
Setelah terjadinya perdebatan panjang antara Aziz dan Zahra , akhirnya Zahra dan Aziz kembali menerima tamu undangan yang akan bersalaman dan mengucapkan selamat pada mereka, Zahra mematuhi perintah mertua dan suaminya untuk tidak terlalu capek Karena efek kehamilannya dan Zahra menurut saat menerima tamu sambil duduk, bukannya tidak sopan, Aziz hanya menjaga istrinya agar tidak lelah, dan Aziz senantiasa meminta maaf dan mejelaskan kondisi istrinya pada tamu undangan agar dapat memakluminya. sesekali Zahra akan berdiri karena merasa tidak enak dengan para tamu undangan.
Di penghujung acara, Zahra yang mulai merasa pusing dan sangat lelah akhirnya menyerah, Zahra minta izin pada suaminya untuk kekamar istirahat duluan, berhubung tamu undangan sudah mulai sepi, Aziz pun mengizinkan istrinya untuk kekamar duluan, tapi Aziz tidak bisa mengantar Zahra kekamar mereka, karena saat ini Aziz dan pak widodo sedang melayani para tamu undangan dari rekan bisnisnya yang datang dari luar negri, jadi Zahra di bantu Bu Susan dan cindi di antar ke kamar pengantin yang sudah di siapkan untuk mereka di hotel tersebut .
Bu Susan dan cindi membantu Zahra mengganti pakaian pengantin yang di pakainya ,.cindi sedang membantu Zahra ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, cindi hanya mengantar Zahra sampai pintu kamar mandi lalu menunggu Zahra di luar pintu kamar mandi, cindi takut Zahra akan membutuhkan dirinya untuk itu lah cindi tidka mau pergi dari pintu kamar mandi sedangkan Bu Susan menyiapkan baju ganti untuk Zahra dan meletakkannya di atas tempat tidur.
Beberapa menit kemudian Zahra keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah lemas, karena tadi di kamar mandi Zahra kembali mengalami muntah - muntah.
" Kamu gak kenapa nak ?" Bu Susan menghampiri Zahra yang sedang berjalan ke tempat tidur di bantu cindi.
Zahra yang terlihat pucat dan lemas memeluk Bu Susan dan menangis, Bu Susan mengelus punggung Zahra lembut.
" sabar ya nak, ini lah nikmatnya menjadi seorang ibu sayang, kamu harus sabar ya " hibur bu Susan
" Zahra capek mi,.Zahra mau tidur " jawab Zahra dan mengurai pelukkan nya pada Bu Susan.
Bu Susan menghapus sisa air mata di pipi Zahra tersenyum
" Ganti baju dulu ya nak, habis itu baru tidur " ujar Bu Susan membelai kepala Zahra lembut, Zahra menganggukkan kepalanya.
" Mau Tante bantu ganti bajunya Ra?" cindi yang merasa kasihan melihat ponakannya lemas sehabis minta, menawarkan diri untuk membantu Zahra ganti pakaian .
" Gak usah Tan, Zahra bisa sendiri kok "
__ADS_1
Zahra mengambil baju tidur yang sudah di siapkan Bu Susan, dan masuk kembali ke kamar mandi untuk mengganti bathrobe yang di pakainya dengan baju tidur.
Setelah ganti baju, Zahra langsung keluar kamar mandi dan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, tidak membutuhkan waktu lama, mungkin akibat kelelahan iya juga Zahra sudah tertidur ,dan itu di tandai dengan dengkuran halus yang keluar dari bibirnya.
setalah yakin Zahra sudah tidur, Bu Susan dan Tante cindi kembali ke tempat acara meninggalkan Zahra sendiri tidur di kamar itu.
Aziz yang melihat mami dan cindi sudah kembali, merasa tidak tenang, itu artinya Zahra tinggal sendiri di kamar. Aziz memutuskan untuk kembali ke kamarnya menemani Zahra.
Sebelum pergi Aziz mengamati tamu undangan sudah mulai sepi, yang tertinggal hanya tinggal keluarga saja, Aziz pun izin pamit dan menyusul istrinya ke kamar.
" Mau kemana ziz ?! " Alex sepupu Aziz menyapa Aziz yang hendak pergi ke kamar menemui Zahra.
" mau kekamar dulu bang , kasihan Zahra tinggal sendiri di kamar. " jawab Aziz menatap Alex yang sedang bertanya pada nya.
Alex adalah sepupu Aziz dari pihak Bu Susan, Alex yg sianya yang tiga tahun lebih tua dari Aziz juga berprofesi sebagai dokter kandung Sama.dengan ayu istrinya prof rayyan.
Semenjak dewasa Mereka memang jarang bertemu, karena mereka sudah pada sibuk dengan urusan mereka masing - masing, bahkan ada yang tinggal di luar negri.
" Aku bukannya gak mau bang, tapi tadi mami bilang, katanya Zahra muntah - muntah lagi, Aku gak tega ninggalin Zahra sendiri di kamar banh, siapa tahu Zahra ada butuh sesuatu nantinya." jawab aziz yang merasa cemas pada zahra ketika bu susan memberi tahu dirinya bahwa Zahra muntah - muntah lagi.
" Ya sudah kalau gitu ziz , kamu temui lah Zahra dahulu, tapi yang sabar ya ziz, menghadapi ibu hamil." ujar Alek tersenyum menggoda Aziz
".Sok tahu kamu bang" jawab aziz geleng - gelengkan kepalanya mendengar omongan alex.
__ADS_1
" Ya tahu lah, tuh dua buktinya " sahut alex.sambil menunjuk ke arah istrinya yang tengah bicara dengan bu Susan dan keluarga yang lainnya yang sama - sama perempuan.
Alex memang sudah menikah, dan sudah di karuniai dua orang anak yang masih kecil - kecil pintar dan lucu.
" Kamu harus punya banyak stok sabar ziz, jangan sampai sabarnya setipis tissue yang di belah empat ziz " sahut Alex lagi tertawa senang menatap wajah Aziz yang gusar.
" Jangan ngarang cerita deh bang " ujar Aziz tenang, tadi Aziz sempat terpengaruh dengan omongan Alex, tapi Aziz sadar, tidak semua kehamilan itu sama gumam Aziz dalam hati.
" Tapi Abang tenang aja, stok sabar ku masih banyak kok bang." jawab Aziz tertawa dan berlalu dari hadapan Alex
" Dasar bucin !" teriak Alex kesal, tapi tidak tidak di gubris oleh Aziz, tanpa menoleh aziz pun mengacungi jempolnya yang makin membuat Alex kesal.
Aziz membuka pintu kamarnya pelan, tadi bu Susan mengatakan kalau Zahra sedang tidur saat di tinggal, karena itu Aziz membuka pintu kamarnya pelan karena Aziz tidak mau Zahra terbangun dan terganggu tidurnya.
Aziz menatap ke atas tempat tidur di sana ada Zahra yang sedang tidur sambil memeluk guling
Azize mengayunkan langkah kakinya ke arah tempat tidur di mana Zahra berada saat ini..Aziz tersenyum menatap wajah cantik istrinya itu, .Aziz mengulurkan tangannya dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya itu, dan melayangkan kecupan singkat pada puncak kepala Zahra.
" Kamu cantik sekali sayang, " ujar Aziz menatap lembut pada istrinya senyum senang tidak lepas dari bibirnya.
".Nak,.kamu baik - baik di dalam sana ya nak, jangan buat bunda mu susah ya sayang." Aziz mengelus purut rata istrinya, Aziz sedang mengajak anak nya yang masih di dalam perut Zahra untuk bicara.
Mengingat dirinya belum mandi, Aziz pun memutuskan untuk mandi dahulu , baru tidur mengikuti sang istri yang sudah berada di alam mimpi.
__ADS_1