
Setelah puas berbincang - bincang dengan keluarganya, Aziz dan Zahra memutuskan untuk pulang ke apartemen mereka , di sepanjang jalan, Zahra tidak henti - hentinya tersenyum, Zahra sudah tidak sabar menunggu bayi - bayi nya lahir, Zahra kembali teringat perbincangan dan rencana mertuanya jika si kembar triple lahir nanti nya. Zahra sangat senang dan bahagia saat melihat antusias keluarganya menunggu triple lahir ke dunia.
Melihat Zahra yang sangat bahagia , aziz turut merasa bahagia. Senyum bahagia itu jelas terukir dari bibir tipis milik Zahra, mata Zahra bersinar terang mengikuti hatinya yang sedang bahagia.
" Kenapa kamu senyum - senyum dari tadi sayang " Aziz yang sedang fokus menyetir mobil bertanya pada Zahra karena Aziz dari tadi penasaran melihat istrinya itu senyum - senyum dari tadi.
" Abang tahu, Zahra sangat bahagia bang " Zahra yang tadi fokus menatap keluar kaca jendela mobil mengalihkan tatapannya pada Aziz .
" Bahagia ??" tanya Aziz bingung
" apa yang membuat kamu bahagia sayang " tanya Aziz ingin tahu apa yang membuat Zahra bahagia.
" Zahra bahagia bisa membuat keluarga kita bahagia bang, terutama melihat papi, mami , ayah, nenek, Tante cindi dan om Adam yang terlihat sangat senang dan bahagia saat kita mengabari tentang si kembar triple " ujar Zahra dengan senyum yang terus mengembang sambil mengelus perut ratanya.
" Apa Abang lihat wajah papi saat mengatakan akan pensiun begitu si kembar lahir, papi terlihat sangat bahagia bang " sahut Zahra lagi,
" Tapi kalau papi pensiun Abang yang gak senang sayang " ujar Aziz cemberut.
" Loh, kok Abang ngomong gitu " Zahra menatap Aziz bingung karena Aziz mengatakan tidak suka bila pak Widodo pensiun ketika ainkembar lahir nanti.
" Bukannya itu adalah keputusan yang baik untuk papi ??, bang, papi itu sudah tidak muda lagi bang, udah saat nya untuk papi istirahat dan menikmati hari tuanya bersama cucu - cucunya nanti " protes Zahra yang tidak setuju dengan ucapan Aziz.
" Iya betul, tapi kalau papi pensiun itu artinya Abang yang akan menggantikan posisi papi mengurus semua usaha papi dan itu artinya waktu Abang bersama kamu dan anak - anak kita nantinya akan berkurang sayang, dan Abang tidak mau itu terjadi " dengan cemberut Aziz mengungkapkan isi hatinya dan alasannya mengapa ia tidak mengizinkan pak Widodo pensiun kala si kembar lahir nanti, dan itu bukanlah dalam waktu yang lama lagi, artinya jika Zahra saat ini sudah hamil satu bulan artinya Aziz akan mengambil alih tugas papinya dalam waktu delapan bulan lagi.dan itu adalah waktu yang sangat terlalu cepat menurut Aziz, Dan Aziz belum siap untuk itu, mengingat kebersamaannya dengan sang istri yang sedikit berkurang.
Zahra menarik nafas dalam dan membuangnya secara kasar lewat mulutnya, Zahra tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya saat ini , bisa - bisa nya Aziz berpikir seperti itu di saat pak Widodo memutuskan untuk pensiun di usianya yang tidak muda lagi.
" Abang, harusnya sebagai anak abang mendukung keinginan papi untuk pensiun, papi sudah tidak muda lagi bang ,masak iya Abang tega membiarkan papi di sibukkan dengan urusan pekerjaan yang dapat menguras tenaga tua papi, apa Abang gak memikirkan kesehatan papi jika harus berpikir berat - berat di usia yang tidak muda lagi itu " Zahra mencoba membuka jalan pikiran Aziz yang menurut Zahra salah tadi.
__ADS_1
Aziz terdiam sejenak memikirkan ucapan Zahra tadi, dan setalah di cernanya apanyang di ucapkan Zahra ada benarnya juga, memang sudah saat nya papi pensiun dari aktifitas pekerjaan yang membutuhkan pemikiran yang sangat berat.
Sebagai pengusaha , pasti selama ini papinya sudah berpikir cukup keras bagaiman perusahaannya bisa maju karena ia harus mensejahterakan kehidupan karyawannya yang tidak sedikit itu.
Aziz menghentikan mobilnya, karena lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, Azizi membuka seatbelt nya dan..
cup
Aziz mengecup bibir Zahra yang kebetulan sedang menatap Aziz ketika Aziz membuka seatbelt nya
" Makasih sayang, sudah menguatkan Abang, jika kamu tidak mengindahkan Abang, mungkin Abang sudah menjadi anak durhaka yang telah membiarkan orang tuanya berkerja di masa tuanya " Aziz tersenyum membelai kepala Zahra lembut.
Zahra yang masih syok mendapat ciuman mendadak tanpa aba - aba dari Aziz menatap Aziz kesal.
" Berterima kasih boleh aja bang, tapi gak harus cium mendadak juga kali " ujar Zahra kesal pada Aziz.
" Loh yang Abang cium kan istri Abang sayang, salah nya dimana ?" jawab Aziz pura - pura bingung.
" Tenang sayang, jika kita melakukan lebih dari ini ,mereka juga tidak akan bisa lihat, karena kaca mobil kita gelap dan tidak tembus keluar sehingga mereka yang di luar tidak bisa melihatnya, atau kamu mau lebih dari yang tadi sayang " sahut Aziz sambil menggoda Zahra,
Zahra memukul lengan Aziz cukup kuat, Karena kesal Aziz sudah menggodanya.
Aziz tertawa senang karena sudah berhasil menggoda Zahra sehingga Zahra kesal padanya .
cup
Aziz lagi - lagi mencium Zahra, tapi kali ini di kepala Zahra.
__ADS_1
".Teruslah bahagia seperti tadi sayang, bahagia mu adalah bahagia Abang juga, kamu terlihat semakin cantik bila tersenyum bahagia seperti tadi " Aziz menatap Zahra serius dan membelai lembut wajah cantik istrinya itu.
Zahra tersenyum mendengar ucapan Aziz
" Abang juga harus bahagia, karena bahagia Abang juga bahagia Zahra " Zahra meraih tangan Aziz dan mengecupnya lama.
" Duka mu duka ku, bahagia mu bahagia ku , kita berdua selamanya " sahut Aziz dan Zahra bersamaan, mereka saling tatap dan tersenyum bahagia.
' Aku janji, senyum itu akan selalu terukir di bibir mu sayang, tidak akan aku biarkan seorang pun merampas senyum itu dari mu ' gumam Aziz dalam hati, Aziz yang bahagia melihat senyum yang terukir indah di bibir istrinya, dan dari dalam hati terdalam nya Aziz bertekad akan selalu menjaga senyum itu akan selalu terjaga dan terukir indah dari bibir istrinya cantiknya itu.
Semenjak Alif dan sandi menceritakan derita zahra selama ini, Aziz bertekad di dalam hatinya tidak akan membiarkan Zahra bersedih dan terluka lagi, Aziz bertekad akan selalu membahagiakan dan menjaga Zahra seumur hidupnya. Tak akan di biarkan satu orang pun menyakiti Zahra dan anak - anak nya nanti.
Bagi Aziz, Zahra dan anak - anaknya adalah segala - galang nya dalam di hidupnya, selama ini Zahra adalah kelemahan Aziz tapi tidak ada yang menyangka bahwa Zahra dan anak - anak nya juga adalah kekuatannya, mereka ada lah harta yang paling berharga untuk Aziz saat ini dan selamanya.
Aziz yang sudah berkecimpung di dunia bisnis, walau pun baru seumur jagung berada di dunia bisnis, Aziz sangat paham seperti apa kejamnya dunia bisnis itu.
Untuk itu, tanpa Zahra sadari, semenjak Zahra menikah dengan Aziz, selalu ada orang yang mengikuti kemana pun Zahra pergi tanpa di ketahui oleh Zahra kerena Aziz meminta pengawalnya itu untuk menjaga Zahra dari jarak yang jauh sehingga Zahra tidak menyadari keberadaannya.
Sejauh ini mereka masih sukses dalam menjalankan tugasnya, terbukti dari gagalnya rencana seseorang yang ingin mencelakai Zahra selama ini.
Seperti hari ini, seseorang yang dari tadi mengikuti Aziz dan Zahra sangat merasa kesal dan geram melihat Zahra yang hidup bahagia, itu sangat berbanding terbalik dari kehidupannya yang jauh dari kata bahagia.
Tanpa Aziz dan Zahra sadari, semenjak mereka keluar dari hotel tadi pagi, mereka sudah di ikuti oleh seseorang hingga sampai sampai saat ini, Orang tersebut sudah berusaha mencelakai Zahra sewaktu di rumah sakit, waktu itu Zahra pamit pada Aziz ingin ke kamar mandi ketika Aziz sedang menebus vitamin di apotik, berkat orang kepercayaan Aziz yang di tugaskan menjaga Zahra, akhirnya rencana itu gagal di lakukan.
Dan sekarang semenjak keluar dari rumah pak Widodo , Aziz kembali di ikuti oleh orang misterius itu sampai apartemen mereka.
Orang suruhan Aziz memang belum melaporkan kejadian di rumah sakit tadi pagi kepada Aziz, karena menurut mereka masih belum perlu untuk di laporkan, mereka akan mencari tahu dulu siapa orang tersebut dan apa motifnya ingin mencelakai istri tuan mudanya itu.
__ADS_1
Setelah Aziz dan Zahra masuk ke area apartemen mereka, orang yang mengikuti Aziz dan Zahra tadi dengan kesal berlalu dari sana.
Orang tersebut sangat kesal karena rencananya untuk mencelakai Zahra gagal, semua gara - gara tadi ada pengunjung rumah sakit yang berusaha menghalangi jalannya, sehingga ketika orang tersebut sampai di kamar mandi Zahra sudah kembali ke tempat Aziz menebus obat untuk nya.