
" Assalammualaikum"
Aziz dan zahra sudah sampai di rumah pak Widodo, setelah membaca salam Aziz dan Zahra masuk menemui Bu Susan yang sedang berada di ruang keluarga, Bu Susan baru saja selesai membuatkan rujak permintaan Zahra dan memilih duduk di ruang keluarga menonton siaran kesukaannya sambil menunggu Zahra dan Aziz datang.
" Eh menantu mami sudah Sampai, gimana kabarnya sayang?" Bu Susan menyambut kedatangan Zahra menantunya dan memeluk Zahra penuh kasih sayang .
Zahra menyalami dan mencium tangan Bu Susan serta membalas pelukkan Bu Susan pada dirinya.
" Zahra dan Abang baik - baik saja mi " jawab Zahra tersenyum
" Cucu nenek apa kabar ?" tanya Bu Susan sambil mengelus perut Zahra yang masih rata.
" Alhamdulillah kami semua baik dan sehat - sehat aja nenek " jawab Zahra menirukan suara anak kecil.
Bu Susan mengerutkan keningnya ketika Zahra mengatakan kata kami.Tanpa di tanya Zahra sudah tahu apa yang akan di tanyakan oleh Bu Susan pada nya.
Tapi Zahra belum mau memberi tahu Bu Susan tentang kehamilannya yang kembar tiga, Zahra ingin semua keluarganya berkumpul semua, baru Zahra dan aziz akan mengumumkannya.
" Zahra pingin makan rujak buatan mami " ujar Zahra manja pada Bu Susan, Zahra sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar Bu Susan tidak bertanya terus, selain itu Zahra juga ingin membuat bu Susan penasaran dulu .
" Ooooo cucu nenek mau rujak buatan nenek ya " lagi - lagi Bu Susan berusaha berbicara dengan calon cucunya yang masih berada dalam perut Zahra
" Iya nenek, " jawab Zahra menirukan suara anak kecil lagi.zahra dan Bu Susan tertawa bahagia bersama - sama , tanpa di sadari Bu Susan, Zahra berhasil mengalihkan perhatian dan rasa penasaran Bu Susan terhadap ucapannya tadi.
" Rujaknya udah mami siapkan, tapi makan rujak nya nanti ya nak, tunggu kita makan siang dulu ya".ujar Bu Susan , Zahra cemberut karena keinginannya untuk makan rujak belum kesampaian.
" Sayang kamu ada riwayat penyakit lambung, mami gak mau gara - gara makan rujak sebelum makan penyakit lambung kamu akan kambuh " Bu Susan paham jika saat ini Zahra sedang kecewa dengan nya, Bu Susan mencoba memberikan penjelasan pada Zahra kenapa belum boleh makan rujak sekarang.
Zahra memang anak yang penurut, sehingga tanpa adanya drama yang panjang, akhirnya Zahra setuju untuk makan siang dulu sebelum makan rujak yang sedang di idamkan nya
" Kita tunggu papi dan chelsea dulu ya nak, sebentar lagi papi dan chelsea pulang dan kita bisa makan siang bersama " Bu Susan mengajak Zahra untuk duduk di sofa ruangan itu.
Sudah kebiasaan dalam keluarga pak Widodo walau ia sangat sibuk dengan pekerjaannya, pak Widodo tetap mengusahakan untuk selalu makan siang bersama keluarganya di rumah atau pun di luar jika ada kesempatan, seperti hari ini, pak Widodo mengabari Bu Susan akan pulang dan makan siang di rumah bersama istrinya dan anak - anak nya.
__ADS_1
karena keasyikan berbicara dengan Zahra bu Susan lupa menyapa anak laki - lakinya yang datang bersama Zahra tadi.
Lagi - lagi kehadiran Aziz di abaikan oleh orang - orang terdekatnya . Tadi di rumah sakit Aziz di abaikan oleh sang Tante , dan sekarang oleh maminya sendiri.
' fix sepertinya aku ini memang anak tiri di sini ' keluh Aziz pelan berlalu menuju sofa yang ada di ruangan itu dan duduk di sofa depan tivi tanpa menghiraukan dua orang wanita yang beda generasi yang saling ber cerita dan tertawa bersama , entah apa yang mereka bahas yang pasti saat ini mereka saling meluapkan kerinduan, padahal baru dua hari mereka tidak bertemu setelah acara pesta pernikahan mereka waktu itu.
Aziz sangat senang Melihat kedekatan ibu dan istrinya yang melebihi hubungan antara menantu dan mertua, Aziz bersyukur wanita yang kini menjadi istrinya dan ibu dari anak - anaknya begitu sangat di sayang oleh keluarganya, dan begitu juga sebalik nya, dalam hati Aziz selalu berdoa semoga hubungan ini akan selalu seperti ini selama nya.
Zahra yang sadar suaminya sedang merajuk, menepuk keningnya, zahra tidak habis pikir bagaimana bisa ia lupa jika saat ini ada bayi besar yang butuh perhatiannya, Zahra takut hal yang di rumah sakit akan terjadi lagi jika ia tidak secepatnya membujuk bayi besarnya itu.
Zahra sedang berpikir bagai mana cara membujuk suaminya yang tengah merajuk itu, melihat Zahra yang hanya diam dari tadi sambil menatap ke arah Aziz bu susan bertanya pada menantu nya itu
" ada apa nak ?" tanya Bu Susan pada Zahra yang sedang menatap Aziz dari tadi.
" mi, Abang merajuk lagi " bisik Zahra pada bu susan
" Lagi ?!" Bu Susan mengulang ucapan Zahra , keningnya berkerut bingung, Bu Susan belum menyadari kesalahannya yang sudah mengabaikan anak laki - lakinya itu,
Zahra menatap bu Susan dan menganggukkan kepalanya, dengan suara pelan Zahra menceritakan kejadian di rumah sakit dimana Aziz yang cemberut dan merajuk gara - gara di abaikan oleh ayu dan dirinya saat periksa tadi.
" Sekarang kamu bujuk lah bayi besar mu itu nak, ibu pusing lihat muka kusamnya itu " ujar Bu Susan sedikit keras pada zahra.
Merasa dirinya sedang di bicarakan, Aziz mencoba untuk tetap cuek, dan bertahan dengan sikap diamnya.
Bu Susan menepuk keningnya heran melihat sikap Aziz yang kekanak - kanakan itu.
" Apa dia sering seperti itu" tanya Bu Susan pada Zahra dengan suara pelan.
Zahra berpikir sejenak, dan seingat Zahra hari ini sudah dua kali aziz merajuk seperti itu dengan masalah yang sama , Zahra menganggukkan kepalanya,
" Di hari ini sudah dua kali seperti ini mi, yang pertama di rumah sakit, dan sekarang di sini. " jawab Zahra mengingat - ingat lagi.
" Kamu yang sabar menghadapi sikap suami mu itu ya nak " sahut Bu Susan mengelus lengan Zahra lembut , Zahra pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Kamu di sini saja ya temani suami mu, mami siapkan makan siang kita dulu karena sebentar lagi papi dan chelsea sudah sampai rumah " bukannya berusaha membujuk anak laki - lakinya itu, bu Susan malah meninggalkan Zahra dan Aziz berlalu ke meja makan untuk membantu bibi menyiapkan makan siang mereka.
Aziz makin kesal dan cemberut melihat bu susan yang berlalu tanpa menyapa dirinya, Aziz makin kesal di abaikan oleh Bu Susan.
Zahra menghampiri Aziz yang sedang duduk cemberut menatap layar tivi yang menayangkan acara gosip kesukaan Bu Susan.
" Bang ..." Dengan sedikit manja Zahra memanggil Aziz dan memeluk lengan Aziz.
"Hmmm " Aziz hanya bergumam tidak jelas, namun wajah kesalnya masih nampak di wajah ganteng suaminya itu.
Cup
Zahra mencium bibir Aziz singkat, Aziz kaget mendapati Zahra yang mencium nya tanpa aba - aba, dalam hati nya Aziz merasa sangat senang mendapat ciuman duluan dari istrinya tanpa di minta terlebih dahulu.
Niat jahil muncul di kepala Aziz yang sudah mulai mesum itu, aziz memilih tetap dalam mode merajuknya agar Zahra menciumnya lagi.
" Jangan cemberut lagi dong bang, kan sudah Zahra kasih vitamin " Aziz tidak mengalihkan kepalanya dari acara tivi di depannya, melihat Aziz yang masih cemberut Zahra kembali memutar otaknya untuk bisa membujuk Aziz.
" Nak tolong dong kalian bilang sama ayah kalian jangan merajuk lagi, bunda kan jadi sedih " Zahra mengelus perutnya yang masih rata sambil mengajak anak - anak nya yang masih di dalam sana berbicara.
Zahra menampilkan wajah sedihnya dan muka yang seperti orang akan menangis.
Aziz mulai panik ketika Zahra terlihat seperti akan menangis, Aziz memutar tubuhnya menghadap Zahra dan meraih tubuh Zahra masuk ke dalam pelukannya.
" Sudah jangan sedih lagi ya, Abang gak merajuk kok, Abang hanya kesal saja dari tadi selalu merasa di cuekin sama kamu dan mami " Aziz mengelus punggung Zahra lembut dan menenangkan Zahra agar tidak sedih dan menangis lagi.
Zahra yang berada dalam pelukkan Aziz tersenyum penuh kemenangan, akhirnya ia berhasil membujuk suaminya.
' nak maaf kan bunda ya, sudah melibatkan kalian untuk membujuk ayah kalian yang merajuk ' gumam Zahra dalam hati sambil mengelus perut ratanya.
" Abang gak boleh diamin Zahra lagi ya ".Zahra mengangkat kepalanya sehingga bisa menatap Aziz yang juga sedang menatap pada dirinya
" Iya Abang janji tidak akan mengabaikan mu sayang, tapi kamu juga Jangan mengabaikan Abang ya, abang gak suka di abaikan sayang, apa lagi oleh kamu." Aziz memindai wajah cantik Zahra dan membelainya lembut.
__ADS_1
Melihat kemesraan Aziz dan Zahra, Bu susan yang sedang berada di ruang makan geleng - geleng kepala dengan sifat anaknya yang terlalu posesif pada istrinya itu.