CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 188


__ADS_3

Akhirnya hari yang mereka tunggu - tunggu datang juga, siang ini setelah di periksa oleh dokter anak si kembar sudah boleh di izin kan pulang ke rumah oleh dokter, sudah hampir satu minggu Zahra berada di rumah sakit bersama ketiga anak - anak nya, dan mendengar anak - anak nya sudah bisa pulang ke rumah Zahra merasa sangat bahagia, Zahra sudah tidak sabar untuk cepat - cepat pulang dan sampai di rumah.


Satu Minggu berada di rumah sakit tidak bisa di bohongi Zahra merasa sangat bosan, walau pun selama di rumah sakit Zahra tidak di biarkan sendiri oleh aziz dan kamar nya selalu ramai dengan kunjungan keluarga dan teman - temannya, namun tetap berada beda dengan suana di rumah.


" Sayang, mami bilang kita pulangnya ke rumah mami dulu ya, kalau kamu sudah benar - benar sembuh nanti baru kita pulang ke rumah kita sendiri " aziz mendekati Zahra yang sedang memasang hijabnya di depan kaca.


Tadi Aziz sempat ke balkon kamar mengangkat telpon dari Bu Susan, Bu Susan meminta Aziz membawa Zahra pulang ke rumah nya mengingat kondisi Zahra yang masih dalam penyembuhan. Aziz pikir tidak ada salah nya mereka tinggal di rumah orang tua nya untuk sementara waktu, demi mengingat kondisi Zahra yang baru siap lahiran pasti zahra akan kerempongan mengurus ketiga anak - anak mereka yang masih bayi sendiri, selain itu kemungkinan besar aziz akan di sibukkan dengan pekerjaannya yang ia tinggal selama satu Minggu ini karena membantu dan menjaga istrinya di rumah sakit, apa lagi dengan adanya masalah Naira yang masih belum selesai.


" Iya gak apa - apa bang, Zahra malah senang kalau kita tinggal di rumah mami, lebih ramai dan Zahra ada temanya " jawab Zahra yang tidak masalah jika harus tinggal di rumah mertua nya, malahan Zahra merasa senang tinggal bersama mertuanya itu.


Aziz tersenyum senang, ternyata Zahra tidak keberatan jika di ajak tinggal di rumah orang tuanya. Aziz memeluk tubuh Zahra dari belakang dan mencium puncak kepala istrinya dengan dalam.


" Makasih ya sayang " bisik Aziz pelan


" Untuk apa bang ?" tanya Zahra bingung ketika Aziz tiba - tiba mengucapakan terima kasih pada nya.


Aziz membalikkan tubuh Zahra pelan hingga menghadap ke arahnya, sehingga Zahra bisa menatap wajah suaminya dengan jelas, lalu Aziz mengangkat kedua tangannya menangkup wajah Zahra lalu menarik kepala Zahra pelan mendekati bibirnya kemudian Aziz memberikan cium cukup dalam dan lama di kening Zahra, Aziz kembali menatap Zahra dengan tatapan yang lembut dan penuh cinta, " Untuk semua sayang, termasuk terima kasih sudah melahirkan tiga pangeran tampan untuk Abang , I Love you istriku " sahut Aziz dan tak lupa memberikan kecupan singkat di bibir istrinya.


" I love you too suamiku " jawab Zahra tersenyum, Aziz membalas senyum istrinya, mereka saling tatap dan saling senyum penuh cinta seakan - akan dunia milik mereka berdua.


" Oya bang, gimana dengan baby sister untuk si kembar ?" apa sudah ada ?" Zahra tiba - tiba teringat akan perbincangannya dengan Aziz beberapa hari yang lalu tentang baby sitter untuk anak - anak nya, karena Aziz belum ada memberi tahu nya apa kah sudah ada atau belum jadi Zahra langsung bertanya pada Aziz ketika ingat tadi.


" O iya, Abang lupa kasih tahu, mami bilang baby sitter nya sudah ada, dan nanti mereka akan di antar pak Dadang kesini untuk menjemput si kembar bersama Tante cindi, mami dan yang lain gak bisa jemput katanya ada yang mereka siapkan gitu, tapi Abang gak tahu " jawab Aziz menjelaskan, Zahra mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti.


" Apa semua nya sudah siap sayang ?"


" Sudah bang, tinggal menunggu yang jemput aja lagi, si kembar juga sudah rapi, tadi di bantu perawat ganti bajunya " jawab Zahra sambil mengalihkan tatapannya pada ketiga anak - anak nya yang sendang tidur dan sudah terlihat rapi dan ganteng dengan baju kembaran yang sama, hanya beda warna nya saja


Tok...tok..tok..

__ADS_1


" Sepertinya Tante cindi dan baby sitter nya si kembar sudah datang sayang, Abang bukain pintu dulu ya "


" Iya bang "


Aziz berlalu membuka kan pintu karena ada yang mengetuk pintu kamar Zahra dari luar, dan ternyata dugaan Aziz benar, yang datang Tante cindi dan tiga orang baby sitter yang siap untuk menjemput Zahra dan si kembar pulang.


" Assalammualaikum"


" waalaikumsalam" jawab Aziz dan mencium punggung tangan cindi sopan.


" maaf ya ziz, tante telat jemput kalian, tadi Tante nunggu mereka bertiga datang dulu baru bisa kesini jemput kalian " sahut Tante cindi merasa bersalah telah terlambat membeli Zahra dan anak - anak nya.


" Gak apa - apa Tan, lagian Zahra dan si kembar juga baru selesai beberes kok Tan " jawab Aziz tersenyum sambil mempersilahkan cindi dan ketiga baby sitter yang ikut ber sama nya masuk.


" Oya ziz, ini baby sitter untuk si kembar, dari yayasan yang di kirimkan dari sebuah yayasan yang sudah terpercaya, ketiga baby sitter ini sudah di seleksi oleh Bu Susan sendiri " cindi memperkenalkan ke tiga babysister yang di bawa nya pada aziz,


Aziz pun menangkupkan kedua tangannya di depan dada pada ketiga baby sister tersebut yang rata - rata umurnya di atas empat puluh tahun itu.


" Saya Aziz " jawab aziz singkat


" Zahra mana ziz ?, Tante juga mau mengenalkan baby sitter si kembar pada Zahra " tanya cindi menanyakan keberadaan keponakannya itu, karena cindi tidak melihat keberadaan Zahra dari tadi.


" Ada Tan, Ayo kita langsung ke sana saja Tan,.Zahra di kamar bersama si kembar " jawab Aziz yang langsung berlalu mengajak cindi dan ketiga baby sitter tersebut ke salah satu kamar yang ada di ruangan itu, karna dari tadi Zahra berada di kamar bersama ketiga putra - putra mereka sambil menunggu kedatangan cindi.


" Sayang, Tante cindi dan ketiga baby sitter untuk akhdan, Fauzan dan Rasyid sudah datang nih " aziz mendekati Zahra yang sendang memandang ketiga putranya dan memberi tahukan kedatangan cindi dan ketiga baby sitter si kembar.


Zahra berdiri dan menyalami tangan cindi serta mencium punggung tangan cindi sopan.


" Maaf ya Tan, jadi merepotkan Tante buat jemput zahra " ujar Zahra merasa tidak enak hati sudah merepotkan tantenya untuk menjemput mereka pulang.

__ADS_1


" Tante gak repot kok, malahan Tante senang bisa jemput kamu dan ketiga cucu - cucu tante yang ganteng ini " jawab cindi sambil menoel pipi Rasyid karena Rasyid yang lebih dekat posisinya dari tempatnya berdiri.


" Oya ,Ra, ini Tante bawa babysister untuk si kembar, kamu boleh kenalan dulu " sahut cindi sambil memperkenalkan ke tiga babysister itu pada Zahra.


" Siang Bu, kenalkan kami baby sister yang akan membantu ibu untuk menjaga si kembar, saya Imah, dan dua teman saya ini sita dan mawar, " baby sitter itu pun memperkenalkan dirinya dan ke dua temannya yang lain pada zahra, sama hal nya saat bertemu pertama kali dengan Aziz tadi, mereka juga merasa kagum dan takjub ketika bertemu dengan Zahra, Merkea tidak menyangka akan mempunyai majikan yang baik dan tampan serta cantik seperti Aziz dan Zahra.


" Siang kak, saya Zahra bunda nya si kembar " jawab Zahra memperkenalkan diri dan memanggil ke tiga babysister itu dengan panggilan kak, karena melihat umurnya jauh di atas dirinya, tak lupa tersenyum ramah pada ketiga baby sitter itu.


" Dan ini putra kami akhdan, Fauzan dan Rasyid kak " ujar Zahra lagi mengenalkan ke tiga putra nya pada ketiga baby sitter itu.


" Wah putra - putra Bu Zahra dan pak Aziz ganteng - ganteng semua ya " komentar sita salah satu baby sitter takjub dan di benarkan oleh dua yang lainnya.


" Alhamdulillah,.mksh kak " jawab Zahra tersenyum


" Baik lah, sebaiknya kita pulang sekarang, yang lainnya sudah tidak sabar menunggu kita pulang " Karana merasa perkenalannya sudah cukup, cindi pun mengajak Zahra, Azi dan ketiga cucu - cucu untuk pulang, Zahra dan Aziz pun setuju.


" Apa kah ada barang yang perlu di bawa ke mobil ziz ?" tanya cindi lagi pada Aziz.


" Sudah tan, tadi Aziz sudah minta tolong pak Dadang untuk jemput dan membawanya ke mobil " jawab Aziz yang tadi sempat keluar meninggalkan Zahra dan cindi untuk memanggil pak Dadang agar membawa barang - barang mereka ke mobil.


" Jadi kita tinggal berangkat aja kan ?" Tanaya cindi pada Aziz dan zahra.


" iya Tan " jawab Zahra dan Aziz berbarengan.


Cindi Lalau meminta ke tiga babysister itu untuk menggendong si kembar, sementara Aziz meminta Zahra untuk naik ke atas kursi roda yang sudah di bawa oleh perawat keruangan itu.


Aziz membantu Zahra naik keatas kursi roda dan setelah memastikan tidak ada lagi barang yang tertinggal, mereka pun keluar Muju parkiran dimana pak Dadang sudah menunggu mereka dengan mobil nya.


Aziz mendorong sendiri kursi roda Zahra, walau pun tadi perawat sudah menawarkan diri untuk mendorongnya, tapi Aziz menolaknya, akhirnya dua perawat yang bertugas mengantarkan kepulangan Zahra hanya bisa mengiringi rombongan Aziz dan Zahra dari belakang, sementara di depan terlihat Aziz yang sedang mendorong kursi roda Zahra, di belakangnya cindi dan ketiga baby sitter yang masing - masing menggendong si kembar dalam pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2