
Selesai mandi dan ganti pakaian dengan pakaian yang bersih, Aziz yang sudah tidak sabar ingin menemui istrinya, dengan terburu - buru langsung meninggalkan ruangan nya menuju kamar rawatan Zahra yang berada hanya satu lantai di bawah ruangannya.
Sesampainya di ruangan Zahra, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Aziz langsung masuk ke ruangan tersebut, di pintu masuk ruangan Zahra Aziz tertegun, ternyata ayah mertuanya sudah berada di sana duduk di tepi tempat tidur Zahra sambil menatap Zahra sendu dan mengelus kepala Zahra lembut.
Ternyata tidak hanya ayah mertuanya yang sudah datang, di sana juga ada Adam paman dari Zahra duduk di sofa bersama kedua orang tuanya.
Aziz menghampiri Adam dan bersalaman dengan Adam.
".Apa kabar om " sapa Aziz sopan
" Kabar om baik nak." jawab Adam menerima uluran tangan sandi untuk bersalaman
" Kamu sabar ya ziz, ini musibah, kita masih bisa bersyukur,. calon anak - anak kalian masih kuat bertahan sampai saat ini " ujar Adam menghibur aziz, Adam tahu, saat ini Aziz pasti sangat terpukul sekali dengan musibah yang menimpa Zahra dan calon bayinya,.untuk itulah Adam berusaha menghibur Aziz agar tetap sabar dan kuat menerima cobaan ini.
" Insyaallah om, Aziz akan kuat demi istri dan calon anak kami, terima kasih ya om, sudah datang menjenguk Zahra " jawab Aziz serta mengucapkan terima kasih karena Adam sudah menyempatkan diri untuk membesuk istrinya.
Aziz paham, sebagai pengusaha Adam pasti sangat sibuk dengan pekerjaan nya, untuk itu aziz berterima kasih pada Adam yang sudah menyempatkan diri untuk membesuk istrinya, dan kehadiran Adam dan sandi saat ini sangat di butuhkan oleh Aziz, dengan harapan Zahra akan merasakan kehadiran orang - orang yang di sayanginya di sana, dan Aziz berharap dengan kehadiran sandi dan Adam akan dapat membantu kesembuhan Zahra, walau pun Zahra tidak sadar, tapi Aziz yakin Zahra masih bisa merasakan keberadaan orang - orang yang di sayanginya.
" Kamu tidak perlu berterima kasih ziz, Zahra adalah putri om, jadi sudah seharusnya om berada di sini untuk memberikan dukungan padanya " jawab Adam.
" ya om, kalau begitu Aziz izin menemui ayah dulu om " ujar Aziz pamit pada Adam dan kedua orang tuanya untuk menyapa mertuanya yang masih betah duduk di samping istrinya.
" Ya kamu jumpai lah mertua mu dulu, dari tadi dia tidak mau jauh dari putrinya " jawab Adam menyuruh Aziz menemui mertuanya dahulu.
Aziz pun menganggukkan kepalanya, dan berlalu mendekati mertuanya, Aziz menyapa sandi yang masih terus menatap Zahra yang tertidur di atas bed pasien dengan mata terpejam dan alat - alat medis yang terpasang di tubuhnya.
Sebenarnya Aziz tidak tega melihat istrinya Seperi itu, tapi seperti yang di katakan nya ke pada Adam tadi, Aziz harus bisa sabar dan kuat menerima musibah ini, sekuat tenaga Aziz berusaha menahan air matanya yang sudah mulai tergenang di pelupuk matanya, Aziz kembali rapuh bila berada dekat istrinya.
" Ayah " Aziz menyapa sandi yang dari tadi tidak memalingkan wajahnya dari wajah putrinya itu.
" Ayah Aziz minta maaf, Aziz belum bisa menjaga Zahra dan calon anak - anak Aziz, sehingga mereka mendapat musibah seperti ini " dengan suara yang tercekat aziz berbicara dan meminta maaf pada sandi, Aziz sangat merasa bersalah karena sudah lalai menjaga istri dan calon anak - anak nya.
Sandi mengangkat kepalanya menatap Aziz yang telah berdiri di dekat kaki Zahra.
Sandi menghampiri Aziz, dan memeluk menantunya itu, sandi sadar, saat ini tidak hanya ia yang bersedih, tapi ada yang lebih terluka dan sedih dari dirinya, yaitu aziz suami dari putrinya itu.
" Jangan merasa bersalah nak, ini semua musibah, kamu harus sabar dan kuat ya " ujar sandi melepaskan pelukannya dari Aziz dan menepuk pundak Aziz lembut.
" Apa kamu sudah tahu siapa yang sudah membuat putri ku seperti ini " Tanya sandi serius menatap Aziz, sandi yakin, Aziz pasti tidak akan diam dengan musibah yang menimpa istrinya itu, untuk itu sandi menanyakan hal itu pada Aziz.
__ADS_1
" Aziz belum tahu yah, tapi Aziz sudah meminta Aldo untuk menyelidiki nya, dan Aldo saat ini sedang dalam perjalanan ke sini untuk melaporkan hasil penyelidikannya yah " jawab Aziz
tok..tok...tok
Pintu kamar rawatan Zahra di ketuk dari luar, Bu Susan berdiri membuka pintu, nampak Aldo berdiri di sana menunggu di izinkan masuk oleh ibu bos nya itu.
" Oh kamu Aldo" tanya Bu Susan ketika mendapati Aldo yang sudah mengetuk pintu.
" Sore Bu, pak Aziz nya ada Bu, ada sesuatu yang penting yang harus saya sampaikan ke pak Aziz Bu " ujar Aldo memberitahukan tujuannya datang ke rumah sakit menemui Aziz.
" Oo, ya Aziz ada, kamu masuk saja " jawab Bu Susan membuka pintu lebar - lebar dan mempersilahkan Aldo masuk , dan duduk di sofa yang mereka tempati saat ini sambil menunggu Aziz yang masih berbicara dengan sandi di dekat bed Zahra tidur saat ini.
Mendengar suara Aldo Aziz langsung pamit pada sandi untuk menemui Aldo dan di jawab sandi dengan anggukkan kepalanya
Aziz menghampiri Aldo yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu nya.
" Gimana do apa sudah tahu siapa pelaku tabrak lari yang menabrak istri saya " Tanya Aziz tanpa basa basi, Aldo berdiri ketika Aziz mendekatinya dan menundukkan kepalanya memberi hormat pada bos nya itu.
" Sudah pak, dan say juga sudah membawa bukti cctv nya juga sekalian." jawab Aldo pada sandi.
" Oya bagai mana kabar Bu Zahra pak " tanya Aldo menanyakan kondisi istri bos nya itu
Dalam hati nya, Aldo merasa cemas dan khawatir dengan respon bosnya itu, jika ia tahu siapa pelaku tabrak lari istrinya itu, dan apa motif di balik semua musibah itu.
" Apa bisa kamu tunjukkan hasil penyelidikan kamu do !?" Aziz yang melihat Aldo yang hanya diam tanpa ada niat menyerahkan hasil penyelidikannya itu bertanya pada aldo.
Aldo tersentak kaget dari lamunannya ketika Aziz meminta hasil penyelidikannya,
".Ma.. Maaf pak " jawab Aldo kaget.
Aldo mengeluarkan laptopnya dan meletakkan laptop itu di atas meja, lalu menghidupkan laptopnya, setelah memasangkan plesdis yang di bawanya ke laptop tesebut Aldo mulai menunjukkan hasil rekaman cctv yang ia dapatkan di lokasi kecelakaan terjadi
Sandi yang tidak sengaja mendengar obrolan aziz dan asistennya itu ikut mendekat dan melihat apa yang di tampilkan di laptop tersebut.
Semua orang yang berada di ruangan itu menatap laptop yang berada dia atas meja itu serius, tidak ada yang bersuara satu pun.
Di dalam rekaman cctv itu sangat jelas bagai mana Zahra bisa mengalami kecelakaan itu, dari cctv terlihat Zahra yang sedang menyeberang jalan menuju halte di depan kampus, sebelum menyeberang Zahra sudah menengok kiri kanan mengawasi kendaraan yang lalu lalang, ketika sudah di rasa aman, dan kebetulan saat itu jalan sedang sepi, Zahra langsung menyeberang menuju halte bis, di tengah - tengah perjalanan tiba - tiba datang mobil brio berwana putih melaju dengan kencang ke arah Zahra dan menghantam tubuh zahra sehingga zahra terlempar cukup jauh dan keras, dari cctv tersebut nampak dengan jelas bagai mana Zahra melindungi perutnya yang tengah membuncit Karena kehamilannya sehingga kepalanya menghantam ke pinggiran trotoar jalan.
Semua orang memalingkan wajahnya tidak tega melihat saat tubuh Zahra terlempar jauh dan kuat itu, Aziz memejamkan mata nya dan mengepalkan tangannya kuat sehingga buku - buku jadi tangannya menonjol menahan amarah dan geramnya pada si pelaku
__ADS_1
Semangat Bu Susan langsung menangis histeris setelah melihat rekaman cctv tersebut,.pak widodo berusaha menenangkan istrinya yang terus menangis setelah melihat rekaman cctv itu.
" Aldo tolong kamu mundurkan lagi rekam nya pada waktu Zahra menyeberang tadi " Tiba - tiba Adam meminta Aldo untuk memundurkan rekaman cctv tersebut, sandi dan Aziz menoleh ke arah Adam,.mereka tidak mengerti mengapa Adam meminta Aldo untuk memundurkan rekaman cctv nya, tapi tidak ada yang bertanya, mereka kembali sama - sama memperhatikan layar laptop yang menampilkan rekaman saat Zahra menyeberang jalan
" Stop " sahut Adam tiba - tiba
Semua orang menatap bingung pada Adam.
" Ini kecelakaan yang sudah di rencanakan , si pelaku memang sudah merencanakan kecelakaan ini sebelum nya " ujar Adam tiba - tiba
" Maksud om,.Zahra memang sudah di incar pelaku om " tanya Aziz memastikan maksud ucapan Adam.
" iya ziz, kamu lihat, Zahra menyeberang jalan dalam ke adaan jalan sudah sepi, tapi mobil brio putih ini sebelumnya parkir di sini, melihat Zahra sudah menyeberang jalan tiba - tiba mobil brio ini malaju kencang ke arah Zahra dan menghantam tubuh Zahra." ujar Adam mejelaskan
" Aldo ulangi rekamnnya " pinta Aziz pado Aldo
Aldo pun kembali mengulangi rekamnnya.aziz, sandi dan Adam dan pak Widodo memperhatikan dengan seksama rekaman tersebut, mereka ingin melihat dan memastikan ucapan Adam itu benar atau tidak nya.
Dan ternyata yang di katakan Adam benar, mobil brio putih itu yang awalnya parkir tidak jauh dari gerbang kampus itu, tiba - tiba melaju kencang ke arah Zahra dan menabrak tubuh zahra
Aziz yang mengetahui fakta itu mengumpat si pelaku kesal.
" Bukannya kamu sudah meminta orang untuk mengawal Zahra ziz, kok bisa mereka bisa tidak mengetahui ada yang mengancam nyawa Zahra " tanya pak Widodo pada putranya itu, setahu pak Widodo Aziz sudah meminta bodyguard untuk menjaga menantunya itu walau dari jauh demi keselamatan dan kenyamanan Zahra.
awal nya zahra memang menolak adanya bodyguard, tapi setelah Aziz mengatakan bahwa bodyguard nya akan me mengawasi dari jauh dan untuk keselamatannya akhirnya Zahra setuju .
" Hari itu Zahra meminta tidak ada pengawalan Pi, Karana Zahra perginya diantar oleh pak Dadang akhirnya Aziz menyetujuinya " jawab Aziz menundukkan kepalanya merasa bersalah
Pak Widodo menarik nafas dalam dan membuangnya kasar, ia merasa kesal dengan keteledoran Putra nya itu. akibat keteledoran putranya itu, menantunya yang terluka.
" Apa kamu tahu pemilik brio putih itu di " tanya sandi yang tidak mau ikut campur dengan urusan Aziz dan ayah nya.
" Sudah saya selidiki pak " jawab Aldo menatap ragu pada Aziz dan sandi.
" Siapa ?!" tanya Aziz menatap Aldo tajam
Aldo masih diam, ia menatap sandi dan Aziz bergantian, ada keraguan di mata Aldo mau jujur atau tidak
".Kata kan Aldo, siapa orangnya " Tanya aziz dingin.
__ADS_1