
Sandi termenung menatap lembar demi lembar kertas yang ada di atas meja kerja nya. Setelah pertemuan nya dengan Alif di cafe tadi sandi memilih kembali ke kantornya, dan disini lah sandi saat ini, sandi tidak ada semangat lagi untuk melanjutkan pekerjaannya. pikirannya saat ini begitu kacau.
Sandi kembali ingat janjinya pada Alif sebelum mereka berpisah di cafe tadi. Sandi memang menyetujui permintaan Alif untuk menjaga dan melindungi Zahra, tapi entah mengapa sandi masih ragu akan bukti yang di sudah di berikan Alif padanya itu. apa lagi bukti itu tidak hanya menunjukkan pembuktian jadi diri Zahra yang sebenarnya , tapi juga kebenaran tentang istri nya Mirna.
Sandi menghela nafas berat, setelah berpikir cukup lama , akhirnya sandi memutuskan untuk menghubungi seseorang lewat ponsel pribadinya.
" hallo..." terdengar sahutan dari seberang sana setelah panggilan telpon itu tersambung.
" ada tugas buat kamu " ujar sandi dingin
" Siap, tugas apa bos " jawab pria di seberang sana
" aku ingin kamu cari tahu tentang kebenaran dari anak mu Zahra dan istriku mirna" perintah sandi pada pria yang di sebrang dengan nada dingin dan tegas " cari tahu juga kejadian di hotel xxxx dua puluh satu tahun yang lalu , saya ingin laporannya segera ,waktu kamu hanya tiga hari " pemerintah sandi lagi
" siap bos laksanakan ,saya jamin tiga hari lagi laporannya sudah bisa bos terima. " ucap pria itu yakin.
" saya harap kamu tidak mengecewakan saya " ucap sandi lagi memutuskan sambungan telpon tersebut .
' Baik lah tiga hari lagi mari kita lihat, apa kah ini benar ada nya, jika ini benar ,siap - siap lah kamu Mirna " gumam sandi pelan sambil menatap kertas yang di berikan Alif tadi.
sementara itu Alif sudah sampai di rumahnya ,Alif langsung menuju kamar.diana istrinya berasa saat ini, Alif membuka pintu kamar itu pelan dan hati - hati, Alif takut jika kedatangannya mengganggu istrinya yang sedang tidur, ketika pintu terbuka Alif masuk dan Alif melihat istrinya sedang tidur nyenyak di atas kasur, Alif mendekati istri cantik ya uang masih betah dengan tidur nya itu, ternyata dugaan Alif tidak salah ternyata istrinya memang sedang tidur siang.alif tersenyum dan membelai kepala istri lembut, tapi dengan cepat Alif menarik tangannya lagi karena melihat adanya pergerakkan halus dari istrinya, Alif tidak mau pergerakkan di kepala istrinya akan menganggu tidur siang istri cantik ya itu .
Setelah puas menatap Arumi yang tertidur lelap Alif memutar badannya menuju kamar mandi, Alif berniat untuk membersikan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat.
__ADS_1
Setelah selesai dengan ritual mandinya ,Alif menyusul istrinya yang masih tertidur lelap untuk bergabung tidur siang menemani sang istri, selain itu Alif juga merasa sangat lelah dan mengantuk.
Alif sebelum merebahkan badannya di samping sang istri, Alif duduk sejenak di tepi tempat tidurnya, Alif teringat dengan pertemuannya dengan sandi di cafe tadi.
' Semoga om sandi bisa memegang janjinya untuk menjaga dan menyayangi zahra setelah lihat bukti yang aku berikan tadi ' Gumam Alif dalam hati.
Sebelum berpisah di cafe tadi Alif meminta sandi untuk bisa menjaga Zahra ,karena Alif sudah tidak bisa lagi secara intens menjaga Zahra seperti biasanya karena Alif dan istrinya akan pergi ke pulau Jawa dalam jangka waktu yang cukup lama . dan Alif meminta hal itu bukan tanpa alasan ,Alif berharap berdasar bukti yang dimiliki Alif, Alif yakin sandi bisa melindungi Zahra, Alif juga berharap berdasarkan bukti yang sudah di berikan nya sandi bisa lebih bijak lagi dalam bersikap terutama terhadap istrinya Mirna.
' Semoga kamu baik - baik aja dek, semoga tidak ada lagi yang akan menyakiti kamu ' doa sandi dalam hati.
Sandi lalu menatap istrinya, dan mencium kepala Arumi lembut , " kamu perempuan yang baik rum, makasih sudah menjaga adik ku dan menyayangi zahra seperti saudara kandung selama ini , maaf aku telah menjauhkan kalian berdua." ucap Alif berbisik sambil memandangi wajah teduh istrinya .
Alif kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri sambil memeluk sang istri, tak lama kemudian Alif ikut menemani istrinya untuk tidur siang .
Sementara itu di sebuah rumah sakit, siang ini Zahra terlihat tidak fokus dengan pekerjaaan nya. Zahra masih kesal dengan Rio setelah perjumpaan mereka yang tidak sengaja di kantin tadi siang.
Tanpa di sadari Zahra sikapnya yang banyak melamun dan bengong tersebut sedari tadi di perhatikan oleh Mia sebagai Katim nya sore ini.
" Kamu kenapa dek, dari tadi kakak lihat bengong terus , lagi ada masalah dek ?" tanya Mia pada Zahra , Zahra menatap Mia kaget karena tiba - tiba Mia sudah berdiri saja di hadapannya.
" eh kak Mia, sejak kapan kakak di sini ?" Zahra bukannya menjawab pertanyaan Mia, tapi Zahra malah bertanya balik pada Mia.
Mia tersenyum menatap Zahra lembut,, walau pun pertanyaannya tidak di jawab Zahra malahan yang ada Zahra bertanya balik , tapi Mia tidak marah. Mia salah satu team yang sangat dekat dengan Zahra , selain dengan Arumi Zahra juga dekat dengan Mia dan juga sering berbagi cerita dengan Mia. Mia juga sudah menganggap Zahra seperti adiknya nya sendiri.jadi apa pun yang terjadi pada Zahra Mia pasti akan cari tahu jika zahra tidak mau memberitahunya.
__ADS_1
" kakak sudah memanggil - manggil kamu dari tadi ,tapi kamu nggak dengar ," jawab Mia sambil tersenyum dan melipat tangannya di depan dada
" maaf kak, Zahra nggak dengar kakak manggil Zahra tadi " ucap Zahra merasa bersalah .
" iya kakak maaf kan " ujar Mia sambil tersenyum," tapi kamu harus jawab dulu pertanyaan kakak tadi, kenapa kamu hari ini banyak bengong dek, kamu lagi ada masalah ya ?" tanya Mia lagi
Zahra menundukkan kepalanya , Zahra ragu untuk menceritakan masalah yang sedang di hadapinya pada Mia, bukannya kenapa - Napa, Zahra hanya tidak mau jika nanti Mia mengkhawatirkan dirinya.
" dek ,masih nggak mau cerita sama kakak ?" tanya Mia lembut. Mia tahu Zahra berat menceritakan masalah nya pada dirinya saat ini, itu terlihat jelas dari diam nya Zahra saat ini .
Zahra menarik nafas berat , lalu menatap Mia sendu.
" aku kesal sama Rio kak " jawab Zahra pelan sambil menundukkan kepalanya , Mia merasa heran dan bingung dengan apa yang di katakan Zahra ,namun Mia masih tetap diam berharap Zahra akan menceritakan semuanya padanya.
" Rio udah nikah kak " jawab Zahra lagi
" Apa !" Mia kaget , saling kagetnya intonasi suara Nia sampai naik satu oktaf jika ikut paduan sudara.
Zahra ikut kaget mendengar suara Mia yang menggelegar keras di ruangan itu,Zahra melihat sekelilingnya , banyak teman - temannya yang sedang menatap heran penuh tanda tanya pada Zahra dan Mia saat ini .
" kak, suaranya bisa di pelankan nggak " tegur Zahra pelan hampir seperti berbisik pada Mia.
" maaf dek, habisnya kamu bikin kakak kaget sih " ujar Mia ikut berbisik sambil melihat ke sekeliling mereka
__ADS_1
" udah deh kak, sepertinya aku nggak bisa cerita sekarang ,nanti aja setelah kita pulang kerja aja ya, sekalian aku mau ngajak kakak makan nasi uduk nanti pulang kerja, aku lagi pingin makan nasi uduk kak " ujar Zahra dan di jawab Mia dengan anggukkan kepalanya.
" ok, nanti pulang dari sini kita makan nasi uduk di tempat biasa" jawab Mia mengalah, walau banyak yang mau dintanyakan Mia pada zahra, Mia memelih untuk mengalah kali ini karena waktu yang tidak tepat." ingat kamu utang penjelasan sama kakak Ra " ujar Mia sebelum berlalu dari hadapan Zahra ,Zahra hnaya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.