
Selepas kepergian Alif dan Arumi , Zahra Merasa sepi, mulai saat itu Zahra melakukan segala hal sendiri, bukannya Zahra tidak punya teman selain Arumi, dan bukannya Zahra mempunyai riwayat pertemanan yang buruk ,tapi memang begitulah keadaannya .Selama ini Zahra setiap kali melakukan sesuatu selalu bersama - sama dengan arumi. dan saat ini Zahra merasa kehilangan momen - momen kebersamaannya dengan Arumi.
" Kamu harus bisa hidup tanpa di temani Arumi Ra " gumam Zahra dalam hati dan menarik nafas dalam berat
Seperti halnya hari ini, biasanya setiap lebaran Zahra dan Arumi selalu pergi sholat idul Fitri bareng, tapi hari ini Zahra pergi bersama teman - teman kos nya yang lain. dan tidak ada Arumi di sana.
Zahra baru saja sampai di kosnya ketika ponsel Zahra berdering. Zahra tersenyum ketika melihat siapa yang menghubunginya.
" hallo assalammualaikum kakek, apa kabar ?" Zahra Mengangkat panggilan itu dengan sangat senang .
" waalaikumsalam nak, kakek sehat wal Afiat, kamu gimana kabarnya nak?" jawab kakek dan bertanya kabar Zahra balik.
" Alhamdulillah Zahra baik - baik aja kek ".jawab Zahra ,kemudian terdengar suara nenek yang minta Vidio call kepada sang kakek, tak berselang lama panggilan telepon tersebut berubah menjadi Vidio call, semua keluarga nya lengkap ada di sana, Zahra sangat senang , walau pun mereka terpisah oleh jarak di lebaran ini tapi tidak mengurangi kebersamaannya dan kasih sayang seperti inilah yang selalu di rindukan Zahra dari keluarganya ,walupun demikian ,tak ada satu orang pun yang sadar, di balik senyum bahagia yang terukir di bibir nya ada kepiluan yang selalu ia rasakan , karena orang yang ia harapkan hadir diantara keluarganya saat ini tidak pernah hadir bahkan menghubunginya pun tidak , jangan kan menghubungi nya di saat hari kemenangan ini , Zahra telpon aja tidak pernah di gubris oleh keluarganya itu, dan mereka yang selalu diharapkan Zahra itu tak lain adalah ayah ,ibu dan kakaknya.
" hallo cucu nenek sayang apa kabar nak?"
" Alhamdulillah Zahra sehat nek " jawab Zahra tersenyum senang " kakak,nenek,Tante ,om bang Alif dan Altaf Zahra mengucapkan selamat lebaran, Zahra mohon maaf jika Zahra ada salah ya kepada semuanya " kata Zahra sambil menyatukan ke dua tangannya di depan dadanya dan meminta maaf dengan menyebutkan nama mereka satu persatu.
" ia nak, kami sini sudah me maaf kamu ,kamu tidak ada salah apa pun ,kamu cucu nenek paling cantik dan baik." jawab nenek lembut, tanpa zahra sadari air mata nya turun begitu saja dari pelupuk matanya.
" Zahra kangen kalian semua " ucap Zahra di selang tangis nya
" kamu juga kangen kamu nak, pulang lah jika kamu sempat walau sebentar " kali ini kakek yang bee bicara. sementara asam dan cindi mengangguk - anggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan papanya.
__ADS_1
" maaf kek, Zahra belum bisa pulang, Zahra masih harus kerja walau pun lebaran kek, dan siap ini Zahra juga sedang mempersiapkan diri Zahra untuk menghadapi ujian semester sebentar lagi." jawab Zahra sedih
" ya udah tidak apa - apa, insyaallah lain waktu kita bisa berkumpul lagi ya nak " kata nenek menghibur Zahra .
" insyaallah ya nek " jawab Zahra singkat.
" kak Zahra, klau nggak bisa pulang nggak apa - apa, tapi jangan sampai THR buat Altaf nggak ikut pulang ya " tiba - tiba si bungsu Altaf berteriak dari belakang Meminta THR pada Zahra.
Suasana yang tadinya melow berubah jadi bahagia lagi mendengar celetukan Altaf.
" sepertinya THR nya juga nggak bisa mudik deh dek " jawab Zahra serius pada Altaf
" kok gitu kak, ih kakak Ngadi - Ngadi deh " jawab Altaf merajuk dan memanyunkan bibirnya
" kak yang macet itu jalur musik, bulan jalur transferan THR " jawab Altaf mulai kesal dan sejuk
semua orang yang ada di sana tertawa senang melihat altaf yang merajuk di usilin Zahra
" malahan jalur transfer lebih sibuk dek dari pada jalur musik " Zahra masih belum puas mengerjai Altaf ,sehingga bocah itu betul - betul kesal dan merajuk pada Zahra
" bilang aja kakak nggak mau kasih, kakak Zahra pelit " ujar Altaf merajuk.
" hahahah ...katanya jagoan, kok merajuk sih " ujar Zahra membujuk Altaf yang merajuk
__ADS_1
" kak Zahra nggak asik " jawab Altaf bersembunyi di belakang punggung cindi.
" iya - iya, THR Nya udah kakak transfer tuh, jangan merajuk lagi ya Adek kak Zahra ganteng" akhirnya Zahra memilih mengalah dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening Altaf.
Altaf yang mendengar Zahra sudah mengirim THR untuk nya kembali ceria, " makasih kak Zahra cantik dan baik hati " ujar Altaf senang .
" hhmm kalau ada maunya bilangin kak Zahra cantik dan baik hati , tadi aja bilangin kak Zahra nggak asik dan jahat " ujar Zahra pura -pura merajuk
" siapa yang bilang, kak Zahra cantik dan baik hati kok, nggak seperti bang Alif pelit ." jawab Altaf, Alif yang mendengar namanya disebut - sebut langsung menjitak kepala Altaf .
" yang kakak kasih tadi apa Udin " kata kak Alif pada Altaf
" hahahaha iya ,maaf Altaf lupa kak, eh kak nama aku Altaf ya bukan Udin " jawab Altaf kesal pada Alif karena di panggil Udin .
Semuanya kembali tertawa bahagia.
Zahra sangat senang melihat keluarganya sehat - sehat saja dan sangat bahagia saat ini, Zahra tidak henti - henti nya berdoa pada yang dibatas semoga keluarga nya selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kesehatan.
Tak terasa sambungan Vidio call itu berlangsung cukup lama masih belum berhenti ,Zahra merasa rindu nya sedikit terobati pada keluarganya saat ini.zahranmerasa sangat terhibur dengan komunikasi yang telah terjadi saat ini.
tiga puluh menit berlalu ,Zahra menyadari ia klau sebentar lagi ia akan berangkat kerja, walau pun lebaran Zahra tetap masuk kerja ,dan hari ini Zahra dapat shift siang, Zahra meminta pamit pada keluarganya dan akan bersiap - siap untuk berangkat kerja.sambunagn ponsel itu pun seketika terputus.
Zahra menatap ponsel ragu. Zahra ingin menghubungi orang tuanya , tapi Zahra takut nanti panggilannya di tolak lagi oleh kedua orang tuanya.buaknnya Zahra tidak mencoba untuk menghubungi keluarganya,sebelum kakek Zahra menghubungi nya, Zahra sudah tiga kali coba menghubungi orang tua nya tapi sekali di tolak , Zahra ingin menghubungi ayah nya, tapi Zahra tetap ragu takutnya di tolak juga oleh ayah nya itu ,walau pun sikap ayahnya sedikit berubah ketika ia pulang kemaren tapi Zahra tetap tidak punya keberanian untuk menghubungi ayah nya itu.
__ADS_1
Akhirnya Zahra Memutuskan untuk tidak menghitung keluarganya itu, Zahra berpikir ,dari pada ia menghubungi orang tuanya dan akan mendapat kan luka lagi, demi kesehatan hati dan jiwanya. Zahra memilih untuk tidak menghubungi sama sekali.