
Seperti hari - hari biasanya, kali ini Rio dan Naira kembali ribut, dan keributan kali ini terjadi berawal dari Rena yang bangun kesiangan sehingga ia terlambat untuk berangkat ke kantor.
Rena yang tengah terburu - buru harus menunggu lagi Karena Rio harus mengganti ban mobilnya yang bocor dan baru ia ketahui lagi ini.
Untung ada ban serep di mobilnya, jadi Rio memilih untuk langsung mengganti ban mobilnya sendiri.
Rio sudah menawari Naira untuk berangkat menggunakan taxi saja, tapi Naira menolak dan memilih untuk menunggu Rio mengganti ban mobilnya.
Tapi Naira bukannya menunggu dengan diam , Naira menunggu sambil mengomeli Rio yang sedang kesusahan mengganti ban mobil Sorang diri.
Awalnya Rio mencoba untuk bersabar mendengar Rena yang mengomelinya, Rio masih mencoba untuk bersabar dan berpikir itu efek dari hormon ibu hamil yang tidak stabil.
Tapi lama - lama Rio jadi tidak tahan juga, Rena selalu merendahkannya dengan mengatakan dirinya yang lembek sebagai laki - laki bahkan hanya untuk mengganti ban mobil aja memakan waktu yang lama.
Rio yang merasa kesabarannya sudah setipis tissue yang sudah di belah dua dan sangat tipis, langsung membentak Naira.
" CUKUP NAIRA " teriak Rio berdiri menghadap Mirna dengan muka yang merah padam menahan marah.
" Kamu bentak aku kak " sahut Naira tidak terima di bentak Rio.
" Kamu yang maksa aku untuk bentak kamu, kalau kamu mau aku antar, duduk diam di sana tunggu Sampai aku selesai mengganti ban mobil ini " sahut Rio sambil menunjuk kursi yang ada di teras rumah itu.
" Tapi aku udah sangat terlambat kak "
__ADS_1
" Kamu akan semakin terlambat jika kamu ngerecokin kerjaan aku dengan Omelan gak jelas kamu itu, biarkan aku tenang bekerja mengganti ban mobil itu, supaya bisa cepat selesai dan bisa mengantar kamu "
" Alah bilang aja kamu gak bisa, jadi laki - laki kok lembek gitu sih kak, masak mengganti ban mobil segitu aja lamanya minta ampun." sahut Naira tidak mau kalah dan mengejek Rio terang - terangan. Rio mengepalkan tangganya menahan amarah dan sakit hatinya.Rio merasa Naira tidak pernah menghargainya sebagai suami Selama ini. Naira selalu merendahkan harga dirinya, kata - kata yang keluar dari bibir Naira selalu menyakiti hati nya.
" kalau kamu tidak mau terlambat kamu bisa berangkat menggunakan taxi tanpa harus menunggu aku kan " jawab Rio menatap Naira tajam
" kalau kamu sudah tahu aku lembek sebagai laki - laki dan suami buat kamu, mengapa kamu mau menerima perjodohan kita, sedangkan kamu tahu aku tidak mencintai kamu, dan aku sudah memiliki Zahra dan sangat mencintai Zahra waktu itu." sahut Rio lagi masih dengan nada dinginnya.
" Zahra lagi, Zahra lagi, selalu nama itu yang kamu sebut kak, apa sih baik nya anak haram itu " Naira kembali terpancing emosinya yang tadi mulai reda ketika Rio menyebut nama Zahra, Naira tidak suka jika Rio selalu menyebut nama Zahra.
" Zahra jauh lebih baik dari pada kamu, sangat jauh Naira . Zahra tidak seperti kamu yang kerjaannya marah - marah terus, Zahra sangat sabar dan pengertian , tidak seperti kamu yang kerjanya marah - marah terus kerjaannya sepanjang hari, " jawab Rio jujur tanpa memperdulikan hati Naira terluka ketika Rio memuji Zahra mantan pacarnya itu.
" Kalau bukan karena ego kamu, mungkin saat ini aku sudah menikah dengan Zahra bukan dengan kamu, gara - gara kamu ,aku dan Zahra harus berpisah, dan sekarang aku harus menyaksikan Zahra menikah dengan dokter itu." sahut Rio lagi meluapkan kekecewaannya pada Naira.
Naira menatap Rio tajam, ia merasa sangat terluka dengan ucapan Rio,air mata Zahra mengalir deras di kedua pipinya.
" Tega kamu kak, mengatakan hal itu sama aku, kamu gak menghargai aku kak. aku istri kamu,dan sekarang aku sedang mengandung anak kamu, tapi kamu masih mengharapkan mantan kamu itu untuk kembali sama kamu,TEGA KAMU KAK, KAMU JAHAT KAK " teriak Naira yang tidak terima Rio menyalahkan dirinya.
Naira meninggalkan Rio yang masih berdiri di garasi mobil itu seorang diri. Rio tidak menghiraukan Naira yang masuk kedalam rumah dengan amarahnya, padahal Naira yang sendang hamil muda itu sangat membutuhkan Rio untuk menenangkan hatinya.tapi Rio tidak melakukan hal itu, Rio lebih memilih untuk melanjutkan mengganti ban mobil nya yang belum selesai dari pada menenangkan istrinya itu.
Setelah selesai mengganti ban mobil dan membereskan peralatannya kembali, Rio tanpa pamit langsung meninggalkan naira dan berangkat kerumah sakit untuk bekerja.
Sementara itu, Naira yang mendengar suara mobil meninggalkan rumah nya, merasa sangat kecewa dengan Rio, bukannya datang untuk membujuk dirinya yang sedang merajuk dan mengajaknya berangkat kerja bareng, Rio malah pergi meninggalkannya sendiri di rumah tanpa pamit.
__ADS_1
" Sampai kapan kamu begini kak, begitu susah kah bagi kamu menerima aku sebagai istri mu dan mencintai aku kak " gumam Naira di sela Isak tangis nya.
Naira selalu tidak bisa terima setiap Kali Rio membanding - bandingkan dirinya dengan zahra, mereka menikah sudah enam bulan lamanya, dan sekarang Naira sedang mengandung anak Rio,.walau pun pernikahannya sudah di karuniai momongan , tapi Rio masih belum bisa move on dari mantannya itu, bahkan Naira sering mendapati Rio menyebut nama Zahra dalam tidurnya.
Naira sering menangis seorang diri di malam hari setiap kali mendapati Rio menyebut dan memanggil Zahra dalam tidurnya.
Hati istri mana yang tidak akan terluka, bila suaminya masih mengharapkan dan memanggil nama wanita lain dalam tidurnya. Bahkan tak jarang Rio sering memanggil nama Zahra tanpa sadar setiap dalam aktifitas panas mereka, dan Naira hanya bisa menangis dalam diam setiap kali hal itu terjadi.
Apakah Rio pernah meminta maaf pada dirinya setelah itu, jawabannya tidak, Rio akan bersikap seolah - olah tidak terjadi apa - apa.
Naira menatap perutnya yang masih datar dan mengelus perut nya pelan.
" Zahra, semua ini gara - gara kamu, aku akan kasih kamu pelajaran Zahra " sahut Naira geram sambil menatap bayangannya dari dalam cermin meja rias .
Sementara itu di sebuah rumah sakit swasta terbesar dan terkenal di kota itu, nampak Rio baru keluar dari dalam mobilnya.
Setalah memastikan mobilnya terkunci dengan baik, Rio melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya. Rio yang berprofesi sebagai apoteker di rumah sakit itu langsung menuju meja kerjanya, Rio menatap mejanya yang sudah banyak menumpuk kertas resep obat pasien yang harus di periksa nya sebelum di serahkan kepada bagian pengambilan obat.
Rio menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya , tidak ada sedikit pun keinginan dan niat Rio untuk menghubungi istrinya sekedar meminta maaf dan menanyakan bagaimana kabar istrinya itu.
sampai jam makan siang tiba, Rio masih tidak mau menghubungi Naira yang sedang sendirian di rumah saat ini, Rio juga ragu apakah Naira masih di rumah atau sudah pergi berangkat kerja setelah kepergiannya tadi. tapi saat ini Rio tidak mau tahu, apakah Naira di rumah atau berangkat kerja.
Rio ingin memberi pelajaran untuk Naira, agar lebih bisa menghargai dirinya sebagai suami.
__ADS_1
Rio merasa permasalahan rumah tangga nya selama ini selalu gara - gara naira yang tidak bisa menghargai dirinya sebagai suami dan kepala rumah tangga, rio tidak menyadari kesalahan itu juga ada pada dirinya.Rio tidak mau di salahkan,.bagi Rio yang salah tetaplah Naira.
Egois ,ya Mereka sama - sama egois, dan mereka sama - sama tidak mau mengakui itu semua.