CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 71


__ADS_3

Setelah puas berkeliling apartemen, Zahra berniat ingin ke dapur untuk membuat makan malam untuk mereka berdua, Aziz sedang sibuk berada di ruangan kerjanya, entah apa yang sedang dikerjakan oleh suaminya itu, Zahra juga tidak enak hati menganggu Aziz saat ini.


Zahra membuka kulkas, Zahra bingung ketika melihat tidak ada satu pun bahan makanan di dalam nya yang bisa ia masak, Zahra menutup kembali kulkas tersebut, lalu Zahra menuju ke lemari penyimpanan makanan kering, siapa tahu ada terselip bahan makanan yang bisa ia masak untuk malam ini, perutnya sudah terasa sangat lapar, Zahra ingat mereka terakhir makan siang tadi di bandara sebelum sambil menunggu pesawat siap untuk berangkat.


Ternyata harapannya Zahra tinggal harapan, di sana juga tidak ada bahan makanan yang bisa ia olah menjadi santapan malam mereka malam ini.


Zahra mau menemui Aziz untuk minta izin pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan, tapi Zahra ragu, Zahra takut jika nanti ia mengganggu Aziz yang sedang sibuk bekerja.


Zahra berjalan mondar mandir di dekat meja makan , Zahra sedang berfikir apa yang akan di lakukannya, mau pergi aja tanpa memberi tahu suaminya Zahra juga tidak mau, Zahra takut nanti Aziz mencari dirinya jika ia pergi begitu aja, mau minta izin takut mengganggu Aziz bekerja.zahra menarik nafas dalam bingung.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Zahra memutuskan menemui Aziz ruang kerjanya, Zahra sudah bertekad akan meminta izin Aziz untuk pergi ke supermarket , sebagai istri sudah seharusnya ia minta izin dulu jika akan pergi ke mana - mana agar ridho suami selalu menyertai setiap langkahnya.


Zahra mengetuk pintu ruang kerja Aziz pelan , setelah terdengar suara Aziz mengizinkannya masuk baru lah Zahra membuka pintu ruangan itu pelan - pelan.


setelah pintu terbuka, Zahra masuk ragu - ragu kedalam ruangan itu, Zahra melihat Aziz sedang sibuk di depan meja kerjanya sambil menatap layar komputer di meja itu.


Aziz yang sudah tahu bahwa Zahra yang datang menemuinya karena memang hanya mereka berdua yang tinggal di apartemen itu, langsung menghentikan pekerjaannya, aziz menatap Zahra yang sedang menghampirinya dengan ragu -ragu.


" Ada apa sayang ?" tanya Aziz sambil meraih tangan Zahra yang sudah berdiri di sampingnya, dan menarik Zahra agar lebih dekat dengan dirinya, Aziz memutar kursi kerjanya, sehingga kini ia dan Zahra saling berhadapan dengan posis Aziz yang duduk dan Zahra berdiri di depannya.


" Bang, Zahra izin ya mau ke supermarket sebentar , Zahra mau masak untuk makan malam , tapi Zahra tidak menemukan stok bahan makanan di kulkas." Zahra memberi tahu dan minta izin untuk ke supermarket beli bahan makanan.


" oiya sayang, tadi Abang lupa minta tolong Aldo untuk belanja bahan makanan ." jawab Aziz yang baru ingat kalau ia lupa tolong asistennya untuk membeli bahan makanan.


" Gini aja sayang, kamu tidak usah masak,kita makan di luar aja, sekalian belanja bahan makanan gimana, kamu mau kan ?" usul Aziz setelah berpikir beberapa saat.


" bukannya Abang lagi sibuk kerja ya " tanya Zahra menatap laptop Aziz yang masih menyala dan adanya beberapa berkas kerja yang sedang di kerjakan aziz di atas meja kerja nya.


" abang lanjut aja kerjanya, Zahra gak apa - apa kok pergi ke supermarket nya sendiri ." ujar Zahra lagi.

__ADS_1


" No sayang, kerjaan bisa Abang lanjutkan nanti saja , saat ini yang penting bagi abang adalah menemani istri cantik Abang ini belanja terlebih dahulu ." jawab Aziz yang tidak mau di bantah lagi, sambil mencolek hidung Zahra gemas.


" Memangnya gak apa - apa kerjaan Abang tertunda ?" tanya Zahra ragu


" udah kerjaan Abang gak usah kamu pikirkan, sekarang kamu siap - siap,kita pergi belanja bahan makanan sekarang." ujar Aziz lagi sambil meminta Zahra untuk bersiap - siap.


Zahra pun menganggukkan kepalanya setuju. kemuadian Zahra berlalu dari ruang kerja Aziz dan masuk kekamar untuk bersiap - siap pergi belanja ke supermarket.


Melihat Zahra sudah pergi bersiap - siap, Aziz kembali menatap kerjaan yang senang dikerjakannya dan memeriksa kerjaannya itu sebentar, lalu Aziz pun menutup laptopnya dan mengikuti zahra kekamar untuk mengganti pakaiannya .


****


Zahra sedang merapikan hijabnya di depan kaca meja riasnya.Zahra terlihat sangat cantik dengan gamis berwarna pink pilihannya dan sangat serasi dengan hijab yang dipakainya.


Aziz yang sedari tadi memperhatikan Zahra ,mendekati Zahra dan memeluk istrinya itu dari belakang .


Zahra yang mendapat pujian dan pelukan tiba - tiba dari Aziz menjadi salah tingkah, jantungnya berdegup kencang, dan wajahnya memerah karena malu.


Aziz menatap pipi merah merona istrinya yang sedang tertunduk itu sambil tersenyum,


" kamu makin cantik dengan pipi merah seperti itu sayang, Abang makin sayang dan cinta deh " kata Aziz lagi, sambil mengelus pipi merah Zahra dengan jarinya.


* Abang jangan gombal terus bisa gak ?!" ujar Zahra sambil malu - malu.


" Abang gak gombal sayang, kamu memang cantik kok " jawab Aziz tidak mau di bilang menggombal oleh istrinya itu.


" Saking cantiknya, Abang sampai tidak rela bawa kamu keluar ,nanti banyak yang lihat dan perhatiin kamu, Abang gak rela punya Abang jadi pusat perhatian pria lain. " kata Aziz lagi yang tidak rela istrinya jadi pusat perhatian .


" jangan lebai deh bang, jadi pergi gak ni,Zahra udah lapar banget nih bang " Zahra yang kesal dengan Aziz yang masih betah memeluknya itu langsung meminta Aziz melepaskan pelukannya dan mengajak pergi karena ia sudah merasa sangat lapar juga.

__ADS_1


Melihat Zahra kesal, Aziz cepat - cepat melepaskan pelukannya lalu mengajak Zahra pergi , aziz takut istrinya makin kesal dan merajuk.


***


Aziz mengajak Zahra mampir ke restoran terlebih dahulu untuk makan malam, karena Aziz tahu saat ini Zahra sangat merasa lapar , Aziz tidak mau melihat Zahra telat makan, karena Zahra mempunyai masalah dengan lambung nya sehingga Zahra tidak boleh telat makan.


Selesai makan, mereka lanjut ke supermarket untuk belanja.


Zahra sedang berjalan di depan sambil memilih - milih bahan makanan yang diperlukannya, sementara itu, Aziz dengan setia mengikuti Zahra dari belakang sambil mendorong troli belanjaannya.


Stelah berputar beberapa saat memilih bahan - bahan makan yang di perlukan, Zahra dan Aziz lalu memutuskan ke kasir untuk melakukan pembayaran


" Yakin udah semua ini sayang ?" tanya Aziz pada Zahra ,


Zahra kembali menatap troli belanja nya yang sudah penuh dengan belanjaannya itu, ikan, daging , buah dan berbagai macam sayur sudah ada semua di dalam troli itu.


" Sepertinya udah semua deh bang," jawab Zahra sedikit ragu


" yakin, gak ada yang tertinggal sayang ?" Aziz bertanya lagi pada Zahra untuk memastikan lagi istrinya itu, siapa tahu masih ada yang terlupakan oleh Zahra.


* gak ada bag, udah semua kok " jawab Zahra yakin akhirnya.


" ya udah kita ke kasir aja sekarang lagi ya " ujar Aziz akhirnya


Zahra pun menganggukkan kepalanya setuju.


beruntung malam ini supermarket yang mereka datangi tidak terlalu ramai sehingga mereka tidak perlu lama ngantri melakukan pembayaran.


Setelah melakukan pembayaran Aziz lalu mengajak Zahra pulang.selain lelah, malam juga sudah mulai larut .sementara besok mereka sudah harus bekerja.

__ADS_1


__ADS_2