CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 185


__ADS_3

Setengah jam berlalu, Fauzan dan Rasyid sudah tidur kembali setelah perutnya kenyang, kedua bayi itu pun kembali di tidurkan Aziz kedalam incubator nya masing - masing, baru saja aziz menutup incubator Rasyid tiba - tiba akhdan yang awalnya tidur anteng di dalam incubator nya bangun dan menangis, aziz memeriksa kenapa putra pertama nya itu bangun, ternyata akhdan terbangun karena pup, Aziz pun mengganti pempers akhdan dengan telaten, ternyata bayi kecil itu masih menangis.


" Lapar kali bang " sahut zahra yang dari hanya memperhatikan aziz mengurus ketiga putranya itu


" Sepertinya iya sayang " jawab Aziz


" Ya udah bawa sini aja bang, biar Zahra kasih asi " ujar Zahra lagi meminta Aziz membawa akhdan kepadanya untuk di beri asi.


" Anak ayah juga lapar ya, yuk kita ke tempat bunda ya " sahut aziz mengajak akhdan bicara, walau pun bayi kecil itu belum mengerti dan belum bisa menjawab apa yang di katakan ayah nya, tapi Aziz tidak pernah bosan mengajak anak - anak nya untuk bicara.


Dengan pelan dan hati - hati, Aziz memberikan akhdan pada Zahra untuk di susui, begitu bibir mungil itu bertemu dengan sumber makanannya, tidak mau kalah dengan saudara kembarnya yang lain, akhdan pun dengan lahap menyedot sari makanannya dari Zahra.


" Sabar dong sayang, gak akan ada yang minta kok " ujar Zahra mengelus pipi akhdan gemas.


" Sepertinya dia sangat lapar sayang, lihat lah, cara dia menghisap sangat kuat sekali " sahut aziz yang sedari tadi selalu memperhatikan putra nya itu.


" Iya bang " jawab Zahra tersenyum.


Zahra terdiam sesaat sambil memperhatikan akhdan meminum asi dari nya, dan itu tidak luput dari perhatian Aziz.


" Kenapa sayang ?, apa ada yang sakit ?" tanya aziz khawatir


" Gak bang, Zahra kok lapar lagi ya bang, padahal kan baru dua jam yang lalu zahra makan roti bang " jawab Zahra bingung karena sudah merasa lapar lagi padahal baru siap makan sebelum mandi tadi

__ADS_1


Aziz tersenyum merasa gemas dengan istrinya itu, " wajar lah sayang, kamu kan menyusui tiga bayi sekaligus, wajar saja kamu sering merasa lapar." jawab Aziz menjelaskan mengapa Zahra sering merasa lapar setelah memberikan asi pada ketiga bayinya


" Kalau Zahra makan nya sering - sering nanti Zahra gendut bang, dan Abang tidak mau lagi sama Zahra "


" Siapa bilang ibu yang memberi asi itu bakal gendut karena banyak makan sayang? Yang ada jika kamu rutin memberikan asi pada anak -anak kita itu bisa jadi program diet sama kamu dan ibu menyusui jika makan banyak tidak akan gemuk karena kamu butuh banyak kalori untuk menyusui " jawab Aziz lagi menjelaskan, Zahra mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh suaminya itu.


" Jadi gimana ? masih mau nahan lapar atau mau makan sayang " tanya Aziz menyapa istrinya yang masih terdiam setelah mendengar penjelasannya.


" Kamu tenang aja sayang, seperti apa pun bentuk tubuh kamu nanti, Abang selalu cinta dan sayang sama kamu, kamu dan anak - anak kita adalah alasan Abang hidup dan bahagia sayang., jadi Abang minta berjanjilah untuk jangan berpikir yang aneh - aneh karena, jika kamu memikirkan hal yang tidak seharusnya kamu pikirkan akan membuat kamu stres dan itu tidak baik untuk produksi asi kamu nanti nya." sahut Aziz lagi menjelaskan, bukannya Aziz tidak tahu dan tidak peka dengan apa yang di pikirkan oleh Zahra selama ini, sejak lahiran Aziz selalu melihat Zahra memang sedikit banyak diam dan selalu tidak PD dengan bentuk tubuhnya, dan itu wajar terjadi pada ibu - ibu yang baru selesai melahirkan, tinggal tugas suami lah bagai mana cara meyakinkan istrinya untuk tetap percaya diri.


Zahra menatap Aziz dan tak lupa Zahra memberikan senyum manis nya pada suaminya itu.


" Zahra mau makan bang, tapi akhdan masih lahap menghisap ASI-nya." jawab Zahra menatap sang buah hati yang masih lahap menyedot makanan nya.


Aziz mengelus kepala Zahra lembut serta memberikan ciuman di puncak kepala istrinya itu sebelum berlalu mengabulkan makanan yang tadi sudah si antar oleh supir maminya.


Yah walau pun di rawat di rumah sakit, Zahra tetap meminta makan dari rumah pada aziz Karena Zahra merasa tidak cocok dengan masakan dapur rumah sakit yang menurut Zahra tidak ada rasanya.


" Abang ambil makanannya dulu ya " Zahra menganggukkan kepalanya.


" iya bang "


Setelah mengambil makanan untuk istrinya yang tersimpan di ruang makan, Aziz pun duduk di samping Zahra, dengan sabar dan telaten Aziz menyuapi Zahra dengan akhdan yang masih dalam gendongan Zahra dan masih lahap menghisap makanannya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama bagi Zahra untuk menghabiskan makanannya, Zahra selesai makan berbarengan dengan akhdan yang selesai minum asi dan tertidur.


Aziz terlebih dahulu meletakkan akhdan kedalam incubator nya baru menaruh piring kotor bekas makan Zahra ke wastafel dan mencuci nya langsung.


Sebelum menghampiri zahra yang masih betah duduk di sofa ruang tamu, Aziz terlebih dahulu membuatkan susu ibu menyusui untuk Zahra.


Zahra menerima susu coklat pemberian suaminya dan langsung meminum susu tersebut hingga tandas.


" Pintar istri Abang " Aziz mengelus rambut panjang Zahra dan tak lupa memberikan pujian untuk istrinya itu


" Capek ya sayang " tanya Aziz sambil mengurut punggung Zahra dari samping lalu naik ke tengkuk Zahra.


" Sedikit bang " jawab Zahra sambil memejamkan matanya menikmati pijatan suaminya. Zahra akui, saat ini walau hanya memberikan asi pada ketiga putra nya namun Zahra tidak bisa membohongi dirinya jika ia merasa sangat capek, masih untung untuk saat ini suaminya masih bisa membantu nya mengurus si kembar, bagai mana nanti jika Aziz sudah aktif bekerja lagi, Zahra tidak dapat membayangkan seperti apa repot nya dirinya nanti.


" Sayang, Abang minta tolong mami cari kan baby sister untuk si kembar ya agar bisa membantu kamu mengurus si kembar, Abang tidak tega lihat kamu kecapean sayang "


sebenarnya aziz sudah lama berencana mencarikan baby sitter untuk ketiga bayi nya, tapi karena ke sibukkan nya akhir - akhir ini apa lagi semenjak pak widodo meyerahkan semua tanggung jawabnya pada nya sebagai pewaris Widodo's group, jadi Aziz belum sempat membahas masalah rencana nya itu lada Zahra.


Zahra menatap Aziz,.ada keraguan di mata Zahra untuk memakai jasa baby sitter tapi mengingat kerepotan yang akan di hadapi nya nanti akhirnya Zahra berpikir ulang lagi.


" Ya gak apa - apa sih bang kalau Abang izinkan, tapi Zahra masih ragu dan takut bang apa lagi banyaknya berita - berita yang tidak baik tentang baby sister bang " jawab Zahra menyampaikan keraguan nya pada jasa baby sister .


" Abang paham dengan keraguan kamu sayang, Abang akan meminta mami cari baby sitter dari jalur resmi dan terlatih, dan lagi kamu kan masih bisa memantau mereka nantinya sayang " jawab aziz

__ADS_1


" Baik lah bang, jika itu menurut Abang baik Zahra ikut aja " jawab Zahra akhirnya setuju.


__ADS_2