CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 59


__ADS_3

Zahra membuka matanya, Zahra bersyukur ia tidak jadi jatuh akibat tarikan Zahra tadi, yang ada saat ini ia berada dalam pelukkan sang suami.


ya sewaktu Naira memaki - maki Zahra tadi, semua tak luput dari pantauan Aziz ,aziz yang berniat akan menjumpai Alif karena Alif mengabari dirinya lewat pesan untuk bertemu di taman belakang . jadi urung karena ketika ia akan memberi tahu Zahra bahwa ia akan menjumpai alif di taman dan meminta Zahra untuk istirahat duluan jadi mengurungkan niatnya karena secara tak sengaja Aziz melihat zahra sedang di maki - maki oleh cewek entah siapa tapi Aziz ingat cewek itu juga pernah memaki Zahra di restoran mall waktu itu.


Aziz bertanya - tanya ada hubungan apa Zahra dengan perempuan itu, dan aziz yang tidak terima istrinya di tuduh macam - macam merasa geram pada Naira, Aziz juga merasa heran mengapa Zahra tidak membalasnya sama sekali. Aziz yang sudah tidak tahan lagi melihat istrinya di maki berniat ingin menghampiri Zahra namun Aziz kaget ketika Zahra yang berniat akan meninggalkan Naira oleng ketika Naira menarik paksa zahra ,Aziz dengan sigap menangkap tubuh Zahra agar tidak jatuh ,


Aziz menatap naira tajam dan marah, " mengapa anda tidak sopan begini hah " banyak Aziz pada Naira.


Naira yang melihat Aziz datang membantu Zahra bukannya merasa takut malah makin menjadi mencemooh Zahra dengan mulut pedasnya


" wah ternyata belum puas juga ya berdua - duaan dari tadi, sampai - sampai harus di sambung lagi sampai sekarang " ujar Naira sinis.zahra hanya diam sambil menahan sakit pada kakinya.zahra berpegangan erat pada pinggan Aziz takut jatuh karena Zahra merasa sakit pada kakinya.


" Zahra - Zahra sok - Sok alim, ternyata kamu murahan juga ya, buktinya di peluk begitu aja kamu sama laki - laki Iain diam aja, munafik kamu Zahra " maki Naira sinis dan makin menjadi


" Jaga mulut anda nona jika tidak mau menyesal nantinya " ujar Aziz dingin memperingati Naira.


" Terserah aku dong mau bicara apa, toh faktanya Zahra memang munafik kok, buktinya saja ,kakek baru saja siang tadi di kubur ,eh cucu kesayangannya bukannya berduka malah asik berdua - dua an dengan laki - laki " ujar naira lagi


" cukup nona, kalau kamu anda masih belum bisa mengontrol bicara anda jangan salah kan saya jika terjadi hal - hal yang tidak di inginkan nantinya " ujar Aziz lagi masih menahan emosinya dengan tatapan yang yang tidak bisa di baca .


Sandi, Adam dan Alif yang sedang berada di taman belakang datang ketika mendengar keributan di dalam rumah , cindi yang saat itu berada di kamar nenek ikut keluar bersama nenek ketika mendengar suara ribut - ribut di depan kamarnya.


" ada apa ini " tanya nenek pada Zahra dan Naira.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Naira dan Zahra, Melihat kemarahan di mata Aziz , semua orang tanpa di tanya sudah paham siapa yang sudah jadi biang ributnya.


Cindi mendekati Zahra yang masih berada dalam pelukkan Aziz ,


" kamu nggak apa - apa nak " tanya cindi pada Zahra,yang di jawab Zahra dengan gelengan kepalanya .


" Alah jangan sok lebay dek Ra, " ujar Naira mengejek Zahra " tuh lihat cucu kesayangan nenek ,bukannya berduka di tinggal kakek malah asik berdua - duaan dari tadi, dasar anak pembawa sial ." ujar Naira lagi tanpa bersalah dan makin menjadi - jadi.


Aziz makin tidak tahan mendengar ocehan Naira , makin menatap Naira tajam dan garang menahan merah, giginya gemeretak berbunyi menahan marah, aziz masih mencoba menahan amarahnya karena menghargai Zahra dan keluarga Zahra., Aziz tidak mau membuat keributan di hari pertama ia menjadi suami Zahra dan hari pertama ia berada. di rumah Zahra apa lagi hari ini keluarga masih dalam berduka setelah kepergian sang kakek, tapi Aziz juga tidak rela istrinya di hina dan di maki sedari tadi.


" Cukup Naira " sandi yang sudah mulai mengerti penyebab keributan yang terjadi langsung membentak Naira dan menariknya menjauh , tapi dasar Naira yang tidak punya sopan santun menolak.ketika sandi mencoba menarik dirinya menjauh dari Sana.


" papa apa - apa an sih " ujar Naira sambil melepaskan genggaman tangan sandi dari pergelangan tangannya


" cukup Zahra " bentak sandi pada Naira , Naira yang tidak pernah mendapat bentakan dari sandi kaget ketika sandi tiba - tiba membantahnya hari ini


" papa bentak aku, papa lebih membela wanita pembawa sial ini " tanya Zahra syok ketika sandi membentaknya


" cukup Naira , Zahra bukan berbuat mesum seperti yang kamu katakan " ucap sandi geram mendengar Naira memaki Zahra sandi tidak rela.


" mereka sudah menikah, mereka pasangan suami istri sah Naira dan Zahra bukan anak haram cam kan itu nai " ujar sandi tegas


" Apa ,menikah " Naira kaget mendengar ucapan sandi yang memberitahukan bahwa Zahra sudah menikah dengan pria yang saat ini sedang memeluk nya.

__ADS_1


Dan ada satu orang lagi yang tak kalah kagetnya dari sang istri ,supaya lagi klau buka Rio. Rio merasa jantungnya seketika berhenti ketika sandi mengatakan bahwa Zahra sudah menikah dengan pria yang sedang memeluk Zahra erat saat ini, jangan kan mendengar kabar pernikahan Zahra , melihat zahra berada dalam pelukkan pria itu aja saat ini sandi sudah merasa kebakar api cemburu.di tambah lagi dengan kabar pernikahan Zahra bagaikan petir yang menyambar di telinga Rio.


" ya Zahra dan Aziz sudah menikah tadi di rumah sakit sebelum kakek meninggal atas permintaan kakek " jawab sandi menjelaskan .


Naira menatap Zahra penuh kebencian ,ia benci jika Zahra bahagia ,melihat Zahra di bela mati- Matian oleh aziz saja sudah membuat Naira kesal.


Naira berlalu dari sana dan mengajak Rio untuk pulang , tanpa basa basi dan permisi Naira dan Rio meninggalkan rumah kakek begitu saja .


cindi mendekati Zahra dan mengajak Zahra untuk masuk ke kamar nya ,namun baru mulai melangkahkan kakinya Zahra kembali oleng karena sakit pada pergelangan kakinya, untung ada Aziz di sana sehingga Zahra tidak sampai terjatuh, Aziz dengan sigap menangkap tubuh Zahra dan membawanya duduk di atas karpet Aziz memeriksa kaki Zahra yang sudah mulai bengkak.


" Kaki kamu bengkak Ra , ini pasti terkilir " kata aziz ketika memeriksa kaki Zahra yang bengkak.


Zahra ingat, tadi saat Naira menariknya tiba - tiba Zahra hampir saja tergelincir sehingga membuat tubuhnya oleh dan hampir jatuh . mungil karena itu kakinya terkilir .


" Sebaiknya aku bawa Zahra ke kamar saja Tan, aku akan mengobati kaki Zahra di kamar saja agar Zahra tidak banyak bergerak nantinya." Aziz meminta izin cindi untuk membawa Zahra ke kamar Zahra, dan Aziz ingin mengobati kaki Zahra di kamar saja agar Zahra lebih santai dan langsung istirahat setelah nya.


" iya nak, kamu bawa aja Zahra ke kamar ya, biar Zahra langsung istirahat di kamar saja " kali ini bukan cindi yang bicara ,tapi nenek lah yang menyuruh Aziz untuk segera membawa Zahra ke kamar dan mengobati kaki Zahra segera agar tidak makin bengkak dan sakit. dan di setujui oleh yang lain.


" Aku Gendong ke kamar ya Ra " Walau sudah menjadi suami ,Aziz tetap minta izin Zahra dulu untuk menggendongnya ke kamar yang berada di lantai dua, aziz tidak ingin Zahra tidak nyaman jika ia langsung gendong saja.


Zahra menatap Aziz ragu, setelah dia sebentar dan mengingat dirinya yang tidak bisa jalan akhirnya Zahra setuju untuk digendong oleh Aziz ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Dengan pelan aziz mulai meraih tubuh Zahra dan menggendongnya ala bridal menuju kamar Zahra, sebelum pergi Aziz terlebih dahulu meminta izin ke semua orang yang ada di sana untuk membawa Zahra kekamar duluan.

__ADS_1


__ADS_2