
Tok.....tok....tok....
Pintu kamar Zahra di ketuk dari luar, cindi berdiri membuka pintu kamar rawatan Zahra dan melihat siapa yang sudah datang berkunjung.
". Assalammualaikum." sapa orang yang mengetuk pintu Zahra tadi
"Waalaikumsalam" jawab cindi menjawab salam orang tesebut
" Maaf, apa benar ini kamar rawatan Zahra ? " tanya orang tersebut ingin memastikan info yang ia terima benar atau salah, tadi sebelum ke ruangan Zahra, Anton yang tidak tahu dimana Zahra di rawat berusaha mencari informasi dan bertanya pada perawat di mana ruangan Zahra, dan setelah perawat memberitahukan kamar rawatan Zahra baru lah Anton mencari dan akhirnya ia menemukan juga dimana Zahra di rawat.
" Iya betul,.mau mengunjungi Zahra ya ?" tanya cindi ramah
" Kenalkan, saya rekan bisnis pak Aziz dan pak Widodo, niat saya datang kesini karena saya dapat kabar istri pak Aziz sudah melahirkan dan saya berniat untuk membesuk beliau " jawab Anton menjelaskan maksud kedatangannya pada cindi, karena Anton melihat cindi begitu hati - hati dalam menerima tamu untuk Zahra
Yah, tamu yang datang adalah Anton, sesuai rencananya kemaren Anton hari ini datang dengan dalih ingin membesuk Zahra, padahal tujuan utama Anton adalah untuk menemui aziz dan pak Widodo.
" Oooo, maaf kalau begitu silahkan masuk, kebetulan Aziz ada di dalam " jawab cindi dan membukakan pintu kamar itu sedikit lebar agar Anton bisa masuk ke kamar rawatan Zahra.
Cindi mempersilahkan Anton duduk di sofa ruang tamu kamar itu, karena semua keluarga semua sedang berkumpul di ruangan makan dan sedang makan siang bersama.
" Sebentar ya pak, saya panggilkan pak Widodo dan Aziz dulu, " sahut cindi pamit memanggil Aziz dan pak widodo yang di jawab anggukkan kepala oleh Anton.
" Aziz pak besan ada tamu katanya rekan kerja pak besan dan Aziz ingin membesuk Zahra dan putranya " cindi memberi tahu Aziz dan pak Widodo perihal kedatangan Anton
Pak Widodo dan Aziz saling berpandangan setelah cindi mengatakan ada rekan bisnis mereka yang ingin membesuk Zahra dan si kembar, mereka sama - sama mengerutkan keningnya heran dan bingung. bukan tanpa alasan pak widodo dan aziz bingung dan heran, itu Karana Mereka belum ada mengumumkan ke media tentang kelahiran putra dan cucu - cucu mereka jadi bagai mana bisa rekan bisnis mereka tahu tentang kelahiran si kembar bahkan datang berkunjung untuk membesuk.
" Sebaiknya di temui dulu ziz, kasihan tamu nya menunggu lama." Oma minan menyuruh Aziz untuk menemui tamu yang di katakan cindi barusan, sebenarnya jika ada tamu pun tidak Maslah, karena mereka sudah selesai makan dari tadi,.dan Merkea memilih tetap duduk di sana untuk saling bercengkerama karena sudah cukup lama dua keluarga itu tidak pernah berkumpul lagi setelah pesta pernikahan aziz dan zahra tujuh bulan yang lalu
__ADS_1
" Baik lah Oma " jawab aziz berdiri untuk menghampiri tamu yang di katakan oleh cindi tadi.
Namun sebelum menemui tamunya, Aziz terlebih dahulu mengintip dari celah pintu ruangan makan itu, Aziz ingin melihat siapa tamu yang datang tersebut.
Aziz masih berdiri di pintu antara ruang tamu dan ruang makan, di sofa ruang tamu Aziz melihat anton sedang duduk seorang diri menunggu kedatangannya.
" Kenapa ?" tanpa Aziz sadari ternyata pak Widodo sudah berdiri di belakangnya .
" Papi lihat sendiri siapa yang datang " jawab Aziz pelan takut di dengar oleh yang lain sambil memberi kode ke pak Widodo dengan mulutnya siapa yang sudah datang membesuk istri dan anak - anak nya.
Pak Widodo mengalihkan pandangannya menuju arah pandangan Aziz.
" aziz yakin membesuk Zahra dan anak - anak hanya lah alasannya saja Pi, pasti ia datang dengan tujuan yang sama " sahut Aziz yang sudah bisa menebak alasan Anton datang menemui dirinya dan sang papi.
" Sebaiknya kita temui dulu ziz, jika memang tujuannya sama dengan yang sudah - sudah, nanti kita akan pikirkan jalan keluarnya." jawab pak Widodo akhirnya.
Pak Widodo Kemabli menepuk pundak Aziz lembut dan memberi kode untuk segera menemui Anton, Aziz menganggukkan kepalanya dengan berat hati, sebelum melangkahkan kakinya, Aziz mengalihkan tatapannya ke arah tempat tidur Zahra, dan Aziz lega, ternyata tirai menutup bed Zahra masih tertutup dengan rapat, itu artinya Zahra masih tidur.
Tadi selesai menyusui si kembar dan makan siang yang masih di suapi oleh Aziz, Zahra langsung tidur agar tidak terlalu lelah, apa lagi sepertinya sebenar lagi bakal banyak dari rekan - rekan kerja dan teman - teman Zahra yang bekerja di rumah sakit datang membesuk Zahra, dan biasanya mereka akan datang setelah jam kerja mereka selesai.
" Selamat siang pak Anton, apa kabar " sahut aziz mendekati Anton dan mengulurkan tangannya memberi salam, dan ternyata aziz tidak sendiri menemui Anton, ada pak Widodo yang ikut serta di belakangan
" Siang pak Widodo dan pak aziz, selamat ya pak Aziz dan pak Widodo atas kelahiran cucu dan putra kembarnya, " sahut Anton menyambut ukuran tangan aziz dan pak Widodo serta mengucapkan selamat atas kelahiran si kembar.
" Terima kasih pak Anton , ayo silahkan duduk jawab pak Widodo ramah
" Terima kasih pak, Oya ini ada sedikit buah tangan untuk istri pak aziz dan si kembar " Anton pun memberikan buah tangan yang di bawanya yang telah di siapkan oleh sekretarisnya sebelum ia datang ke rumah sakit membesuk Zahra.
__ADS_1
" Waduh, jadi merepotkan nih kak Anton " ujar aziz segan dan berbasa - basi
" Ah, cuma kado kecil kok kak aziz, dan tidak merepotkan kok " jawab Anton " Semoga si kembar senang " ujar Anton lagi tersenyum.
" sekali lagi terima kasih pak Anton sudah repot - repot datang dan bawa buah tangan segala " sahut Aziz sungkan
" Udah biasa aja kali pak Aziz " jawab Anton
" Oya gimana kabar nya Bu Zahra dan si kembar? Apa kah Merkea sehat - sehat saja pak Aziz ?" Anton sengaja menanyakan kondisi Zahra dan si kembar sebelum ia masuk ke pada tujuannya datang menemui Aziz, pak Widodo dan sandi sebagai basa basi dan seolah - olah ia datang betul untuk membesuk Zahra dan anak - anak nya.
" Alhamdulillah kondisi istri dan anak - anak saya sehat tanpa kekurangan apa pun pak Anton, yah cuma karena si kembar lahir sebelum waktunya jadi untuk menstabilkan kondisinya si kembar rawat di selama incubator dulu untuk sementara waktu." jawab Aziz menjelaskan.
" Syukurlah Alhamdulillah pak, yang penting ibu dan anak sehat " jawab Anton.
Setelah terlibat pembicaraan seputar si kembar, akhirnya Anton pun menyampaikan maksud tujuan kedatanganya menemui aziz dan pak widodo.
" Maaf sebelumnya pak aziz dan pak Widodo, selain membesuk Zahra, sebenarnya tujuan saya datang ke sini ingin berbicara serius dengan pak widodo terutama pak Aziz."
" Kalau boleh tahu Maslah apa ya pak Anton ?" kali ini bukan Aziz yang bertanya, melainkan pak Widodo.
Anton terlihat sedikit gelisah dan gugup ketika pak Widodo bertanya maksud kedatanganya. Anton takut jika ia menyampaikan maksud kedatangannya sesungguhnya akan membuat aziz dan pak Widodo marah karena sudah berkali - kali di tolak dengan maksud dan tujuan yang sama.
" Begini pak, ini masih mengenai kondisi putri saya dan kehadiran Zahra untuk putri saya " sahut Anton yang akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan maksud kedatangannya serta membuang malu dan harga dirinya demi putri semata wayangnya.
" Sebaik nya kita membicarakan masalah ini di luar, jangan di sini "
Belum sempat Aziz menjawab permintaan Anton, seseorang sudah memotong obrolan itu dari belakang, Anton, Aziz dan pak Widodo sontak memalingkan wajah mereka ke asal suara tersebut.
__ADS_1