CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 70


__ADS_3

Aziz dan Zahra sampai di apartemen Aziz , Aziz meminta Zahra untuk memperhatikan nya dirinya saat membuka pintu apartemen nya. Aziz memencet beberapa angka di sana dan kemudian pintu pun terbuka.


Zahra merasa takjub, ternyata Aziz menjadikan tanggal pernikahan mereka sebagai sandi pintu apartemen.


Zahra menatap aziz takjub, apa sebegitu pentingkah pernikahan ini bagai Aziz, karena hampir semua tanggal pernikahannya di jadikan Aziz sebagai sandi, mulai dari sandi ponselnya, laptop dan sekarang sandi apartemen juga tanggal pernikahan mereka.


Aziz membawa Zahra masuk ke dalam apartemen,.


Zahra menatap takjub apartemen mewah itu, zahra berjalan pelan sambil memindai area apartemen Aziz takjub, Zahra keliling aparat sendirian mulai dari ruang tamu Samapi ke dapur, kemudian Zahra menyibak gorden samping dekat dapur, mata Zahra mendesak kagum, ' cantik ' kata itulah yang keluar dari bibirnya, Zahra mendorong pintu kaca itu pelan dan keluar Zahra mendekati kearah taman yang ada di sana , Zahra tidak menyangka di apartemen yang berada di lantai dua belas itu memiliki sarana yang lengkap , tidak hanya taman, di sana juga ada kolam renang nya juga,.


Sementara itu Aziz langsung masuk ke dalam kamar utama sambil membawa koper nya dan Zahra yang tadi di letak kan supirnya di ruangan tamu.


Aziz langsung masuk kamar mandi untuk mandi, karena ia sudah merasa gerah dan lengket karena keringat.


Setelah selesai mandi Aziz keluar kamar mencari keberadaan Zahra, Aziz mencari Zahra mulai dari ruang tamu sampai ke dapur, namun Aziz tidak menemukan istrinya itu.


Aziz melihat pintu ke arah taman samping dan kolam berenang terbuka , Aziz melangkah kan kakinya keluar menuju taman, Aziz tersenyum senang ketika ia melihat istri yang di cari - carinya berada di taman tepatnya di tepi kolam renang dengan kaki setengah kakinya masuk kedalam kolam renang tersebut.


" Abang cari - cari ternyata kamu disini sayang ". kata Alif sambil mendekat dan duduk di samping istrinya.


Zahra menatap Aziz yang sudah duduk di sampingnya, Aziz terlihat lebih segar, sepertinya suaminya itu baru saja selesai mandi, dan itu terlihat dari rambutnya yang masih basah.


" Abang sudah mandi ?" tanya Zahra pada Aziz, Aziz tersenyum sambil menganggukkan kepalanya,


" iya sayang, abang gerah sekali, jadi Abang langsung mandi aja tadi " jawab Aziz sambil meraih tubuh Zahra hendak memeluknya ,tapi Zahra menolak ketika Aziz hendak memeluknya, " jangan peluk - peluk dulu bang, Zahra masih bau keringat " ujar Zahra merasa tidak enak, karena ia masih bau keringat dan belum mandi, sementara Aziz sudah mandi dan segar.


" walau belum mandi, istri abang tetap wangi kok " Aziz tetap memaksa untuk memeluk istrinya itu, ia tidak memperdulikan penolakan Zahra yang tidak mau di peluk karena kurang PD belum mandi.


" Gombal " ujar Zahra salah tingkah.


" Abang jujur kok sayang, siapa yang bilang istri Abang yang cantik ini bau, atas aja klau ada yang bilang begitu, suruh dia jumpai Abang" kata Aziz pura -pura serius.

__ADS_1


" Emang mau Abang apain " tanya Zahra polos .


" bakal Abang kasih hadiah karena sudah bicara jujur " jawab Aziz mengedipkan matanya sambil menahan senyum .


Sontak Zahra langsung memberikan cubitan di pinggang aziz , Aziz tertawa senang telah berhasil menggoda istri cantiknya itu.


Zahra yang masih kesal sama Aziz memajukan bibirnya kesal, melihat itu, tanpa permisi Aziz langsung menekan bibir mungil itu yang sudah membuatnya candu, awalnya ciuman biasa saja , tapi lama - lama jadi menuntut.


Aziz sangat menikmati ciuman panas nya sore itu, entah karena suasana yang mendukung atau karena perlakuan aziz yang lembut dan hati - hati saat menciumnya Zahra jadi terlena, tanpa Zahra sadari Zahra yang awalnya hanya diam mulai membalas ciuman Aziz walau masih kaku.


Merasa mendapat balasan dari Zahra Aziz tersenyum senang, tangan Aziz bergerak meraih pinggang Zahra dan yang satu lagi menahan tengkuk Zahra, aziz makin memperdalam ciumannya.


Zahra memeluk dada Aziz pelan karena kehabisan nafas , Aziz sadar istrinya kehabisan nafas dengan tidak rela melepaskan ciuman itu, dan memberi waktu istrinya untuk bernafas.


Masih dengan tersengal - sengaja kehabisan nafas, Zahra mencoba meraup oksigen sebanyak - banyak nya, Zahra kembali teringat ciuman panasnya bersama aziz , dan Zahra juga merasa malu dan memaki dirinya sendiri yang Sampai lupa diri karena terbawa suasana tadi saat Aziz menciumnya. Zahra menyembunyikan muka nya di dada bidang aziz, Zahra. tidak mau Aziz melihat pipinya yang sudah memerah menahan malu.


Aziz tahu istrinya sedang menahan malu pada dirinya.aziz membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya dan mendekap tubuh itu erat sambil tersenyum.


Zahra hanya menggeleng kan kepalanya dan makin menyembunyikan kepalanya di dada bidang aziz.


" Apa kamu masih mau Abang cium lagi " goda aziz sambil mengangkat dagu Zahra menatap dirinya.


Reflek Zahra langsung memukul lengan Aziz keras, Aziz tertawa kencang melihat Zahra yang makin malu - malu tersebut .


" udah ah bang, Zahra mau mandi dulu " ujar Zahra kesal langsung melepaskan tubuhnya dari pelukkan Aziz dan berdiri .


* Apa perlu Abang mandiin ?" goda aziz lagi


" gak, Zahra bisa sendiri " jawab Zahra sambil berlalu dari sana dan masuk kedalam meninggalkan Aziz yang masih dengan tawa ngakak nya senang karena sudah berhasil membuat Zahra salah tingkah sore ini.


Zahra berjalan menuju ke kamar utama, Zahra merasa yakin kamar yang di tujunya adalah kamar utama, karena sebelum ia keliling apartemen tadi Zahra sempat melihat Aziz masuk ke kamar itu sambil membawa koper mereka .

__ADS_1


Zahra membuka pintu kamar , ketika pintu kamar terbuka, Zahra kembali takjub dengan pilihan interior kamar utama yang menurutnya sangat indah dan nyaman bagi siapa pun yang masuk ke dalamnya.


Kamar yang sangat besar, tiga kali lipat besarnya dari kamar Zahra sendiri.


di kamar tersebut selain tempat tidur yang berukuran besar, di sana juga ada sofa bed dan tivi yang cukup besar di depannya,


Zahra melihat tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat sebuah pintu Zahra masuk kedalam ruangan itu dan Zahra merasa takjub lagi ternyata ruangan yang ia masuki itu adalah ruang ganti, di sana terdapat baju - baju Aziz yang tersusun dengan rapi, Zahra meneliti satu satu lemari yang ada di ruangan itu, ada kumpulan kemeja ,baju kaos , jas baju kerja dan baju rumahan Aziz tersusun rapi ,


Zahra juga melihat dibatas meja rias juga tersusun dengan rapi berbagai macam alat kecantikan milik perempuan, Zahra membaca merk yang ada pada alat kosmetik tersebut, Zahra merasa kenal dengan merk yang tertera di sana, Zahra kaget ,ini adalah Merk kosmetik yang biasa digunakan nya , Zahra tidak menyangka aziz sudah mempersiapkan ini semua untuk dirinya.


" di lemari sebelah sana khusus untuk menyimpan baju - baju kamu sayang " Zahra kaget ketika mendengar suara Aziz datang dari pintu , Zahra bingung sejak kapan suaminya itu berdiri di sana memerhatikan dirinya.


Memang setelah Zahra pergi tadi, Aziz mengikuti Zahra dari belakang ,Aziz takut Zahra tidak tahu di mana letak kamar mereka, karena itu lah Aziz mengikuti Zahra masuk kedalam, tapi di luar dugaannya, ternyata Zahra tahu di mana letak kamar tidur mereka ,Aziz tetap memperhatikan Zahra dengan diam, semua yang di lakukan Zahra di dalam kamar itu tidak luput dari perhatian Aziz.


Aziz mendekat kearah lemari yang yang di tunjukkan nya, Aziz membuka lemari itu,.Zahra tercengang begitu kaget ketika pintu lemari itu di buka oleh Aziz, Zahra mendekat dan meneliti setiap isi lemari itu, di sana begitu banyak pakaian muslimah untuk dirinya yang di siapkan oleh Aziz, mulai dari yang resmi ,non resmi Sampai ke pakaian santai semua ada dan tersusun dengan rapi dan masih baru - baru semua itu terlihat dari merk toko pakaian yang masih menempel di semua baju itu.


Zahra mengedarkan pandangannya ke seluruh isi ruangan tersebut,ternyata tidak hanya baju dan alat kecantikan saja yang sudah siapkan Aziz untuknya, di sana juga ada sepatu,tas dan aksesoris wanita lainnya.


Zahra menatap Aziz tidak percaya akan semua ini , kapan Aziz menyiapkan semua ini untuk dirinya.


" bang ini buat Zahra semau ?" tanya Zahra tidak yakin.


" Iya sayang, semua ini Abang sudah siapkan untuk kamu semua,jadi kamu jangan pernah menolaknya ya" jawab Aziz sambil mengelus kepala Zahra yang tertutup hijab lembut.


" Tapi ini terlalu berlebihan bang " ujar Zahra merasa tidak enak sudah merepotkan aziz untuk menyiapkan ini semua untuknya.


" Tidak ada yang berlebihan jika itu untuk istri Abang yang cantik ini, apa pun akan Abang berikan untuk kamu sayang " jawab Aziz lagi sambil membingkai wajah Zahra dengan jari - jarinya.


" terima kasih ya bang ,sudah menyiapkan ini semua untuk Zahra " Zahra memeluk Aziz terbaru,Zahra tidak menyangka Aziz akan memperlakukannya seistimewa ini.


" jangan ucapkan terima kasih sayang, ini sudah kewajiban Abang memenuhi semua kebutuhan kamu, jadi mulai sekarang kamu jangan segan - segan lagi jika butuh sesuatu langsung kasih tahu Abang ya, Abang akan dengan senang hati memenuhinya selagi Abang mampu." ujar Aziz lembut ,Zahra merasa sangat terharu mendengar ucapan aziz. zahra semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Aziz .

__ADS_1


__ADS_2