
Aziz dan Zahra sedang bersiap - siap untuk check out dari hotel, setelah memastikan semuanya rapi dan merasa tidak ada lagi barang - barang mereka yang tertinggal, Aziz dan Zahra turun ke lobi. semua keluarga sudah check out duluan kemaren siang, Zahra dan Aziz sengaja memilih check out hari ini karena Zahra yang masih merasa betah untuk menginap di hotel itu.
Setalah menyerahkan kunci kamar ke pihak hotel, Aziz dan Zahra menuju ke parkiran yang berada di basement hotel di mana mobil Aziz diperkirakan.
Aziz membuka kan pintu mobil untuk Zahra dan membantu Zahra masuk ke dalam mobil, setelah di pastikan Zahra duduk dengan nyaman, Zahra mantap Aziz tersenyum , Zahra lalu meraih lengan Aziz sehingga posisi Aziz menunduk menghadap Zahra
cup
" Makasih abang " Zahra dengan cepat memberikan ciuman singkat di bibir Aziz, dan ciuman singkat itu mampu membuat Aziz terkejut menatap Zahra.
" hmmmm... ternyata istri Abang sudah mulai pintar menggoda ya sekarang " Aziz menatap Zahra dengan tatapan menyelidik menahan senyum. Aziz tidak bisa membohongi dirinya, saat ini ia merasa sangat senang mendapat ciuman dadakan dari istri cantiknya itu, Aziz tidak menyangka Zahra akan melakukan itu padanya karena itu merupakan hal yang tidak pernah Zahra lakukan sebelum, dan hari ini Zahra lakukan tanpa di minta.
" Kan belajarnya dari Abang " jawab Zahra genit .Aziz menjadi gemes melihat tingkah imut istrinya itu
" Genitnya cukup untuk abang saja ya sayang, Jahan genit sama yang lain , Abang gak rela " sahut Aziz gemas
" Abang jadi gemes lihat kamu seperti ini, pingin balik ke hotel lagi dan ngamar seharian " sahut Aziz lagi mencubit hidung Zahra gemas. rasanya Aziz tidak rela jika harus pulang sekarang setelah mendapatkan perlakuan manis dari istrinya itu.
" Auuw...kok di cubit sayang " Aziz meringis pura - pura sakit setelah mendapatkan cubitan dari Zahra di perutnya .
" Jangan macam - macam bang, ingat Zahra belum bisa di eksekusi sebelum Konsul dengan Tante ayu dulu " ujar Zahra kesal terhadap sifat mesum Aziz saat ini.
" Iya Abang paham kok sayang " aziz tersenyum dan membelai kepala Zahra yang terbalut hijab dan membawa kepala Zahra mendekat serta memberikan kecupan di sana.
" Kita berangkat sekarang ?" Zahra menganggukkan kepalanya ketika Aziz mengajaknya untuk berangkat meninggalkan hotel menuju rumah sakit.
Setelah berdiskusi sejenak pasca Zahra yang pingsan di kamar mandi waktu itu, akhirnya Zahra dan Aziz memutuskan untuk memeriksakan ke adaan dan kehamilan Zahra ke rumah sakit, tapi Zahra tidak mau dengan dokter yang lain, Zahra maunya di rawat oleh dokter ayu istrinya prof rayyan atau tantenya Aziz karena Zahra sudah merasa nyaman di periksa pertama kali oleh ayu waktu di rumah waktu itu.
__ADS_1
Aziz menutup pintu penumpang dengan pelan, kemudian Aziz berjalan memutari mobil dan membuka pintu bagian kemudi dan masuk di kursi kemudi.
Aziz sudah bersiap - siap untuk menjalankan mobilnya, namun Batal karena ada nada telpon masuk dari ponselnya , aziz meraih ponselnya dan melihat siapa yang sudah menelponnya,.
Aziz langsung mengangkat panggilan masuk dari ponselnya ketika melihat nama Tante ayu tertulis di panggilan masuknya .
" Halo assalammualaikum Tan" Aziz menjawab panggilan telpon ayu sambil menatap Zahra yang juga sedang menatap padanya.
'( waalaikumsalam ziz, kamu jadi datang ke rumah sakit bersama Zahra ziz ?) " ayu langsung menanyakan aziz apa kah jadi periksa hari ini atau tidak, karena ayu akan mengosongkan jadwalnya ketika Aziz dan Zahra datang periksa, tadi pagi Aziz sudah menghubungi ayu dan mengabari akan membawa Zahra periksa kandungannya ke rumah sakit dan Aziz juga menyampaikan bahwa Zahra tidak mau dengan yang lain, maunya hanya dengan Tante ayu saja, sebenarnya bagi Aziz tidak Masalah siapa saja yang memeriksa Zahra asalkan itu perempuan, akhirnya Aziz lega karena pilihan Zahra jatuh pada Tante ayu dan ayu juga tidak keberatan dengan itu, ayu justru sangat senang bisa ikut andil dalam merawat calon penerus Widodo's group selanjutnya itu yang sekaligus akan menjadi cucunya juga kelak.
" iya Tan, ini aku dan Zahra mau jalan ke rumah sakit, Tante lagi sedang tidak sibuk kan ?" tanya Aziz masih menatap ke arah Zahra.
Zahra hanya mendengarkan obrolan Aziz dan ayu, karena aziz meg spieker kan panggilannya sehingga Zahra bisa mendengarkan apa yang mereka bicara kan.
"( Tidak kok ziz, kamu jangan khawatir Tante sudah mengosongkan jadwal Tante khusus untuk memeriksa ponakan kesayangan dan cucu Tante hehehhe )" jawab ayu dari seberang telpon, terdengar suara tawa ayu senang.
" baik Tan, Aziz dan Zahra jalan dulu ya Tan "
" ( Ya, Tante tutup telponnya nya, biar kalian langsung jalan , assalammualaikum ) "
Panggilan telpon berakhir setelah Aziz menjawab salam ayu.
"Zahra jadi gak enak dengan Tante ayu bang " mendengar ayu yang akan mengosongkan jadwalnya karena ia akan datang periksa Zahra merasa tidak enak hati pada ayu. Zahra merasa sudah merepotkan ayu dan mengganggu tugas ayu.
" gak enak kenapa sayang " aziz.yanh sedang fokus membawa mobilnya menatap Zahra sekilas bingung.
" Ya gara - gara Zahra minta di periksa oleh Tante ayu, Tante ayu sampai - sampai harus mengosongkan jadwalnya bang " jawab Zahra sedih .
__ADS_1
" Jangan merasa bersalah gitu sayang, Tante ayu sengaja mengosongkan jadwalnya karena beliau ingin fokus memeriksa kamu dan calon anak kita, kamu dengar sendiri kan Tante ayu sangat senang menyambut kehadiran calon cucunya, jadi kamu tidak usah merasa tidak enak begitu ya " ujar Aziz meraih tangan Zahra dan menggenggam tangan itu lembut.
Zahra berpikir sejenak, memang tadi dari nadanya ayu saat di telpon terdengar sangat bersemangat dan senang, Zahra akhirnya menganggukkan kepalanya.
" Gitu Dong sayang, sekarang jangan merasa sungkan lagi ya, senyum nya mana, masak istri Abang cemberut sih, cantiknya jadi berkurang "ujar aziz menggoda zahra, Zahra pun menampilkan senyum indahnya pada aziz yang di balas Aziz juga dengan senyuman.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka sampai juga di parkiran rumah sakit, Aziz memarkirkan mobilnya di parkiran khusus owners,.
Setelah mematikan mesin mobil Aziz turun dan memutari mobil untuk membuka pintu mobil untuk Zahra, Aziz membantu Zahra untuk turun, Zahra selalu merasa senang dengan perlakuan Aziz yang manis menurutnya itu.
Aziz dan Zahra jalan saling bergandengan tangan menuju ruang periksaan ayu, banyak orang - orang yang menatap iri pada kemesraan mereka setiap kali melewati ruangan yang mereka lalui maupun dari orang - orang yang berselisih jalan dengan mereka.
aziz cuek dan terus menggenggam tangan Zahra menuju ruangan ayu, sementara itu, Zahra sudah merasa gugup dari tadi berusaha melepaskan genggaman tangan Aziz, tapi bukannya melepaskan genggaman tangannya dari tangan Zahra , Aziz malah semakin mengeratkan genggaman tangannya dalam diam dan terus berjalan tanpa memperdulikan bisikkan - bisikan di sekeliling mereka.
Zahra akhirnya memilih pasrah dan membiarkan Aziz menggenggam tangannya.
Setelah sampai di depan ruangan ayu, Zahra dan Aziz langsung di sambut oleh asisten ayu yang memang sudah menunggu kedatangan mereka di sana atas permintaan ayu.
" siang dokter Aziz, Zahra, mau jumpa dengan dokter ayu ya " sapa perawat itu pada aziz dan Zahra.
" Siang juga kak, iya kak, dokter ayunya ada di dalam kak " Zahra menjawab sapaan asisten ayu ramah ,sementara aziz.hanya diam sambil mengangkat telponnya karena pas sampai di depan ruangan ayu, ponsel aziz berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
" Ada Ra, dokter ayu sudah menunggu dari tadi, langsung masuk aja ya " jawab asisten ayu ramah dan menyuruh Zahra dan Aziz langsung masuk saja karena ayu sudah menunggu mereka dari tadi.
".Makasih ya kak, Zahra dan bang Aziz masuk dulu ya kak " sahut Zahra tersenyum dan izin masuk keruangan ayu pada asisten ayu tersebut.
Zahra akan melangkah kan kakinya masuk ke ruangan ayu berbarengan dengan Aziz yang sudah mengakhiri panggilan dari ponselnya.
__ADS_1
tadi Aziz memang mendapat panggilan telpon dari Aldo asistennya.