CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 75


__ADS_3

Aziz menatap semua orang yang berada di ruangan itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , ruangan yang semula ramai oleh candaan para petugas menjadi terasa sunyi mencekam, yang terdengar saat ini hanyalah suara dari mesin kesehatan yang saat ini sedang di pakai oleh pasien saja.


Aziz merasa salah tingkah di serbu tatapan butuh penjelasan dari orang - orang yang berada di sana , di sana tidak hanya ada perawat dan dokter muda, tapi juga ada dokter senior.


sementara Zahra hanya bisa diam tertunduk malu saat ini akibat kecerobohan suaminya itu.


" ehm .." Aziz mendehem mengusir kesunyian yang tiba - tiba terasa mencekam bagi Zahra dan Aziz tapi tidak bagi yang lain, Karena saat ini mereka merasa butuh penjelasan dari Aziz, bukan berarti mereka kepo ya.


Wajar mereka jadi kepo karena selama ini mereka tidak pernah mendengar dan melihat kedekatan Alif dan Zahra sebagai sepasang kekasih, mereka malah melihat seperti ada jarak diantara mereka yang sengaja dilakukan oleh Zahra.


Yah semenjak Zahra putus dari Rio, Zahra seakan - akan menutup dirinya dari yang nama nya laki - kaki, bukannya tidak ada yang berusaha untuk dekat dan mendapatkan perhatian Zahra, tapi mereka harus siap patah hati kerena Zahra menolaknya dengan alasan ingin fokus karir dulu .


aziz ingin mengumumkan pernikahannya dengan Zahra agar terhindar dari gosip - gosip yang tidak sedap, tapi Aziz tetap minta persetujuan Zahra terlebih dahulu.


Aziz menatap Zahra yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya,.Aziz sangat paham dengan posisi Zahra yang pasti bingung saat ini dan malu.


"Sayang Abang boleh kasih tahu mereka ?" tanya aziz hati - hati, Aziz takut Zahra belum siap untuk mengumumkan tentang pernikahan mereka pada semua orang, Tapi Aziz berfikir makin cepat orang tahu ,akan lebih baik, selain menghindari fitnah ,Aziz juga ingin semua orang tahu bahwa Zahra sudah menjadi miliknya, jadi jangan pernah lagi ada yang berniat untuk merebut Zahra dari dirinya,


Zahra menatap Aziz Zahra berpikir mungkin dengan mengumumkan pernikahan mereka dapat menghindari mereka dari fitnah walaunpun pernikahan mereka belum di resmikan tapi Zahra yakin akan keputusan Aziz untuk mengumumkan pernikahannya mereka , Zahra menganggukkan kepalanya setuju, Aziz tersenyum senang ketika Zahra menganggukkan kepala setuju.


aziz membelai kepala Zahra yang tertutup hijab " makasih sayang " ujar Aziz senang sambil mencium puncak kepala Zahra.


Orang - orang terkesima dengan perlakuan lembut Aziz pada zahra. Mereka semakin yakin, pasti ada hubungan yang mereka tidak ketahui antara Zahra dan Aziz. tapi mereka tidak mau menerka - nerka sendiri. Mereka berharap Aziz dan Zahra mau menjelaskan semua ini pada mereka .


Aziz menatap semua orang yang ada di ruangan itu sambil tersenyum, Aziz menegakkan tubuhnya , satu tangannya masuk kedalam kantong celananya sedangkan yang satu lagi merengkuh bahu Zahra dan.membawa Zahra ke dalam pelukannya.


" ekhm...." aziz kembali berdehem dan mencoba mencairkan suasana yang sedikit tegang


" sebelumnya ini saya mengucapkan maaf karena sudah membuat kekacauan pagi ini " Aziz mulai bicara dengan meminta maaf sebagai pembuka karena sudah membuat kekacauan,


" Mungkin ini sangat mengejutkan untuk rekan - rekan semua, tapi untuk menghindari kesalahpahaman dan fitnah, saya umum kan bahwa saya dan Zahra sudah menikah sejak satu Minggu yang lalu, dan pernikahan kami sah di mata negara dan agama , saya mohon maaf sebelumnya karena tidak sempat mengundang rekan - rekan semua karena kondisi yang sangat urgent sehingga pernikahannya kami di laksanakan secara mendadak." Aziz menjedah penjelasannya sejenak dan menarik nafas lega .

__ADS_1


" Mungkin di acara pernikahannya kami tidak bisa mengundang rekan - rekan semua, tapi saya janji akan mengundang rekan - rekan semua nanti di acara resepsi kamu nanti " kata Aziz lagi sambil tersenyum dan menatap Zahra yang masih berada dalam pelukannya.


".wah selamat dokter , selamat atas pernikahannya, jujur jika kalian tidak menjelaskan , mungkin kamu sudah berprasangka lain terhadap anda dokter " seorang dokter paling senior di ruangan itu mendekati Aziz dan Zahra memberikan selamat dan menjabat tangan Zahra dan Aziz bergantian.


" Terima kasih prof " ujar Aziz sambil memeluk dokter senior itu yang sering di panggil profesor rayyan itu.


" Aku akan memaki orang tua mu karena tidak mengabari aku tentang pernikahan kalian Aziz." bisik profesor rayyan di telinga Aziz.


" maaf paman " balas Aziz pelan karena merasa bersalah dan hanya mereka berdua yang mendengar nya.


profesor rayyan menepuk pundak aziz sambil tersenyum, kemudian mengalihkan tatapannya pada Zahra yang berada di samping Aziz, " selamat ya nak, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan dan teruslah bahagia nak " ujar profesor rayyan sambil mengelus kepala Zahra lembut .


Aziz dan Zahra mengaminkan doa profesor rayyan dalam hati masing - masing.


profesor rayyan menatap Aziz tajam " jaga dia nak, sekarang dia sudah menjadi istrimu, dan tanggung jawab mu " pesan profesor rayyan pada Aziz.


" Baik prof , saya akan menjaganya sepenuh hati " jawab aziz pasti.


setelah profesor rayyan pergi semua teman - teman dokter dan perawat mendekati Zahra dan Aziz , mereka menyalami dan mengucapkan selamat pada aziz dan zahra bergantian.


Zahra yang awalnya tegang mulai tenang kembali, Zahra merasa tenang setelah Aziz mengumumkan pernikahan mereka, Semula Zahra merasa sedikit takut , Zahra takut mendapat omongan yang tidak enak dari teman - temannya karena yang mereka tahu Zahra cuti alasan kakeknya yang sakit dan masuk rumah sakit, eh pulang nya malah bawa suami.


Semua orang sudah pergi satu - satu dari tempat Zahra dan Aziz berada, tapi tidak dengan satu orang yang dari tadi menatap Zahra dan Aziz tidak berkedip.


" Kenapa suster menatap istri saya seperti itu " tegur Aziz pada Mia, ya Mia masih bertahan berdiri di sana sambil menatap Zahra dengan tatapan yang tidak bisa di baca.


" Diam kamu, saya ada urusan dengan Zahra " jawab Mia kesal menatap Aziz.


Zahra kaget melihat Mia yang sudah berani membentak aziz. sementara Aziz yang di bentak hanya senyum - senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" kak Mia ..." Zahra berusaha menegur Mia yang sudah bersikap tidak sopan pada Aziz, tapi Mia bukannya berhenti malah menatap Zahra kesal , " kamu utang penjelasan pada ku Zahra " ujar Mia kesal , lalu Mia kembali menatap Aziz yang masih bertahan di sana.

__ADS_1


" Tugas anda sudah selesai dokter, anda sudah bisa pergi " kata Mia pada Aziz dan meminta Aziz pergi.


" Tidak suster, aku akan tetap di sini. aku tidak mau istriku kenapa - napa oleh mu, lagi pula Aku masih rindu sama istri ku " tolak Aziz , Mia makin kesal pada Aziz yang tidak mau pergi dari sana.


" ciih, dasar bucin " ujar Mia kesal


" biar aja, bucin nya sama istri sendiri kok " jawab aziz santai .


Zahra menatap Mia dan Aziz bergantian, Zahra merasa aneh dengan sikap Mia pada Aziz yang terlihat berbeda dari biasanya.


Zahra ingin bertanya, tapi di urungkannya karena suara ponsel Aziz yang berbunyi tanda ada yang memanggil.


Aziz mengambil ponselnya yang tersimpan di kantong celananya ,setelah melihat siapa yang sudah melakukan panggilan pada nya Aziz pun mengangkat ponselnya .


Aziz hanya diam mendengarkan orang di seberang Sana berbicara.


* baik lah, nanti aku akan kesana mengajak Zahra sekalian " jawab Aziz singkat.lalu panggilan telepon itu pun berakhir.


" Sayang mami meminta kita nanti pulang kerja langsung kerumahnya, nanti setelah habis jam kerja, kamu langsung ke ruangan Abang aja ya, selesai dari sini Abang ada jadwal operasi , setelah itu kita baru langsung ke rumah mami ya."


" Kita nginap bang?" tanya Zahra pada Aziz


" iya sayang, mami bilang ada yang mau di bicarakan sama kita berdua "


" Tapi Zahra kan gak bawa baju ganti bang"


" udah, itu gak usah dipikirkan ya " jawab Aziz santai, lalu Aziz menatap Mia yang masih berdiri di sana .


* suster saya pergi dulu, say titip istri tercinta saya ya, awas jangan sampai lecet " ujar Aziz pada Mia, yang di jawab Mia dengan cibiran .


Aziz tertawa dan berlalu dari sana.

__ADS_1


__ADS_2