CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 124


__ADS_3

Semua mata saat ini tertuju pada Zahra yang sedang makan dengan lahap bukan dengan menu makanan yang telah di buat oleh Bu Susan, tapi Zahra makan nasi dengan rujak buatan Bu Susan.


Ada yang menatap ngilu ketika Zahra memakan nasinya dengan mangga muda yang asam bercampur bumbu rujak yang sedikit pedas, awalnya Bu Susan membuat rujak nya tidak terlalu pedas meningkat Zahra mempunyai riwayat penyakit lambung di tambah Bu Susan tidak ingin terjadi sesuatu pada kehamilan Zahra jika makan makanan yang pedas,, tapi lagi - lagi drama di meja makan terjadi lagi siang ini, Zahra meminta bumbu rujaknya di tambah cabe karena kurang pedas bagi Zahra, Aziz, Bu Susan dan pak Widodo sudah melarang, karena tidak baik untuk kandungannya.tapi lagi - lagi mereka tidak bisa berbuat apa - apa dan memilih mengalah sebelum Zahra menangis.


chelsea menatap Zahra tanpa berkedip, melihat Zahra yang makan lahap dengan buah - buahan yang di bumbui rujak, chelsea jadi ingin mencoba, chelsea penasaran apa rasanya makan dengan bumbu rujak dan buah yang asam, karena selama ini ia belum pernah merasakannya.


" Kak, chelsea boleh coba gak ?' tanya chelsea yang sedang menatap Zahra yang tengah makan lahap dengan menu yang aneh menurut chelsea, ia pun ikutan lapar dan ingin mencoba.


" Boleh dek, ini enak loh, apa lagi rujak nya bikinan mami, rujak bikinan mami memang enak dan tidak duanya deh dek " Zahra memajukan piring berisi rujak kehadapan chelsea agar chelsea gampang untuk mengambilnya.


" Makasih ya mi udah bikinkan Zahra rujak, rujak buatan mami memang enak deh " puji Zahra menatap Bu Susan tersenyum mengucapkan terima kasih.


" Iya sama - sama sayang, untuk kamu dan cucu mami, apalah yang tidak bisa mami lakukan " Bu Susan balas tersenyum pada menantu kesayangannya


" mmmmm mi, ini rujaknya asam dan pedas banget loh mi " chelsea yang sedang mencoba rujak yang di makan Zahra mengerjabkan matanya menahan asam yang terasa di lidahnya sambil meminum air putih karena kepedasan.


Memang rujak yang di minta Zahra hanya memakai mangga muda dan buah kedondong saja, Karen itu permintaan Zahra, dan untuk pedas nya tadi Zahra sendiri yang menakar jumlah cabenya ketika ia meminta rujaknya untuk di tambah cabe karena tidak pedas menutut Zahra.


Aziz mendengar ucapan chelsea mencomot sedikit rujak di piring Zahra, dan apa yang di katakan chelsea benar, ternyata selain asam rujak tersebut juga sangat pedas.


" Sayang makan nasi pakai rujaknya udah ya, sekarang kamu makan dengan lauk dan sayur yang sudah di buatkan mami ya sayang " Aziz yang berniat ingin mengambil piring rujak yang tingga separoh itu dan menjauhkannya dari hadapan Zahra di halangi oleh Zahra, dengan sigap Zahra merampas piring yang berisi rujak itu dari tangan Aziz, tapi Aziz dengan kuat menarik lagi hingga terjadi tarik menarik di antara mereka.


" Abang rujaknya jangan di jauhkan, Zahra masih mau makan rujaknya." rengek Zahra pada Aziz.


" Tapi ini rujaknya sangat pedas sayang, tidak baik untuk lambung dan calon anak - anak kita " Aziz berusaha memberi pengertian pada Zahra, hingga drama di meja makan pun Ter ulang lagi.


" Kamu sudah ngabisin setengah dari rujak ini, Sekarang kamu makan dengan lauk yang ada ya, ingat loh sayang anak - anak kita dan kamu juga butuh gizi yang banyak dan makanan yang sehat agar kalian sehat dan calon bayi kita tumbuh sehat di sini " Aziz mengelus perut rata Zahra dengan harapan Zahra akan mengerti dengan apa yang di bilangnya.


Zahra cemberut, Mata Zahra kembali berkaca - kaca pertanda akan menangis, karena Aziz sudah melarangnya makan dengan rujak buatan Bu Susan, padahal ia sedang lahap - lahap nya makan. Zahra bukannya tidak mau dan tidak suka dengan lauk yang telah di masak oleh bu Susan, tapi saat ini Zahra memang hanya ingin makan dengan rujak saja.


Aziz yang awalnya ingin bertahan dengan keputusannya menjadi goyah ketika melihat Zahra mulai menangis. Tapi demi Zahra dan calon bayinya Aziz tetap melarang Zahra melanjutkan makan dengan rujaknya dan menjauhkan piring makanan berisi rujak tersebut dari hadapan istrinya.


Berbeda hal nya dengan pak Widodo dan bu Susan, mereka karena kasihan dengan membantunya memberi izin Zahra untuk melanjutkan makannya dengan rujak tersebut

__ADS_1


" Sudah lah ziz, kasih aja dulu, lagian kan lauknya nanti juga bisa di makan Zahra kok " sahut Bu Susan yang merasa kasihan dan tidak tega melihat menantunya menangis


" Iya ziz, biarkan saja dulu, yang penting Zahra mau makan dulu, dari pada mami kamu sewaktu mengandung kamu, hampir tiga bulan mami tidak mau makan, apa kamu mau Zahra tidak mau makan " pak Widodo yang hanya diam dari tadi ikut bicara.


Aziz menghela nafas kasar, Aziz kesal pada kedua orang tuanya, bukannya mendukung dirinya untuk melarang Zahra makan nasi dengan rujak, ini malah membela Zahra.


Aziz menatap Zahra yang masih menangis dan cemberut, dari tadi Zahra Hanya mengaduk - aduk makannya saja karena rujak yang sangat di sukainya di tarik Aziz menjauh.


" Yah sudah untuk kali ini Abang izinkan, tapi lain kali tidak boleh lagi ya " Aziz akhirnya memilih mengalah.


Zahra yang awalnya cemberut dan menangis seketika wajahnya kembali ceria, Zahra mengambil piring yang berisi rujak yang di sodorkan Aziz padanya dengan senyum merekah, wajah cemberut dan air mata pun lenyap entah kemana, sungguh ajaib.


" Terim kasih Abang " ujar Zahra tersenyum senang pada suaminya itu.


Lalu dengan lahap, Zahra kembali melanjutkan makan nya, begitu juga dengan yang lainnya


Selesai makan siang yang penuh drama di meja makan, akhirnya keluarga itu memilih untuk duduk bersantai di depan tivi ruang keluarga, bibi datang membawakan teh hangat dan puding buah kesukaan Zahra.


" Wah, pusing buah " Zahra dengan mata berbinar menatap puding buah yang di sajikan bibi di atas meja.


" Sangat senang mi, mami tahu aja kalau Zahra lagi pingin makan puding buah " ujar Zahra senang


" Mami senang jika kamu suka sayang " ujar Bu Susan tersenyum


" Anak - anak kita pasti sangat senang selalu dimanja oleh makanan yang enak - enak oleh neneknya. " aziz menimpali obrolan mami dan istrinya


" mmmm tunggu - tunggu " Bu Susan menatap Zahra dan Aziz bergantian .


" Dari tadi kalian mengatakan anak - anak kamu, maksudnya apa ya ??" Tanya Bu Susan pada Zahra dan Aziz, pak Widodo juga ikut menyapa pasangan baru itu minta penjelasan akan pertanyaan istrinya.


Aziz dan Zahra saling berpandangan dan tersenyum saling menggoda satu sama yang lain.


Bu Susan dan pak widodo semakin penasaran dengan anak dan menantunya itu, chelsea jangan di tanya, gadis itu sedang asik dengan cemilan puding buah nya sambil menyimak obrolan orang dewasa di depannya itu

__ADS_1


" Selamat ya mi, Pi sebentar lagi mami dan papi akan memiliki cucu " ujar Aziz sambil menatap pak Widodo dan bu Susan dengan senyum di kulum


" Kalau itu kami sudah tahu !!!" jawab Bu Susan dan pak Widodo kompak


" Tapi cucunya bukan satu ,mami dan papi akan mendapat cucu tiga sekaligus " ujar aziz lagi, Aziz penasaran dengan reaksi orang tuanya setelah ia memberi tahu jika Zahra sedang hamil anak kembar.


" Ooooo" jawab Bu Susan dan pak widodo kompak lagi.dan santai, Aziz mengerut kan keningnya kecewa, ternyata respon papi dan mami nya biasa saja di luar ekspektasi nya.


" Hah..!!! maksud abang kak Zahra hamil anak kembar tiga " chelsea yang dari tadi hanya menyimak obrolan kedua orang tua dan Abang nya malahan yang kaget.


".APA !!! " belum sempat Aziz dan Zahra menjawab pertanyaan chelsea, mereka di kagetkan dengan teriakkan keras dan kompak dari pak Widodo dan bu Susan.


" Benar - benar nenek yang kompak, dari tadi bicaranya selalu kompak aja, bahkan kompak juga dalam membuat jantung orang copot " gumam Aziz mengomeli tingkah orang tuanya yang rada - rada siang ini sambil mengelus dadanya kaget .


Bu Susan tidak memperdulikan Omelan Aziz, Bu Susan mendekati Zahra dan duduk di antara Zahra dan Aziz, Bu Susan menggenggam tangan Zahra dan meminta jawaban dari Zahra dengan apa yang di dengarnya tadi.


ckkkkk


Aziz berdecak kesal, lagi - lagi ibunya berbuat sesuka hatinya dengan duduk di antara ia dan Zahra.


Bu Susan tidak peduli dengan kekesalan putranya, yang ia pedulikan saat ini hanyalah jawaban dari pertanyaannya.


" Iya mi, mami dan papi akan memiliki cucu tiga sekaligus dan Zahra minta papi dan mami harus tetap sehat agar bisa bermain dengan cucu - cucu mami dan papi nantinya " ujar Zahra dengan mata yang berembun penuh air mata yang siap tumpah


Bu Susan meraih tubuh Zahra membawa tubuh Zahra ke dalam pelukannya.


" Terima kasih sayang, ini sungguh berita yang sangat menggembirakan buat kami " ujar Bu Susan terharu.


" Kalau begitu papi akan pensiun dini agar bisa bermain dan menghabiskan masa tua papi dengan cucu - cucu papi nantinya." sahut pak Widodo senang, tapi tidak dengan Aziz.


" Gak bisa gitu dong Pi, nanti perusahaan papi siapa yang ngurus " sahut Aziz tidak suka ketika pak widodo mengatakan pensiun dini.


Karena Aziz sudah tahu, jika pak Widodo pensiun artinya Aziz yang bakal sibuk selanjutnya karena harus mengurus semua usaha papinya.

__ADS_1


" Kan ada kamu " jawab pak Widodo santai


' Tuh kan, pasti jawaban papi begitu ' gerutu Aziz pelan menatap pak Widodo kesal, sementara pak Widodo masak bodo dengan kekesalan anak laki - lakinya itu.


__ADS_2