata Alif dan Arumi sudah menunggu kepulangan mereka untuk berangkat ke bandara bareng.
Alif meyambut kepulangan Aziz dan Zahra dengan sedikit kesal,.kok lama banget sih bro , bisa telat nih ke bandara nya." omel Alif pada Zahra .
" maaf bang, ini bukan salah bang Aziz, tapi salah Zahra yang lama di makam kakek " bulan Aziz yang menjawab, melainkan Zahra yang sudah menanggapi Omelan aziz, Zahra sadar mereka terlambat pulang karena ia yang belum mau pulang ketika Aziz mengajaknya pulang tadi, Zahra baru mau pulang dari makam kakek setelah Aziz mengingatkan kalau mereka harus ke bandara segera jika tidak mau ketinggalan pesawat nantinya.
Alif tidak mampu lagi untuk berbicara setalah Zahra berbicara seperti itu, Alif sangat memahami kondisi Zahra saat ini. karena tidak ada lagi terdengar bantahan dari Alif, Aziz langsung berinisiatif menenangkan Alif dan meminta Alif untuk menunggu mereka sebentar untuk beberes dan membersihkan tubuh sebentar.
sebelum berlalu Aziz menepuk pundak Alif pelan " bentar ya bro, aku dan Zahra siap - siap dulu " Alif hanya menganggukkan kepalanya setuju.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Aziz dan Zahra keluar dari kamar sambil membawa koper mereka yang tidak banyak dan di bawa oleh Aziz.
Alif, Arumi ,Zahra dan aziz pun pamit pada nenek, cindi dan Adam, sementara si kecil.altaf tidak berasa di rumah, karena sedang sekolah.
" kalian baik - baik di sana ya " pesan nenek pada Zahra dan Arumi . dan di jawab Arumi dan Zahra dengan anggukkan kepala .
" baik nek" jawab mereka barengan.
Semalam sebelum berangkat tidur, pasangan Zahra dan Arumi sudah mendapat nasehat dari nenek tentang bagai mana hidup berumah tangga, tentang kewajiban suami dan istri dan banyak lagi lainnya.
Setelah acara pamit selesai , ke dua pasang pengantin baru itu pun di antar ke bandara oleh Adam dan sandi, memang sandinlagi yang sudah menawarkan diri untuk mengantar mereka ke bandara, sandi beralasan karena ia juga ada keperluan ke arah yang sama .
Setelah menempuh perjalannya lebih kurang tiga puluh menit, akhirnya mereka pun sampai di bandara .
Aziz dan Alif pun langsung melakukan boarding pass sebelum masuk ke pesawat mereka masing - masing .
Setelah pamit dengan sandi dan Adam , Alif Arumi ,Aziz dan Zahra pun berpisah , mereka masuk ke pesawat mereka masing - masing karena tujuan mereka yang berbeda .
Sebelum berpisah mereka saling berpelukkan .
" gue titip zahra ya bro, kalau terjadi sesuatu pada Zahra hie harap lu segera hubungi gue " pesan Alif pada Aziz dan Alif juga menitipkan Zahra pada Aziz.
" lu tenang aja, gue akan menjaga istri gue sebaik - baiknya, cepat lah selesaikan pendidikan lu , Seperi yang gue bilang kemaren , tolong lu pertimbangkan lagi permintaan gue yang kemaren setelah lu selesai pendidikan nanti " kata Aziz sambil memeluk pundak Alif pelan.
Alif hanya tersenyum mendengar permintaan aziz yang belum bisa ia jawab.
Alif mendekati Zahra dan pamit dengan Zahra, " Abang tahu kamu pasti kuat dan bisa melewati ini semua dek, jadilah istri yang baik dan patuh untuk suami kamu ya, Abang pasti akan selalu merindukan kamu dek " kata Alif sambil mengelus kepala Zahra yang terbalut hijab, Aziz dari tadi tidak melepas tatapannya pada Alif dan Zahra, Aziz merasa tidak ikhlas ketika Alif membelai kepala istrinya, ia merasa cemburu , apa lagi ketika Alif hendak memeluk Zahra , Aziz langsung menarik istrinya itu kedalam pelukannya sebelum Alif sempat memeluk Zahra duluan .
Alif kesal melihat Aziz yang sudah menarik Zahra keperluannya sehingga ia gagal memeluk adik kecilnya itu.
" dasar posesif " kata Alif kesal.
" biar, posesif sama istri sendiri itu perlu bro " jawab Aziz santai.
Zahra dan Arumi hanya tersenyum melihat perdebatan mereka .
__ADS_1
tapi kebersamaan mereka tidak bisa berlangsung lama karena panggilan untuk mereka segera naik ke pesawat masing - masing sudah terdengar dan pesawat mereka siap untuk take off.
mereka pun berpisah menuju pesawat masing - masing.