
Tidak butuh waktu lama bagi Aziz untuk mandi sesuai ucapannya pada Zahra, saat ini pasangan yang tengah menunggu kelahiran putra nya itu sedang menikmati makan malam bersama, Zahra tidak makan sendiri, tapi di suapi oleh Aziz atas kemauan aziz sendiri yang ingin menyuapi dan memanjakan istrinya itu. Zahra sangat senang dengan cara Aziz memperlakukannya selama ini, Zahra merasa di manja dan sangat di cintai oleh suaminya itu. Dan hal itu sangat terlihat jelas dari sikap Aziz pada nya selama ini.
Zahra menatap Aziz dalam tanpa berkedip, Zahra sangat mengagumi aziz suaminya itu, Aziz tidak hanya kaya dan tampan, tapi juga sangat menyayangi dan mencintai Zahra sepenuh hati, sebagai suami dan kepala keluarga Aziz merupakan pendamping dan teman hidup yang sangat sempurna bagi Zahra, walau pun di sibukkan oleh pekerjaannya aziz tetap mengutamakan keluarganya dalam segala hal, Zahra merasa beruntung menjadi istri seorang muhammad Gafar Al Aziz, yang selalu menjadikannya ratu dan wanita satu - satunya dalam hidup seorang muhammad Gafar Al Aziz dan juga wanita kedua yang di cintai pria itu setelah ibunya, menjadi wanita yang sangat di cintai oleh suami Aziz hal yang tidak pernah ia mimpikan dan khayalan selama ini, Zahra tidak pernah berpikir akan berjodoh dan menikah dengan seorang laki - laki seperti suaminya itu.
Zahra merasa bersyukur, kepergian sang kakek yang sangat di sayangi nya tidak hanya menggoreskan luka dan kesedihan di hatinya, tapi juga mendatangkan kebahagiaan dalam hidupnya, siapa sangka, di sisa terakhir nafas nya, sang kakek masih bisa mencarikan jodoh untuk nya, dan ternyata jodoh yang di harapkan dapat menggantikan sang kakek melebihi dari harapan sang kakek, ' terima kasih kek, sudah memilihkan jodoh yang sempurna untuk Zahra ' gumam Zahra dalam hati.
Aziz yang merasa sedang di pandangi oleh istrinya itu menoleh kan wajahnya menatap balik Zahra bingung, Zahra menatapnya dalam diam tanpa bersuara dan berkedip sedikit pun, entah apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya itu, berkali - kali Aziz memanggil istrinya itu, tapi Zahra tetap diam menatap ke arahnya tanpa peduli dengan suara panggilannya. Aziz mengerutkan keningnya bingung dan heran, ada apa dengan Zahra ? pikir Aziz dalam hati bertanya - tanya
" Ada apa sayang ?" tanya Aziz sambil menyuapkan makanan ke mulut Zahra, Zahra yang masih hanyut dalam lamunannya tanpa sadar membuka mulutnya dan memakan makanan yang diberikan Aziz tanpa memalingkan wajahnya pada suaminya itu.
Aziz yang menyadari Zahra melamun, tiba - tiba mempunyai ide untuk menjahili Zahra, Aziz menyuapi makan ke mulut Zahra, tapi begitu Zahra membuka mulutnya dan siap menerima makan tersebut, aziz dengan cepat kembali menarik makan tersebut dan...
cup
Aziz langsung memberikan ciuman di bibir Zahra, Zahra yang tidak menduga mendapatkan ciuman dadakan dari Aziz kaget dan terdiam.dengam mata yang membola , Aziz tidak hanya memberikan kecupan,.bibir Aziz yang masih menempel di bibir istrinya itu langsung ******* bibir zahra lembut dan pelan.
Zahra yang merasakan lumayan Aziz di bibir nya tersadar dari lamunan dan kaget nya , Zahra melepas kan lumayan bibir Aziz pada bibirnya dan langsung mendorong Aziz pelan, mukanya memerah menahan malu, degup jantungnya berdetak cepat seperti habis lari maraton.
" Abang ...!!" sahut zahra kesal dan memukul dada Aziz pelan,.bukannya marah , Aziz malah tersenyum jahil pada istrinya itu.
" Apa sayang ?" tanya Aziz menggoda Zahra.
" Abang kok main cium - cium zahra sih, Zahra kan lagi makan !" sahut Zahra kesal dengan bibir yang di majukan
Melihat Zahra memajukan bibirnya membuat Aziz gemas, tanpa aba - aba, Aziz kembali mengecup bibir Zahra, kali ini hanya kecupan kecil saja
Zahra yang Kembali mendapatkan ciuman dadakan dari Aziz makin kesal dan makin memajukan bibirnya.
__ADS_1
" Abang....." sahut Zahra memanggil aziz dengan mimik kesal bercampur manja.
" Apa sayang ..." sahut Aziz membelai tangan istrinya itu.
" Zahra kan lagi makan .."
" Kalau lagi makan kenapa emangnya sayang " sahut Aziz lagi tanpa bersalah
" Abang jangan cium - cium Zahra terus .." sahut zahra yang masih kesal
" Siapa suruh makan sambil melamun " ujar Aziz terus menggoda istrinya itu
" Zahra gak melamun abang " jawab Zahra dengan bibir nya yang di majukan alias manyun.
Aziz yang gemes melihat tingkah istrinya lagi lagi memberikan kecupan singkat di bibir tipis Zahra.
" Pintar." sahut Aziz sambil mengelus kepala Zahra yang tertutup hijab lembut.
" Sekarang coba bilang sama Abang, kamu lagi mikirin apa sayang ?" tanya Aziz lembut meraih tangan Zahra dan menggenggam tangan itu hangat
" Zahra gak mikirin apa - apa kok bang " jawab Zahra menunduk kan wajah nya , bagai mana pun zahra malu sudah tertangkap basah sedang memandangi dan mengagumi suaminya itu, selama ini Zahra sering memandang Aziz lama dan diam, tapi Zahra melakukanya ketika Aziz sedang tidur atau sedang fokus dengan pekerjaannya. tidak seperti saat ini yang terang - terangan.
Entah mengapa semenjak hamil, Zahra mempunyai hobi baru yaitu memandang wajah suaminya. Dan itu selalu Zahra lakukan diam - diam agar tidak ketahuan oleh aziz.
" Tuh kan melamun lagi " suara aziz kembali mengagetkan Zahra dari lamunannya
" Ada apa sayang.? " Aziz mengangkat dagu Zahra dengan jari tangannya sehingga wajah Zahra terangkat dan menatap wajahnya, mereka saling menatap beberapa detik, Zahra yang menyadari itu cepat memalingkan wajahnya kearah yang lain dengan pipi yang panas dan memerah.
__ADS_1
" Apa kah istri cantik Abang ini sendang mengagumi suami tampannya ?" goda Aziz yang kembali menarik wajah Zahra menghadap dirinya sehingga mereka kembali saling berpandangan.
" Iiissss....Abang kepedean " cibir zahra mengejek Aziz yang sedang narsis, Aziz tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan Zahra.
" Jelas dong Abang pede, buktinya istri Abang aja terpesona kok dengan kegantengan Abang yang di atas rata - rata ini " sahut aziz yang kembali narsis.
" Ya Zahra terpesona dengan ketampanan suami Zahra, puas " sahut Zahra akhirnya yang kesal dengan aziz yang selalu menggoda nya.
hahahahahahah.....
Aziz tertawa senang mendengar kejujuran istrinya walau di sampaikan dalam keadaan kesal.
" Udah kita lanjut makan nya ya " puas tertawa dan menggoda istrinya, Aziz kembali mengajak zahra makan yang tadi sempat tertunda. namun di jawab Zahra dengan gelengan kepala menolak melanjutkan makan mereka ya tertunda tadi.
" Kenapa sayan" tanya Aziz khawatir
" Zahra kenyang bang " jawab zahra yang memang sudah merasakan sangat kenyang. Aziz terdiam sesaat , ia ingat Zahra memang sudah makan cukup banyak malam ini, itu terbukti dari makanan yang tersisa sedikit lagi di dalam piring mereka, tadi walau pun melamun, Zahra masih mau menerima suapannya walau tidak sadar.
" Baik lah, Sekang minumlah yang banyak ya sayang " akhirnya Aziz pun berhenti menyuapi zahra, dan lanjut makan menghabiskan sisa makan yang ada di piring nya.
Di suapan terakhir aziz, tiba - tiba Zahra mencengkram tangan Aziz kuat sambil meringis dan satu tangannya memegang perut besar nya.
Aziz yang merasakan sakit pada lengannya menoleh ke samping di mana zahra duduk saat ini, Aziz melihat Zahra meringis sambil memegang perut nya, keringan Zahra bercucuran menahan sakit.
" Sayang ...?!!" aziz meninggalkan makannya dan beralih menatap istrinya cemas dan khawatir .
" Abang,.. Sakit bang ...."
__ADS_1