
Pagi ini aziz sedang membantu Zahra membersihkan tubuh nya, dengan telaten Aziz membersihkan tubuh Zahra mengganti baju Zahra dengan pakaian yang bersih, setelah itu Aziz juga menaburkan bedak tipis - tipis di muka Zahra juga memoleskan Lip blam di bibir tipis Zahra agar tidak terlihat kering, Aziz juga tidak lupa mengoleskan pelembab di kulit halus istrinya itu, terakhir yang di lakukan Azizi adalah menyemprotkan parfum di tubuh istrinya itu.
Memang semenjak Zahra koma dan dirawat Aziz tidak pernah membiarkan seorang pun termasuk perawat yang menjaga Zahra untuk membantu membersihkan tubuh istrinya itu, dari awal semua itu dilakukan oleh Aziz sendiri, Aziz selalu menyempatkan dirinya untuk membersihkan dan mengganti pakaian Zahra sendiri tanpa di bantu oleh siapa pun, karena menurut Aziz itu adalah salah satu tanggung jawabnya.
Pernah waktu itu Bu Susan menawari dirinya untuk membersihkan tubuh zahra karena aziz ada pekerjaan dan meeting penting yang harus di kerjakan ya, tapi aziz tetap menolak, dan memilih meminta Aldo untuk memundurkan jadwal meeting nya dari pagi menjadi siang, untung saja kliennya dapat mengerti dengan kondisi Aziz saat ini dan mau memundurkan meeting nya menjadi siang hari.
Dan untuk hari ini Aziz memang agak sedikit santai membersihkan tubuh Zahra, karena hari ini Aziz sudah meminta Aldo asistennya untuk mengosongkan jadwal nya hari ini, dan tidak hanya itu untuk tugas - tugasnya di rumah sakit pun Aziz sudah meminta dokter lain untuk menggantikannya karena hari ini Aziz dan sandi ayah mertuanya berencana akan mengurus laporannya ke kantor polisi bersama pengacara keluarga aziz dan juga pengacara dari sandi sendiri.
Dan pagi ini aziz juga sudah meminta bu Susan dan chelsea untuk datang kerumah sakit untuk menemani Zahra selama ia dan sandi pergi.
Bu Susan dan chelsea menyanggupinya dengan senang hati, apa lagi chelsea yang sudah beberapa hari ini belum menjumpai kakak ipar kesayangan itu karena sedang sibuk ujian.
" Hmmm...., istri Abang sudah cantik dan wangi Abang makin cinta dan sayang deh " ujar Aziz dan mencium kepala zahra lembut, lalu turun ke pipi dan terakhir mengecup bibir Zahra lembut.
" Cepat lah bangun sayang, Abang sudah rindu dengar suara kamu dan manja nya kamu sama abang " gumam Aziz pelan menatap wajah cantik istrinya dengan penuh kerinduan.
Lalu tangan Aziz berpindah pada perut Zahra yang membuncit, Aziz mengelus perut itu pelan dan menciumnya.
" Anak - anak papi apa kabar kalian pagi ini " sahut Aziz sambil mengelus perut zahra lembut dan mengajak calon bayinya berbicara
".Kalian yang kuat ya nak di dalam sini, bilang sama mami papi rindu sayang, dan tolong bantu papi ya nak, bangun kan mami kalian, karena mami kalian sudah lama membiarkan papi sendirian di sini menunggu mami kalian bangun " ujar Aziz lagi sendu, air mata Aziz berlinang dan siap untuk jatuh membasahi pipinya.
Tiba - tiba Aziz merasakan tangannya yang masih ada di atas perut Zahra ada yang menendang, Aziz menatap kaget dan memperhatikan dengan seksama perut buncit istrinya itu, Aziz melihat ada pergerakan lembut dari dalam perut istrinya , Aziz tersenyum senang, itu adalah pergerakkan dari bayi - bayinya yang ada di dalam perut istrinya itu.
__ADS_1
" Kalian mendengarkan papi sayang " sahut Aziz senang, tangan Aziz kembali mengelus perut Zahra berharap bayi - bayinya merespon sentuhan dari tangan nya lagi.
Lagi - lagi bayi - bayi itu melihatkan responnya, kali ini tidak hanya sekali, tapi tendangan halus itu terjadi berkali - kali sehingga perut zahra terlihat bergerak - gerak halus.
Aziz tersenyum bahagia ketika mendapat respon dari bayi - bayi nya, tidak hanya sekali tapi berkali - kali dan di tempat yang berbeda - beda.
" Sayang, kamu apa juga merasakan pergerakkan calon anak - anak kita? mereka sangat aktif sayang." sahut Aziz tersenyum senang menatap istrinya itu.
" Bangun lah sayang, apa kamu tidak ingin merasakan pergerakkan mereka bersama Abang sayang " sahut aziz lagi sambil mencium pipi Zahra dan membelai perut Zahra lagi tanpa mau berhenti, Aziz merasa mendapatkan mainan baru dengan mengelus perut istrinya dan merasakan pergerakkan dari calon anak - anak mereka .
Sedang asik - asik bermain dengan calon anak - anak nya yang masih berada di dalam perut ibunya, Aziz mendengar suara ketukan di pintu kamar Zahra, dari balik tirai Aziz juga mendengar perawat yang menjaga Zahra membukakan pintu kamar itu, Aziz sudah bisa menebak yang baru saja datang adalah ayah mertuanya, tadi pagi setelah sholat subuh ayah mertuanya izin kembali ke hotel karena ada barang penting yang harus di baiknya di hotel dan akan kembali lagi pagi - pagi.
Aziz menghentikan bermain dengan anak - anak nya, setelah merapikan Zahra kembali, Aziz membuka tirai yang menutupi bed pasien, dan mengeluarkan peralatan mandi zahra, dua perawat yang merawat Zahra dengan sigap mengambil perlengkapan mandi zahra dari tangan Aziz dan menyimpannya kembali di tempat penyimpanannya.
Aziz melihat mertuanya sudah duduk di sofa ruang tamu,.ternyata ayah mertuanya tidka datang sendiri, tapi bersama seorang pria yang umurnya diperkirakan Aziz tidak lah jauh dari nya juga sedang duduk di sana bersama mertuanya itu, Aziz menghampiri sandi dan menyalami mertuanya itu serta mencium punggung tangan sandi seperti biasanya.
" Oya ziz, kenalkan ini nak Billy anak pengacara keluarga Ayah, Karana pak Umar pengacara keluarga ayah berhalangan datang karena beliau sedang sakit, jadi kasus Zahra di limpahkan pada anak nya yaitu nak Billy, nak Billy ini juga pengacara handal, dan sudah banyak kasus - kasus sulit yang berhasil di menangi nya." sahut sandi mengenalkan Billy pengacara sandi yang akan membantu pengacara aziz mengurus kasus Naira.
Aziz dan Billy saling berjabat tangan dan memperkenalkan dirinya masing - masing.
" Aziz "
" Billy "
__ADS_1
Lalu mereka duduk di sofa dan membahas apa - apa saja yang akan mereka lakukan nantinya di kantor polisi.
" Pak Billy, maaf kita menunggu pengacara say dulu ya, beliau sedang dalam perjalan menuju kemari " sahut Aziz yang memberi tahukan jika pengacara nya sendang di jalan menuju rumah sakit, Billy pun menganggukkan kepalanya setuju.
" Ya gak apa - apa pak aziz,.kita masih bisa menunggu kok, lagi pula waktunya masih panjang untuk kita berangkat ke kantor polisi " jawab Billy sopan, bagai mana pun Billy merasa segan dengan klien nya ini, bagai mana tidak ,Billy tidak menyangka klien nya kali ini orang yang sangat di segani di dunia bisnis.
Tok...tok...tok...
Pintu kamar Zahra kembali di ketuk dari luar, Aziz berdiri untuk membukakan pintu, ternyata yang datang Bu Susan dan chelsea dan ternyata Bu Susan dan chelsea tidak datang sendiri ada pak Septian pengacara Aziz datang bersama mereka.
Aziz mencium punggung tangan Bu Susan dan bersalaman dengan pak Septian, dan mempersilahkan mereka masuk .
" Kok mami dan pak Septian bisa berbarengan datangnya ? " tanya aziz bingung.
" Tadi kebetulan kami jumpa di parkiran pak " jawab pak Septian pada Aziz.
Aziz mempersilahkan pak Septian duduk di sofa bersama sandi dan Billy, sementara itu Bu Susan dan chelsea lebih memilih menghampiri Zahra Karana Bu Susan dan chelsea tahu Aziz, sandi dan kedua pengacaranya akan berbicara serius dan.mwrkwa Tidka dingin mengganggu, mereka lebih memilih mengajak menantunya itu berbicara walau pun menantunya itu tidak meresponnya.
Tapi sesuai saran dokter, walau pun Zahra koma, tapi zahra masih dapat mendengar suara orang di sekeliling nya, dan itu terbukti dengan respon Zahra yang menangis setiap kali di ajak berbicara.
" Oya pak Septian, kenalkan ini mertua saya ayah dari istri saya ,dan di samping mertua saya pak Billy ia seorang pengacara juga yang ikut membantu dalam kasus ini " Aziz mengenalkan pak Septian pengacaranya pada sandi dan Billy.
Setelah saling memperkenalkan diri, ke empat pria itu terlibat dengan pembicaraan serius membahas kasus Naira dan tuntutan hukum yang akan mereka ajukan nantinya di persidangan.
__ADS_1