
Sandi geram mengingat perlakuan Naira pada Zahra, akibat dari ke brutal Naira ,tidak hanya luka hati yang di rasakan Zahra, tapi juga luka fisik .
Sandi yang semula berniat ingin menginap di rumah orang tuanya jadi mengurungkan niat nya itu, sandi ingin pulang ke rumahnya dan menegur Naira yang sudah berbuat semena - mena pada Zahra.
Sandi dengan geram berlalu dari ruangan itu menuju pekarangan rumah di mana mobilnya di parkiran, Alif yang melihat sandi pergi dengan keadaan marah segera mengejar sandi ke depan.
Sandi yang akan masuk ke mobilnya batal karena di halangi oleh Alif, sandi menatap Alif marah karena sudah menghalanginya untuk pergi,
" Jangan pergi dan menegur Naira dalam keadaan marah om, karena itu akan sia - sia saja " ujar Alif pada sandi yang masih ingin memberikan pelajaran pada Naira,
" aku tahu perbuatan Naira tadi sudah kelewatan, tapi om harus mencari cara yang lebih baik untuk menegurnya agar Naira sadar bahwa perbuatannya pada Zahra selama ini itu salah " Ujar Alif lagi berusaha menenangkan sandi yang sedang menyimpan kemarahan untuk Naira dalam hatinya, Alif menyadari sikap Naira kepada Zahra tadi memang sudah kelewatan, dan Alif juga kesal pada Naira , namun Alif berusaha menahan amarahnya, Alif kesal dan marah, Naira tanpa bertanya terlebih dahulu, langsung menuduh dan mengatai Zahra dengan kata - kata yang tidak pantas di dengar , apalagi ulah Naira yang bar - bar telah membuat kaki Zahra terkilir. Namun menegur Naira dengan cara seperti ini juga akan percuma , karena sifat Naira yang keras dan tidak akan mau di salahkan tidak akan dapat menyelesaikan masalah, yang ada akan berimbas kepada Zahra, Karan sudah menjadi rahasia umum , setiap naira mendapat teguran atas sikap bar - bar nya, maka ia akan selalu melepaskan kekesalannya tersebut pada Zahra , Alif tidak mau hal itu terjadi lagi, apa lagi saat ini Zahra tidak sendiri lagi , Zahra sudah ada yang menjaga, Alif yakin Aziz tidak akan diam melihat Zahra diperlakukan semena - mena seperti itu.
SAat Alif melihat kemarahan di mata Aziz saat Zahra di maki dan di caci oleh Naira tadi, Alif tidak dapat bayangkan entah apa yang akan terjadi pada Naira nantinya jika Naira melakukan hal yang sama pada Zahra dan aziz mengetahuinya.
Sandi terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Alif, apa yang di katakan Alif ada benarnya, akan percuma jika menegur Naira saat ini, dan demi Zahra, akhirnya sandi membatalkan niatnya untuk pulang dan menemui Zahra
Setelah menutup pintu mobilnya , sandi kembali masuk kedalam rumah orang tuanya, dan ia kembali pada niat awalnya untuk menginap di rumah orang tuanya, tadi sandi sudah menyampaikan niat nya untuk tidur di rumah orang tuanya pada Mirna, dan sandi juga menawari Mirna untuk menginap di sana tapi Mirna menolak dan memilih untuk pulang.
Sandi tidak mempermasalahkan hal itu, memang semenjak ia mendapat bukti - bukti dan fakta tentang masa lalunya dengan Miran ,sandi mulai bersikap cuek pada Mirna dan Naira, bahkan sandi dengan terang - terangan akan menegur Mirna dan Naira jika mereka membuat kesalahan yang membuat sandi kesal .
Sementara Itu, di dalam sebuah kamar seorang wanita sedang berjuang melawan degupan jantungnya yang makin tidak menentu ketika mendapatkan perlakuan manis dari suaminya.
Siapa lagi kalau buka Zahra, ya semenjak ia di bawa ke dalam kamar dengan cara di gendong oleh Aziz tadi, jantungnya sudah berdegup tidak beraturan dan kencang, zahra membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya agar Aziz tidak dapat melihat wajahnya yang memerah sedari tadi.
Sesampainya di kamar ,Aziz dengan hati - hati meletakkan Zahra di atas tempat tidur, Aziz kembali memeriksa kaki Zahra yang semakin bengkak itu
" apakah ini sakit " Aziz Menekan kaki Zahra yang bengkak, seketika Zahra meringis menahan sakit
Pintu kamar Zahra di ketuk dari luar ,Aziz langsung berdiri membuka kan pintu .
Di luar ada Tante cindi sambil membawa baskom berisi air hangat untuk mengompres kaki Zahra yang bengkak, setelah mengambil baskom tersebut aziz kembali masuk ke kamar dan tak lupa Aziz menutup pintu kamar itu terlebih dahulu , Aziz membawa baskom tersebut ke dekat Zahra dan meletakkan nya di samping nakas yang berada di samping tempat tidur .
Dengan lembut, Aziz mulai mengompres kaki Zahra, sambil melakukan pijitan halus pada kaki Zahra yang sakit tersebut .
Zahra yang awalnya meringis lama -kelamaan jadi terbiasa,
__ADS_1
Setelah di rasa Aziz cukup Aziz pun menghentikan tindakannya mengompres dan memijit kaki Zahra.
Aziz menatap Zahra dan tersenyum " pantesan tidak terdengar suaranya, ternyata sudah tidur " gumam Aziz pelan.
Aziz mengambil salaf di kotak obat, dengan lembut Aziz mengoleskan salaf tersebut di kaki Zahra yang sakit, setalah itu dengan pelan dan hati - hati Aziz merapikan tidur Zahra, karena saat mengobati kaki Zahra tadi posisi Zahra sedang duduk bersandar di headboard tempat tidur dan menurut Aziz itu bukanlah posisi yang nyaman untuk Zahra.
Aziz menatap wajah Zahra penuh kasih sayang , Aziz membelai wajah Zahra lembut " kamu pasti kecapean hari ini , tidur lah dengan tenang sayang, aku akan selalu menjaga mu " gumam Aziz pelan.
Aziz Melihat jam di tangannya ,waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam , Aziz teringat akan Alif yang tadi meminta nya menemui dirinya di taman belakang.
Aziz mengambil ponselnya dan menghubungi Alif, siapa tahu Alif masih menunggu nya di taman, ia akan menemui Alif dan membahas perihal kejadian tadi.
" Bro di mana " Aziz mengirim pesan lewat aplikasi hijau ke alif. Tidak menunggu lama pesan Aziz pun di balas Alif.
" Taman belakang bro " jawab Alif lewat pesan
" Gue kesana.bro"
" ok "
Aziz Rapikan selimut Zahra, membelai wajah itu sebentar dan sebelum berlalu aziz menempatkan mencium kening Zahra lembut, setelah mastikan.zahra aman , Aziz pun meninggalkan Zahra yang tidur di kamar sendirian ,Aziz menutup pintu kamar pelan kalau bisa Jagan ada suara agar Zahra tidak terganggu tidurnya.
Sesampainya di taman belakang , Aziz melihat Alif yang sedang duduk santai di tepi kolam ikan tempat ia menyuapi Zahra makan tadi ,beda nya Alif duduk di bangku yang ada di dekat kolam tersebut ,tapi Alif tidak sendirian di sana,ada sandi di sana bersama Alif.
Aziz mendekati Alif dan sandi.
" hai bro " sapa Aziz pada Alif sambil menepuk pundak Alif dari belakang, memang saat ini posisi Alif membelakangi aziz
" eh bro " sapa Alif balik.
" malam om " sapa Aziz pada sandi sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan sandi.
" malam juga ziz, kok masih panggil om " sapa balik sandi menjawab salam Aziz, sandi pun menyambut uluran tangan Aziz dan mereka bersalaman singkat.
" om ini papanya zahra, jadi mulai sekarang kamu harus panggil om dengan sebutan papa " kata sandi lagi pada Aziz.
__ADS_1
Aziz yang di tegur Seperi itu oleh sandi menjadi malu dan grogi, aziz mengelus tengkuknya sambil tersenyum.
" benar tu ziz, lu harus belajar panggil om sandi papa,karena sekarang om sandi adalah ayah mertua kamu " ujar Alif mengulangi perkataan sandi ke aziz sambil menggoda aziz.
" iya om ...eh pa, mulai sekarang Aziz akan panggil papa seperti apa Zahra memanggil papa " jawab Aziz akhirnya.
" begitu dong ziz, jangan sungkan dan malu - malu gitu " entah kapan datangnya tiba - tiba om Adam sudah ada di belakang Aziz sambil membawa nampan berisi beberapa kopi di dalamnya.
" Ayo duduk sini ziz, jangan sungkan kita sudah jadi keluarga sekarang " ujar sandi pada Aziz sambil menunjuk bangku kosong di samping nya dan meminta Aziz untuk duduk di sana.
oh iya pa " jawab Aziz grogi dan menuju kursi yang di tunjuk oleh sandi tadi, dan Aziz pun mendudukkan bokongnya di bangku itu.
om Adam di bantu Alif membagikan kopi dan cemilannya yang di bawanya tadi.
" Gimana rasanya ziz setalah menikah dadakan dengan Zahra " om Adam tiba - tiba bertanya pada aziz, Aziz yang di tanya seperti itu menjadi malu.
" Yang pasti senang lah om " jawab Aziz malu - malu.
Alif yang baru pertama melihat Aziz yang malu - malu merasa sangat heran, Karena selama ia mengenal Aziz semenjak bangku kuliah Sampai saat ini ,alif mengenal Aziz sangat tegas dan berwibawa.tapi kali ini berbeda.
Mendengar pertanyaan Adam Alif jadi ingat dengan kesediaan Aziz yang bersedia menikah dengan Zahra, padahal yang Alif ketahui Aziz dan Zahra tidak saling mengenal sebelumya .
Alif pun tanpa basa basi langsung menanyakan hal itu pada Aziz. walau pun aziz sahabatnya dan Alif sangat mengenal aziz ,Alif tetap harus waspada ,Karena aziz tidak mau Zahra terluka .
" oh ya bro , aku mau bertanya , dan aku harap kamu bisa menjawabnya dengan jujur " Alif mulai menampakkan raut wajah seriusnya pada aziz ,Alif ingin Aziz paham bahwa saat ini ia ingin bicara serius dan aziz juga bisa serius dalam menjawab pertanyaannya .
Aziz yang melihat mimik muka Alif serius menjadi serius juga menanggapi pertanyaan Alif, sebenarnya Aziz sudah dapat menebak apa yang akan di tanyakan oleh Alif pada nya, tapi aziz tidak mau memulai mejelaskan terlebih dahulu.aziz tetap memilih Alif yang bertanya duluan .
Sementara itu Adam dan sandi mulai merasa cemas dan saling pandang melihat suasana yang awalnya santai berubah menjadi serius.
" Apa alasan kamu mau menikah dengan Zahra ziz " tanya Alif langsung ke pokok permasalahannya.
Aziz tersenyum , aziz sudah menduga bahwa Alif akan menanyakan hal itu padanya.
Aziz membalas tatapan tajam Alif pada dirinya.
__ADS_1
" cinta "